Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Biaya Modal, Fungsi, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Pengertian Biaya Modal, Fungsi, Jenis, dan Cara Menghitungnya


A. Pengertian Biaya Modal (Cost of Capital)

Biaya modal (cost of capital) adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yang berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, dan laba ditahan untuk mendanai suatu investasi atau operasional perusahaan. Penentuan besarnya biaya modal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa besarnya biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh dana yang diperlukan.

Cost of capital biasanya menentukan tingkat pengembalian yang diperlukan untuk membujuk investor untuk membiayai proyek penganggaran modal. Biaya ini dinilai secara internal oleh perusahaan untuk menentukan apakah pengeluaran sumber daya layak untuk mengejar proyek modal. Investor menilai biaya modal untuk menentukan risiko yang terkait dengan menginvestasikan uang ke dalam proyek modal.

Biaya Modal (Cost of Capital) Menurut Para Ahli
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), biaya modal (cost of capital) adalah tingkat pendapatan yang diperoleh dari suatu bisnis apabila bisnis tersebut memilih investasi lain dengan tingkat risiko yang berimbang; dengan kata lain, biaya modal merupakan biaya kesempatan yang hilang (opportunity cost) dan dana yang digunakan untuk investasi lain tersebut; biaya modal dapat juga dihitung dengan menggunakan rata-rata tertimbang atas biaya utang perusahaan serta klasifikasi modal (cost of capital).

B. Fungsi Biaya Modal (Cost of Capital)
Cost of capital penting karena beberapa alasan. Biaya modal adalah alat ekonomi dan akuntansi penting yang dapat memaksimalkan potensi investasi untuk bisnis. Berikut adalah beberapa alasan rinci mengapa biaya modal penting di antaranya,
1. Ini membantu investor menilai pilihan mereka
2. Ini membantu keputusan penganggaran modal karena bisnis harus memutuskan apakah suatu proyek bermanfaat sebelum memulai
3. Sangat penting bagi bisnis untuk merancang struktur modal yang ideal dari perusahaan mereka
4. Ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja proyek tertentu dibandingkan dengan biaya modal cost

C. Jenis Biaya Modal (Cost of Capital)
Terdapat dua jenis biaya modal di antaranya,
1. Biaya Individu
Biaya modal ini terdiri dari biaya modal utang perniagaan, biaya modal dari utang jangka pendek, biaya modal dari utang wesel, biaya modal dari obligasi, biaya modal laba ditahan dan biaya modal dari penggunaan saham preferen.
a. Biaya Hutang Jangka Pendek. Hutang jangka pendek ini sama seperti hutang yang jangka waktunya kurang dari 1 tahun, contohnya seperti hutang perniagaan, hutang wesel dan kredit jangka pendek dari bank.
b. Biaya Saham Preferen. Adanya biaya rill yang harus dibayarkan jika perusahaan menggunakan dana dengan menjual saham preferen. CPS diperhitungkan sebesar tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh investor pemegang saham. Tingkat keuntungan yang diharapkan oleh investor menjadi biaya yang harus ditanggung dan modal saham ini mempunyai sifat campuran antar hutang dan saham biasa.
c. Biaya Saham Biasa atau Biaya Sendiri (Equitas). Equitas adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh dana dengan menjual saham biasa dan menggunakan laba ditahan untuk investasi. Perusahaan dapat membagikan laba setelah pajak yang diperoleh sebagai dividen atau menahannya dalam bentuk laba ditahan kemudian digunakan investasi kembali dan diperhitungkan biaya pada modalnya.

2. Biaya Keseluruhan
Biaya yang diperhitungkan seluruh biaya atas modal yang digunakan oleh perusahaan. Mempunyai konsep secara keseluruhan (overall cost of capital) manfaatnya dalam penilaiannya jangka panjang. Contohnya dalam menentukan proyek bagi investasi yang diambil bisa ditentukan dengan membandingkan dari besar modal yang dikeluarkan.

Jika perusahaan menggunakan beberapa sumber modal maka biaya modal yang dihitung adalah biaya modal rata-rata tertimbang dari seluruh modal yang digunakan atau bisa disebut dengan WACC (weighted average cost of capital). Faktor mempengaruhi WACC di antaranya,
a. Kondisi pasar.
b. Struktur modal pada perusahaan.
c. Adanya kebijakan investasi dari perusahaan dengan proyek yang resiko umunya memiliki WACC lebih tinggi.

D. Cara Menghitung Biaya Modal (Cost of Capital)
Untuk menghitung biaya modal rata-rata tertimbang, Anda harus terlebih dahulu menghitung biaya utang dan biaya ekuitas. Biaya utang dan biaya ekuitas dapat diwakili oleh rumus berikut:
1. Temukan biaya hutang
Biaya hutang mengacu pada tingkat bunga perusahaan yang mereka bayar untuk hutang apapun, seperti hipotek dan obligasi. Biaya utang harus dihitung setelah tarif pajak marjinal. Beban bunga mewakili bunga yang dibayarkan atas utang bisnis saat ini, dan T mewakili tarif pajak marjinal perusahaan.
Rumus: biaya utang = total utang / beban bunga × (1 – T)

2. Temukan biaya ekuitas
Biaya ekuitas mengacu pada pengembalian yang dibutuhkan perusahaan untuk menentukan apakah persyaratan pengembalian modal terpenuhi dalam suatu investasi. Biaya ekuitas bisnis juga mewakili jumlah permintaan pasar dalam pertukaran untuk memiliki aset dan karena itu menahan risiko kepemilikan.

Rf mengacu pada tingkat pengembalian bebas risiko, dan Rm mengacu pada tingkat pengembalian pasar. β atau beta, memungkinkan kepekaan terhadap pergerakan di pasar. Biaya ekuitas hanya dapat didekati dengan model aset modal di bawah ini:
Rumus: CAPM (biaya ekuitas) = Rf + (Rm – Rf)

3. Temukan biaya modal rata-rata tertimbang
Biaya modal bisnis didasarkan pada rata-rata tertimbang dari biaya utang dan biaya ekuitas.
Rumus: WACC (Biaya modal rata rata tertimbang)= (E / V x Re) + ((D / V) x Rd) x 1 – Tc

Dalam rumus ini:
• E mengacu pada nilai pasar ekuitas perusahaan
• D mengacu pada nilai pasar utang perusahaan firm
• V adalah jumlah dari E dan DRe mengacu pada biaya ekuitas
• Rd mengacu pada biaya hutang
• Tc mengacu pada tarif pajak penghasilan

Jika hutang setelah pajak sudah dipertimbangkan, maka Anda dapat meninggalkan bagian terakhir dari rumus (1 – Tc). Misalnya, pertimbangkan bisnis dengan struktur modal yang terdiri dari 60% ekuitas dan 40% utang. Biaya ekuitas mereka adalah 10%, dan biaya utang setelah pajak adalah 8%.
Biaya modal rata-rata tertimbang akan menjadi:
(0,6 × 10%) + (0,4 × 8%) = 13,7%
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Biaya Modal, Fungsi, Jenis, dan Cara Menghitungnya"