Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Self Management, Aspek, Manfaat, Prosedur, dan Cara Meningkatkannya

Pengertian Self Management, Aspek, Manfaat, Prosedur, dan Cara Meningkatkannya


A. Pengertian Self Management

Self Management (manajemen diri) adalah kemampuan untuk mengendalikan diri akan suatu tindakan yang sedang atau pun hendak dilakukan, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Self-management juga dipahami sebagai kemampuan melakukan pengembangan pribadi dan profesionalitas seseorang secara mandiri tanpa adanya pengaruh eksternal.

Individu yang memiliki self-management yang baik akan mampu membuat skala prioritas, memutuskan apa yang harus dilakukan, dan bertanggung jawab menuntaskan apa yang harus diselesaikan. Anda bertanggung jawab atas diri Anda sendiri. Anda mengatur berbagai hal yang terkait dengan berbagai aspek di dalam diri Anda.

Kemampuan self management ini sangat diperlukan akan segala aktivitas, baik itu aktivitas di rumah, kantor, maupun sekolah, dapat terlaksana secara terarah dan sesuai. Secara garis besar, self-management ada dalam empat bentuk, yakni fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Self Management menurut Para Ahli
1. Gie (1996), manajemen diri atau self management adalah keadaan di mana setelah individu menentukan tujuan hidup untuk dirinya, ia harus mengelola dan mengatur dirinya dengan baik guna membawa dirinya ke arah tujuan atau target hidup serta sebagai segenap kegiatan dan tahapan untuk mengelola dirinya sendiri.
2. Prijosaksono, manajemen diri atau self management adalah kemampuan individu untuk mengenali dan mengontrol dirinya sehingga ia bisa mengelola orang lain atau berbagai sumber daya guna mengatur dan membuat realitas sesuai dengan visi dan misi hidup individu tersebut.
3. Soekadji (1983), manajemen diri atau self management adalah sebagai suatu prosedur atau strategi yang menuntut seorang individu untuk menuntun atau menentukan tingkah lakunya sendiri. Adapun prosedur atau strategi tersebut terdiri dari beberapa aspek di antaranya,
a. Menentukan sasaran, target, ataupun tujuan perilaku yang akan dicapai
b. Mengawasi dan memperhatikan perilaku dengan cara memutuskan sendiri strategi atau prosedur apa yang hendak dipakai. Hal itu berguna untuk memantau sejauh mana perkembangan yang telah tercapai.
c. Melakukan evaluasi atau penilaian perkembangan dari perilaku.

4. Ghufron dan Risnawati, manajemen diri atau self management adalah suatu usaha individu dalam mengelola dirinya pada aktivitas dengan mengikutsertakan kecakapan metakognisi, motivasi, dan juga tingkah laku aktif lainnya.
5. Cormier dan Cormier (1985), self management atau manajemen diri merupakan suatu rangkaian tindakan yang mana individu mengacu pada perubahan perilaku dirinya sendiri dengan satu strategi atau gabungan beberapa strategi.

B. Aspek Self Management
Terdapat beberapa aspek dari self management di antaranya,
1. Organization
Self management memiliki keterkaitan dengan kecakapan organisasi yang baik. Dengan kata lain, seorang individu apabila memiliki self management yang baik, dirinya dapat mengelola porsi waktu, energi, kesehatan mental, kesehatan fisik, dan lainnya secara baik.

Apabila hal-hal itu dapat diatur oleh individu tersebut dengan baik, aktivitas yang hendak dikerjakan pun akan berjalan dengan tertata dan terarah.

2. Kemampuan Memotivasi Diri
Kemampuan untuk memotivasi diri sendiri atau biasa disebut sebagai self motivation. Seorang individu akan memiliki keinginan dan kemampuan untuk melakukan tindakan tersebut yang memang datang dan berasal dari dalam dirinya sendiri.

Dengan begitu, individu tersebut dapat memulai, mengerjakan, dan menyelesaikan pekerjaannya itu tanpa harus diminta terlebih dahulu oleh orang lain. Hal itu karena adanya self motivation dalam self management.

3. Manajemen Waktu
Manajemen waktu atau time management. Seseorang sering kali menyebutkan bahwa “Time is Money”. Hal itu menunjukkan kalau waktu adalah sesuatu yang sangat amat berharga meski sedetik pun. Bilamana seorang individu memiliki atau menerapkan self management yang baik, pastinya ia memiliki time management atau manajemen waktu yang baik juga.

