Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kerak Samudera: Pengertian dan Perbedaannya dengan Kerak Benua

Pengertian Kerak Samudera atau kerak oseanik
Kerak Samudera (Kerak Oseanik)

Pengertian Kerak Samudera
Kerak samudra (kerak oseanik) atau kerak lautan adalah bagian dari litosfer bumi yang permukaannya berada di cekungan samudra. Bagian ini memiliki kepadatan sekitar 3,0 g / cm3, terdiri dari batuan basal berwarna gelap yang mengandung mineral dan unsur silikon, magnesium, serta oksigen.

Kerak ini menyusun sekitar 65% dari luas kerak bumi. Kedalaman dari kerak samudra ini rata-rata sekitar 4.000 meter dari permukaan laut, meskipun ada beberapa palung laut kedalamannya ada yang mencapai lebih dari 10 Km. Kerak samudra juga sering disebut lempeng samudra.

Kerak ini lebih tipis dibandingkan dengan kerak benua, dengan ketebalan 5 - 15 kilometer, tetapi massa jenisnya lebih besar, memiliki massa jenis rata-rata sekitar 3.0 gram per sentimeter kubik, tetapi lebih padat, sedangkan bagian bawahnya disusun oleh batuan metamorf dan batuan beku Gabro.

Hal ini diduga disebabkan oleh berat jenis kerak samudra yang jauh lebih tinggi dibanding kerak benua. Oleh karena itu, kerak tersebut akan cenderung termampatkan ke dalam volume yang jauh lebih kecil. Kerak samudra terbentuk dari lapisan mantel bumi yang mencair dan naik ke permukaan bumi, kemudian mencair.

Seiring waktu, mantel padat berkumpul di bagian bawah kerak samudra sehingga membentuk dua lapisan. Lapisan kerak yang membeku ini bisa masuk kembali ke mantel bumi dan kembali mencair karena densitas yang tinggi.

Densitas kerak samudra lebih tinggi dibandingkan kerak benua. Maka kerak samudra mengapung di atas mantel. Kerak samudra senantiasa dihancurkan dan dibuat kembali oleh rekahan tengah samudra, berbeda dengan kerak benua yang relatif lebih statis di atas benua.

Perbedaan Kerak Benua dan Samudera
Perbedaan pertama antara kedua lapisan ini adalah komposisi batuannya. Kerak samudera terutama tersusun atas batu basalt gelap yang kaya akan mineral dan unsur seperti silikon dan magnesium. Sebaliknya, kerak benua terdiri dari batu granit berwarna terang yang penuh dengan unsur seperti oksigen dan silikon.

Perbedaan komposisi antara mantel dan dua lapisan kerak ini dipertahankan oleh proses yang dikenal sebagai pencairan parsial. Pada dasarnya, ketika batuan mulai meleleh (tetapi tidak meleleh sepenuhnya), beberapa mineral dan unsur akan hilang oleh lelehan batuan tersebut sementara beberapa yang lainnya dipertahankan.

Akibatnya, lapisan yang berada di bawah batuan yang meleleh sebagian akan membentuk mineral dan unsur baru, sehingga membuat lapisan itu lebih padat daripada yang di atasnya.

Perbedaan lainnya juga dapat terlihat dari kepadatan dua lapisan ini. Kerak samudera memiliki kepadatan yang lebih tinggi daripada kerak benua yang lebih ringan, karena kerak benua sifatnya mengapung di atas kerak samudera. Kerak benua memiliki kepadatan sekitar 3,0 g / cm3 dibandingkan dengan kerak benua yaitu 2,6 g / cm3. Selain itu, kerak benua jauh lebih tebal dibandingkan kerak samudera.

Selain itu, perbedaan keduanya yaitu bahwa umur kerak benua lebih tua daripada kerak samudera. Fakta ini dapat dengan mudah dijelaskan berdasarkan proses daur ulang yang terjadi pada kerak samudera, sedangkan pada kerak benua tidak terjadi proses daur ulang. Akibatnya, ini memastikan bahwa kerak samudera akan selalu lebih muda secara geologis.
 

Baca Juga: Kerak Benua: Pengertian dan Perbedaannya dengan Kerak Samudera

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani من لم يذق مر التعلم ساعة, تجرع ذل الجهل طول حياته | “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i

Post a Comment for "Kerak Samudera: Pengertian dan Perbedaannya dengan Kerak Benua"