Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Variable Costing, Tujuan, Kelebihan, dan Kekurangannya

Pengertian Variable Costing, Tujuan, Kelebihan, dan Kekurangannya


A. Pengertian Variable Costing

Variable costing adalah penentuan harga pokok produksi yang hanya membebankan biaya-biaya produksi variabel saja ke dalam harga pokok produk. Dengan ketentuan variable costing walaupun tidak ada produksi ataupun produksi yang dilakukan tidak mencapai yang sesuai ditetapkan, meski begitu perusahaan tetap membayar biaya atau mengeluarkan uang.

Dengan cara menentukan harga pokok produk ciri ini akan menentukan syarat apa saja yang termasuk kedalam metode variable costing di antaranya,
1. Biaya bahan baku langsung
2. Biaya tenaga kerja langsung
3. Biaya komisi
4. Biaya upah lembur
5. Biaya kebutuhan alat-alat produksi

Biaya variable biasanya dilihat tergantung pada volume produksi jika biaya variabel naik maka produksi usaha akan meningkat begitu juga jika biaya variabel menurun produksi usaha juga akan menurun, namun jika biaya tetap adalah kebalikan biaya variable dan biaya semi-variabel adalah bagian dari kedua biaya tersebut.

Penentuan harga pokok variabel atau variable costing adalah suatu konsep penentuan harga pokok yang hanya memasukkan biaya produksi variabel sebagai elemen harga pokok produk. Biaya produksi tetap dianggap sebagai biaya periode atau biaya waktu (period cost) yang langsung dibebankan kepada laba-rugi periode terjadinya dan tidak diperlakukan sebagai biaya produksi.

B. Tujuan Variable Costing
Pada saat mengambil keputusan dalam jangka pendek, adanya tujuan variable costing merupakan penentuan harga pokok produksi dengan memenuhi keinginan pihak manajemen ketika ingin mendapatkan suatu informasi. Dengan cara tersebut dapat dilihat sebagai berikut :
1. Pertama dalam segi pihak manajemen, berguna dalam mengetahui adanya kontribusi dengan menentukan besarnya laba pada rencana yang dilalui dan dianalisa sebagai hubungan cost-volume-profit dengan adanya pengambilan keputusan bagi pihak manajemen dengan jangka pendek.
2. Kedua dalam segi pihak manajemen, yaitu dapat memudahkan dan dapat mengendalikan kegiatan operasional yang sudah berjalan. Sehingga bisa menetapkan dan bertanggung jawab kepada departemen lain pada suatu perusahaan.

C. Kelebihan dan Kekurangan Variabel Costing
1. Kelebihan Variabel Costing
a. Membantu dalam mengendalikan biaya. Dengan menggunakan variabel costing, pihak manajemen bisa memisahkan biaya tetap dari laporan raba rugi sehingga pihak manajemen bisa bisa fokus pada perilaku biaya tetap ini.
b. Membantu pengambilan keputusan jangka pendek. Dengan menggunakan variabel costing, pihak manajemen bisa menentukan pengambilan keputusan, misal jika ada pesanan khusus maka harganya sudah bisa ditentukan lewat variabel costing.
c. Membantu perencanaan penentuan laba jangka pendek. Pihak manajemen memerlukan informasi mengenai biaya yang sudah dipisahkan menurut perilaku dan menurut perubahan volume produksi untuk menentukan laba jangka pendek.

2. Kekurangan Variabel Costing
a. Jarang sekali menemukan biaya benar-benar memiliki sifat variabel atau tetap, sehingga untuk menerapkan variabel costing secara penuh akan sulit dilakukan.
b. Penggunaan metode ini dianggap tidak sesuai dengan kaidah akuntansi, sehingga walaupun manajemen melakukan implementasi variabel costing untuk keperluan internal perusahaan, manajemen tetap harus membuat pelaporan keuangan laba rugi untuk keperluan eksternal.
c. Penerapan variable costing hanya cocok untuk perusahaan yang penentuan labanya berdasarkan volume penjualan, sehingga bagi perusahaan yang memiliki produk bersifat musiman tidak akan cocok, jika tetap memaksa menggunakan variable cost, maka perusahaan tersebut malah akan menderita kerugian yang besar.
d. Penerapan variabel costing membuat kesulitan dalam memisahkan antara biaya tetap dan biaya variabel.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Variable Costing, Tujuan, Kelebihan, dan Kekurangannya"