Dengan begitu, individu tersebut akan paham caranya mengelola waktu dengan baik dan benar dalam menuntaskan berbagai pekerjaan atau aktivitasnya. Waktu 24/7 tentu tak akan terasa kurang bagi dirinya.

Adapun time management yang baik, seperti memantapkan dan memprioritaskan target serta tujuan, membuat jadwal daily activity, membuat daftar terkait hal-hal yang perlu dikerjakan, membuat skala prioritas antara rekreasi dan pekerjaan.

Tak sedikit dari kita yang kewalahan dalam mengatur waktu karena saking sibuknya aktivitas dan pekerjaan. Hal itu menyebabkan banyak hal lain yang terbengkalai begitu saja. Semua itu dapat teratasi apabila kita memiliki self management dalam mengatur waktu.

4. Pengendalian
Individu yang sudah mempunyai kemampuan dalam mengendalikan dirinya, ia juga dapat mengelola atau mengontrol segala emosi, baik itu rasa marah, cemas, sedih, maupun senang, dan dorongannya.

Bilamana individu memiliki kemampuan ‘pengendalian’ ini dalam self managementnya, bisa dikatakan bahwa dirinya dapat mengontrol dan mengelola segala perasaan emosi serta dorongan yang menekannya itu dengan baik.

5. Goal Setting
Bilamana individu memiliki kemampuan goal setting yang tinggi dan baik, individu tersebut dapat meneguhkan tujuannya dalam jangka waktu yang pendek dan panjang di hidupnya. Hal itu tentunya berlaku di berbagai lingkup, baik itu lingkupan pekerjaan, pendidikan, maupun untuk hidupnya.

Selain itu, individu tersebut juga dapat menetapkan langkah-langkah yang diperlukan selama mencapai goal itu.

6. Kemampuan Menyesuaikan Diri
Individu yang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan dirinya, dirinya cenderung mampu bersikap luwes selama menghadapi tantangan dan perubahan di lingkungannya. Dengan kebolehan ini pula, individu tersebut akan berani mengubah respons dan strategi atau taktik dalam menyesuaikan diri dengan kondisi.

Adapun kemampuan yang dimaksud seperti, kemahiran dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan, perubahan yang pesat, dan bergesernya prioritas.

7. Sikap Hati-Hati
Sikap dan sifat hati-hati di diri individu dalam bertingkah laku, dapat dikatakan bahwa dirinya dapat diandalkan dan bertanggung jawab dan memenuhi hak serta kewajibannya. Individu yang memiliki kemahiran ini mempunyai kesanggupan untuk berkomitmen dan memenuhi janji. Kemudian, akan cermat dan teliti dalam melakukan pekerjaan karena dirinya mengusahakan tujuannya dengan rasa penuh tanggung jawab.

8. Dapat Dipercaya
Individu yang memiliki sifat dapat dipercaya ini, dirinya akan mampu menunjukkan integritas yang bagus dan kejujuran. Kemudian, individu dengan kemampuan ini dapat bertindak sesuai etika dan tak akan pernah membuat malu individu lain.

Lalu, individu tersebut akan bersedia untuk mengakui kesalahannya dan berani menegur individu lain atau bahkan temannya sendiri yang melakukan suatu kesalahan.

9. Innovation
Innovation atau pembaruan. Jika individu memiliki kemampuan inovasi ini, dirinya akan mudah menerima dan toleran pada pendapat, ide, gagasan, informasi baru, ataupun pendekatan lainnya. Individu yang memiliki kecakapan ini kan berusaha mencari dan menemukan ide baru serta mengutamakan solusi yang orisinal dalam memecahkan suatu konflik atau masalah.

Selain itu, individu tersebut pun mulai berani untuk menginovasikan pandangan dan mengambil risiko dari hasil ide dan gagasannya.

10. Healthy Lifestyle
Gaya hidup sehat yang dimiliki oleh seorang individu dalam self management-nya, tentu akan memiliki pengaruh pada kebolehan dirinya dalam beraktivitas di kehidupannya sehari-hari. Maka penuhi asupan yang baik untuk tubuh, rutin berolahraga, mengelola pola tidur, dan melakukan aktivitas yang menunjang gaya hidup sehat lainnya.

