Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Uang Komoditas, Sejarah, Karakteristik, Jenis, Kelebihan, Kekurangan, dan Perbedaannya dengan Uang Fiat

Pengertian Uang Komoditas, Sejarah, Karakteristik, Jenis, Kelebihan, Kekurangan, dan Perbedaannya dengan Uang Fiat


A. Pengertian Uang Komoditas

Uang komoditas adalah uang yang nilainya berasal dari suatu komoditas tertentu. Artinya, komoditaslah yang dijadikan sebagai alat pembayaran yang mempunyai nilai intrinsik, yaitu nilai di luar fungsinya sebagai uang. Kita bisa merasakan, menyentuh dan melihat uang komoditas karena bentuk fisiknya yang nyata.

Uang komoditas adalah uang yang hadir sebagai cara pembayaran yang lebih modern dengan menggantikan sistem barter ataupun bertukar barang. Uang komoditas tersebut tergolong unik karena menjadi satu-satunya bentuk uang yang mempunyai nilai bawaan.

Walaupun emas saat ini sudah jarang lagi digunakan sebagai uang, namun emas tidak kehilangan nilai dalam wujud perhiasan.  Terlebih lagi, dengan adanya nilai intrinsik yang semakin mampu memperkuat kepercayaan masyarakat yang menggunakannya.

Dengan kesadaran akan nilai yang dimiliki oleh uang ini, maka siapapun yang akan melakukan kegiatan jual beli sudah tidak perlu lagi khawatir karena mereka akan menemukan orang lain yang juga menginginkan komoditas tersebut.

B. Sejarah Uang Komoditas
Uang komoditas adalah uang yang mempunyai sejarah waktu yang sangat panjang di dunia, sehingga nilai akurasi waktu kapan pertama kali uang komoditas hadir dan digunakan masih belum bisa dipastikan secara resmi.

Tapi berdasarkan catatan sejarah, ditemukan bentuk emas berbentuk bundar yang mirip dengan koin modern dan diperkirakan berasal dari tahun 700 hingga 500 SM.

Dalam periode tersebut, pedagang yang berasal dari Lydia memproduksi emas yang dicampur dengan perak, kemudian uang tersebut disebut dengan electrum. Tujuannya adalah agar bisa meningkatkan nilai efisiensi perdagangan yang terjadi antar negara.

Lalu, emas dijadikan sebagai alat tukar karena kelebihannya, yaitu memiliki nilai yang tinggi, tahan lama, dan mampu diterima secara luas di seluruh negara. Lalu pada tahun 550 SM, koin pun beredar secara luas di bawah pemerintahan Raja Croesus.

C. Karakteristik Uang Komoditas
Terdapat beberapa karakteristik dari uang komoditas di antaranya,
1. Dapat Diukur
Contoh uang komoditas ini harus dapat bisa diukur dengan unit tertentu, misalnya seperti ons atau kilo. Hal tersebut harus sesuai dengan jenis komoditas yang digunakan untuk melakukan transaksi jual beli. Namun jika uang tersebut sudah ditentukan nilainya, maka akan lebih mudah dalam melakukan jual beli.

2. Memiliki Ketahanan Tinggi
Contoh uang komoditas yang berupa makanan seperti daging tidak dapat bertahan lama. Sebab dengan seiring berjalannya waktu, kualitas daging tersebut akan memburuk dan dapat membuat komoditas tersebut kehilangan nilainya.

Apabila hal tersebut terjadi, maka komoditas tersebut sudah tidak bisa dapat digunakan sebagai alat pertukaran. Maka untuk itu bagi suatu komoditas sangat penting untuk dapat mempertahankan nilai intrinsiknya agar bisa menjaga kepercayaan antar pihak yang melakukan transaksi.

3. Adanya Kelangkaan
Jenis uang ini biasanya bersifat langka, artinya persediaan dalam jumlah yang terbatas. Sebab jika tidak, maka jumlah uang bisa menjadi tidak terkontrol dan dapat menyebabkan terjadinya inflasi.

Meskipun demikian, persediaan komoditas juga harus bisa dan mampu untuk memenuhi tingkat permintaan pasar. Jadi jika perekonomian mulai tumbuh dan berkembang, maka jumlah persediaan komoditas juga harus berkembang untuk kelancaran sebuah arus transaksi yang terjadi di dalam masyarakat.

4. Termasuk Mudah Ditukar
Tidak hanya bernilai intrinsik, jenis uang seperti ini juga harus bisa mudah ditukarkan. Contohnya Anda tidak mungkin menggunakan sapi sebagai komoditas meskipun memiliki nilai intrinsik yang besar.

Dengan membawa sapi ke pasar untuk dapat ditukarkan dengan komoditas lain tentu akan sangat merepotkan. Maka untuk itu, koin emas menjadi salah satu alat tukar yang banyak disukai karena memiliki ukuran yang lebih kecil dan praktis.

D. Jenis Uang Komoditas
Berikut bahan-bahan yang dulu dijadikan uang komoditas di antaranya,
1. Uang Emas
Emas adalah salah satu logam yang sering digunakan sebagai bahan mata uang di masa lampau. Uang jenis ini banyak digunakan pada zaman Rasulullah SAW, pada zaman kerajaan Majapahit.

