Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Laut Ingresi: Pengertian, Karakteristik, Perbedaannya dengan Transgresi dan Regresi

Laut Ingresi: Pengertian, Karakteristik, Perbedaannya dengan Transgresi dan Regresi

Pengertian Laut Ingresi

Laut ingresi adalah laut yang terbentuk karena terjadi penurunan kerak samudera relatif dengan kerak benua yang menyebabkan laut menjadi semakin dalam. Secara visual akan berwarna biru tua. Oleh karena itu, laut-laut yang berjenis laut ingresi umumnya sangat dalam.

Laut  ingresi disebut juga laut yang turun. Dasar laut atau kerak samudera yang turun tersebut disebabkan adanya tekanan vertikal dari dalam bumi (endogen) sehingga menimbulkan patahan. Dinamika tektonik lempeng ini menciptakan relief-relief bawah laut seperti palung, basin, lubuk laut, atau rekahan tengah samudera.

Selain itu, karena tektonik lempeng yang sangat aktif, umumnya laut ingresi sering mengalami aktivitas vulkanisme bawah laut ataupun gempa bumi bawah laut. Contoh laut ingresi yang paling mudah kita temukan adalah laut Banda di bagian selatan kepulauan Maluku.

Laut Banda merupakan laut terdalam di Indonesia, sesuai dengan predikat bahwa laut-laut ingresi umumnya sangat dalam dibandingkan laut berjenis lainnya. Selain laut Banda yang memiliki kedalaman sekitar 7.400 meter, ada pula laut Flores, laut Sulawesi, laut Tengah, dan laut Jepang.
 
Karakteristik Laut Ingresi
Terdapat beberapa karakteristik laut ingresi yang dapat membedakan dengan laut lain di antaranya,
1. Terbentuk akibat penurunan kerak samudera
Berbeda dengan laut transgresi dan regresi, laut ingresi ini terjadi atau terbentuk akibat adanya proses penurunan kerak samudera. Selain itu, proses pembentukan laut ingresi juga akibat adanya gerakan tektonisme dan fenomena yang timbul di antara palung-palung laut, lubuk laut dan basin.

2. Laut yang dalam
Proses penurunan tersebut akan menjadikan laut semakin dalam sehingga apabila kita lihat laut ini akan berwarna biru tua. Oleh sebab itu, laut-laut yang termasuk kedalaman laut ingresi umumnya memiliki kedalaman yang sangat dalam yakni lebih dari 200 meter atau hingga mencapai ribuan meter. Contoh, Laut Banda, Laut Flores, dan banyak lagi.

Contoh Laut Ingresi
Hampir seluruh wilayah perairan laut yang terletak di kawasan Indonesia bagian tengah terkhusus di sekitar Maluku tergolong kepada jenis laut ingresi. Adapun beberapa contoh dari laut ingresi di antaranya,
1. Laut Banda
Laut Banda merupakan salah satu laut yang terletak di Kepulauan Maluku, Indonesia. Karakteristik dari Laut Banda di antaranya,
a. Memiliki kedalaman mencapai 7.400 meter.
b. Luas laut mencapai 500.000 Km persegi.
c. Laut yang paling dalam di Indonesia.
d. Terpisah dari Samudera Pasifik oleh beratus-ratus pulau, Laut Halmahera dan Seram.
e. Bagian barat, dibatasi oleh Pulau Sulawesi.
f. Bagian utara, dibatasi oleh Pulau Buru dan Pulau Seram.
g. Bagian timur, dibatasi oleh Kepulauan Watu Bela, Kepulauan Kai dan Kepulauan Aru, serta Kepulauan Tanimbar.
h. Bagian selatan, dibatasi oleh Kepulauan Babar, Kepulauan Damar, Kepulauan Leti serta Pulau Wetar.

2. Laut Flores
Laut Flores merupakan salah satu laut yang berada di sebelah utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Karakteristik dari Laut Flores di antaranya,
a. Menjadi pembatas antara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Sulawesi Selatan.
b. Memiliki kedalaman mencapai 5.590 meter.
c. Luas lautnya mencapai 240.000 Km persegi.
d. Dinamai dengan Pulau Flores.
e. Bagian utaranya terdapat beberapa pulau kecil seperti Kepulauan Bonerate dan Pulau Kalaotoa.

3. Laut Sulawesi
Laut Sulawesi merupakan laut yang terletak di sebelah barat Samudera Pasifik. Karakteristik dari Laut Sulawesi di antaranya,
a. Laut yang berbentuk basin besar.
b. Memiliki kedalaman mencapai 6.200 m.
c. Luas lautnya mencapai 280.000 Km persegi.
d. Bagian utara, dibatasi oleh Kepulauan Sulu, Laut Sulu, dan Pulau Mindanao.
e. Bagian timur, dibatasi oleh Kepulauan Sangihe.
f. Bagian selatan, dibatasi oleh Pulau Sulawesi.
g. Bagian barat, dibatasi oleh Kalimantan.

Perbedaan Laut Ingresi, Transgresi, dan Regresi
Sebenarnya, perbedaan utama dari ketiga jenis laut ini adalah cara terbentuknya. Namun, cara terbentuk yang berbeda-beda ini akan menghasilkan karakteristik badan air yang berbeda pula. 
Perbedaan Laut Ingresi, Transgresi, dan Regresi

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Rancangan Penelitian Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 5. Pengumpulan Data dalam Penelitian (KTSP)
3. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 6. Pengolahan Data (KTSP)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 7. Penulisan Laporan Penelitian (KTSP)
5. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.1 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.2 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016) 

7. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.1 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.2 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
 
9. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.1 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.2 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016) 

11. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.1 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.2 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
13. Materi Ujian Nasional Kompetensi Jenis Penelitian Sosial
14. Materi Ujian Nasional Kompetensi Langkah-Langkah Penelitian Sosial
15. Materi Ujian Nasional Kompetensi Metode Penelitian Sosial
16. Materi Ujian Nasional Kompetensi Manfaat Hasil Penelitian       
17. Materi Ringkas Jenis, Prosedur, Metode (Pendekatan), dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian
18. Materi Ringkas Penentuan Topik dan Manfaat Penelitian

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Laut Ingresi: Pengertian, Karakteristik, Perbedaannya dengan Transgresi dan Regresi"