Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Revenue Stream, Fungsi, Jenis, Pengelolaan, Contoh, dan Manfaatnya

Pengertian Revenue Stream


A. Pengertian Revenue Stream

Revenue stream (aliran pendapatan) adalah berbagai sumber dari mana bisnis mendapatkan dana dari penjualan barang atau penyediaan jasa. Revenue stream berkaitan dengan dana yang dimiliki perusahaan untuk dikembangkan dikelola. Aliran dana yang dimiliki perusahaan sendiri berkaitan dengan dari mana dana itu berasal seperti produksi penjualan, investasi, penjualan aset dan lain sebagainya.

Revenue stream merupakan sebuah kegiatan transaksi yang berulang guna mendapatkan dana berkelanjutan. Sehingga kegiatan penjualan, produksi atau investasi dilakukan secara bertahan dan bersifat berkepanjangan untuk mendapatkan dana yang terus menerus juga. Singkatnya istilah ini merujuk pada kegiatan transaksi yang tidak hanya sekali dilakukan yang mana transaksinya bertujuan untuk menguntungkan keuangan perusahaan atau pelaku bisnis.

B. Fungsi Revenue Stream
Terdapat banyak fungsi dan kegunaan yang menguntungkan dengan memahami konsep Revenue Stream di antaranya,
1. Mendapatkan Investor
Fungsi pertama ketika memahami konsep pentingnya mendapatkan aliran dana bagi perusahaan atau bisnis adalah bisa mendapatkan investor. Melakukan pengelolaan yang baik pada bisnis tentu saja akan membuat bisnis atau perusahaan yang dikelola akan maju bukan. Nah kemajuan inilah yang kemudian jelas bisa merangsang investor menanamkan modal tambahan pada bisnis atau perusahaan yang ada.

2. Menjalankan Bisnis dengan Aman
Dengan memahami konsep aliran dana yang baik dan benar maka jalannya bisnis bisa aman dan berkelanjutan. Hal ini dikarenakan pelaku bisnis atau pengelola perusahaan tidak akan gegabah dalam menentukan sikap kerja. Termasuk misalnya soal penjualan aset, penyewaan aset, pemberian lisensi atau tindakan lainnya guna mendapatkan aliran dana.

3. Bisa Menjadi Strategi Bisnis
Konsep sederhana dari aliran dana ini sendiri jika dipahami fungsinya bisa menjadi strategi bisnis yang baik. Hal ini dibuktikan dengan tujuan dasar aliran dana adalah mendapatkan sumber dana berkelanjutan guna meneruskan gejolak bisnis yang ada. Rangsangan mendapatkan dana inilah yang dianggap mampu mendorong berbagai divisi menyusun strategi bisnis yang tepat dengan memperhatikan aset yang ada.

4. Menjadikan Pelaku Bisnis Fokus Pada Apa yang Dilakoninya
Dengan mantap mencari aliran dana yang berkelanjutan maka bisa dipastikan pebisnis bisa lebih fokus pada apa yang dilakoninya. Tujuan dan arah strateginya akan bulat ditujukan demi keuntungan bisnis serta perusahaan bersama.

5. Mendapatkan Omset dan Profit yang Jelas
Menentukan langkah dan sikap guna mendapatkan aliran dana yang berkelanjutan jelas bisa membuat pebisnis mendapatkan omset yang jelas. Misalnya saja memiliki investasi berbagai gedung maka gedung-gedung tersebut bisa disewakan dengan tujuan mendapatkan aliran dana yang jelas.

C. Jenis Revenue Stream
Jenis dari aliran dana ini jika dilihat dari bisnis modelnya di antaranya,
1. Transaction Revenues
Untuk jenis revenues stream yang pertama jika dilihat dari bisnis modelnya adalah Transaction Revenues. Transaction Revenues ini sendiri merujuk pada kegiatan mendapatkan aliran dana dengan menggunakan sistem transaksi dalam sekali pembayaran oleh pelanggan. Pada jenis transaksi ini perusahaan atau pelaku bisnis bisa mendapatkan dana langsung dari konsumen setelah menjual jasa, aset atau layanan.

2. Recurring Revenues
Kemudian untuk jenis pendapatan aliran dana lainnya datang dari Recurring Revenues yang merupakan kebalikan dari Transaction Revenues. Di mana untuk transaksi ini sendiri melibatkan transaksi berkelanjutan dan tidak dilakukan sekali pembayaran oleh pelanggan. Contoh konkritnya seperti perusahaan memberikan layanan kredit atas barang tertentu pada pelanggan atau menyewakan layanan hingga aset yang ada.

