Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Manajemen Sentralisasi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis, Kelebihan, dan Kerugiannya

Manajemen Sentralisasi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis, Kelebihan, dan Kerugiannya


A. Pengertian Manajemen Sentralisasi

Manajemen sentralisasi adalah pemusatan kekuasaan, wewenang, dan kendali pada sejumlah manajer perusahaan di pusat atau pada pimpinan perusahaan. Melalui sistem manajemen sentralisasi ini segala kekuasaan untuk perencanaan, perumusan kebijakan, dan pengambilan keputusan berada di tangan manajemen tingkat atas dalam suatu struktur organisasi.

Jenis manajemen ini cocok untuk bisnis kecil yang diharuskan membuat keputusan penting untuk memastikan perusahaan sukses dan mampu tumbuh. Hal ini dikarenakan perusahaan dengan skala kecil aktivitas operasionalnya terbatas. Selain itu, sistem manajemen sentralisasi juga akan efektif dalam pengambilan keputusan-keputusan yang sifatnya darurat.

B. Tujuan Manajemen Sentralisasi
Beberapa tujuan diterapkannya sistem manajemen sentralisasi di antaranya,
1. Memfasilitasi kepemimpinan pribadi. Berkembang atau tidaknya suatu perusahaan sangat bergantung pada faktor kepemimpinan serta koordinasi dan pengawasan. Dalam kondisi tersebut dibutuhkan seorang pemimpin yang dinamis dan visioner. Ketika semua kekuasaan dalam perencanaan, perumusan kebijakan, dan pengambilan keputusan tersentralisasi, kepemimpinan pribadi dapat menghasilkan pengambilan keputusan yang efektif dan tindakan yang cepat.
2. Meningkatkan koordinasi. Sistem manajemen sentralisasi bertindak sebagai penghubung yang mengkoordinasikan antar pekerjaan dari berbagai unit dan sub unit.
3. Meningkatkan efisiensi. Sistem manajemen sentralisasi diterapkan sebagai upaya untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pekerjaan, sehingga dapat mencapai efisiensi dan penghematan dalam operasional perusahaan.
4. Mencapai keseragaman dalam tindakan. Dengan adanya sentralisasi kekuasaan di tangan manajemen puncak, diharapkan terjadi keseragaman dan konsistensi dalam keputusan, tindakan dan kebijakan dalam suatu perusahaan.

C. Ciri Manajemen Sentralisasi
Terdapat beberapa ciri dari penerapan manajemen sentralisasi dalam suatu perusahaan di antaranya,
1. Terjadi pemusatan seluruh wewenang pada manajemen tingkat atas.
2. Segala hal yang berkaitan dengan proses perencanaan, perumusan kebijakan, dan pengambilan keputusan ditangani oleh manajemen tingkat atas.
3. Proses pengambilan keputusan lebih mudah dan cepat karena ditentukan oleh manajemen tingkat atas.
4. Adanya keseragaman dalam prosedur dan kebijakan dalam suatu perusahaan.
5. Adanya kemudahan dalam koordinasi karena rantai komando dipegang oleh manajemen tingkat atas.
6. Kebijakan umum yang diambil lebih mudah diimplementasikan terhadap seluruh unit atau sub unit dalam suatu perusahaan.

D. Jenis Manajemen Sentralisasi
Terdapat beberapa jenis sentralisasi yang dapat diterapkan perusahaan dalam manajemen mereka di antaranya,
1. Sentralisasi departemen. Jenis sentralisasi ini didasarkan pada departemen yang berbeda dalam suatu organisasi. Setiap departemen memiliki kantor pusat atau pemimpin yang membuat keputusan untuk departemen itu.
2. Sentralisasi manajemen. Ini adalah jenis sentralisasi yang paling umum. Sentralisasi manajemen adalah ketika satu orang atau satu departemen membuat semua keputusan untuk seluruh organisasi.
3. Sentralisasi geografis.  Jenis sentralisasi ini sering terlihat pada perusahaan besar yang memiliki lokasi di berbagai wilayah. Setiap lokasi memiliki pemimpin atau kelompok pemimpinnya sendiri yang membuat keputusan untuk lokasi tersebut.

E. Kelebihan Manajemen Sentralisasi
Kepemimpinan sentralisasi menawarkan beberapa manfaat untuk bisnis kecil di antaranya,
1. Kepemimpinan Yang Jelas
Bisnis dengan tipe sentralisasi memberikan rantai komando yang jelas bagi siapa yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan tertentu dan kepada siapa karyawan harus melapor. Sentralisasi juga memberi karyawan pemahaman yang tepat tentang siapa yang harus dituju jika ada masalah atau kekhawatiran.

Manajemen sentralisasi memberikan penggambaran yang jelas tentang siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan dapat menghilangkan tumpang tindih ketika pilihan penting perlu dibuat.

2. Pemberlakuan Keputusan Tepat Waktu
Dengan hanya sedikit orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan, keseluruhan proses membuat keputusan dapat jauh lebih efisien dan juga dapat didelegasikan secara efektif kepada karyawan yang tepat atau sesuai.

3. Meminimalkan Biaya Administrasi
Menggunakan pendekatan terpusat seperti sentralisasi dalam bisnis kecil membantu mengurangi biaya administrasi dengan meminimalkan kebutuhan beberapa departemen kepemimpinan.

Rantai komando yang jelas mengurangi kebutuhan beberapa karyawan untuk berbagi tanggung jawab pengambilan keputusan dan memungkinkan karyawan untuk fokus pada aspek lain dari pekerjaan mereka, sehingga mengurangi biaya yang terkait dengan urusan beban kerja.

F. Kerugian Manajemen Sentralisasi
Terdapat kerugian dari manajemen sentralisasi untuk bisnis kecil yang perlu dipertimbangkan di antaranya,
1. Gaya Kepemimpinan Birokrasi
Karyawan mungkin merasa mereka tidak memiliki suara dalam proses pengambilan keputusan perusahaan atau organisasi dan mereka merasa seperti robot yang hanya ada untuk melakukan segala keputusan yang berasal dari kantor pusat. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan kinerja dan kurangnya motivasi di tempat kerja.

2. Komunikasi Terbatas
Karena gaya kepemimpinan terpusat ala sentralisasi ini maka hanya memiliki sekelompok kecil orang yang membuat keputusan, komunikasi antara karyawan dan manajemen sering terhenti. Hal ini terutama berlaku dalam bisnis kecil di mana kantor hanya terdiri dari beberapa karyawan.

3. Kurangnya Fleksibilitas
Sentralisasi sering kali menghasilkan pengambilan keputusan yang kaku yang datang langsung dari pemimpin atau kantor pusat. Bisnis kecil yang lebih baru sering kali membutuhkan setidaknya beberapa tingkat fleksibilitas untuk berkembang karena mereka mungkin masih mendapatkan pijakan di pasar mereka dan membangun nama untuk diri mereka sendiri.

Membatasi fleksibilitas ini dengan pendekatan kepemimpinan sentralisasi dapat memperlambat operasional dan mengurangi daya tanggap.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 3.1 Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 3.2 Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 3.3 Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 3.4 Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum Revisi 2016)   
5. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 3. Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum 2013)
6. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 1. Bentuk-bentuk Struktur Sosial (KTSP)
7. Materi Ujian Nasional Kompetensi Dinamika Struktur Sosial 
8. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 6. Masyarakat Multikultural (KTSP)
9. Materi Ujian Nasional Kompetensi Masyarakat Multikultural
10. Materi Ringkas Struktur Sosial dan Diferensiasi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Orang cerdas selalu punya cara untuk menang __Nasurudin Hoja

Post a Comment for "Manajemen Sentralisasi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis, Kelebihan, dan Kerugiannya"