Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Wilayah Indonesia: Luas, Letak, Batas, dan Pengaruhnya

Wilayah Indonesia
Wilayah Indonesia

Indonesia memiliki wilayah perairan dan daratan yang luas dibandingkan negara-negara lainnya. Secara geografis, batas wilayah Indonesia dibagi menjadi empat yakni wilayah Indonesia Timur, Barat, Utara dan Selatan. Selain itu, wilayah perairan Indonesia luasnya bahkan mencapai 2/3 daripada luas wilayah daratan.

Secara astronomis, Indonesia berada di 6 derajat lintang utara - 11 derajat lintang selatan dan di antara 95 derajat bujur timur - 141 derajat bujur timur (6LU - 11LS serta 95BT - 141BT). Sementara, letak geografis Indonesia berada di antara benua Asia dan Australia dan berada di antara dua samudra yakni Samudera Hindia dan Pasifik.

Indonesia merupakan negara maritim yang berbentuk kepulauan. Terdapat sekitar 17.580 pulau di Indonesia, baik yang berpenghuni maupun yang tidak berpenghuni. Sementara, garis pantai Indonesia hampir mencapai 100.000 Km. Hal ini menjadikan Indonesia salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia.

Luas Wilayah Indonesia
Luas wilayah negara Indonesia adalah 5.193.250 km2. Luas wilayah tersebut juga meliputi daratan serta lautan. Luas daratan pada negara Indonesia sendiri adalah 1/919.440 km2 yang terdiri dari setidaknya 17.580 pulau yang tersebar luas.

Negara Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil, serta memiliki luas lautan hingga 3.273.810 km2. Lautan yang dimiliki oleh negara Indonesia memiliki batas 12 mil laut dengan zona ekonomi eksklusif yaitu 200 mil.

Letak Wilayah Indonesia
1. Letak Geografis
Secara geografis, negara Indonesia terletak di antara dua benua serta dua samudera. Kedua benua tersebut, yaitu Benua Asia serta Benua Australia. Negara Indonesia juga terletak pada antara dua samudera yang terdiri dari Samudera Hindia dan juga Samudera Pasifik.

Dengan letak geografis yang ada, negara Indonesia dipengaruhi oleh angin muson barat serta angin muson timur yang menyebabkan negara Indonesia hanya memiliki dua musim. Kedua musim tersebut terdiri dari musim hujan dan juga musim kemarau.

2. Letak Astronomis
Secara Astronomis, negara Indonesia terletak pada derajat Lintang Utara atau LU hingga 11 derajat Lintang Selatan atau LS serta 95 derajat Bujur Timur atau BT hingga 144 derajat Bujur Timur atau BT. Karena letak astronomisnya tersebut, membuat Indonesia memiliki iklim tropis.

Wilayah negara Indonesia yang paling utara terletak pada 6 derajat Lintang Utara atau LU, yang berlokasi di Pulau We. Sedangkan, wilayah negara Indonesia yang paling selatan terletak pada 11 derajat Lintang Selatan atau LS, yang berlokasi di Pulau Rote.

Wilayah negara Indonesia yang paling timur terletak pada 141 derajat Bujur Timur atau BT, yang berlokasi di Kota Merauke. Sedangkan, wilayah negara Indonesia yang paling barat terletak pada 95 derajat Bujur Timur atau BT, yang berlokasi di Kota Sabang.

3. Letak Geologis
Secara geologis, negara Indonesia dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu, jalur pegunungan, lempeng, serta dangkalan. Letak geologis sendiri merupakan letak sebuah wilayah yang didasari oleh jenis batuan yang ada pada permukaan bumi. Negara Indonesia terletak pada dua jalur pegunungan muda dunia, yang terbagi menjadi 2 di antaranya,
a. Sebelah barat dari negara Indonesia merupakan Sirkum Mediterania.
b. Sebelah timur dari negara Indonesia merupakan Sirkum Pasifik.

Negara Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng di antaranya,
a. Pada bagian utara dari negara Indonesia yang berbatasan dengan tameng Asia yang hingga saat ini mengalami perluasan hingga dikenal dengan Lempeng Asia.
b. Pada bagian barat serta selatan dari negara Indonesia yang berbatasan dengan benua Gondwana India, dasar Samudera Hindia, Australia, serta perluasan yang sering dikenal dengan sebutan Lempeng Indo Australia.
c. Pada bagian timur dari negara Indonesia yang berlokasi di dasar Samudera Pasifik.

Negara Indonesia terletak pada tiga dangkalan di antaranya,
a. Dangkalan Sunda
b. Dangkalan Sahul
c. Laut Pertengahan Australia Asiatik

4. Letak Geomorfologis
Secara geomorfologis yang merupakan letak negara Indonesia berdasarkan bentuk permukaan buminya. Beberapa contoh yang termasuk ke dalam letak geomorfologis adalah, dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, dan masih banyak lagi.

5. Letak Maritim
Letak maritim merupakan letak dari suatu tempat yang dilihat atau ditinjau berdasarkan sudut kelautan yang ada. Letak maritim negara Indonesia sendiri adalah pada bagian timur Indonesia dikelilingi oleh Samudera Pasifik, pada bagian selatan Indonesia dikelilingi oleh Samudera Hindia, sedangkan pada bagian utara Indonesia terletak pada laut Cina Selatan.

Batas Wilayah Indonesia
1. Batas Wilayah Negara Indonesia secara Astronomis
Letak astronomis pada dasarnya adalah letak suatu negara ditinjau dari lokasinya terhadap lintang dan bujur. Garis lintang sendiri adalah garis khayal yang membelah bumi dari timur ke barat. Umumnya, lintang digunakan untuk menjelaskan lokasi suatu negara relatif terhadap utara dan selatannya.

Garis bujur sendiri adalah garis khayal yang membelah bumi dari utara ke selatan. Umumnya, bujur digunakan untuk menjelaskan lokasi suatu negara relatif terhadap timur atau barat. Secara astronomis, Indonesia terletak pada 6o LU (Lintang Utara) – 11o LS (Lintang Selatan) dan 95o BT (Bujur Timur) – 141o BT (Bujur Timur).

Berdasarkan data tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Indonesia terletak di dekat kathulistiwa (equator) dan memiliki 3 zona waktu yaitu WIB, WITA, dan WIT. Oleh karena itu, batas wilayah Indonesia secara astronomis adalah garis 6 – 11 derajat Lintang Utara dan garis 95 – 141 derajat Bujur Timur.
 
2. Batas Wilayah Indonesia secara Geografis
Secara geografis, Indonesia diapit oleh dua benua, yaitu benua Asia dan Australia-Oseania. Indonesia juga kebetulan diapit oleh 2 samudera, yaitu samudera Hindia dan Pasifik. Lokasi Indonesia yang sangat strategis ini menyebabkan Indonesia menjadi salah satu pusat perdagangan yang cukup penting di Asia. Posisi Indonesia dekat dengan selat malaka juga sangat strategis.

Jika ingin mengirimkan barang dari Afrika atau Eropa ke China dan Jepang, kapal dagang harus melewati selat malaka atau ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia), sehingga Indonesia dapat mengontrol dan mempengaruhi perdagangan internasional.

Berikut lebih dalam tiap-tiap batas wilayah negara Indonesia.
1. Batas Wilayah Indonesia pada Bagian Barat
Batas wilayah negara Indonesia pada bagian barat berada di perbatasan langsung dengan Samudera Hindia serta Perairan Negara India. Selain itu, Pulau Ronde yang ada di Indonesia serta Nicobar yang ada di India secara langsung berbatasan dengan Samudera Hindia serta Laut Andaman.

2. Batas Wilayah Indonesia pada Bagian Timur
Batas wilayah negara Indonesia pada bagian timur berada di dalam batasan langsung dengan Papua Nugini dan juga Samudera Pasifik.

3. Batas Wilayah Indonesia pada Bagian Utara
Batas wilayah negara Indonesia pada bagian utara berada di Pulau Kalimantan yang terletak di perbatasan langsung dengan Malaysia Timur. Pada bagian utara di batas wilayah Indonesia secara langsung berbatasan dengan beberapa negara, yang terdiri dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina.

