Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Sales, Unsur, Fungsi, Skill, Istilah, dan Jenisnya

Pengertian Sales, Unsur, Fungsi, Skill, Istilah, dan Jenisnya


A. Pengertian Sales

Sales adalah individu yang menawarkan suatu produk dalam suatu proses penjualan untuk mencapai suatu target penjualan. Sales merupakan bagian dari suatu perusahaan yang kegiatannya adalah menjual, memastikan produk yang terlihat ataupun tidak.

Selain itu sales juga memiliki kewajiban untuk menawarkan aset atau produk sehingga bisa terjual dengan harga yang sesuai dengan perencanaan perusahaan tapi juga dapat diterima oleh konsumen. Sales biasanya terdiri atas satu tim. Di beberapa perusahaan, aktivitas ini menjadi satu divisi tersendiri yang terdiri dari beragam peran.

B. Unsur Sales
Terdapat tiga unsur utama yang melatarbelakangi kinerja dan tanggung jawab dari tim sales ini di antaranya,
1. Daerah atau wilayah penjualan. Tim penjualan akan bergerak setelah memetakan daerah penjualan mereka, sehingga mereka tahu ke mana harus menjual barang atau jasa.
2. Barang atau jasa yang dijual. Dengan memahami secara mendalam barang atau jasa yang dijual, tim penjualan akan tahu strategi penjualan apa yang akan mereka terapkan.
3. Target pelanggan. Setelah tahu daerah penjualan dan barang atau jasa yang dijual, maka tim penjualan akan tahu target pelanggan seperti apa yang akan mereka kejar. Target pelanggan ini juga jadi salah satu kunci keberhasilan proses penjualan.

C. Fungsi Sales
Terdapat beberapa fungsi sales di dalam perusahaan di antaranya,
1. Menawarkan Produk ke Konsumen. Seorang sales harus selalu mampu memanfaatkan kelebihan produk yang ditawarkannya kepada pihak pelanggan agar mereka bisa lebih termotivasi untuk membeli produk yang ditawarkan pihak perusahaan., artinya, seorang sales harus bisa memasarkan produk yang akan dia jual.
2. Meyakinkan Calon Pelanggan. Seorang sales juga harus bisa meyakinkan calon pelanggan tanpa yang terlihat ragu-ragu dalam mengambil suatu keputusan atau menentukan pilihan dalam memilih produk.
3. Mengarahkan Sasaran. Lalu, sales juga harus selalu mampu mengarahkan sasaran mana dan pada siapa saja produk tersebut akan ditawarkan atau akan dijual.
4. Memenuhi Kebutuhan Pelanggan. Fungsi lain dari sales adalah untuk bisa mengakomodasi dan menjangkau target konsumen dalam membantu memenuhi keperluan mereka pada produk yang akan ditawarkan

D. Skill Sales
Menjadi seorang sales tentu tidak mudah. Jika Anda ingin menjadi seorang sales, maka pastikan Anda telah menguasai beberapa hal di antarannya,
1. Product Knowledge (Pengetahuan tentang Produk)
pengetahuan tentang produk ini meliputi masalah yang berhubungan dengan keadaan fisik, jenis, ukuran, design dan warna, manfaat terhadap konsumen, bahkan kelebihannya dibanding produk serupa.

2. Price Policy (Kebijaksanaan Harga Jual)
Setiap produk yang ditawarkan atau dijual tentunya mempunyai klasifikasi harga. Anda harus bisa merencanakan suatu design harga tertentu yang ditawarkan untuk suatu volume penjualan, dan apakah ada insentif tertentu (discount/commission) bagi pembeli untuk meningkatkan minat dan perhatian pembeli.

3. Human Relation
Kemampuan tenaga penjual dalam hubungannya dengan masyarakat pasar tertentu untuk mempengaruhinya dan pada akhirnya menjadi konsumen. Pendekatan perorangan pastinya sangat membantu keberhasilan dengan ditunjang kemampuan berkomunikasi dan berbicara dengan para pelanggannya.

E. Istilah Umum dalam Sales
1. Salesperson
Pekerjaan utama seorang salesperson adalah menjual produk, barang, atau layanan kepada pembeli. Orang tersebut menggunakan teknik penjualan tertentu untuk mencari tahu apa yang diinginkan pembeli. Dari situ, ia akan menyarankan produk atau layanan yang memenuhi kebutuhan para pembeli.

Dalam beberapa kondisi, salesperson bekerja supaya para pembeli tetap menggunakan produk mereka. Namun, dalam kondisi lain, ia juga kemungkinan diharuskan untuk mendatangkan pembeli baru. Pada intinya, tanggung jawab utama dan target pembeli seorang salesperson tergantung dari situasi dan kebutuhan perusahaan itu sendiri.

2. Prospek
Dilihat dari makna katanya, prospek adalah organisasi atau klien berpotensi yang menyerupai profil pelanggan ideal. Namun, dalam dunia penjualan dan bisnis, prospek juga termasuk mereka yang belum memiliki minat pada produk, barang, atau layanan yang dijual.

Istilah prospek juga merujuk kepada cara yang digunakan oleh salesperson dalam mendekati pelanggan. Beberapa contohnya adalah panggilan telepon, email marketing, serta social selling. Jika salesperson berhasil melakukan prospek kepada pelanggan, ia pun bisa mulai ke tahapan selanjutnya, yaitu deal.

