Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Lump Sum, Contoh, Keuntungan, dan Kekurangannya

Pengertian Lump Sum, Contoh, Keuntungan, dan Kekurangannya


A. Pengertian Lump Sum

Lump sum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah uang yang dibayarkan sekaligus untuk semua biaya (transpor, uang makan, dan sebagainya). Demikian, lump sum adalah suatu cara pembayaran yang dilakukan dengan membayarkan sejumlah uang yang banyak secara sekaligus di muka.

Lump sum merupakan kebalikan dengan metode angsuran yang melakukan pembayaran secara bertahap. Lump sum bisa digunakan dalam beragam pembayaran di antaranya biaya perjalanan dinas, konstruksi bangunan, pencairan dana pensiun, dan lain-lain.

B. Contoh Lump Sum
Beberapa contoh pembayaran metode lump sum di antaranya,
1. Proyek Konstruksi
Sebagian besar proyek konstruksi mengaplikasikan metode lump sum. Sebelum beralih ke pembayaran secara lump sum, proses pelelangan wajib dilakukan agar kualitas barang dan jasa terjamin. Meskipun pembayaran dilakukan secara lump sum, tidak akan terjadi kenaikan harga alias fixed price.

Pasalnya kontrak dengan metode lump sum mengikat pada total biaya. Ketepatan pencapaian komponen terkait pekerjaan, volume, dan harga satuan menjadi ukuran mutlak, sesuai dengan rumus: Item Pekerjaan = Volume x Harga Satuan = Total Biaya Tetap.

2. Program Asuransi
Nasabah membayar premi setiap bulan secara teratur dengan besaran sesuai kesepakatan berlaku. Nasabah akan mendapatkan pembayaran sekaligus ketika melakukan klaim asuransi.

3. Program Dana Pensiun
Dana pensiun akan diberikan ketika seorang pekerja mencapai usia yang telah ditentukan. Umumnya, dana pensiun dibayarkan setiap bulan. Namun, sebagian besar perusahaan swasta membayar dana pensiun menggunakan metode lump sum. Artinya, Anda akan mendapatkan uang pensiun dalam jumlah besar sekaligus.

Sementara perusahaan yang tidak menyediakan program pensiun, pekerja akan tetap mendapatkan santunan sebagai bentuk apresiasi.  

4. Perjalanan Dinas
Perjalanan dinas biasa dilakukan oleh pekerja lapangan, baik karyawan perusahaan negara maupun swasta untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Biasanya, karyawan hanya akan mendapatkan uang transpor saja jika perjalanan dinas dilakukan selama satu hari.

Jika perjalanan dinas dilakukan selama beberapa hari, maka selain uang transpor, karyawan juga mendapatkan biaya akomodasi dan uang saku. Pembayaran biaya perjalanan dinas sering dilakukan sekaligus.

Kendati demikian, ketika perjalanan dilakukan secara mendadak, metode pembayaran yang digunakan adalah reimbursement. Karyawan harus menanggung biaya terlebih dahulu sebelum diganti oleh perusahaan dengan menunjukkan bukti pengeluaran.

C. Keuntungan Lump Sum
Dari Upcounsel, keuntungan yang bisa didapatkan jika mendapatkan pembayaran secara lump sum di antaranya,
1. Lebih Tenang
Untuk sebagian karyawan, menerima pembayaran secara lump sum tentunya akan membuat mereka menjadi lebih produktif. Hal tersebut tentunya akan beda jika pembayaran dilakukan secara di angsur. Para pekerja akan lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaannya, dan kualitas yang diperoleh pun akan menjadi kurang baik.

Selain itu, pembayaran lump sum juga sebenarnya mampu memberikan ketenangan untuk para pemberi upah. Pihak karyawan tidak harus lagi mengkhawatirkan pembayaran selanjutnya, karena upah sudah dibayarkan secara keseluruhan di muka, dan karyawan bisa lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya.

2. Lebih praktis
Keuntungan lain yang bisa diperoleh adalah praktis. Karena dengan pembayaran lump sum, maka tidak akan ada keberlanjutan komitmen antarkedua belah pihak.

D. Kekurangan Lump Sum
Meskipun terdapat beberapa keuntungan dari menggunakan metode pembayaran lump sum, namun tetap saja ada beberapa kekurangan yang harus selalu diperhatikan di antaranya,
1. Rawan Penyelewengan
Suatu perjalanan dinas kantor yang dilakukan secara lump sum akan membuatnya menjadi lebih rawan terhadap kasus penyelewengan. Karena nantinya akan membuat pihak karyawan untuk menghemat agar bisa menggunakan uang lump sum tersebut.

Hal tersebut tentunya akan berbeda dengan cara pembayaran angsuran ataupun pembayaran dengan sistem reimbursement. Karena, biaya yang akan dikeluarkan akan sesuai dengan pengeluarannya.

2. Menjadi Lebih Boros
Menerima sejumlah uang nominal yang besar tentunya akan membuat siapa saja menjadi lebih boros dalam menggunakan uang. Karena pada kondisi tersebut, penerima uang merasa mempunyai uang dalam jumlah yang banyak.

Jika Anda tidak bisa melakukan budgeting secara lebih baik, maka tentunya uang tersebut akan habis sia-sia. Untuk itu, jika Anda memilih uang pensiun atau bonus karyawan dibayar dengan metode lump sum, maka Anda harus bisa melakukan perencanaan keuangan sebaik mungkin.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 2. Nilai dan Norma Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 4. Proses Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian (KTSP)
3. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 5. Perilaku Menyimpang (KTSP)
4. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 6. Pengendalian Sosial (KTSP)
5. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 3. Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum 2013)
6. Materi Sosiologi Kelas X Bab 3.1 Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas X Bab 3.2 Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas X Bab 3.3 Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016) 
9. Materi Ujian Nasional Kompetensi Nilai dan Norma Sosial
10. Materi Ujian Nasional Kompetensi Sosialisasi
11. Materi Ujian Nasional Kompetensi Penyimpangan dan Pengendalian Sosial  
12. Materi Ringkas Nilai dan Norma Sosial
13. Materi Ringkas Sosialisasi
14. Materi Ringkas Penyimpangan dan Pengendalian Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Lump Sum, Contoh, Keuntungan, dan Kekurangannya"