Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Acid Test Ratio, Batasan, dan Rumusnya

Pengertian Acid Test Ratio, Batasan, dan Rumusnya


A. Pengertian Acid Test Ratio

Acid test rasio (rasio cepat) adalah rasio likuiditas yang mengukur seberapa cukup aset jangka pendek perusahaan untuk menutupi kewajiban lancarnya. Dengan kata lain, acid test ratio adalah ukuran seberapa baik perusahaan dapat memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek (saat ini).

Acid test ratio digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban lancarnya tanpa bergantung pada penjualan persediaan atau memperoleh pembiayaan tambahan. Semakin tinggi rasionya, semakin baik likuiditas dan kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Namun, rasio cepat yang sangat tinggi (misalnya, rasio 10) tidak dianggap menguntungkan, karena dapat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kelebihan uang tunai atau kas yang tidak digunakan dengan bijak untuk mengembangkan bisnisnya. Rasio yang sangat tinggi juga dapat menunjukkan bahwa piutang perusahaan terlalu tinggi – dan itu mungkin mengindikasikan masalah penagihan.

Angka acid test ratio yang optimal untuk perusahaan tertentu bergantung pada industri dan pasar tempat perusahaan beroperasi, sifat pasti dari bisnis perusahaan, dan stabilitas keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Misalnya, acid test ratio yang relatif rendah kurang berpengaruh untuk bisnis mapan dengan pendapatan kontrak jangka panjang, atau untuk bisnis dengan kredit yang sangat solid, sehingga dapat dengan mudah mengakses pembiayaan jangka pendek jika diperlukan.

B. Batasan Acid Test Ratio
Seperti hampir semua metrik keuangan, ada sejumlah keterbatasan dan potensi kerugian untuk menggunakan rasio cepat di antaranya,
1. Acid test ratio saja tidak cukup untuk menentukan posisi likuiditas perusahaan. Rasio likuiditas lainnya seperti rasio lancar atau rasio arus kas biasanya digunakan bersama dengan acid test ratio untuk memberikan estimasi posisi likuiditas perusahaan yang lebih lengkap dan akurat.
2. Rasio tersebut mengecualikan persediaan dari perhitungan karena persediaan umumnya tidak dianggap sebagai aset likuid. Namun, beberapa bisnis dapat dengan cepat menjual inventaris mereka dengan harga pasar yang wajar. Dalam kasus seperti itu, inventaris perusahaan memenuhi syarat sebagai aset yang dapat dengan mudah dikonversi menjadi kas
3. Rasio ini tidak memberikan informasi tentang waktu dan tingkat arus kas, yang merupakan faktor penting dalam menentukan secara akurat kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya pada saat jatuh tempo.
4. Acid test ratio mengasumsikan bahwa piutang mudah dan siap untuk ditagih, tetapi sebenarnya tidak demikian.

C. Rumus Acid Test Ratio
Menghitung acid test ratio relatif mudah. Anda hanya perlu menjumlahkan kas dan setara kas dengan aset lancar yang lebih likuid seperti investasi surat berharga (marketable securities) dan piutang usaha (accounts receivable). Anda kemudian membagi hasilnya dengan liabilitas lancar. Berikut adalah rumus acid test ratio:
Acid test ratio = (Kas dan setara kas + Surat berharga + Piutang usaha) / Liabilitas lancar

Beberapa tulisan mungkin menggunakan rumus di bawah ini:
Acid test ratio = (Aset lancar – Persediaan)/ Kewajiban lancar

Anda harus berhati-hati untuk menggunakan rumus yang terakhir. Beberapa perusahaan mungkin juga melaporkan beberapa akun yang tidak menghasilkan arus kas masuk dalam jangka pendek seperti beban dibayar di muka dan pajak dibayar di muka. Keduanya hanya mewakili manfaat masa depan tanpa melibatkan arus kas masuk.

Acid test ratio lebih konservatif dibandingkan dengan rasio lancar (current ratio) mengecualikan beberapa item kurang likuid. Tapi, itu kurang ketat dibandingkan dengan rasio kas. Dalam rasio yang terkahir, kita hanya menggunakan kas dan setara kas serta surat berharga sebagai pembilang.

D. Contoh Perhitungan
Secara sederhana dapat kita misalkan suatu perusahaan memiliki saldo kas dan setara kas sebesar Rp200.000, surat berharga sebesar Rp500.000, piutang usaha sebesar Rp800.000. Sedangkan liabilitas lancar perusahaan adalah Rp1.000.000. Maka berapa acid test perusahaan tersebut?
Jawab:
Kas dan setara kas = Rp200.000
Surat berharga = Rp500.000
Piutang usaha = Rp800.000
Liabilitas lancar = Rp1.000.000

Maka,
Acid Test Ratio = (Kas dan Setara Kas + Surat Berharga + Piutang Usaha) / Liabilitas Lancar
Acid Test Ratio = (Rp200.000 + Rp500.000 + Rp800.000) / Rp1.000.000
Acid Test Ratio = Rp1.500.000 / Rp1.000.000 = 1,5
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Acid Test Ratio, Batasan, dan Rumusnya"