Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Krepuskular: Pengertian, Penyebab, dan Contohnya

Pengertian Krepuskular
Krepuskular

Pengertian Krepuskular
Krepuskular adalah istilah yang merujuk pada sifat hewan yang aktif saat remang-remang atau di peralihan hari, yakni pada waktu senja dan fajar. Istilah ini berasal dari bahasa Latin crepusculum, yang berarti "remang-remang". Krepuskular dengan demikian berbeda dari diurnal dan nokturnal.

Hewan krepuskular juga aktif pada malam terang bulan. Banyak hewan yang biasanya dideskripsikan sebagai nokturnal faktanya adalah krepuskular. Termasuk ke dalam krepuskular adalah apa yang disebut matutinal (atau "matinal") dan vespertine, yakni spesies-spesies yang aktif di dini hari atau di senja hari saja.

Jadi hewan krepuskular adalah hewan yang aktif saat temaram, atau ketika fajar dan senja. Keluarga kucing besar biasanya berburu di saat-saat ini, mengandalkan penglihatan mereka yang bagus.

Perilaku krepuskular tak hanya ada pada hewan, tetapi tampak pula di tanaman. Misalnya tanaman dengan sifat krepuskular adalah morning glory, tanaman berbunga dari keluarga Convolvulaceae dan primrose, tanaman berbunga dari keluarga Primulaceae. Penyerbukan pada tanaman tersebut lebih optimal pada fajar dan senja.

Penyebab Krepuskular
Perilaku semacam ini diduga merupakan respons terhadap seleksi dari pemangsa. Banyak predator yang mencari mangsanya pada malam hari, sementara yang lainnya aktif pada siang hari dan paling baik melihat buruannya saat matahari penuh. Dengan begitu, bagi hewan mangsa (prey), kebiasaan krepuskular ini dapat mengurangi tekanan pemangsaan.

Keuntungan lainnya, di wilayah-wilayah yang beriklim panas seperti di gurun, perilaku krepuskular menghindarkan hewan dari sengatan panas matahari, sementara ia masih bisa memanfaatkan terang (cahaya) yang tersedia untuk beraktivitas.

Contoh Krepuskular
Jenis-jenis mamalia krepuskular di antaranya adalah panda merah, aneka spesies kucing liar, tikus dan mencit, tikus belanda, hamster, sigung, dan lain-lain. Juga harimau Tasmania yang telah punah.

Beberapa spesies memperlihatkan perilaku yang berbeda tatkala ketiadaan pemangsa. Burung-hantu telinga-pendek bersifat krepuskular di pulau-pulau Galapagos yang dihuni oleh elang pemburu, tetapi berubah menjadi diurnal di pulau-pulau yang bebas elang tersebut.

Banyak jenis ngengat, kumbang (misalnya kunang-kunang), dan aneka serangga yang aktif pada masa remang-remang ini. Hewan memiliki ritme biologis atau jam biologis. Ritme ini diatur oleh otak, tentu saja, berdasarkan rangsangan yang masuk ke tubuh.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga 

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.4 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)  

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Krepuskular: Pengertian, Penyebab, dan Contohnya"