Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Batuan: Pengertian, Proses Pembentukan, dan Jenis

Pengertian Batuan
Batuan

Pengertian Batuan
Batuan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah benda keras dan padat yang berasal dari bumi atau planet lain, tetapi bukan logam. Batuan juga dikenal sebagai benda alam yang menjadi penyusun utama materi bumi.

Pembentukan batuan memerlukan waktu hingga jutaan tahun. Siklus batuan berawal dari terbentuknya batuan beku, pelapukan batuan beku, pergerakan batuan, sedimentasi, metamorfosis dan pencairan magma kembali.

Batuan diklasifikasikan dengan berdasarkan komposisi mineral dan kimia, dengan tekstur partikel unsur dan proses pembentukannya.

Proses Pembentukan Batuan
Lapisan bumi tersusun atas batuan yang terbentuk oleh satu atau lebih kumpulan mineral, baik itu mineral asal magma, maupun non-magma. Mineral merupakan gabungan antara unsur maupun senyawa yang terbentuk secara alamiah. Begitu pun senyawa dibangun oleh gabungan unsur, sedangkan unsur disusun oleh atom.

Atom mengandung proton dan neutron yang bermuatan listrik positif (+) sebagai inti atom, serta mengandung elektron bermuatan listrik negatif (-) di luar inti atom, dan menempati hampir seluruh volume atom.

Secara umum jenis batuan yang terbentuk di planet bumi ini terdiri dari batuan beku, batuan sedimen, serta batuan malihan. Ke tiga jenis batuan ini terbentuk dalam ruang dan waktu yang saling berkaitan, sehingga sering dikenal dengan sebutan siklus batuan.

Siklus Batuan
Siklus batuan menjelaskan tentang rentetan terbentuknya batuan secara alamiah. Susunan kejadian yang melibatkan pembentukan, alterasi, penghancuran maupun pembentukan ulang batuan sebagai hasil proses seperti magmatisme, erosi, pengangkutan, pengendapan, pembatuan serta pemalihan (metamorfisme).

Susunan kejadian di sini terkait dengan kristalisasi magma yang membentuk batuan beku (igneous rocks), kemudian hancur membentuk sedimen sebagai hasil pelapukan, lalu membatu membentuk batuan sedimen (sedimentary rocks) hingga akhirnya terubah/termalihkan menjadi batuan metamorf (batuan malihan).

Siklus batuan ini merupakan bagian dari siklus geologi yang terjadi di planet bumi. Siklus geologi mencakup siklus tektonik, siklus hidrologi dan siklus batuan. Energi yang berperan dalam menggerakkan seluruh proses tersebut berasal dari dalam bumi (endogenic processes) dan dari luar (exogenic processes).

Tenaga Endogen dan Eksogen
Fenomena energi yang tercipta karena adanya suatu massa yang bergerak ke permukaan bumi di samudera merupakan faktor yang memicu pergerakan lempeng samudera. Pergerakan salah satu bagian blok lempeng bumi tersebut akan menyebabkan terjadinya tumbukan, kemudian salah satu lempeng akan tertekuk dan menunjam ke dalam bumi.

Pada kondisi geologi tertentu, sebagian lempeng bumi ini akan mengalami pelelehan menghasilkan magma dan kemudian bergerak ke permukaan bumi membangun gunung berapi dengan segala proses yang menyertainya.

Jenis Batuan
Batuan diklasifikasikan berdasarkan komposisi mineral dan kimia, dengan tekstur partikel unsur dan proses pembentukannya.
1. Batuan Beku
Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk karena proses pembentukannya terjadi dari magma yang telah mengalami pendinginan atau pembekuan. Umumnya batuan ini berada di dalam mantel atau kerak bumi. Hingga kini setidaknya sudah terdapat 700 jenis batuan beku yang terindentifikasi.

Cara terbentuknya batuan beku setidaknya dibagi menjadi tiga macam di antaranya,
a. Intrusive
Batuan beku jenis intrusive merupakan salah satu batuan beku yang dalam proses pembentukannya terjadi di dalam maupun di bawah permukaan bumi. Batuan ini merupakan bentuk dari pembekuan magma kerak bumi, sehingga memiliki bentuk dan tekstur yang kasar.

b. Ekstrusif
Jenis batuan beku ekstrusif merupakan batuan yang terjadi di atas permukaan kerak bumi. Hal ini disebabkan karena adanya proses pencairan magma di dalam mantel maupun kerak bumi. Proses pembentukan jenis batuan beku ini lebih cepat dibandingkan dengan batuan beku intrusive. Pasalnya proses pembekuan terjadi di atas permukaan bumi.

c. Hipabissal
Jenis batuan hipabissal terbentuk oleh adanya proses naik turunnya magma di dalam mantel atau kerak bumi. Batuan ini terbentuk di antara batuan vukanik dan plutonik.

2. Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah jenis batuan yang terbentuk di atas permukaan bumi dan terjadi proses pembekuan pada suhu tekanan udara rendah. Batuan ini merupakan batuan yang sudah ada sebelumnya dan terkena berbagai jenis pelapukan.

Hasil dari proses pelapukan dan erosi tersebut mengendap di dalam cekungan dan menjadi satu. Seiring berjalannya waktu membuat kumpulan tersebut menjadi sebuah batu yang baru. Berikut ini beberapa jenis batuan sedimen di antaranya, batu konglomerat, batu pasir, batu serpih, batu gamping, batu breksi, batu stalaktit dan stalagmit, dan batu lempung.

3. Batuan Metamorf
Batuan metamorf atau malihan merupakan jenis batuan yang berasal dari batuan sedimen dan batuan beku. Batuan ini merupakan hasil dari transformasi dari suatu tipe batuan yang sudah ada sebelumnya, atau biasa disebut dengan metamorfosis.

Proses pembentukan batuan ini berasal dari batuan yang sudah ada sebelumnya, yaitu protolith. Batuan ini akan mengalami perubahan kimia atau fisika yang cukup besar. Pasalnya protolith atau batuan asal akan dikenai panas lebih dari 150 derajat celcius.

Batuan metamorf merupakan batuan yang mengalami proses metamorfosis. Batuan metamorf juga memiliki berbagai macam jenis di antaranya,
a. Batuan metamorf kontak
Batuan metamorf merupakan jenis batuan yang mengalami proses metamorfisis akibat adanya suhu yang sangat tinggi. Suhu ini berasal dari aktivitas magma yang menyebabkan terjadinya perubahan bentuk maupun warna batuan. Beberapa contoh dari batuan metamorf ini yaitu batu marmer, batolit, lakolit dan batual sill.

b. Batuan metamorf dinamo
Jenis batuan metamorf berikutnya ialah batuan metemorf dinamo. Batuan ini merupakan mengalami metamorfose sebagai akibat dari adanya tekanan yang tinggi dan berasal dari tenaga endogen dalam waktu yang lama, serta dihasilkan dalam proses pembentukan kulit bumi dan dipengaruhi tenaga endogen.

c. Batuan metamorf kontak pneumatolistis
Batuan metamorf kontak merupakan jenis batuan uang mengalami proses metamorfose sebagai akibat dari adanya pengaruh dari gas-gas yang ada pada magma. Hal ini menyebabkan perubahan komposisi kimiawi mineral dari batuan ini.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.4 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)  

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Batuan: Pengertian, Proses Pembentukan, dan Jenis"