Tentu Anda juga masih ingat bahwa beberapa tahun lalu banyak ditemukan uang emas kuno di sebuah sungai di Jawa Timur. Penggunaan uang emas ini berhenti seiring waktu sebab jumlah cadangan emas terus berkurang seiring waktu.

Hingga tahun 1970-an, cadangan emas masih dijadikan dasar nilai tukar sebuah uang (terutama dolar Amerika Serikat). Hingga pada akhirnya penggunaan emas sebagai dasar nilai tukar uang ini berakhir ketika presiden Richard Nixon mengumumkan bahwa Dollar AS sepenuhnya menjadi fiat money atau uang yang nilainya bergantung sepenuhnya dengan kepercayaan pemerintah dan masyarakat terhadap uang tersebut.

2. Uang Perak
Selain emas, perak juga sering digunakan sebagai alat tukar. Sering kali nilai uang perak lebih kecil daripada uang emas. Sama halnya dengan nilai dirham yang relatif lebih kecil daripada dinar. Sama halnya dengan emas, uang perak juga berhenti digunakan sebab jumlah cadangan perak terus menurun seiring waktu.

3. Uang Tembaga
Logam lain yang digunakan sebagai bahan uang komoditas adalah uang tembaga. Biasanya uang tembaga ini dijadikan uang sen atau uang yang satuannya lebih rendah daripada emas ataupun perak.

E. Kelebihan Uang Komoditas
1. Menurunkan Inflasi
Uang komoditas memiliki nilai dasar fisik. Jadi, tidak rentan terjadi devaluasi karena inflasi. Misalnya seperti nilai emas yang tidak terlalu berdampak karena inflasi. Apapun keadaannya, emas akan tetap dinilai sebagai barang yang sangat berharga.

2. Tidak Terpengaruh Oleh Pemerintah
Pemerintah mempunyai kontrol yang sangat minim pada uang komoditas. Kecuali bila memang pemerintah pada suatu negara memiliki monopoli total atas sumber daya dari uang komoditas tersebut. Karena kontrolnya yang sangar minim, maka nilai uang komoditas tidak bisa diubah dengan mudah oleh pemerintah terkait.

3. Nilai Intrinsik
Uang komoditas mempunyai nilai intrinsik karena bahan bakunya yang sangat berharga. Untuk itu, uang komoditas diklaim lebih mudah diterima masyarakat untuk bisa memfasilitasi pertukaran.

F. Kekurangan Uang Komoditas
1. Mudah Rusak
Uang komoditas yang tidak terbuat dari logam cenderung akan mengalami devaluasi dari masa ke masa, contohnya adalah minyak atau bahan makanan. Untuk itu, logam mulia kerap kali dipilih sebagai uang komoditas. Logam diklaim lebih tahan lama walaupun harus disimpan dengan cara yang tepat. Bila tidak, emas dan perak pun tetap akan terkena noda dan mengalami devaluasi.

2. Kualitas Fisik Bervariasi
Meskipun memang jenis uang komoditasnya sama, namun kualitasnya bisa berbeda-beda. Misalnya saja seperti kualitas gandum dari kebun si A ternyata lebih jauh dari kebun si B. namun, akan sulit untuk menetapkan nilainya, karena keduanya sama-sama gandum.

3. Pertumbuhan Ekonomi Lebih Lambat
Uang komoditas tidak bisa diciptakan begitu saja, tapi memerlukan sumber daya fisik. Untuk itu, uang komoditas memerlukan waktu untuk berkembang.

G. Perbedaan Uang Komoditas dengan Uang Fiat
Uang komoditas adalah uang yang nilainya diperoleh dari komoditas yang dibuatnya. Berdasarkan definisi ini, wajar saja bila masih banyak orang yang belum mengerti. Uang komoditas merupakan suatu benda yang mempunyai nilai atau fungsi, atau yang umumnya disebut dengan nilai intrinsik.

Nilai yang terdapat di dalam uang komoditas ini umumnya digunakan untuk membeli suatu barang. Itu artinya, uang komoditas adalah benda apapun yang bisa digunakan sebagai alat barter.

Beberapa contoh dari uang komoditas yang pernah digunakan sebagai alat tukar dari dulu hingga saat ini adalah emas, perak, tembaga, sytra, kopi, teh, biji coklat, garam, gandum, jagung, dll. Uang komoditas ini jumlahnya tidak terbatas pada bentuk dan tergantung dari budaya masyarakat setempat.

Selama itu masih bisa digunakan sebagai alat tukar, maka benda tersebut bisa digunakan sebagai uang komoditas. Sebagai contoh, di suatu daerah yang dianggap berharga adalah beras. Namun di wilayah lainnya yang dianggap berharga adalah gandum. Maka keduanya tergolong sebagai uang komoditas.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Uang Komoditas, Sejarah, Karakteristik, Jenis, Kelebihan, Kekurangan, dan Perbedaannya dengan Uang Fiat"