C.Manfaat Self Management
1. Meningkatkan pengelolaan diri
Pengelolaan diri pada dasarnya merupakan suatu hal yang bisa timbul sebagai akibat adanya self management. Pengelolaan diri ini umumnya bisa dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya saja seperti pengelolaan pikiran dan perasaan maupun ucapan dan perbuatan. Maka apa yang dilakukannya bisa berkembang semakin baik.

2. Self Management Mewujudkan perasaan bebas
Melalui tindakan manajemen diri maka Anda bisa saja mewujudkan adanya perasaan bebas. Perasaan bebas ini maksudnya perasaan bebas dari berbagai pengaruh orang lain. Tidak hanya itu saja tetapi Anda juga bebas dari kontrol orang lain sehingga Anda bisa bebas melakukan apapun. Namun sebaiknya segala hal yang dilakukan selalu tepat.

3. Melatih kemandirian
Anda yang dapat melakukan manajemen diri dengan baik tentunya dapat melatih kemandirian. Dengan adanya kemandirian ini maka Anda bisa mengatur hidup secara independen dan menjalaninya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Tentu saja kemandirian Anda ini akan semakin mengurangi ketergantungan Anda pada orang lain sehingga Anda bisa mengeksplor potensi Anda dengan semakin baik.

4. Menghadapi tantangan
Berbagai tantangan tentu saja haruslah dihadapi dengan baik. Terutama bila Anda merupakan pebisnis yang sedang menjalankan sebuah usaha atau bisnis. Menghadapi tantangan ini perlu dilakukan dengan memiliki upaya pengendalian diri. Melalui pengendalian diri inilah maka Anda dapat menghadapi segala rintangan serta hambatan yang ada dalam kehidupan Anda.

5. Self Management Mengembangkan jalinan hubungan
Sebagai makhluk sosial tentunya kita tidak luput dari kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu Anda perlu menjalin hubungan yang baik dan tulus dengan siapa saja. Jalinan hubungan bisa saja semakin membaik jika Anda dapat melakukan manajemen diri dengan baik dan tepat. Pada akhirnya nanti Anda bisa membina suatu jalinan hubungan yang tulus dan juga akrab dengan orang lain.

6. Dapat Memusatkan konsentrasi
Setiap hal atau pekerjaan tentunya dapat berhasil jika dilakukan dengan fokus yang lebih. Maka Anda sebaiknya selalu meningkatkan konsentrasi dan lebih memusatkan fokus pada pekerjaan Anda. Tentunya melatih fokus dan konsentrasi ini bisa dilakukan dengan melatih manajemen diri. Semakin Anda dapat memanajemen diri sendiri maka Anda bisa semakin memusatkan fokus pada berbagai hal.

D. Prosedur Self Management
1. Observasi
Yang dimaksud dengan observasi dalam hal ini adalah adanya pengamatan terhadap diri. Dalam hal ini Anda bisa mengamati segala tingkah laku diri sendiri dan kemudian memonitornya. Monitor bisa dilakukan dengan mencatat tingkah laku Anda secara lebih teliti. Jadi Anda bisa mencatat frekuensi dan intensitas serta durasi tingkah laku yang telah Anda lakukan.

2. Evaluasi
Selanjutnya hal yang bisa dilakukan setelah melakukan observasi adalah melakukan evaluasi diri. Evaluasi diri yang dimaksud adalah melakukan perbandingan terhadap hasil catatan tingkah laku Anda dengan tingkah laku yang ditargetkan. Melalui perbandingan inilah maka Anda bisa memahami secara lebih jauh mengenai tingkah laku yang telah Anda lakukan.

3. Tindakan
Jika Anda telah melakukan observasi dan evaluasi diri maka selanjutnya Anda bisa melakukan sebuah tindakan yang tepat. Tindakan ini bisa dilakukan salah satunya dengan melakukan pemberian penguatan. Selain itu Anda juga bisa melakukan penghapusan terhadap beberapa hal yang salah atau tidak tepat. Tidak hanya itu saja tetapi Anda juga bisa melakukan pemberian hukuman pada tindakan yang tidak tepat.