4. Batas Wilayah Indonesia pada Bagian Selatan
Batas wilayah negara Indonesia pada bagian selatan terletak di perbatasan langsung dengan Timor Leste. Hal ini sebelum Timor Leste memutuskan untuk memisahkan diri dari Indonesia pada tahun 1999. Timor Leste memutuskan untuk menjadi negara tersendiri terpisah dari Indonesia.

Selain itu, batasan wilayah negara Indonesia juga dapat dibedakan menjadi tiga di antaranya,
1. Batas Laut
Batas laut negara Indonesia dapat dibagi menjadi tiga jenis menurut hasil konvensi hukum laut internasional yang sudah disepakati oleh Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB yang dilakukan pada tahun 1982.
a. Batas teritorial
Batas teritorial yang merupakan batas yang dihitung dari sebuah garis dasar serta memiliki jarak 12 mil ke arah laut. Garis dasar yang ada sendiri merupakan sebuah garis khayal yang ditarik pada pantai ketika air laut sedang mengalami surut, serta menghubungkan berbagai titik yang ada pada ujung pulau.

b. Batas landas kontinental
Batas landas kontinental diatur di dalam Konvensi Hukum Laut pada tahun 1982 pasal 78 hingga 85. Dalam pasal 78l, konvensi hukum laut terdiri:
a) Dasar laut serta tanah di bawahnya yang berada di luar laut teritorialnya sepanjang adanya kelanjutan ilmiah pada wilayah daratannya hingga pinggiran tepi kontinen, maupun dasar laut serta tanah yang berada di bawahnya hingga jarak 200 mil laut yang dimulai dari garis pangkal di mana laut teritorial tersebut diukur.
b) Landas kontinen yang ada memungkinkan di bawahnya hingga jarak 200 mil laut dari tempat asal garis pangkal di mana laut teritorial tersebut diukur. Landas kontinen yang ada memungkinkan perairan yang berada di bawahnya hingga jarak 350 mil laut dari tempat asal garis pangkal di mana laut teritorial yang ada diukur dan jika tidak melebihi 100 mil laut dari kedalaman laut yaitu 2500 meter.

c. Batas Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE
Batas zona ekonomi eksklusif yang merupakan batas negara yang ditarik 200 mil dari asal garis dasar ke arah laut lepas atau laut bebas saat air laut surut. Dengan adanya Zona Ekonomi Eksklusif ini, segala sumber daya alam atau SDA yang ada di bawah permukaan laut, dasar laut, maupun berada di bawah laut sepenuhnya menjadi hak eksklusif bagi negara Indonesia.

2. Batas Daratan
Batas darat pada negara Indonesia yang terdiri dari daerah di permukaan bumi dalam berbagai batas alam maupun buatan.
a. Batas daratan sebelah utara negara Indonesia terdiri dari Malaysia, Filipina, Singapura, serta Laut Cina Selatan.
b. Batas daratan sebelah selatan negara Indonesia terdiri dari Timor Leste, Australia, serta Samudera Hindia.
c. Batas daratan sebelah barat negara Indonesia terdiri dari Samudera Hindia.
d. Batas daratan sebelah timur negara Indonesia terdiri dari Papua Nugini serta Samudera Pasifik.

3. Batas Udara
Batas udara pada negara Indonesia mengikuti batas kedaulatan negara yang ada di darat maupun di laut. Batas udara yang ada ini ditetapkan berdasarkan perkembangan hukum internasional yang berlaku.

Pengaruh Letak Wilayah Indonesia
Karena memiliki lokasi yang strategis, lokasi negara Indonesia juga mempengaruhi kehidupan masyarakat yang ada di dalamnya.
1. Ekonomi
Dengan suburnya tanah, maka dapat dengan mudah berbagai macam tanaman tumbuh dengan baik di negara Indonesia. Selain itu, di Indonesia juga memiliki curah hujan serta penyinaran matahari yang mencukupi, sehingga berbagai faktor tersebut mendukung tanaman tumbuh dengan baik sehingga para petani dapat memproduksi panen.
 
Selain itu, dengan kondisi iklim yang tidak terlalu sulit untuk ditebak serta strategis berperan besar terhadap ekonomi yang ada di negara Indonesia. Hal ini dikarenakan, dapat menghasilkan hasil bumi yang melimpah sehingga dapat dijadikan sebagai sumber ekonomi bagi sebagian besar orang.

