Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklim Matahari: Pengertian, Ciri, dan Klasifikasinya

Pengertian Iklim Matahari
Iklim Matahari

A. Pengertian Iklim Matahari
Iklim matahari adalah iklim yang didasarkan pada jumlah panas atau sinar matahari yang diterima di suatu wilayah di permukaan bumi. Jumlah panas atau sinar matahari yang diterima di wilayah bumi tersebut dipengaruhi oleh garis lintang khatulistiwa.

Semakin dekat suatu wilayah dengan garis khatulistiwa maka semakin banyak jumlah sinar atau panas matahari yang diterima. Begitu pula sebaliknya, semakin jauh jarak suatu wilayah dengan garis khatulistiwa maka semakin jarang atau sedikit jumlah panas atau sinar matahari yang dapat diterima.

Mudahnya, iklim matahari didasarkan pada banyak dan sedikitnya sinar Matahari yang diterima oleh suatu wilayah. Intensitas sinar Matahari tersebut tentu bergantung juga pada pergeseran semu harian matahari. Hal itulah yang membuat adanya perbedaan temperatur antar tempat di permukaan bumi.

Sumbu rotasi bumi sendiri memiliki kemiringan 23,5 derajat yang menyebabkan adanya variasi panas yang diterima berbagai wilayah di belahan bumi. Patokan klasifikasi ini adalah jatuhnya sinar matahari di garis lintang atau astronomis bumi.

B. Ciri Iklim Matahari
Menurut klasifikasi iklim Matahari, permukaan Bumi terbagi menjadi empat kategori daerah iklim di antaranya,
1. Iklim Tropis: 0-23,5 derajat LU/LS
2. Iklim Subtropis: 23,5-40 derajat LU/LS
3. Iklim Sedang: 40-66,5 derajat LU/LS
4. Iklim Kutub: 66,5 - 90 derajat LU/LS

Adapun ciri iklim matahari memiliki beberapa karakteristik umum di antaranya
1. Didasarkan pada intensitas panas matahari yang diterima oleh suatu wilayah
2. Memiliki variasi ketinggian matahari
3. Memiliki permukaan tidak tegak lurus terhadap matahari, sehingga energi yang diterima tergantung pada ketinggian
4. Memiliki ketinggian matahari maksimum 90°

C. Klasifikasi Iklim Matahari
Iklim matahari diklasifikasikan menjadi 4 (empat) kelompok di antaranya,
1. Iklim Tropis
Iklim tropis terdapat pada wilayah yang berada pada garis khatulistiwa atau pada garis lintang 23,5 derajat LU sampai 23,5 derajat LS. Iklim tropis memiliki suhu di atas 18 derajat celcius atau 64 derajat fahrenheit. Wilayah dengan iklim ini memiliki dua musim yang dialami pada setiap tahunnya, mengikuti pergerakan peredaran matahari, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

Musim kemarau biasanya akan terjadi pada bulan Maret sampai bulan Agustus. Sementara itu, musim penghujan biasanya akan terjadi pada bulan September sampai bulan Februari.
Negara Iklim Tropis
Wilayah beriklim tropis terdiri dari beberapa wilayah bagian di Benua Amerika, beberapa wilayah di Benua Asia, dan beberapa wilayah di timur tengah. Wilayah beriklim tropis di Benua Amerika meliputi, sebagian wilayah Meksiko, wilayah Kepulauan Karibia, semua negara di Amerika Tengah, Nassau di Kepulauan Bahama, serta beberapa wilayah di Amerika Selatan, yang terdiri dari Venezuela, Chili Utara, Kolombia, Peru, Brazil, Ekuador, Suriname, Bolivia, Paraguay, dan Argentina.

Wilayah beriklim tropis di benua Asia meliputi, bagian selatan India, Hongkong, Kepulauan Maladewa, sebagian wilayah Bangladesh, sebagian wilayah Taiwan, serta negara-negara di Asia Tenggara. Wilayah beriklim tropis di Negara Timur Tengah meliputi, Oman, Uni Emirat Arab, Yaman, serta bagian selatan Arab Saudi.

Ciri Wilayah Iklim Tropis
a. Memiliki suhu udara yang tinggi karena posisi matahari yang vertikal. Pada umumnya, suhu udara ini berada pada kisaran 20–30 derajat celcius, atau bahkan dapat mencapai lebih dari 30 derajat celcius di beberapa wilayah.
b. Memiliki curah hujan yang lebih tinggi dan lebih lama dibandingkan dengan iklim lainnya. Pada musim hujan dapat terjadi hujan deras hampir setiap hari.
c. Mendapat cahaya matahari cukup besar setiap tahunnya karena berada dekat dengan garis khatulistiwa.
d. Penguapan air laut yang cukup tinggi karena terdapat awan di atmosfer.
e. Pergantian suhu udara yang normal dan tidak ekstrem.
f. Memiliki tekanan udara yang rendah serta perubahan tekanan yang terjadi secara perlahan dan beraturan.
g. Pada wilayah tropis basah, tumbuhan yang tumbuh di hutan biasanya berwarna hijau dan lebat.
h. Pada wilayah tropis kering terdapat banyak sabana.
i. Pada wilayah tropis kering, udara dapat berbalik secara cepat mengikuti radiasi balik bumi yang juga berlangsung cepat.

Flora dan Fauna di Iklim Tropis
Beberapa jenis flora yang terdapat di wilayah iklim tropis, yaitu pinus atau tusam, kayu hitam, akasia, meranti, besi, keruing, kapur, kantong semar, anggrek, teratai, bugenvil, bambu, pohon pisang, durian, dan palem kayu.

Beberapa jenis fauna yang terdapat di wilayah iklim tropis, yaitu: Fauna Afrika, yang terdiri dari gorilla, unta, gajah, kuda nil, dan trenggiling; Fauna Australis serta Kepulauan Pasifik dan Indonesia Timur, yang terdiri dari koala, cendrawasih, kiwi, platypus, dan kakaktua;  Fauna Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Indonesia Barat, yang terdiri dari orang utan, harimau, ikan, badak, beruang, rusa, dan beberapa jenis reptil; Fauna Amerika Tengah dan Afrika Selatan, yang terdiri dari banteng, kukang, jaguar, kelelawar, serta ikan piranha.

Jenis Iklim Tropis
Berdasarkan jumlah curah hujan pada setiap wilayah, iklim tropis dibagi menjadi tigas jenis, yaitu hutan hujan tropis, iklim hutan hujan tropis, serta iklim sabana tropis.
a. Iklim Hujan Tropis
Iklim hutan hujan tropis berada pada wilayah yang berada garis lintang sekitar 10–15 derajat LU dan LS. Wilayah dengan iklim ini memiliki angkin dan tenang yang disertai dengan curah hujan yang cukup tinggi dan musim kemarau yang relatif lebih cepat, yaitu sekitar dua bulan. Beberapa negara yang memiliki iklim hujan tropis, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei, Madagaskar, Kongo, Filipina, Brazil, Kolombia, Papua Nugini, Micronesia, Fiji, Nikaragua, Sri Lanka, Peru, dan Suriname.

b. Iklim Muson Tropis
Wilayah dengan iklim muson tropis memiliki ciri yang mirip dengan wilayah yang memiliki iklim hutan hujan tropis. Namun, iklim muson tropis lebih banyak terkena sinar matahari dibanding dengan iklim hutan hujan tropis. Iklim ini cenderung memiliki suhu yang hangat sepanjang tahun. Beberapa negara yang memiliki iklim muson tropis, yaitu India, Afrika Barat Daya, Sri Lanka, Bangladesh, Brazil Tenggara, Myanmar, dan Guyana.

c. Iklim Sabana Tropis
Iklim sabana tropis merupakan iklim tropis terkering dengan memiliki curah hujan yang rendah. Wilayah dengan iklim ini sering kali mengalami kekeringan yang menyebabkan matinya flora dan fauna. Beberapa wilayah yang memiliki iklim sabana tropis, yaitu Afrika Timur, Brazil Tengah, Paraguay, Afrika Selatan, Madagaskar Barat, Sudan, Australia Utara, dan Bolivia.
 
2. Iklim Subtropis
Iklim subtropis terdapat pada wilayah yang berada di garis lintang 23,5 derajat sampai 35 derajat LU dan 23,5 derajat sampai 35 derajat LS. Wilayah subtropis merupakan wilayah yang berada di sekeliling wilayah iklim tropis, yang menjadi peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang. Wilayah ini berada tepat pada bagian utara atau atas dan bagian selatan atau bawah khatulistiwa.

Wilayah dengan iklim ini memiliki empat musim yang dialami pada setiap tahunnya, yaitu musim musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.
Negara Iklim Tropis
Beberapa wilayah yang memiliki iklim tropis, yaitu Amerika Serikat dan sekitarnya, Asia Tengah, Asia Timur, Asia Barat bagian utara, Afrika Utara, Afrika bagian selatan, serta sebagian besar wilayah Eropa, kecuali Skandinavia.

Ciri Wilayah Iklim Subtropis
a. Mempunyai perbedaan kondisi cuaca yang ekstrem.
b. Waktu di siang hari relatif lebih lama pada musim panas dan relatif lebih singkat pada musim dingin.
c. Memiliki tekanan udara yang relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan iklim tropis
d. Memiliki kelembapan udara yang lebih rendah
e. Memiliki curah hujan yang rata, yaitu antara 750 mm sampai 1000 mm per tahun.
f. Memiliki pohon dengan daun lebar dan hijau pada musim dingin serta berguguran pada musim panas.
g. Memiliki musim panas yang hangat dan musim dingin yang tidak terlalu dingin
h. Jarak antara pohon satu dengan pohon yang lainnya tidak terlalu rapat.
i. Memiliki jumlah atau jenis tumbuhan yang relatif sedikit.

Flora dan Fauna di Iklim Tropis
Beberapa jenis flora yang hidup di wilayah subtropis, yaitu lavender, sakura, moss rose, tulip, blanket flower, pohon palem, pohon mangga, pohon leci, pohon jeruk, pohon alpukat, pohon cemara, dan gandum.

Beberapa jenis fauna yang hidup di wilayah subtropis, yaitu rusa, macan kumbang, sambar, menjangan, tupai, beruang, burung elang, katak, kura-kura, panter, dan kapibara.
 
3. Iklim Sedang
Iklim sedang terdapat pada wilayah yang berada di garis lintang 40 derajat sampai 66,5 derajat LU dan LS. Wilayah dengan iklim sedang memiliki empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Iklim ini terbagi menjadi empat jenis, yaitu iklim laut pantai barat, iklim stepa, iklim gurun, dan iklim benua lembab. Wilayah dengan iklim laut pantai barat memiliki suhu yang lembab dan mendung saat musim dingin serta kering dan cerah saat musim panas. Wilayah dengan iklim stepa memiliki udara yang sejuk.

Wilayah dengan iklim gurun memiliki suhu yang sejuk, tetapi akan kering dan panas saat musim panas dan berangin saat musim dingin. Wilayah dengan iklim benua lembab memiliki kondisi yang basah saat musim panas.
Negara Iklim Sedang
Wilayah yang memiliki iklim sedang berada di sebagian besar Benua Eropa, seperti Denmark, Jerman, Italia, Prancis, Inggris, Irlandia, Mongolia, Rumania, dan Ukraina.

Ciri Wilayah Iklim Sedang
a. Berada di wilayah 40 derajat LU sampai 66,5 derajat LU dan 40 derajat LS sampai 66,5 derajat LS.
b. Memiliki amplitudo suhu tahunan yang lebih besar dibandingkan dengan wilayah iklim tropis.
c. Memiliki amplitudo suhu harian yang lebih kecil dibandingkan dengan wilayah iklim tropis.
d. Tekanan udara dan arah angin sering mengalami perubahan yang tidak menentu.
e. Sering terjadi badai secara tiba-tiba.

Flora dan Fauna di Iklim Sedang
Beberapa jenis flora yang terdapat di wilayah dengan iklim sedang, yaitu bambu, punus, pakis, cemara, palem mini, dan belukar.

Beberapa jenis fauna yang terdapat di wilayah dengan iklim sedang, yaitu kelinci, tikus salju, beruang grizzly, serigala, beruang hitam, dan ikan salmon.
 
5. Iklim Dingin
Iklim dingin terdapat pada wilayah yang berada di garis lintang 66,5 derajat LU sampai 90 derajat LU dan 66,5 derajat LS sampai 90 derajat LS. Terdapat lebih dari 20% wilayah di permukaan bumi yang memiliki iklim dingin. Iklim ini berada jauh dari garis khatulistiwa, yaitu berada di wilayah kutub bumi. Iklim dingin terdiri dari musim panas yang sejuk atau dingin dan musim dingin dengan suhu yang sangat dingin hingga dapat membentuk lapisan es.
Negara Iklim Dingin
Beberapa negara yang memiliki iklim dingin, yaitu Alaska, Kanada, Islandia, Swedia, Greenland, Norwegia, Finlandia, Rusia bagian utara, serta benua Antartika.

Jenis Iklim Dingin
Iklim dingin terbagi menjadi tiga jenis, yaitu iklim taiga, iklim tundra, dan iklim kutub.
a. Iklim Taiga
Iklim taiga memiliki suhu sangat dingin saat musim dingin. Wilayah taiga menjadi habitat hutan boreal yang ditumbuhi oleh pohon-pohon konifer, seperti pohon pinus. Hutan boreal akan menjadi bioma terluas di muka bumi jika seluruh wilayahnya digabung. Beberapa jenis hewan yang hidup di taiga, yaitu harimau siberia dan beruang coklat.

b. Iklim Tundra
Iklim tundra memiliki suhu dingin di ambang batas normal. Wilayah tundra berupa daratan dingin yang beku dan dipenuhi oleh tumbuhan berusia singkat. Beberapa wilayah dengan iklim tundra, yaitu pulau-pulau di utara Kanada, Amerika utara, pantai selatan Greenland, dan pantai utara Siberia. Wilayah dengan iklim ini mengalami musim dingin yang berlangsung lama dan mengalami musim panas sejuk yang berlangsung cepat.

Pada musim dingin, wilayah ini akan ditutupi es dan salju. Kemudian pada musim panas, wilayah ini akan membentuk rawa yang luas karena mencairnya es di permukaan tanah. Jenis tumbuhan yang hidup di wilayah ini, yaitu lumut-lumutan dan semak-semak. Salah satu hewan yang hidup di wilayah ini adalah rusa kutub.

c. Iklim Kutub
Wilayah dengan iklim kutub memiliki lapisan es yang cukup tebal. Wilayah kutub meliputi Kutub Utara dan Kutub Selatan. Wilayah ini tertutup salju dan es abadi sepanjang tahun sehingga tidak memungkinkan bagi tanaman untuk hidup dan berkembang. Hewan yang hidup di wilayah ini, yaitu beruang kutub di wilayah Kutub Utara dan penguin di wilayah Kutub Selatan.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.4 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)  

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Iklim Matahari: Pengertian, Ciri, dan Klasifikasinya"