D. Pengelolaan Revenue Stream
Tentunya untuk memastikan revenue stream yang berjalan dengan baik, dibutuhkan strategi pengelolaan yang tepat. Sehingga nantinya pendapatan yang dibutuhkan perusahaan atau bisnis dapat diperoleh secara maksimal. Adapun supaya hal ini berhasil dengan baik, berikut ini beberapa langkah untuk melakukan pengelolaan revenue stream secara optimal.
1. Pengelolaan Aset
Hal terpenting pertama yang harus dilakukan yaitu melakukan manajemen pengelolaan aset yang dimiliki. Tentunya dalam hal ini yaitu aset-aset yang bermanfaat untuk mendatangkan pendapatan bagi bisnis dan usaha. Sebaiknya lakukan sistem kelola yang baik dan memadai. Termasuk melakukan pemeliharaan serta perawatan yang tepat, sehingga tidak terjadi hal yang membuat aset rusak atau tidak dapat digunakan kembali.

Dengan mengelola aset secara tepat, tentunya pemasukan yang didapat secara berkala dapat berjalan lancar. Sehingga keseimbangan perolehan pendapatan dari aset tersebut tidak mengalami gangguan untuk jangka waktu yang ditentukan.

2. Pengelolaan Sumber Daya
Selain mengelola aset, terutama dalam hal di atas yaitu aset fisik, diperlukan juga pengelolaan terhadap aset berupa sumber daya pada perusahaan. Hal ini dimaksudkan yaitu pengelolaan dan manajemen karyawan secara optimal. Sehingga nantinya dengan adanya sumber daya yang maksimal, maka bisa membantu memastikan pendapatan yang juga optimal bagi perusahaan.

Tentu saja mengelola sumber daya sering kali jauh lebih sulit daripada pengelolaan aset fisik. Terutama dalam hal pengembangan wawasan, mempertahankan karyawan, serta pemenuhan kesejahteraan yang sesuai. Maka dari itu ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan jika berbicara tentang pengelolaan sumber daya tersebut. Termasuk distribusi beban kerja yang tepat supaya dapat mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan sepenuhnya.

3. Pencatatan Pendapatan
Untuk memastikan pengelolaan revenue stream yang baik, dibutuhkan sistem pencatatan dan pengelolaan yang sesuai. Maka dari itu pertimbangkan penggunaan sistem yang otomatis dan mudah untuk memastikan seluruh pendapatan yang diterima perusahaan tercatat dengan baik. Karena sangat memungkinkan bahwa seluruh pendapatan yang diperoleh dalam perusahaan mengalami masalah seperti misalnya pencatatan yang tidak optimal. Sehingga berisiko mendatangkan kecurangan dalam keuangan perusahaan.

Maka dari itu dibutuhkan sistem yang paling sesuai dengan jenis dan tipe usaha yang dijalankan. Supaya meminimalkan risiko pencatatan revenue yang tidak optimal tadi. Gunakan sistem yang baik dan sudah terencana dengan tepat. Sebisa mungkin pilih sistem yang memiliki review serta hasil yang pasti dan meyakinkan. Supaya hal ini juga dapat mempermudah perusahaan dalam melakukan pencatatan hingga pengelolaan secara terpadu pada pendapatan seutuhnya.

E. Contoh Penerapan Revenue Stream
Contoh dari penerapan kegiatan aliran dana ini sendiri di antaranya,
1. Investasi Modal Pada Aset Lain
Contoh penerapan dari pendapatan aliran dana pada dunia bisnis yang pertama adalah melakukan investasi pada aset lain. Perusahaan pemilik modal jelas bisa melakukan investasi pada berbagai lini aset sesuai yang diinginkan meski tidak sejalan dengan bisnisnya. Misal perusahaan tambang batu bara memiliki modal besar dan menginginkan aliran dana tambahan, maka mereka menggelontorkan dana investasi ke aset pariwisata.

2. Melakukan Penyewaan Aset
Selain melakukan investasi modal pada aset lain. Contoh penerapan dari aliran dana dalam bisnis adalah melakukan penyewaan aset. Seperti misal memiliki banyak gedung, gudang, kendaraan operasional berlebih. Maka aset barang tersebut bisa disewakan guna mendapatkan dana tambahan untuk diputarkan kembali.

3. Menjual Barang atau Aset yang Dimiliki
Contoh lainnya dari penerapan cara mendapatkan aliran dana lainnya selain investasi dan sewa adalah menjual aset. Penjualan aset ini sendiri bisa dilakukan dengan berbagai alasan, mulai dari kolaps dana, penggantian aset dan lain sebagainya. Jadi sah-sah saja pebisnis atau perusahaan menjual aset pribadinya guna mendapatkan aliran dana tambahan.

4. Menjual Penggunaan Layanan Pada Konsumen
Adapun contoh lainnya dari cara mendapatkan aliran dana adalah dengan menjual layanan suatu konsumen. Di Indonesia sendiri hal ini sudah tidak asing ditemui, di antaranya Aplikasi Gojek, Shopee Lazada atau lainnya. Itu merupakan bentuk revenues stream dengan model pelayanan konsumen.

