Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Batu Riolit: Pengertian, Pembentukan, Ciri, dan Manfaatnya

Pengertian Batu Riolit
Batu Riolit

Pengertian Batu Riolit
Riolit adalah batuan beku ekstrusi dengan kandungan silika sangat tinggi (biasanya >69% SiO2). Riolit dapat memiliki tekstur dari kaca, afanitik, hingga porfiritik. Mineral umum yang terkandung di dalamnya adalah kuarsa, sanidin dan plagioklas (dalam rasio> 2:1). Riolit adalah batuan ekstrusif yang ekuivalen dengan granit.

Riolit biasanya berwarna pink atau abu-abu dengan butiran mineral sangat kecil sehingga sulit diamati tanpa lensa tangan (loupe). Riolit terdiri dari kuarsa, plagioklas, serta sanidin, dengan sejumlah kecil hornblende dan biotit.

Gas yang terjebak sering menghasilkan "vugs" di riolit. Vugs di riolit ini sering terisi bahan kristal, opal, ataupun kaca. Banyak riolit terbentuk dari magma granitik yang sebagian telah didinginkan di bawah permukaan. Riolit biasanya terbentuk pada erupsi vulkanik kontinental (benua) di mana magma granitik mencapai permukaan. Riolit jarang diproduksi pada erupsi di samudera.

Pembentukan Batu Riolit
Letusan magma granitik bisa menghasilkan riolit, batu apung, obsidian, atau tuf. Batuan-batuan ini memiliki komposisi sama namun berbeda kondisi pendinginannya.

Letusan eksplosif menghasilkan tuf dan batu apung, sedangkan letusan efussive menghasilkan riolit ataupun obsidian jika lavanya mendingin dengan cepat. Jenis batuan yang berbeda ini semuanya dapat ditemukan pada sebuah produk erupsi tunggal.

Magma tipe ini kaya akan silika dan seringkali mengandung gas hingga beberapa persen beratnya. Karena magma yang telah keluar sifatnya dingin, maka silika akan mulai membentuk molekul kompleks. Inilah mengapa magma granitik mempunyai viskositas tinggi sehingga menyebabkannya bergerak sangat lamban.

Kandungan gas tinggi dan viskositas tinggi magma granitik sangat cocok untuk menghasilkan letusan eksplosif. Viskositasnya bisa begitu tinggi sehingga gas hanya bisa meloloskan diri dengan meledakkan magma keluar dari ventilasi vulkanik.

Magma granitik telah menghasilkan beberapa letusan gunung berapi paling eksplosif dalam sejarah Bumi. Contohnya Yellowstone-Wyoming, Long Valley-California, serta Valles-New Mexico. Bekas letusan mereka sering ditandai dengan kaldera besar.

Kubah Lava (Lava Dome)
Lava riolitik yang lamban perlahan bisa keluar dari gunung berapi dan menumpuk di sekitar lubang (vent) vulkanik. Ini bisa menghasilkan struktur berbentuk gundukan, dikenal sebagai "kubah lava". Beberapa kubah lava telah tumbuh setinggi beberapa ratus meter.

Kubah Lava bisa sangat berbahaya. Sebagai bentuk dari extrud magma tambahan, kubah dapat rapuh dan menjadi sangat retak serta tidak stabil. Tanah di sekitarnya juga bisa berubah kemiringannya saat gunung berapi mengembang dan berkontraksi. Aktivitas ini bisa memicu runtuhnya kubah.

Runtuhnya kubah lava bisa menurunkan tekanan pada proses ekstrusi magma. Perubahan tekanan secara tiba-tiba ini bisa mengakibatkan ledakan. Hal ini juga bisa mengakibatkan puing-puing longsor material jatuh dari kubah tersebut. Banyak aliran piroklastik dan debu vulkanik dipicu oleh runtuhnya kubah lava.

Gamestone dalam Riolit
Banyak deposit gamestone atau batu permata berada pada riolit (host-nya). Ini bisa terjadi karena lava granitik tebal yang membentuk riolit sering mendingin dengan cepat sementara kantong gas masih terjebak di dalam lava. Karena lava cepat mendingin, gas yang terperangkap tidak dapat melarikan diri dan membentuk rongga yang dikenal sebagai "vugs".

Kemudian, ketika aliran lava telah didinginkan dan gas hidrotermal atau aliran air tanah melewatinya, bahan-bahan lain dapat mengendap di dalam vugs. Inilah bagaimana beberapa deposit terbaik dunia dari red beryl, topaz, jasper, dan opal terbentuk. Pemburu batu permata telah mempelajari ini dan selalu mencari-cari riolit vuggy.

Ciri Batu Riolit
Beberapa ciri dari batuan riolit di antaranya,
1. Salah satu jenis batuan beku
Ciri- ciri yang pertama dari batu riolit adalah batu ini merupakan salah satu jenis batuan beku. Batuan beku sendiri merupakan jenis batuan yang terbentuk dari magma yang telah dingin yang kemudian mengalami pembekuan. Batuan beku juga disebut sebagai batu ignesius.

Batuan beku ini dibedakan menjadi batuan beku dalam, batuan beku gang dan batuan beku luar jika dilihat dari proses pembentukannya, dan masih banyak lagi (untuk lebih jelas mengenai batuan beku, bisa membaca batuan beku). Beberapa contoh batuan beku lainnya selain batu riolit adalah batu apung, batu andesit, batu granit, batu basalt, dan batu obsidian.

2. Memiliki tekstur halus
Ciri- ciri yang selanjutnya mengenai batu riolit adalah teksturnya yang halus. Ciri- ciri ini merupakan kategori ciri fisik yang bisa dilihat atau dirasakan oleh manusia. Tekstur adalah kasar halusnya permukaan batu tersebut.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa batu ada yang halus dan ada pula yang kasar, dan batu riolit merupakan batu yang halus. Batu riolit ini halus karena mengandung beberapa kandungan, seperti pasir kuarsa dan juga mineral- mineral lainnya.

3. Memiliki warna terang
Ciri fisik lainnya dari batu riolit yang dapat dilihat oleh mata kita adalah warna batu ini yang cukup terang. Batu riolit memiliki warna yang cukup terang karena kandungan mineral yang ada di dalamnya, seperti pasir kuarsa dan lainnya. Batu riolit ini merupakan batuan yang berwarna terang seperti abu- abu terang. Kita ketahui bahwa batu berwarna-warni ada yang gelap dan ada yang terang.

4. Mengandung pasir kuarsa feldspar
Kandungan dari batuan-batuan di bumi ini berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Batuan di bumi ini berasal dari mineral-mineral yang ada di dalam bumi. Karena jenis mineral ini ada banyak maka kandungan batu pun berbeda- beda, dan batu riolit merupakan batu yang tersusun atas mineral berupa pasir kuarsa dan juga feldspar.

5. Tampak seperti batuan granit
Kenampakan fisik dari batu riolit secara sekilas ini mirip sekali dengan batuan granit. Batuan granit sering sekali digunakan dalam bangunan, dan batuan riolit ini mirip dengan batu granit.

Manfaat Batu Riolit
Batu Riolit banyak dimanfaatkan oleh manusia sebagai batuan yang menunjang pembangunan gedung. batu ini digunakan sebagai pendamping konstruksi bangunan dan juga sebagai pelengkap ketika membangun sebuah gedung, seperti halnya batu granit yang banyak digunakan untuk memperindah tampilan suatu bangunan karena batu granit dan riolit ini mirip.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.4 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)  

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Batu Riolit: Pengertian, Pembentukan, Ciri, dan Manfaatnya"