Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ilmu Sosial: Pengertian dan Jenisnya

Pengertian Ilmu Sosial dan Jenisnya
Ilmu Sosial

A. Pengertian Ilmu Sosial
Ilmu Sosial (social science) atau Ilmu Pengetahuan Sosial (social studies) adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metode kuantitatif, dan kualitatif.

Ilmu Sosial Menurut Para Ahli
1. Achmad Sanusi, ilmu Sosial terdiri disiplin-disiplin ilmu pengetahuan sosial yang bertaraf akademis & biasanya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi, makin lanjut makin ilmiah.
2. Gross, ilmu Sosial merupakan disiplin intelektual yang mempelajari manusia sebagai makhluk sosial secara ilmiah, memusatkan pada manusia sebagai anggota masyarakat & pada kelompok atau masyarakat yang ia bentuk.

B. Jenis Ilmu Sosial
1. Antropologi
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan kebudayaannya. Antropologi mempelajari manusia dalam lima sub yaitu evolusi manusia secara biologis, keanekaragaman ciri-ciri fisik manusia, perkembangan dan penyebaran budaya manusia, perkembangan dan penyebaran bahasa, dan asas-asas manusia dan budayanya yang ada di seluruh dunia.

Antropologi sebagai ilmu pengetahuan mencoba menjelaskan proses-proses budaya masyarakat yang ada dan yang berkembang dari waktu ke waktu. Tanpa adanya ilmu ini, masyarakat tidak akan mengetahui berbagai macam kebudayaan yang ada dan yang tersebar di seluruh dunia.

Mempelajari antropologi merupakan termasuk pelestarian kebudayaan karena kita dapat tahu budaya apa saja yang ada dan perlu untuk dikembangkan dalam kehidupan manusia sekarang ini.

2. Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari berbagai fenomena kehidupan masyarakat atau penduduk. Pada awalnya, sosiologi berkembang di Eropa karena ilmuwan menyadari harus ada ilmu yang mampu menjelaskan dan mempelajari perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Ilmuwan yang pertama mencetuskan sosiologi adalah seorang ilmuwan Prancis yang bernama August Comte. Oleh para sosiolog, August Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi. Sosiologi termasuk jenis ilmu sosial karena tidak mempelajari ilmu pasti (eksak) sebab yang dipelajari adalah gejala masyarakat dan perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupannya.

Dalam memandang gejala masyarakat, sosiologi tidak berdiri sebagai ilmu yang bersifat spekulatif, melainkan bersifat objektif dalam memandang gejala tersebut. Selain itu, gejala masyarakat didapatkan dari hasil pengamatan sehingga sosiologi termasuk ilmu yang logis. Ilmu yang dipelajari di dalamnya juga luas.

Berdasarkan perubahan-perubahan kehidupan sosial yang terjadi semenjak manusia pertama ada hingga manusia modern (homo sapiens) seperti sekarang ini. Sebagai satu disiplin ilmu, sosiologi tidak memandang masalah secara normatif melainkan harus netral dalam memandang permasalahan yang ada di dalam masyarakat.

3. Ilmu Komunikasi
Interaksi individu yang satu dengan lainnya tidak lepas akan komunikasi. Manusia membutuhkan komunikasi agar pesan dan maksud yang diinginkan dapat tersampaikan dengan baik. Sudah sejak lama ilmuwan mempelajari bagaimana komunikasi yang baik dapat tersampaikan antar individu.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan tersebut lahirlah ilmu komunikasi. Pengertian dari ilmu komunikasi yaitu ilmu yang mempelajari proses-proses komunikasi individu, baik itu antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok.

Komunikasi dalam kehidupan sehari-hari adalah proses sosial yang mendasar. Interaksi sosial dalam komunikasi memegang peranan yang penting. Dengan adanya ilmu komunikasi, manusia menjadi paham bagaimana tata cara menyampaikan informasi yang baik agar dapat dipahami oleh penerima informasi.

Dalam prosesnya, komunikasi terus berkembang. Dulu orang menggunakan surat sebagai media komunikasi, tetapi membutuhkan proses yang cukup panjang.

Sekarang medianya sudah lebih maju dengan menggunakan kecanggihan teknologi sehingga lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan dengan surat seperti menggunakan handphone, email, dan lain sebagainya. Perilaku manusia dalam berkomunikasi itulah yang menjadi objek utama yang dikaji dalam ilmu komunikasi.

4. Ekonomi
Dalam kehidupan sosial, manusia tidak bisa lepas dari yang namanya ekonomi. Hal ini dikarenakan dalam dunia ekonomi, perilaku manusia merupakan bahan kajian utamanya.

Ilmu ekonomi menjelaskan bagaimana perilaku manusia dalam menggunakan sumber daya ekonomi yang ada untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan dalam kehidupannya. Dalam dunia ekonomi, ada tiga pelaku ekonomi yaitu rumah tangga, pelaku bisnis, dan pemerintah. ketiga pelaku ekonomi tersebut dalam menjalankan aktivitasnya tidak lepas dari keputusan dan menjalankan perannya masing-masing.

Keputusan yang diambil ketiganya mempengaruhi bagaimana perilakunya. Dalam roda perekonomian, ketiganya saling berinteraksi satu sama lain. Rumah tangga merupakan konsumen yang berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dalam mengonsumsi barang atau jasa.

Pelaku bisnis yang dijalankan oleh individu atau kelompok akan memproduksi barang atau jasa untuk memperoleh keuntungan. Sedangkan peran pemerintah dalam ekonomi adalah sebagai pengambil kebijakan publik. Keputusan yang diambil oleh pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan bagi rumah tangga dan bagi pelaku bisnis.

5. Ilmu Pendidikan
Dalam dunia pendidikan, interaksi yang terjadi antara pendidik dengan peserta didik merupakan hal yang penting dan harus dipelajari. Bagi yang bekerja di dunia pendidikan, ilmu sosial penting untuk dimiliki.

Seorang pendidik harus memahami bagaimana karakteristik dan tingkah laku peserta didiknya sehingga ia mampu menerapkan metode pembelajaran yang sesuai agar dapat menyalurkan ilmu yang dimilikinya. Dibutuhkan adanya keterampilan komunikasi yang baik sebagai seorang pendidik.

Selain itu, dengan adanya pendidikan manusia dapat mengubah kehidupan baik itu untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Maka dari itu, ilmu pendidikan sebenarnya bermuara pada kehidupan sosial. Contoh saja orang yang menempuh pendidikan di tingkat tinggi seperti universitas nantinya berpeluang menjadi agent of change atas permasalahan yang terjadi dalam masyarakat.

Diharapkan mereka mampu memecahkan permasalahan yang ada sehingga manusia akan memperoleh kehidupan yang lebih merdeka dan lebih sejahtera. Itulah pentingnya ilmu pendidikan sehingga mampu mengubah kehidupan di sekitarnya jauh lebih baik.

6. Geografi
Geografi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai bumi dan seisinya. Di dalamnya, geografi juga mempelajari berbagai macam fenomena alam yang terjadi di sekitarnya. Sekilas geografi sepertinya tidak ada kaitannya dengan ilmu sosial, namun jangan salah.

Geografi memiliki kaitannya dengan ilmu sosial. Dalam geografi, manusia dengan lingkungannya merupakan pusat kajiannya. Ilmu ini juga mempelajari tentang manusia yang disebut dengan geografi manusia. Dalam pembahasannya, geografi manusia mempelajari bagaimana individu beradaptasi dengan lingkungannya, dengan sesama manusia, dan bagaimana perannya dalam dunia.

Selain itu, secara umum geografi mempelajari kekayaan alam yang ada. Sehingga dengan mengetahui kekayaan alam yang dimiliki, nantinya manusia dapat mengelola dan memanfaatkannya untuk kemakmuran dan kemaslahatan umat lainnya. Pastinya secara adil dan merata.

7. Sejarah
Perkembangan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada manusia sejak pertama kali ada hingga saat ini terus dipelajari. Ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa tersebut dinamakan dengan ilmu sejarah. Secara kronologis, ilmu sejarah mencoba merangkai berbagai peristiwa yang terjadi di masa lalu sehingga menjadi seperti sekarang ini.

Ilmu sejarah juga mempelajari kronologi bagaimana proses terjadinya perilaku manusia secara runtut berdasarkan fakta-fakta yang ada sehingga sejarah bukanlah ilmu yang bersifat takhayul. Kebenaran dalam sejarah merupakan hal yang penting, sebab manusia dapat mempelajarinya dan mengantisipasi sejarah yang buruk agar tidak terjadi lagi di kehidupannya sekarang ini.

Sejarah sebagai suatu ilmu tidak hanya mempelajari seperti apa, kapan, di mana, dan bagaimana peristiwa terjadi. Ilmu sejarah lebih dari itu, di dalamnya mempelajari fakta-fakta, pola terjadinya peristiwa, unsur-unsur terbentuknya peristiwa, dan lain sebagainya yang terjadi pada diri manusia secara historis. Maka dari itu, sejarah dan ilmu sosial tidak bisa dipisahkan karena keduanya saling terikat satu sama lain.