E. Cara Meningkatkan Keterampilan Self Management
Manajemen diri merupakan hal penting dalam dunia kerja, karena bisa diartikan sebagai kemampuan diri untuk bertanggung jawab atas pekerjaan yang dimiliki. Jika tidak dapat memanajemen diri dengan baik, dapat berdampak buruk bagi pekerjaan dan keseharian. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan memanajemen diri di antaranya,
1. Jangan Menunda Pekerjaan
Jangan biasakan untuk menunda segala sesuatu meski itu hal kecil sekalipun. Hal ini sangat berpengaruh terhadap manajemen diri karena melatih diri Anda untuk disiplin dan bertanggung jawab. Misalnya ketika Anda memiliki tugas, meski itu adalah tugas kecil usahakan untuk segera mengerjakannya. Jangan menunda-nunda hingga pada akhirnya hanya akan menyusahkan Anda. Dan dari tugas yang Anda tunda waktu pengerjaannya itu dapat menyebabkan Anda terjebak dalam waktu kesibukan yang menyebabkan Anda tidak dapat mengerjakannya.

Dengan melakukan sesuatu sesuai dengan waktunya, meski berupa hal kecil sekalipun dapat meningkatkan rasa percaya diri Anda dan melatih diri Anda untuk memanajemen diri Anda. Ingat segala sesuatu dimulai dari hal kecil, dengan terbiasa melakukannya hal ini tentu akan berdampak besar ketika Anda berada pada dunia kerja.

2. Jangan Berpacu pada Multitasking
Multitasking adalah kemampuan yang dimiliki seseorang yang dapat melakukan aktivitas tidak hanya berpacu pada satu aktivitas namun bisa lebih dari satu. Banyak sekali orang belakangan ini, yang selain mengulur waktu dalam mengerjakan sesuatu tetapi juga menganggap remeh tugas atau tanggung jawab mereka dengan percaya dengan kemampuan multitasking.

Pada faktanya hanya kurang dari 3% orang memiliki kemampuan multitasking. Banyak orang mengabaikan untuk mengerjakan tugas berdasarkan urutan kebutuhan dan mengerjakannya secara bersamaan di sisa waktu akhir. Padahal hal tersebut bisa saja menghasilkan jawaban yang relatif salah, karena tidak semua orang memiliki kemampuan multitasking. Mereka lebih memilih membagi otak untuk menyelesaikan banyak hal ketimbang mengerjakan satu-satu, padahal jelas kemungkinan kesalahan saat mengerjakan secara bersamaan lebih besar.

Saat sudah bekerja di kantor nanti, hal tersebut tidak dapat dilakukan. Mengerjakan tugas kantor membutuhkan konsentrasi khusus untuk dapat mengerjakan yang tugas pekerjaannya. Jadi akan lebih baik jika Anda tidak hanya terpaku pada kata multitasking, namun mencoba dari sekarang untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan Anda secara berurutan dari yang terpenting satu persatu. Hal ini sangat penting di dunia kerja, karena dengan menyelesaikan tugas satu persatu Anda lebih fokus dan meminimalisir terjadinya kesalahan. Karena kesalahan dalam dunia kerja dapat menyebabkan masalah ke depannya.

3. Mengakui Kesalahan
Tips dan trik yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan ketrampilan manajemen diri selanjutnya yaitu mengakui kesalahan. Ada tipe orang yang saat melakukan salah justru menyembunyikannya atau bahkan melimpahkan kesalahan kepada orang lain. Tips dan trik selanjutnya yaitu mengakui kesalahan. Jangan takut untuk mengakui kesalahan, karena justru saat Anda menyembunyikan kesalahan tersebut hanya akan semakin menjadi beban bagi diri Anda.

Saat Anda melakukan kesalahan, akuilah kesalahan Anda saat itu juga karena hal tersebut akan menyelesaikan masalah. Berbeda cerita ketika Anda menyembunyikannya, maka beban dalam diri Anda akan semakin besar. Mengakui kesalahan memiliki peran penting dalam manajemen diri seseorang. Saat Anda mengakui kesalahan, itu artinya Anda siap menerima saran dan masukan yang nantinya akan berguna bagi pengalaman Anda kedepannya saat berada dalam situasi yang sama.

Tentu saja bagi sebagian orang mengakui kesalahan bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan keberanian dan kejujuran yang kuat. Namun dengan mengakui kesalahan Anda akan semakin mempermudah Anda untuk melatih pengelolaan diri Anda.