5. Membuka Cabang Atau Mitra
Contoh terakhir dari penerapan pendapatan aliran dana adalah membuka cabang atau mitra. Misalnya saja sudah memiliki perusahaan di negara X, maka bisa membuka mitra pada negara Y atau Z. Hal ini bertujuan untuk menambah aliran dana yang ada dan mengembangkan bisnis pastinya.

F. Manfaat Revenue Stream
1. Pendapatan adalah Key Performance Indicator (KPI) untuk semua bisnis
Sebagai seorang analis keuangan, menganalisis kinerja perusahaan dalam hal pendapatan selalu menjadi salah satu tugas penting. Oleh karena itu, seorang analis harus mampu mengenali aliran pendapatan atau revenue stream yang berbeda dari mana perusahaan menghasilkan kas dan menginterpretasikan angka pendapatan pada laporan keuangan.

Ketika seorang analis keuangan melihat laporan keuangan, angka pendapatan mencerminkan jumlah yang diakui oleh perusahaan saat barang dijual atau jasa diberikan, terlepas dari apakah kas diterima pada saat itu.

2. Memprediksi kinerja berbeda di antara aliran pendapatan yang berbeda
Dari empat aliran pendapatan operasional yang dibahas di atas, pendapatan berulang adalah pendapatan yang paling dapat diprediksi untuk bisnis karena diharapkan arus masuk kas tetap konsisten dengan basis pelanggan yang stabil.

Sebaliknya, pendapatan berdasarkan penggunaan atau pendapatan layanan berfluktuasi dengan permintaan pelanggan dan lebih sulit untuk diramalkan. Musim tertentu juga sering menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap variabilitas dalam penjualan barang dan jasa.

Pendapatan proyek adalah aliran pendapatan yang paling tidak stabil dan berisiko dari keempat pendapatan operasional karena sebagian besar bergantung pada hubungan pelanggan. Oleh karena itu, bisnis perlu menginvestasikan banyak waktu dalam mengelola hubungan mereka untuk mempertahankan sumber pendapatan ini.

Memahami aliran pendapatan memungkinkan seorang analis keuangan menyadari pola arus kas masuk, dan karena itu dapat dengan cepat mengamati pergerakan yang tidak biasa atau perubahan tren pendapatan, dan mengidentifikasi penyebabnya. Ini adalah saat seorang analis melakukan analisis keuangan dan memberikan penjelasan yang berarti untuk varians.

3. Model peramalan yang berbeda diperlukan untuk model pendapatan yang berbeda
Bergantung pada jenis model pendapatan yang digunakan perusahaan, seorang analis keuangan mengembangkan model peramalan yang berbeda dan menjalankan prosedur yang berbeda untuk memperoleh informasi yang diperlukan saat melakukan peramalan keuangan. Untuk perusahaan dengan revenue stream berulang, model perkiraan harus memiliki struktur yang seragam dan pola yang sama dalam prediksi pendapatan.

Untuk aliran pendapatan berbasis proyek, penting bagi seorang analis untuk melacak peluang proyek terbaru dan terus memodifikasi model perkiraan untuk menghasilkan perkiraan yang akurat. Model perkiraan mungkin terlihat sangat berbeda setiap bulan, karena pembaruan proyek yang terus-menerus berlangsung dan dimasukkannya berbagai faktor risiko.

4. Membantu memperkirakan penjualan
Membantu memahami sifat pendapatan karena revenue stream dapat diprediksi. Lebih lanjut memungkinkan bisnis untuk memperkirakan penjualan dan pendapatan yang diperoleh melalui aliran yang tepat.

5. Membantu memahami bagaimana kinerja sumber perolehan pendapatan
Menganalisis revenue stream dapat memberi bisnis wawasan yang berharga tentang bagaimana aliran pendapatan berkinerja dan apakah aliran itu menguntungkan untuk bisnis. Di sini, merupakan bagian integral untuk menganalisis penetapan harga dan proyeksi siklus hidupnya secara menyeluruh.

6. Membantu mempersiapkan strategi
Aliran pendapatan memungkinkan bisnis untuk menganalisis pendapatan mereka ke depannya dan karenanya bisnis mampu mempersiapkan strategi untuk memastikan pertumbuhan pendapatan yang dihasilkan.

7. Membantu melacak pergerakan dan tren yang tidak biasa
Menganalisis aliran pendapatan memungkinkan analis keuangan untuk mengetahui pola yang terlihat dalam arus kas masuk. Lebih lanjut, ini memungkinkan mereka untuk mencatat pergerakan yang tidak biasa dan perubahan tren pendapatan dan mengidentifikasi penyebab di balik hal yang sama.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Revenue Stream, Fungsi, Jenis, Pengelolaan, Contoh, dan Manfaatnya"