2. Transportasi
Karena lokasinya yang terletak di antara dua benua serta diapit oleh dua Samudera, membuat kegiatan transportasi yang ada sangat dibutuhkan. Posisi negara Indonesia yang ada tersebut memberikan keuntungan bagi perusahaan yang berada di bidang hubungan perdagangan Internasional.

Hal ini dikarenakan, lokasi negara Indonesia yang dapat diibaratkan sebagai persimpangan pada lalu lintas yang ada pada perdagangan Internasional, sehingga sudah dipastikan bahwa perdagangan Internasional yang terjadi akan melewati negara Indonesia terlebih dahulu dalam berbagai bentuk baik darat, laut, serta utara.

Karena lokasi yang strategis tersebut, dapat menguntungkan sistem transportasi yang ada di mana dapat menghubungkan berbagai bangsa yang ada di antara kedua benua tersebut.

3. Komunikasi
Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai budaya, suku, dan ras yang mempengaruhi pada penghasilan budaya yang digunakan menjadi beragam. Misalnya, Pulau Sumatera sendiri saja terdapat beberapa bahasa, seperti bahasa Aceh, bahasa Minang, bahasa Batak, bahasa Melayu, serta bahasa Lampung. Pada Pulau Jawa terdapat bahasa Sunda serta bahasa Jawa. Pada Pulau Kalimantan terdapat bahasa Dayak dan bahasa Banjar.

Bahasa yang ada tersebut dapat dijadikan sebagai identitas suatu bangsa dan menjadi sarana komunikasi yang sudah ada sejak lama, hal ini membuat keberagaman pada negara Indonesia yang merupakan salah satu kekayaan yang wajib dibanggakan oleh masyarakat Indonesia.

Selain keuntungan tersebut, terdapat pula tantangan yang muncul karena batas wilayah Indonesia di antaranya,
1. Susahnya Menjaga Perbatasan
Perbatasan Indonesia yang saling berjauhan dan cukup panjang, sangat sulit bagi TNI dan polisi untuk menjaga tiap-tiap perbatasan. Oleh karena itu, sering terjadi hal-hal ilegal di daerah perbatasan seperti penyelundupan, dan pengedaran barang ilegal.

Selain itu, penjagaan yang kurang ini juga kerap menyebabkan Indonesia kehilangan wilayah terluarnya. Salah satu yang mungkin masih segar di ingatan kita adalah sengketa Sipadan dan Ligitan yang akhirnya harus diserahkan kepada Malaysia.
 
2. Nelayan Liar Merajalela
Wilayah laut Indonesia yang sangat luas mempersulit penjaga pantai untuk terus memantau kedaulatan maritim Indonesia. Hal ini menyebabkan banyak nelayan-nelayan liar dari negara tetangga yang beroperasi di perairan Indonesia. Daerah yang sering dijarah oleh nelayan liar adalah perairan Natuna, perairan Sulawesi dan di sekitar laut Arafuru.
 
3. Rawan Penyelundupan Barang
Daerah Indonesia yang luas dan memiliki perbatasan dengan banyak negara juga cenderung mempersulit urusan bea cukai pemerintah Indonesia. Saat ini, banyak sekali daerah-daerah yang menjadi favorit penyelundupan barang karena sulit untuk dijaga dan dekat dengan pasar gelap di negara lain.

Daerah yang rawan penyelundupan ini antara lain adalah Batam dan Kalimantan. Batam umumnya menjadi pusat perdagangan barang ilegal dari Singapura dan Malaysia yang dekat dengan pulau kecil ini. Sedangkan Kalimantan dekat dengan Sabah dan Sarawak di Malaysia dan kerap terjadi penyelundupan melewati perbatasan yang panjang dan ditutupi hutan-hutan ini.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 5.1 Integrasi dan Reintegrasi Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 5.2 Integrasi dan Reintegrasi Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab. 5 Integrasi dan Reintegrasi Sosial (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 2. Konflik dan Integrasi Sosial (KTSP)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Konflik Sosial dan Integrasi Sosial    
6. Materi Ringkas Konflik Sosial dan Integrasi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Wilayah Indonesia: Luas, Letak, Batas, dan Pengaruhnya"