3. Deal
Ketiga, ada istilah yang disebut deal. Deal sendiri adalah persetujuan antara harga beli dengan barang atau jasa yang dijual. Dalam proses jual beli, deal ini memiliki banyak tingkatan. Tingkatan ini bisa berbeda-beda, tergantung bisnis dan industri yang dijalankan oleh perusahaan. Salesperson bisa menyusun rencana deal sesuai kebutuhan dan kondisi.

Tujuannya supaya proses penjualan bisa berjalan sesuai periode waktu yang ditentukan dan target yang dicanangkan.

4. Sales pipeline
Keempat, ada istilah sales pipeline. Istilah ini mengacu pada langkah-langkah dalam proses penjualan produk, barang, atau layanan. Pipeline ini menjadi gambaran nyata dari proses penjualan itu sendiri. Salah satu pipeline yang banyak dijadikan acuan adalah diagram rencana sebuah tim penjualan.

Diagram ini biasanya menggambarkan serangkaian tahap yang harus dilalui dari menilai prospek, bertemu dengan prospek, menawarkan barang atau jasa, hingga akhirnya terjadi transaksi atau deal.  

5. Sales plan
Istilah ini berbeda dengan sales pipeline. Istilah ini menyangkut gambaran jangka panjang dari tujuan, strategi, serta objektif dari sebuah tim penjualan sebuah perusahaan. Di dalamnya, ada detail-detail mengenai target pelanggan, kondisi pasar, target pendapatan, harga, struktur tim, dan yang lainnya.

Sales plan juga menyertakan taktik dan teknik untuk mencapai target dari waktu yang sudah yang ditetapkan.

F. Jenis Sales
Jenis-jenis pekerjaan dalam sales di antaranya,
1. Sales Representative
Posisi ini adalah tingkat dasar di sebuah tim penjualan. Mereka adalah orang-orang yang jadi ujung tombak proses penjualan. Jika sukses di posisi ini, maka kemungkinan untuk naik ke posisi yang lebih tinggi akan terbuka.

Berikut adalah variasi sebutan yang cukup umum untuk posisi sales representative di perusahaan: agen penjualan, account representative, advertising representative, brand ambassador, dan lain sebagainya.

2. Sales Management
Posisi ini adalah posisi setingkat di atas sales representative. Sales manager setingkat dengan supervisor, yang membawahi beberapa sales representative di bawahnya. Sales manager memimpin tim penjualan untuk sebuah perusahaan. Mereka yang menetapkan goal dan menganalisis penjualan.

Di beberapa perusahaan, posisi ini diharuskan untuk punya hubungan baik dengan pembeli besar dan ditujukan agar pembeli besar tersebut setia. Berikut adalah sebutan untuk posisi sales manager yang umum di perusahaan: account manager, area manager, business development manager, franchise development manager, dan lain-lain.

3. Sales Administrative
Tim administratif  biasanya akan membantu tim penjualan dari segi administrasi. Contohnya mengurus izin perjalanan, menyiapkan marketing kit untuk pembeli, menyiapkan quotation, hingga menghitung dan mengurus administrasi bonus-bonus yang diberikan apabila pembeli setia.

Di beberapa perusahaan, mereka juga yang menjadi jembatan antara tim sales dan tim marketing. Berikut adalah sebutan untuk posisi administratif penjualan di sebuah perusahaan: business development representative, enterprise representative, financial assistant, dan industry representative.

4. Account Executive (AE)
Posisi ini hampir serupa dengan sales manager, meski tugasnya sedikit lebih banyak. Secara umum, tugas AE adalah menciptakan sebuah relasi antara perusahaan dengan klien serta mempertahankan relasi dengan klien yang sudah ada. Jadi fokusnya bukanlah untuk menjaring klien baru.

Secara umum, seorang AE diharuskan untuk mengantongi pengetahuan produk yang luas. Selain itu, mereka juga memiliki pemahaman lebih tentang tren industri. Dengan pengetahuan tersebut, biasanya pekerjaan account executive membuat mereka hanya dekat dengan pembeli tetap.

Berikut adalah sebutan untuk posisi account executive yang banyak ditemui di perusahaan: channel partner executive, account handler, client executive, dan lain-lain.

5. Executive-Level Management
Pada umumnya, posisi ini menentukan dan mengarahkan tujuan penjualan dari sebuah perusahaan. Tentunya, tujuan yang ditetapkan adalah target jangka panjang. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab dalam rencana pemasaran hingga membuat rencana hubungan perusahaan dengan pembeli.

Untuk menjabat di posisi ini, biasanya diperlukan pengalaman 10 tahun atau lebih di bidang penjualan. Pengalaman tersebut tentunya harus didukung oleh pengetahuan akan persaingan pasar dan produk yang ditawarkan kepada pembeli.

Berikut adalah sebutan untuk posisi executive-level management: sales director, chief sales officer, hingga chief financial officer.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 3. Interaksi Sosial dalam Dinamika Kehidupan Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 2. Hubungan Sosial (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.1 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.2 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Interaksi Sosial
6. Materi Ringkas Interaksi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Sales, Unsur, Fungsi, Skill, Istilah, dan Jenisnya"