Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Teori Komunikasi: Pengertian dan Jenisnya

Teori Komunikasi: Pengertian dan Jenisnya


Pengertian Teori Komunikasi

Teori komunikasi adalah salah satu bentuk pandangan serta strategi yang berguna untuk membentuk kerangka kerja dan alat untuk mendukung kegiatan yang hendak dilakukan. Di dalam proses komunikasi, teori komunikasi ini memegang peranan sebagai Pembina yang berfungsi untuk membentuk serta merangkai sebuah kaidah komunikasi.

Teori Komunikasi Menurut Para Ahli
1. Borman, teori komunikasi adalah suatu istilah atau perkataan yang merupakan seluruh perbincangan dan analisis dan dibuat secara berhati-hati, sistematik dan sadar.
2. Little John, teori komunikasi merupakan suatu teori atau pemikiran kolektif. Di dalamnya, terdapat keseluruhan teori terutama yang berkaitan tentang proses komunikasi.
3. Cargan dan Shield, teori komunikasi adalah hubungan di antara konsep teoretikal yang memberi secara keseluruhan maupun sebagian keterangan, penjelasan, penilaian, maupun perkiraan tindakan manusia berdasarkan komunikator (orang) yang berkomunikasi (berbicara, membaca, mendengar, menonton) untuk jangka waktu tertentu melalui media (perantara).

Jenis Teori Komunikasi
1. Teori Behaviorisme: John Broadus Watson (1878-1958)
Teori ini berisi seluruh tindakan atau perilaku yang mencakup antara tindakan respons atau balasan terhadap suatu hal yang diberikan atau juga bisa disebut dengan rangsangan. Teori ini memiliki arti bahwa semua tindakan memiliki balasan yang berbentuk respons. Dapat digambarkan seperti apabila seorang individu mendapatkan rangsangan, lalu individu tersebut berhasil menerima serta mengamatinya, maka kita akan mudah dalam memperkirakan seperti apa tanggapan atau responsnya.

2. Teori Operant Conditioning: Skinner (1904-1990)
Skinner berpendapat bahwa tujuan dicantumkannya psikolog dalam komunikasi adalah untuk membantu mengendalikan perilaku. Teori operant conditioning dapat diartikan sebagai suatu prosedur untuk membantu dalam pemberian motivasi tingkah laku yang dapat berakibat pada terulangnya atau hilangnya tingkah laku tersebut.

Penggunaan teori komunikasi operant conditioning dalam berkomunikasi dengan murid sangat dianjurkan karena teori ini memberikan jaminan akan respons terhadap rangsangan yang diberikan. Guru adalah pembimbing murid yang memiliki peran untuk mengontrol serta membimbing siswa. Semua itu berguna untuk mencapai goals dari kegiatan belajar mengajar.

Berikut ini beberapa Prinsip Belajar menurut Skinner :
a. Semua nilai akhir dari pembelajaran sangat wajib untuk disampaikan pada siswa. Apabila siswa melakukan kesalahan dibenarkan dan apabila siswa benar, maka berilah motivasi.
b. Prosedur pembelajaran haruslah patuh menurut pola dari yang belajar. Kegunaan materi hanyalah sebagai modul.
c. Siswa yang memiliki perilaku baik seperti yang diharapkan oleh guru pantas menerima sebuah penghargaan.
d. Menggunakan metode shaping untuk kegiatan belajar mengajar.

3. Teori Belajar Sosial: Bandura (1925)
Menurutnya tingkah laku manusia dalam berinteraksi memiliki pola timbal balik yang berkelanjutan. Proses interaksi antar individu ini terjadi karena adanya pengaruh lingkungan dan perilaku kognitif antar individu.

Dalam teorinya, Bandura menjelaskan empat tahapan belajar sosial, tahapan pertama semua kegiatan pembelajaran sosial dapat terjadi karena adanya sebuah perhatian dari seorang atau lebih individu. Tahapan kedua, proses pembelajaran sosial dilakukan dengan melalui ingatan.

Tahapan ketiga, proses pembelajaran sosial juga dilakukan dengan bantuan tindakan dari individu tersebut. Tahapan keempat, seorang individu melaksanakan proses pembelajaran sosial didasari oleh motivasi dari dalam diri individu tersebut.

4. Teori Sibernetik: Wiener (1945)
Teori sibernetik merupakan teori yang masih tergolong baru ketika berkembangnya ilmu sosial serta teknologi informasi di dunia. Teori sibernetik berisi mengenai suatu sistem yang menjadi pengontrol untuk kegiatan komunikasi, baik komunikasi antara lingkungan dengan sistem dan sistem dengan sistem itu sendiri. Kegunaan utama dari pengontrol ini adalah untuk mengamati lingkungan. Teori ini biasanya diterapkan pada siswa yang ingin meraih hasil efektif.

