Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Positive Thinking: Pengertian, Aspek, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya

Positive Thinking: Pengertian, Aspek, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya


A. Pengertian Positive Thinking

Positive thinking (berpikir positif) adalah suatu sikap mental yang membuat kita mampu memandang segala hal dari sisi baiknya. Positive thinking merupakan sebuah proses dalam menciptakan pikiran yang baik untuk mengubah energi positif menjadi suatu kenyataan. Positive thinking mampu memberikan rasa optimis dalam menghadapi suatu keadaan yang mungkin tidak menyenangkan.

Kekuatan positive thinking dapat menciptakan kebahagiaan dan ketenangan lahir dan batin dalam menghadapi situasi apapun. Jika pada pikiran kita sebagian besar positif, maka kita akan menjadi fokus pada hal-hal baik, pikiran bahagia, dan hasil yang sukses. Sebaliknya, jika pikiran kita sebagian besar negatif, maka kita akan menjadi fokus pada hal-hal buruk, pikiran sedih, hasil dan tindakan yang gagal dan berperilaku negatif pula.

Berpikir positif bukan berarti Anda mengabaikan situasi yang kurang menyenangkan, melainkan lebih ke menghadapi ketidaknyamanan dengan cara yang lebih positif dan produktif. Anda harus berpikir bahwa keadaan terbaiklah yang akan terjadi, dan bukan yang terburuk.

Positive Thinking Menurut Para Ahli
Susetyo (1998), berpikir positif adalah kemampuan berpikir seseorang untuk memusatkan perhatian pada sisi positif dari keadaan diri, orang lain, dan situasi yang dihadapi. Berpikir positif tidak akan datang dengan sendirinya melainkan sebuah keterampilan yang harus dipelajari. Sebenarnya masih banyak definisi dari positif thinking, karena apapun yang kita lakukan di dunia ini semua harus dihadapi dengan berpikir positif.
 
B. Aspek Positive Thinking
Terdapat beberapa aspek berpikir positif menurut Peale (1992) di antaranya,
1. Harapan yang positif. Harapan yang positif adalah dalam melakukan sesuatu lebih memusatkan perhatian pada kesuksesan, pemecahan masalah dan menjauhkan diri dari bayang-bayang kegagalan, serta memperbanyak penggunaan kata-kata yang mengandung harapan.
2. Afirmasi diri. Afirmasi diri adalah memusatkan perhatian pada kekuatan diri, melihat secara lebih positif dengan dasar pikiran bahwa setiap individu sama berartinya dengan individu lain.
3. Pernyataan yang tidak menilai. Pernyataan yang tidak menilai yaitu suatu pernyataan yang lebih dekat pada menggambarkan keadaan dari pada menilai keadaan tidak kaku dan fanatik dalam berpendapat.
4. Penyesuaian diri terhadap kenyataan. Penyesuaian diri terhadap kenyataan yaitu mengakui kenyataan dan segera berusaha menyesuaikan diri, menyelesaikan masalah secara terencana dan efektif.

C. Manfaat Positive Thinking
Berpikir positif akan membuat kita jauh lebih tenang, lebih terbuka dan terkadang ide baik pun akan bermunculan saat kita berpikir positif. Manfaat lain di antaranya,
1. Bahagia
Sebenarnya bahagia itu nyata datang dari diri kita sendiri, dan masalah sikap. Sering kali kebahagiaan tidak bergantung dari sekeliling kita melainkan bahagia itu datang dari sendiri.

Contohnya saat kita mencoba untuk memberitahu seseorang bahwa resleting tas belakang ia terbuka dan memberi tahu untuk berhati-hati coba untuk cek terlebih dahulu tasnya.  Pastinya ia akan bereaksi mengucapkan “Terima kasih, dengan sopan penuh ketulusan dan senyum yang ikhlas” kepada kita.

Bukankah cukup rasa bahagia untuk melihat senyum seseorang yang tulus meskipun tanpa pamrih? Ya sudah jelas, ini semua bagaimana kita menyikapinya.

2. Motivasi
Motivasi adalah sifat yang sangat luar biasa yang dimiliki seseorang, karena akan mendorong lebih maju dan rasa semangat lebih membara. Motivasi pun akan mempengaruhi tingkah laku dan melakukan kegiatan ketika kita mengharapkan suatu pencapaian yang lebih baik.

