Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Evapotranspirasi: Pengertian, Faktor yang Mempengaruhi, dan Jenisnya

Pengertian Evapotranspirasi
Evapotranspirasi

Pengertian Evapotranspirasi
Evapotranspirasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah penguapan air melalui evaporasi langsung dan transpirasi melalui daun tumbuh-tumbuhan secara bersama; konversi air menjadi uap melalui permukaan tanah dan tanaman. Demikian, Evapotranspirasi adalah gabungan evaporasi dan transpirasi tumbuhan yang hidup di permukaan bumi.

Evaporasi merupakan pergerakan air ke udara dari berbagai sumber seperti tanah, atap, dan badan air. Sementara transpirasi merupakan pergerakan air di dalam tumbuhan yang hilang melalui stomata akibat diuapkan oleh daun. Evapotranspirasi adalah bagian terpenting dalam siklus air.

Siklus air ini berperan dalam mengembalikan air menuju atmosfer, sehingga siklus air berulang secara konstan. Proses ini juga penting dalam perhitungan air, terutama untuk tanaman. Evapotranspirasi sendiri terbagi menjadi dua proses, yaitu proses evaporasi dan juga proses transpirasi. Kedua ini memiliki proses terjadi yang berbeda-beda.
 
Faktor-faktor yang Memengaruhi Evapotranspirasi
FAO menyebutkan laju kehilangan air dari permukaan bumi oleh proses evapotranspirasi ditentukan tiga faktor utama di antaranya,
1. Karakteristik Tanaman
Karakteristik tanaman seperti perbedaan jenis vegetasi memengaruhi jumlah evapotranspirasi secara signifikan. Di dalam tanaman air ditranspirasikan melalui daun yang mengalir dari akar. Tumbuhan yang akarnya menancap dalam ke bawah tanah mentranspirasikan air lebih banyak.

Tanaman kecil seperti semak umumnya mentranspirasikan air lebih sedikit dari tanaman berkayu karena semak akarnya tidak sedalam tanaman kayu. Juga daun tanaman semak tidak mencapai tinggi seperti tanaman kayu. Tanaman konifer meski memiliki daun yang tidak lebar, dapat memiliki nilai transpirasi yang lebih tinggi dari tanaman berdaun lebar, terutama di periode dormansi dan awal musim semi.

2. Ketersediaan Air Tanah
Tanah merupakan reservoir utama untuk air pada daerah tangkapan air. Tingkat kelembaban tanah meningkat ketika  curah hujan yang cukup untuk melebihi kehilangan evapotranspirasi dan drainase ke sungai dan air tanah. Ketersediaan air tanah umumnya habis selama musim kemarau ketika tingkat evapotranspirasi tinggi.

3. Parameter meteorologi
Parameter meteorologi yang berperan dalam proses evapotranspirasi di antaranya,
a. Radiasi matahari
Sebagai sumber energi yang memanaskan air, tanah dan tanaman. Panas tersebut akan menguapkan air secara langsung sebagai proses evaporasi. Pada tanaman, saat daun menerima radiasi, suhu akan naik dan stomata daun akan terbuka. Ketika stomata terbuka, kehilangan air dari daun berlangsung.

b. Angin
Berperan secara mekanis mengangkat air dari permukaan bumi dan juga dari permukaan daun pada tanaman kemudian terdistribusi ke udara.

c. Kelembapan udara
Semakin rendah kelembapan maka udara akan semakin besar menampung uap air yang berasal dari permukaan air dan tanaman.

d. Suhu
Tingkat transpirasi naik ketika suhu naik, terutama selama musim tanam, ketika udara lebih hangat karena sinar matahari yang lebih kuat dan massa udara yang lebih hangat. Suhu yang lebih tinggi menyebabkan sel-sel tumbuhan yang mengontrol bukaan (stoma) tempat air dilepaskan ke atmosfer untuk membuka, sedangkan suhu yang lebih dingin menyebabkan bukaan menutup.

Jenis Evapotranspirasi
Evapotranspirasi dapat dibedakan menjadi dua di antaranya,
1. Evapotranspirasi Potensial (ETp)
Evapotranspirasi potensial (ETp) adalah evapotranspirasi yang mungkin terjadi pada suatu permukaan tanah dengan kondisi tutupan vegetasi tertentu. ETp terjadi ketika air tanah tidak terbatas dan tanaman berada dalam tahap pertumbuhan aktif dengan penutup tanah penuh. Tingkat ETp untuk jenis tanaman tertentu biasanya bergantung pada kondisi meteorologi di wilayah tersebut.

Umumnya, evapotranspirasi potensial ini dihitung oleh stasiun cuaca dan dijadikan evapotranspirasi referensi (ETo) untuk wilayah tersebut dan sekitarnya. Selain itu, ada pula evapotranspirasi tanaman standar (ETc) dan evapotranspirasi tanaman yang telah disesuaikan (ETc adj)
 
2. Evapotranspirasi Aktual (ETa)
Evapotranspirasi aktual atau disebut sebagai penggunaan air konsumsi merupakan jumlah air yang sesungguhnya hilang dalam proses evapotranspirasi. Jika terdapat jumlah air yang sangat banyak di tanah tersebut, maka angka evapotranspirasi aktual akan mendekati evapotranspirasi potensial atau bahkan memiliki nilai yang sama.

ETa ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi tanaman dan faktor fisik yang ada di wilayah tersebut.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.1 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.2 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.3 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4.4 Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas (Kurikulum Revisi 2016)  

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Evapotranspirasi: Pengertian, Faktor yang Mempengaruhi, dan Jenisnya"