5. Teori Birokrasi: Max Weber (1948)
Menurut Weber, model dari birokrasi kerap dimanfaatkan guna meraih komunikasi antar organisasi yang lebih efektif. Oleh karena itulah, mengapa teori ini merupakan teori yang digunakan oleh organisasi untuk berkomunikasi. Dalam teori komunikasi birokrasi ini, Weber memberikan delapan ciri khusus struktural yang berkaitan dengan birokrasi dari organisasi di antaranya,
a. Adanya aturan serta langkah yang sesuai dengan standar
b. Memiliki kesanggupan untuk meminimalisir pekerjaan yang berat
c. Memiliki tingkatan yang tertata rapi
d. Anggota memiliki kemampuan di atas rata-rata
e. Adanya kemampuan multitasking
f. SDM yang profesional
g. Penyusunan uraian tugas yang tersusun rapi
h. Memiliki sikap rasional yang tinggi untuk meraih target

6. Teori Komunikasi Informatif: Shannon dan Weaver
Teori komunikasi informatif termasuk ke dalam salah satu teori komunikasi klasik yang dicetuskan oleh Claude Shannon (1949) dan Warren Weaver (1949). Teori komunikasi informatif menyebutkan bahwa komunikasi merupakan perantara antara pesan dan bagaimana perantara tersebut memanfaatkan saluran serta media yang ada.

Jika dalam proses ini tidak ada kehadiran sinyal, maka proses ini akan gagal begitu pula sebaliknya. Teori ini memusatkan pada paham komunikasi berperan sebagai suatu perantara pesan dalam berkomunikasi.

7. Teori Komunikasi Lasswell: Harold Lasswell (1948)
Lasswell memiliki model komunikasi yang sederhana yaitu Siapa? (who?), berbicara apa? (says what?), di dalam saluran yang mana? (in which channel?), ditujukan untuk siapa? (to whom?), dan apa pengaruhnya? (what that effect?).

8. Teori Analisis Transaksional: Eric Berne (1960)
Teori komunikasi ini dinilai sangat cocok digunakan untuk konseling kelompok. Analisis transaksional adalah bentuk pendekatan secara psychotherapy dengan menitikberatkan pada hubungan interaksi. Maksud dari transaksional adalah sebagai bentuk hubungan komunikasi yang terjalin antar individu.

9. Teori Difusi Inovasi: Rogers (1961)
Teori komunikasi difusi inovasi ini menjelaskan tentang bagaimana upaya pembaharuan atau inovasi dapat tersampaikan melalui beberapa saluran tertentu dengan ditujukan kepada sekelompok anggota yang berasal dari sistem sosial.

Teori ini dicetuskan oleh Rogers (1961) dengan maksud “difusi merupakan salah satu bentuk komunikasi yang memiliki karakteristik serta memiliki relasi dengan pemancaran pesan yang isinya adalah mengenai ide-ide baru.” Teori komunikasi satu ini kerap dikaitkan dan digunakan dalam prosedur pembangunan rakyat.

10. Teori Agenda Setting: Mccombs dan Shaw (1972)
Teori komunikasi agenda setting memiliki kemiripan dengan teori informasi. Dalam teori agenda setting memiliki pandangan apabila media memberikan suatu pengaruh pada peristiwa, maka media akan memberikan efek penting dan cukup besar terhadap peristiwa tersebut.

Sama seperti teori informasi, media memegang peranan penting dalam memberikan pengaruh pendapat masyarakat terhadap suatu peristiwa yang terjadi di masyarakat. Teori komunikasi agenda setting sendiri dikembangkan oleh Mccombs dan DL Shaw (1972).

11. Teori Spiral Of Silence: Elizabeth Noelle dan Neuman
Teori komunikasi spiral of silence atau yang berarti spiral keheningan ini dikembangkan oleh Elizabeth Noelle dan Neuman (1976). Isi yang diungkapkan oleh teori ini memiliki hubungan dengan proses terbentuknya suatu opini umum yang ada di lingkungan masyarakat.

Teori ini memberikan penjelasan bahwa terbentuknya opini umum dalam lingkungan masyarakat didasari oleh bagaimana terjadinya proses komunikasi antar massa, komunikasi interpersonal, dan pendapat masing-masing pribadi dan apa hubungannya dengan pendapat individu lain di dalam lingkungan masyarakat.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 3. Interaksi Sosial dalam Dinamika Kehidupan Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 2. Hubungan Sosial (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.1 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.2 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Interaksi Sosial
6. Materi Ringkas Interaksi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Teori Komunikasi: Pengertian dan Jenisnya"