8. Ilmu Politik
Politik adalah ilmu yang tidak dapat dipisahkan dari ilmu sosial. Fokus utama dalam studi ilmu politik adalah mempelajari bagaimana jalannya kekuasaan dalam kehidupan masyarakat dalam bernegara. Kekuasaan yang dijalankan bisa bersifat antara warga negara yang satu dengan lainnya, warga dengan negaranya, maupun negara dengan negara lainnya.

Kajian utamanya adalah bagaimana negara dapat mendapatkan, mempertahankan, dan menggunakan kekuasaannya sesuai dengan norma-norma yang berlaku di negara tersebut. Secara tidak langsung, ilmu sosial juga berperan di dalamnya.

Kekuasaan yang dijalankan dalam politik tidak boleh bertentangan dengan kehidupan sosial masyarakat sehingga tidak mengganggu keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Tanpa adanya ilmu sosial, ilmu politik sulit untuk mengakomodasi kepentingan masyarakat umum.

9. Hukum
Dalam dunia hukum, kehidupan sosial masyarakat tidak lepas untuk dipelajari. Bagi yang menempuh pendidikan di jurusan hukum, proses sosial merupakan salah satu pokok bahasan yang dipelajari. Manusia merupakan makhluk sosial dan setiap perilaku dan perbuatannya harus diatur dan diarahkan.

Adanya undang-undang, peraturan, dan kebijakan yang diambil oleh institusi yang berwenang merupakan salah satu cara untuk mengendalikan perilaku sosial manusia. Adanya hukum yang jelas dapat mengatur kehidupan manusia dan memberikan kejelasan apa yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan oleh manusia.

Bayangkan apabila tidak hukum dalam kehidupan, manusia dapat bertindak sesuka hati tanpa memikirkan konsekuensi atas apa yang mereka lakukan. Tidak adanya punishment membuat perilaku buruk yang mungkin dilakukan manusia tidak dapat dikendalikan.

Selain itu, dalam dunia hukum pembuatan kebijakan dan aturan seyogyanya menggunakan pendekatan sosial kemasyarakatan. Perlu adanya penerapan peraturan yang adil dan merata untuk setiap individu agar berperilaku sesuai dengan norma dan budaya yang ada. Bahkan hukum sebenarnya lahir dari berbagai kondisi sosial yang ada.

10. Psikologi Sosial
Psikologi dan sosial merupakan dua hal erat yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Psikologi mencoba menjelaskan proses manifestasi dari mental atau jiwa manusia yang melahirkan tingkah laku. Manusia merupakan bahan kajian utama dari psikologi.

Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki banyak perilaku dan tingkah laku yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Disisi ini, psikologi mendalami mental, pikiran, dan perilaku tersebut. Bagaimana kaitannya individu dengan orang lain dijelaskan dalam psikologi.

Secara umum, yang dipelajari dalam psikologi sangatlah luas. Maka dari itu perlu adanya pendalaman satu bidang yang dikaji secara komprehensif. Salah satunya adalah psikologi sosial. Sebagai satu bidang, psikologi sosial menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi pada manusia sebagai makhluk sosial.

Di dalamnya, bidang ini juga menyoroti berbagai macam peristiwa sosial yang bersifat negatif atau disebut sebagai patologi sosial. Contoh patologi sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari adalah penyalahgunaan narkoba, kejahatan premanisme, berita hoax, prostitusi, dan lain sebagainya.

Manfaat yang bisa diperoleh dengan mendalami psikologi sosial adalah manusia menjadi paham dan mengantisipasi permasalahan sosial yang mungkin terjadi, mampu menyusun alternatif pemecahan yang ada dan mengubahkan menjadi situasi yang menguntungkan untuk semuanya.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Rancangan Penelitian Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 5. Pengumpulan Data dalam Penelitian (KTSP)
3. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 6. Pengolahan Data (KTSP)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 7. Penulisan Laporan Penelitian (KTSP)
5. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.1 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.2 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016) 

7. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.1 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.2 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
 
9. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.1 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.2 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016) 

11. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.1 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.2 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
13. Materi Ujian Nasional Kompetensi Jenis Penelitian Sosial
14. Materi Ujian Nasional Kompetensi Langkah-Langkah Penelitian Sosial
15. Materi Ujian Nasional Kompetensi Metode Penelitian Sosial
16. Materi Ujian Nasional Kompetensi Manfaat Hasil Penelitian       
17. Materi Ringkas Jenis, Prosedur, Metode (Pendekatan), dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian
18. Materi Ringkas Penentuan Topik dan Manfaat Penelitian

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Ilmu Sosial: Pengertian dan Jenisnya"