4. Berperilaku sebaik Mungkin
Dalam dunia kerja tentu saja manajemen diri tidak hanya selalu berkutat pada diri sendiri. Ada kalanya Anda akan dihadapkan dengan hubungan antar sesama rekan kerja yang pada akhirnya mempengaruhi manajemen diri Anda. Saat kecil sering kita diajari untuk selalu berperilaku baik kepada sesama teman, begitu pula yang harusnya diterapkan saat sudah memasuki usia dewasa terutama dalam bidang pekerjaan.

Dalam artian, berperilakulah sebaik mungkin kepada orang lain, seperti Anda ingin diperlakukan oleh mereka. Berdasarkan kalimat tersebut Anda harus memperlakukan rekan kerja Anda sebaik mungkin sehingga mendapatkan respons dari mereka sebaik Anda memperlakukannya. Secara sadar atau tidak hubungan Anda dengan sesama tim Anda memiliki dampak tersendiri bagi manajemen diri Anda.

Dengan berperilaku baik dan selalu mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum membuat keputusan akan membuat kemudahan bagi hari Anda. Sebaliknya jika dalam membuat keputusan Anda cenderung tergesa-gesa dan secara sadar atau tidak sadar perilaku yang Anda lakukan menyakiti atau membuat rekan kerja Anda merasa tidak nyaman, hal tersebut juga akan berdampak negatif bagi manajemen diri Anda.

Intinya Anda dapat berusaha sebaik mungkin untuk menumbuhkan hubungan kerja sama yang baik kepada rekan kerja Anda, yang secara tidak langsung ini juga akan berdampak positif bagi hasil kinerja Anda yang juga akan mempengaruhi manajemen diri Anda.

5. Memberikan Waktu Healing Untuk Diri Sendiri
Self management hanya akan pergi sejauh tujuan personal Anda sampai di mana. Dengan pandangan mata yang selau menatap ke depan, dan membuat rencana dari hari ke hari untuk mencapai tujuan tersebut. Ketika tubuh sudah sempoyongan diterpa badai drama serta project yang tanpa akhir, ambilan waktu sejenak untuk memikirkan Kembali jalur yang sedang Anda lewati.

Apakah jalur tersebut benar-benar bisa membawa Anda kepada tujuan atau justru menyesatkan. Apakah semua kerja keras yang Anda lakukan sekarang benar-benar membawa tujuan Anda lebih dekat selangkah setiap harinya? Mungkin Anda bertanya, untuk apa melakukan evaluasi, toh setiap hari semua kegiatan tersebut dilakukan secara sadar dan telah dipikir sempurna. Namun, pernahkah Anda berpikir bahwa Ketika Anda bertemu dengan bos atau rekan kerja membahas suatu proyek, pertanyaan tersebut masih bisa relevan dengan situasi yang ada?

Waktu yang Anda gunakan untuk bercermin atau refleksi merupakan waktu di mana Anda bisa menyadari di mana letak kesalahan yang Anda buat atau yang mungkin rekan Anda buat. Anda juga bisa menggunakan waktu self reflection tersebut untuk mengembangkan diri Anda sendiri dari dalam. Di sisi lain, memberikan waktu sejenak untuk evaluasi juga akan membawa hal – hal menyenangkan yang akhirnya Anda dapatkan. Pencapaian-pencapaian yang kadang terlewatkan karna Anda menganggapnya tidak terlalu penting.

Perlu diingat bahwa apabila Anda tidak bisa mengerti diri Anda sendiri sekarang, tidak mungkin Anda akan mampu mengerti ke mana arah tujuan Anda berjalan.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 2. Nilai dan Norma Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 4. Proses Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian (KTSP)
3. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 5. Perilaku Menyimpang (KTSP)
4. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 6. Pengendalian Sosial (KTSP)
5. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 3. Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum 2013)
6. Materi Sosiologi Kelas X Bab 3.1 Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas X Bab 3.2 Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas X Bab 3.3 Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016) 
9. Materi Ujian Nasional Kompetensi Nilai dan Norma Sosial
10. Materi Ujian Nasional Kompetensi Sosialisasi
11. Materi Ujian Nasional Kompetensi Penyimpangan dan Pengendalian Sosial  
12. Materi Ringkas Nilai dan Norma Sosial
13. Materi Ringkas Sosialisasi
14. Materi Ringkas Penyimpangan dan Pengendalian Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Self Management, Aspek, Manfaat, Prosedur, dan Cara Meningkatkannya"