Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gerak Semu Harian Matahari: Pengertian, Proses, dan Dampaknya

Pengertian Gerak Semu Harian Matahari
Gerak Semu Harian Matahari

Pengertian Gerak Semu Harian Matahari
Gerak semu harian matahari adalah fenomena alam di mana seolah-olah matahari terbit dari sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Gerakan ini seolah-olah dilakukan oleh matahari, namun dalam kenyataannya, hal tersebut merupakan akibat dari gerakan rotasi bumi. Jadi, bumi  yang bergerak bukan matahari.

Penyebab gerak semu harian adalah rotasi bumi atau gerak putar bumi pada porosnya yang berlangsung dari arah barat ke timur. Rotasi tersebut terjadi dalam waktu 23 jam 56 menit 4.1 detik. Sehingga matahari bergerak dalam sehari 000 59′ 08,33″.

Proses Terjadinya Gerak Semu Harian Matahari
Gerak semu matahari disebabkan oleh rotasi bumi pada porosnya. Karena kita berada di bumi, maka kita ikut bergerak seiring dengan rotasi bumi, oleh karena itu, kita tidak akan merasakan gerakan bumi.

Fenomena yang disebut sebagai gerakan semu inilah yang terjadi pada bumi dan matahari dalam gerak semu harian matahari. Bumi yang bergerak, namun karena kita berada di bumi, kita tidak menyadari gerakan tersebut. Matahari yang diam malah terkesan seperti bergerak.

Untuk menyelesaikan satu rotasi penuh, bumi memerlukan waktu sekitar 23 jam dan 56 menit. Oleh karena itu, satu rotasi bumi menunjukkan satu kali siklus siang dan malam, atau satu hari. Satu hari ini terbagi menjadi 12 jam di mana kita membelakangi matahari dan 12 jam di mana kita menghadap ke arah matahari.
 
Dampak Gerak Semu Harian Matahari
1. Terbit dan Tenggelamnya Matahari
Gerak semu matahari menyebabkan terjadinya gerakan matahari yang terbit di timur dan tenggelam di barat. Hal ini terjadi karena bumi berotasi ke arah timur, sehingga semua benda langit muncul terlebih dahulu di ufuk timur.

2. Terjadinya Siang dan Malam
Senada dengan terbit dan tenggelamnya matahari, siang dan malam juga merupakan dampak langsung dari adanya gerak semu matahari. Ketika bumi berotasi, tentu saja bagian bumi akan terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian yang menghadap ke matahari dan bagian yang tidak menghadap ke matahari.

Secara logis, karena rotasi penuh bumi adalah sekitar 24 jam kurang sedikit, maka setiap bagian bumi akan merasakan kurang lebih 12 jam cahaya matahari dan 12 jam gelapnya malam. Meskipun ini juga sangat tergantung di lintang berapa Anda berada, karena perbedaan lintang juga menyebabkan perbedaan lama siang dan malam.

Saat-saat di mana bagian bumi mendapatkan cahaya matahari dan tidak mendapatkan cahaya matahari inilah yang menyebabkan fenomena siang dan malam yang kita rasakan setiap hari.

3. Perbedaan Waktu Antar Wilayah
Gerak semu harian matahari juga menyebabkan terjadinya perbedaan waktu antar wilayah. Hal ini terjadi karena saat di mana suatu lokasi mendapatkan paparan sinar matahari tidak sama dibandingkan dengan daerah lain.

Durasi paparannya dipengaruhi oleh lintang sedangkan lebih dulu atau lebih belakangnya dipengaruhi oleh lokasi bujurnya. Semakin ke timur, maka akan semakin dulu terpapar oleh sinar matahari. Hal inilah yang menyebabkan Jepang mendapat julukan land of the rising sun atau negeri matahari terbit. Lokasinya di ujung timur menyebabkan jepang memiliki salah satu zona waktu paling awal di dunia.

Secara global, zona waktu ditentukan berdasarkan standar GMT atau Greenwich Mean Time atau waktu relatif setiap lokasi berdasarkan waktu di observatorium Greenwich yang terletak di London. Setelah GMT, muncul standar penentuan waktu baru yaitu Coordinated Universal Time atau disebut UTC.

Indonesia sendiri memiliki 3 zona waktu yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Timur (WIT) dan Waktu Indonesia Tengah (WITA). Hal ini terjadi karena wilayah Indonesia sangat panjang sehingga diperlukan penyesuaian dalam zona waktunya, agar tidak mengganggu aktivitas harian.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Rancangan Penelitian Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 5. Pengumpulan Data dalam Penelitian (KTSP)
3. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 6. Pengolahan Data (KTSP)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 7. Penulisan Laporan Penelitian (KTSP)
5. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.1 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.2 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016) 

7. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.1 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.2 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
 
9. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.1 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.2 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016) 

11. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.1 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.2 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
13. Materi Ujian Nasional Kompetensi Jenis Penelitian Sosial
14. Materi Ujian Nasional Kompetensi Langkah-Langkah Penelitian Sosial
15. Materi Ujian Nasional Kompetensi Metode Penelitian Sosial
16. Materi Ujian Nasional Kompetensi Manfaat Hasil Penelitian       
17. Materi Ringkas Jenis, Prosedur, Metode (Pendekatan), dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian
18. Materi Ringkas Penentuan Topik dan Manfaat Penelitian

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Gerak Semu Harian Matahari: Pengertian, Proses, dan Dampaknya"