Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Sistem Pembukuan Single Entry, Keuntungan dan Kerugian, Serta Perbedaan dengan Double Entry

Pengertian Sistem Pembukuan Single Entry, Keuntungan dan Kerugian, Serta Perbedaan dengan Double Entry


A. Pengertian Sistem Pembukuan Single Entry

Single entry adalah pencatatan yang dilakukan dalam pembukuan entry tunggal. Single entry merupakan pencatatan yang dilakukan hanya satu kali saja. Misalnya pencatatan di mana penerimaan kas dicatat sebagai kas masuk sementara pembayaran kas dicatat sebagai kas keluar. Untuk perusahaan kecil single entry adalah metode pencatatan yang sederhana, praktis dan mudah untuk dimengerti.

Sistem seperti ini biasanya digunakan untuk melaporkan hasil usaha, seperti laporan laba-rugi. Terutama ketika perusahaan ingin melakukan pelacakan atas penerimaan kas serta pembayaran tunai. Sedangkan untuk catatan yang berkaitan dengan kewajiban dan aset, umumnya akan dipisahkan pada bagian lain.

B. Keuntungan dan Kerugian Sistem Pembukuan Single Entry
Poin utama dari keunggulan penggunaan sistem pembukuan single entry adalah sistem ini lebih sederhana untuk digunakan, sehingga para penggunanya akan lebih mudah dan praktis dalam melakukan pembukuan. Sistem ini hanya memiliki dua kolom utama, yaitu penghasilan dan pengeluaran.

Namun, format yang sederhana seperti ini justru membuat sistem pelaporan menjadi kurang lengkap. Sehingga akan lebih sulit untuk mengontrol dan juga melacak setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Selain itu, setiap kesalahan yang terjadi akan lebih sulit untuk dilacak mengenai letak dan asal-muasal kesalahan tersebut.

Selain itu, Sistem pembukuan ini memiliki kekurangan antara lain:
1. Aktiva
Seperti yang sebelumnya telah dijelaskan, bahwa sistem pembukuan ini dilakukan secara terpisah pada bagian aset yang membuatnya berisiko hilang ataupun dicuri. Oleh karenanya, pelacakan akan menjadi lebih sulit ketika itu terjadi.

2. Kewajiban
Sama seperti aktiva, karena kewajiban ditempatkan pada kolom yang terpisah, maka pada akhirnya akan menuntut perusahaan untuk membuat sistem yang baru agar bisa tepat waktu ketika membayar setiap kewajiban.

3. Kesalahan
Dengan menggunakan sistem ini, maka peluang terjadinya kesalahan justru akan lebih besar, terutama disebabkan karena jumlah total debit ditempatkan pada bagian yang terpisah, sehingga berpeluang besar menjadi tidak sesuai.

4. Laporan untuk Audit Keuangan
Sistem ini pun bisa menghambat para akuntan dalam mengaudit, karena biasanya para auditor selalu menggunakan sistem entri ganda atau double entry. Sehingga jika perusahaan menggunakan sistem pembukuan ini, maka otomatis akan mempersulit proses audit karena auditor harus mengubahnya pada sistem entri ganda terlebih dahulu.

5. Pelaporan
Hal lainnya yang berpotensi menyebabkan masalah adalah dalam hal laporan, karena metode ini menampilkan informasi yang jauh lebih sedikit, terutama dalam hal posisi keuangan perusahaan. Sehingga, bagian direksi akan lebih sulit dalam mendapatkan gambaran terkait keuangan perusahaan.

C. Perbedaan Single Entry dan Double Entry
Baik single entry maupun double entry merupakan dua cara dasar yang digunakan dalam mencatat transaksi keuangan di dalam akuntansi. Masing-masingnya memiliki pengertian sebagai berikut.
1. Single Entry atau dapat diartikan sebagai Pencatatan Tunggal merupakan metode pencatatan transaksi keuangan yang hanya dilakukan satu kali. Yang dicatat dalam metode single entry hanyalah daftar transaksi yang mempengaruhi akun kas. Artinya penerimaan kas dicatat sebagai kas masuk, sedangkan pembayaran kas dicatat sebagai kas keluar. Metode single entry biasanya digunakan oleh bisnis kecil di mana neraca tidak diperuntukkan untuk kontrol keuangan dan keperluan pajak.
2. Double Entry atau Pencatatan Ganda adalah metode pencatatan transaksi keuangan yang dilakukan dua kali yakni pada sisi debit maupun kredit. Metode double entry diperlukan untuk semua bisnis yang harus menghasilkan akun laba rugi dan neraca.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Sistem Pembukuan Single Entry, Keuntungan dan Kerugian, Serta Perbedaan dengan Double Entry"