3. Harga diri
Sikap dan cara berpikir kamu akan berkaitan dengan perasaan dirimu sendiri. Jika kamu selalu membangkitkan sikap dan berpikir positif maka kamu memiliki rasa harga diri yang sangat berarti. Jangan khawatir dengan apa yang dipikirkan orang lain asalkan kamu membuktikan sikap positif terhadap diri sendiri dan orang-orang sekitar, maka kamu akan diperlakukan dengan lebih hormat.

4. Kesehatan yang Baik
Pikiran akan mempengaruhi metabolisme tubuh, maka dari itu kamu akan merasa lebih sehat ketika berpikir positif juga lebih bahagia. Karena pemikir positif akan menjalani gaya hidup sehat, sehingga tidak rentan terserang penyakit.

5. Hubungan yang Lebih Baik
Salah satu saat kita berpikir positif, cenderung kita memilih/tertarik dengan orang yang berperilaku positif pula. Karena memang benar kenyataannya orang yang positif membawa kesan kegembiraan, semangat yang menular, mereka seperti cahaya dan memberi energi di lingkungan mereka dan membuat hubungan lebih terasa saat bersama, karena ucapan dan pikiran yang positif tersebut.

D. Cara Meningkatkan Positive Thinking
Terdapat beberapa cara meningkatkan cara berpikir positif di antaranya,
1. Meditasi
Penelitian terbaru oleh Fredrickson Barbara telah mengungkapkan bahwa orang yang bermeditasi setiap hari menunjukkan emosi yang lebih positif daripada mereka yang tidak. Orang yang bermeditasi dapat membangun keterampilan jangka panjang yang berharga.

Misalnya, saat penelitian selama tiga bulan orang yang meditasi, untuk mendapatkan dampak yang dirasa ketika meditasi ialah orang tersebut bermeditasi setiap hari menunjukkan meningkatnya rasa perhatian, tujuan hidup, dukungan sosial, dan penurunan gejala penyakit.

2. Menulis
Studi yang diterbitkan dalam Journal of Research in Personality , meneliti sekelompok 90 mahasiswa sarjana yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok A mencatat pengalaman yang sangat positif setiap hari selama tiga hari berturut-turut. Kelompok B menulis tentang topik sehari-hari.

Lalu tiga bulan kemudian, siswa yang menulis tentang pengalaman positif memiliki tingkat suasana hati yang lebih baik, lebih sedikit kunjungan ke puskesmas, dan lebih sedikit mengalami penyakit. (Ini mengejutkan, kesehatan yang lebih baik terasa hanya kepada mahasiswa yang menulis selama tiga hari tentang hal-hal positif).
    
3. Bermain
Jadwalkan waktu luang untuk bermain. Izinkan dirimu saat ini untuk tersenyum dan menikmati manfaat dari emosi positif. Jadwalkan waktu untuk bermain dan berpetualang sehingga kamu merasakan kepuasan dan kegembiraan, serta menjelajahi dan membangun keterampilan baru.

Tidak usah keluar rumah untuk bermain ke tempat  yang mahal, cukup jadikan tempat di sekitarmu menjadi tempat yang kamu sukai, atau misalnya dengan cara bermain gitar, mendengarkan setiap petikannya. Dan coba asah permainanmu lebih mendalam lagi.
 
4. Olah raga
Olah raga rutin selama 30 menit memberikan efek positif dan badan merasa lebih kuat dan ringan. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa wanita yang berolahraga selama 30 menit memiliki peningkatan yang signifikan terhadap sudut pandang para wanita pada pencitraan tubuh dibandingkan dengan mereka yang tak berolahraga.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 3.1 Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 3.2 Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 3.3 Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 3.4 Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum Revisi 2016)   
5. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 3. Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial (Kurikulum 2013)
6. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 1. Bentuk-bentuk Struktur Sosial (KTSP)
7. Materi Ujian Nasional Kompetensi Dinamika Struktur Sosial 
8. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 6. Masyarakat Multikultural (KTSP)
9. Materi Ujian Nasional Kompetensi Masyarakat Multikultural
10. Materi Ringkas Struktur Sosial dan Diferensiasi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Positive Thinking: Pengertian, Aspek, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya"