Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka: Pengertian, Nilai, dan Dimensinya

Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

A. Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Ideologi terbuka adalah ideologi yang bisa mengikuti atau dapat menyesuaikan perkembangan zaman. Salah satu karakteristik ideologi terbuka adalah hanya berisi pandangan dasar. Sementara, pengembangannya disesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Ideologi terbuka hanya bisa digunakan pada sistem Negara yang demokratis, seperti di Indonesia.

Sebagai ideologi terbuka, Pancasila memiliki sifat dinamis yang mencerminkan keterbukaan pemikiran sehingga mampu menerima segala iklim perubahan yang terjadi. Namun, dalam mencerminkan keterbukaan ini, Pancasila tidak perlu mengubah nilai-nilai dasarnya untuk mengikuti perkembangan zaman tersebut.

Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara, namun ditemukan dalam nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat. Nilai-nilai tersebut adalah milik rakyat dari negara tersebut. Masyarakat di negara dengan ideologi terbuka, bisa menggali kembali falsafah dari ideologi tersebut.

Negara dengan ideologi terbuka tidak akan merenggut kebebasan dalam kehidupan masyarakat, melainkan ideologi tersebut menjadi inspirasi atau pedoman untuk bertanggung jawab dalam bermasyarakat.

B. Nilai Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka di antaranya,
1. Nilai Dasar
Nilai dasar yang dimaksud adalah nilai-nilai dasar yang ada di dalam ideologi tidak berubah. Nilai-nilai tersebut adalah ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut merupakan inti dari sila-sila Pancasila.

Pancasila yang memiliki sifat universal mengandung cita-cita yang baik dan benar. Nilai dasar ideologi Pancasila terdapat dalam pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 adalah norma dasar yang merupakan hukum tertinggi sebagai sumber hukum negara Indonesia.

2. Nilai Instrumental
Nilai instrumental adalah sebuah arahan, kebijakan, sasaran dan lembaga-lembaga pelaksanaannya. Nilai instrumental dalam ideologi Pancasila merupakan penjabaran lebih dari nilai-nilai dasar. Penjabaran nilai Pancasila ini dimasukan ke dalam UUD 1945, Ketetapan MPR dan peraturan perundang-undangan.

Penjabaran ini merupakan penyesuaian dalam pelaksanaan ideologi Pancasila. Contohnya, GBHN yang selalu disesuaikan dalam rentang lima tahun sekali. Begitu juga aspirasi masyarakat, undang-undang dan lembaga-lembaga pelaksana.

3. Nilai Praksis
Nilai praksis adalah sebuah bentuk realisasi dari nilai-nilai instrumental dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dalam realisasi nilai praksis ini, penjabaran nilai-nilai Pancasila akan selalu berkembang dan bisa dilakukan untuk perubahan bahkan perbaikan sesuai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang tumbuh dalam masyarakat.

Sebagai pribadi bangsa, Pancasila menjadi cerminan mental serta perilaku anak bangsa serta para pemimpin dan negarawan Indonesia.

C. Dimensi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Terdapat beberapa dimensi Pancasila sebagai ideologi terbuka di antaranya,
1. Dimensi Fleksibilitas. Dimensi fleksibilitas bermakna Pancasila sebagai sebuah ideologi memiliki keluwesan, sehingga bisa berkembang bersama pemikiran-pemikiran baru, tanpa kehilangan jati dirinya.
2. Dimensi Idealitas. Dimensi idealitas atau idealisme bermakna bahwa dalam Pancasila terdapat nilai dasar, sebagai pandangan hidup dan cita-cita yang ingin diwujudkan dalam kehidupan, untuk masa depan yang lebih baik.
3. Dimensi Normatif. Dimensi normatif bermakna bahwa nilai dasar dalam Pancasila diajarkan dalam bentuk norma yang merupakan bagian dari norma kenegaraan.
4. Dimensi Realitas. Dimensi realitas bermakna bahwa nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila secara nyata berakar dan hidup dalam masyarakat.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 5.1 Integrasi dan Reintegrasi Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 5.2 Integrasi dan Reintegrasi Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab. 5 Integrasi dan Reintegrasi Sosial (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 2. Konflik dan Integrasi Sosial (KTSP)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Konflik Sosial dan Integrasi Sosial    
6. Materi Ringkas Konflik Sosial dan Integrasi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka: Pengertian, Nilai, dan Dimensinya"