Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Limbah Organik: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Manfaatnya

Pengertian Limbah Organik
Limbah Organik

A. Pengertian Limbah Organik
Limbah organik adalah limbah yang diuraikan secara sempurna oleh proses biologi dan mudah membusuk. Limbah organik merupakan bahan sisa atau sampah yang diperoleh dari proses produksi atau kegiatan, baik kegiatan dalam ranah rumah tangga maupun ranah industri.

Limbah organik mudah terurai melalui beberapa proses alami. Hal ini karena limbah organik di dalamnya memuat zat kimia yang bisa dikatakan sifatnya stabil sehingga limbah organik ini akan lebih mudah tertimbun atau mengendap di dalam tanah, danau, sungai, bahkan laut sekalipun.

Akan tetapi, limbah organik akan menimbulkan bau tak sedap, bahkan penyakit apabila tidak dikelola secara baik. Dengannya, sering kali pembuatan pupuk memanfaatkan bahan dari limbah organik untuk dijadikan sebagai pupuk kompos.

B. Ciri Limbah Organik
1. Sampah berasal dari alam dan apabila itu olahan manusia, tidak melewati proses pembuatan yang panjang dan mengandung banyak unsur kimiawi di dalamnya.
2. Limbah mudah membusuk tanpa harus melewati proses pengolahan. Anda bisa menemukan sampah yang akan hancur begitu saja meskipun hanya didiamkan selama beberapa waktu tanpa melewati proses pengolahan apapun.
3. Biasanya sampah-sampah organik memiliki kandungan air dalam jumlah yang banyak. Air yang berada di dalamnya akan menguap terlebih dahulu hingga mengering selama proses pembusukan terus berjalan.
4. Bakteri pengurai yang ada di dalam tanah mampu menghancurkan sampah-sampah sehingga menguburkannya dengan benar tidak akan mencemari kondisi tanah yang ada di dalamnya.

C. Jenis Limbah Organik
Limbah organik terbagi menjadi dua jenis di antaranya,
1. Limbah Organik Basah
Limbah organik basah adalah salah satu jenis limbah organik yang di dalamnya terpendam kandungan air dengan kadar yang terbilang tinggi dan banyak. Lazimnya, limbah organik basah mempunyai taraf kekerasan yang rendah atau bisa dikatakan lebih lunak sehingga bakteri-bakteri juga lebih mudah untuk mengolah dan menghancurkan limbah atau sampah.

Contoh limbah organik basah di antaranya,
a. Sisa bahan makanan
Limbah organik basah dari sisa bahan makanan, yaitu sisa sayuran, kulit jagung, sisa buah yang membusuk, kulit bawang, biji-bijian, kulit pisang, jerami dan semacamnya. Sisa bahan yang telah disebut itu, sering kita jumpai untuk bahan memasak di dapur.

Limbah organik jenis tersebut semestinya dipisahkan dari limbah lainnya sebab kita masih dapat memanfaatkan dan mengolahnya kembali, misalnya, diolah menjadi pupuk kompos, atau bisa pula diolah menjadi sesuatu kerajinan menarik (tentu diperlukan proses pengeringan terlebih dahulu).

b. Kotoran makhluk hidup
Limbah organik basah dari kotoran makhluk hidup dapat diolah kembali untuk dijadikan pupuk kandang yang bisa bermanfaat untuk tanaman di rumah. Biasanya, pupuk kandang dihasilkan dari kotoran hewan seperti kotoran ayam, kotoran sapi, ataupun kotoran kambing.

Hal itu karena pupuk kandang memiliki kandungan zat hara mikro dan makro yang baik bagi tanah sehingga apabila dimanfaatkan untuk bidang perkebunan, tanaman tersebut akan tumbuh subur. Pupuk organik yang sudah teruji keunggulannya, tidak hanya bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, tetapi juga untuk memperbaiki unsur hara dan mengembalikan kesuburan tanah.

Kalian dapat mengolah sendiri pupuk non-kimia yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah pertanian, limbah peternakan, bahkan sampah rumah tangga. Buku ini secara lengkap menjelaskan cara membuat pupuk organik padat maupun cair, sekaligus aplikasi pemanfaatannya untuk pertanian, peternakan, maupun perikanan.

2. Limbah Organik Kering
Limbah organik kering umumnya menyimpan kandungan air dengan kadar yang cenderung sedikit. Hal itu menyebabkan limbah organik kering memerlukan jangka lebih lama untuk hancur agar bisa diolah kembali. Berikut beberapa contoh limbah organik kering yang sulit terurai di antaranya,
a. Batang kayu
Lazimnya, batang kayu bersumber dari pohon yang ditebang. Seperti yang kita ketahui bahwa batang kayu sangat sulit untuk hancur, bahkan membutuhkan waktu yang terbilang lama, padahal kita sudah menimbun atau menguburnya di dasar tanah. Cara efektif yang bisa dilakukan agar proses penghancuran batang kayu lebih cepat, yaitu dengan memotong batang kayu tersebut menjadi ukuran yang lebih kecil.

b. Kulit telur
Kulit telur menjadi salah satu sisa makanan rumah tangga yang tergolong ke dalam limbah organik kering. Hal itu karena kulit telur memiliki bahan yang cukup keras sehingga menyebabkan proses daur ulang memakan waktu cenderung lama. Dengan begitu, dalam pengolahannya pun membutuhkan kehati-hatian yang lebih baik.

c. Tempurung kelapa
Tak heran bilamana tempurung kelapa termasuk ke dalam limbah organik kering. Hal itu karena tempurung kelapa mempunyai kadar air yang sangat sedikit, kemudian teksturnya juga sangatlah keras. Kemudian, tempurung kelapa juga membutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa hancur.

Hal itu bisa dibuktikan apabila kalian sedang berkunjung ke sebuah pantai, kemudian melihat tempurung kelapa yang sudah sangat kering, akan tetapi tempurung itu masih sangatlah keras dan belum sepenuhnya hancur.

D. Manfaat Limbah Organik
1. Limbah Organik dapat Diolah menjadi Pupuk Organik atau Kompos
Apabila kalian memiliki hobi berkebun dan menanam tumbuhan di pekarangan rumah, kalian bisa memanfaatkan limbah organik yang telah diolah menjadi pupuk kompos sebagai penyubur tanaman kalian. Manfaatkan limbah organik, seperti sisa sayur, sisa buah-buahan yang kemudian diolah menjadi pupuk kompos. Untuk proses pembuatan pupuk kompos atau organik ini, tidaklah rumit.

2. Limbah Organik sebagai Penyubur Tanah
Selain dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik atau kompos, limbah organik dapat dimanfaatkan sebagai penyubur tanah. Kalian cukup menanam atau memendam sampah atau limbah organik di dalam tanah. Kemudian, nantinya limbah organik tersebut akan membusuk dan memberikan zat hara yang dapat menyuburkan tanah sehingga tanaman yang kalian miliki juga tumbuh lebih sehat.

3. Limbah Organik sebagai Pakan Ternak
Limbah organik juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Kalian dapat menggunakan secara langsung sisa sampah atau limbah organik sebagai bahan makanan hewan ternak, misalnya, pakan kambing, kerbau, ataupun sapi.

Selain dimanfaatkan sebagai bahan makanan hewan ternak, ternyata limbah organik pun dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi pelet untuk makanan ayam dan ikan. Nutrisi tinggi yang ada di dalam limbah organik mampu membuat hewan ternak tumbuh menjadi lebih sehat.

4. Limbah Organik menjadi Sumber Listrik dan Biogas
Selanjutnya, manfaat dari limbah organik adalah dapat diolah menjadi sumber listrik dan biogas. Limbah organik yang bisa dimaafkan sebagai sumber listrik dan bahan biogas, di antaranya kotoran makhluk hidup, tahu, dan tempe.

Caranya adalah dengan menyiapkan media atau wadah tertutup untuk dijadikan penampungan gas yang sudah ditambahkan air, kemudian aduk kedua campuran itu agar proses pembuatan atau pengolahannya dapat berjalan dengan baik dan cepat.

5. Limbah Organik dapat Diolah menjadi Kerajinan Tangan
Sebagian orang, termasuk kalian mungkin berpikir bahwa yang dapat diolah menjadi bahan kerajinan tangan hanyalah limbah anorganik. Padahal, limbah organik juga bisa, loh.

Limbah organik sejenis tumbuhan eceng gondok bisa dikeringkan dan dibakar yang kemudian diolah menjadi sebuah tas cantik. Tak hanya itu, tempurung kelapa pun dapat diolah dan dimanfaatkan untuk peralatan makan, seperti mangkuk yang berukuran kecil, cangkir, dan lainnya.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.4 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)  

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Limbah Organik: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Manfaatnya"