Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Market Size, Jenis, Metode, Cara, Penerapan, dan Manfaatnya

Pengertian Market Size, Jenis, Metode, Cara, Penerapan, dan Manfaatnya


A. Pengertian Market Size

Market size adalah jumlah total dari seluruh penjualan dan pelanggan yang bisa dilihat secara langsung oleh para stakeholder. Market size dapat digunakan perusahaan untuk menentukan potensi pasar dan bisnis mereka ke depannya.

Market size juga bisa membantu perusahaan untuk melihat keberhasilan investasi mereka selama beberapa tahun terakhir. Jika angka keuntungan investasi mereka tidak stabil, perusahaan bisa menunda peluncuran produk atau proyek-proyek lainnya yang akan menghabiskan biaya besar.

Market size seringkali dikaitkan dengan pangsa pasar. Kedua aspek tersebut mampu memperlihatkan angka penjualan dan pelanggan pada perusahaan.

B. Jenis Market Size
Market size dapat bervariasi, tergantung demand dan supply. Berikut jenis-jenis market size di antaranya,
1. Ceruk Pasar. Ceruk pasar yaitu market size yang terdiri dari beberapa konsumen potensial dalam jumlah kecil. Pelaku ceruk pasar memberikan layanan yang unik dan memberi harga lebih tinggi atau premium.
2. Pasar Massal. Pasar massal ini terdiri dari konsumen potensial dalam jumlah besar. Produk yang diluncurkan di pasar massal relatif lebih umum. Hal ini berbeda dengan ceruk pasar, di mana barang-barangnya cenderung lebih unik.

Produk yang ditawarkan bertujuan pemenuhan keinginan dan kebutuhan pelanggan. Produk yang ditawarkan relatif "standar" dan keuntungan dari tiap unitnya kecil. Walaupun begitu, perusahaan dapat mengakali dengan memproduksi dalam jumlah besar, sehingga profit yang diperoleh juga tinggi.

C. Metode Menentukan Market Size
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menerapkan market size adalah suatu prioritas yang harus dilakukan oleh perusahaan. Walaupun begitu, terdapat beberapa strategi yang harus diterapkan oleh perusahaan ketika mereka sedang menentukan market size nya masing-masing.

Strategi ini mampu membantu perusahaan dalam melihat estimasi total pendapatan mereka dalam setiap sisi bisnis, seperti dari sisi penjualan atau sisi perilisan produk baru. Selain itu, market sizing juga bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan perusahaan dalam menerapkan strategi pemasaran baru yang mampu melancarkan keperluan bisnis mereka.

Di dalamnya terdapat dua metode market size yang bisa dipilih oleh perusahaan di antaranya,
1. Top-Down Analysis
Metode market sizing pertama yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam menentukan market size adalah top-down analysis. Sebenarnya, metode ini seringkali dianggap oleh para pakar sebagai salah satu metode yang memiliki risiko besar dan juga cukup optimis.

Metode ini akan mendorong manajemen perusahaan untuk menentukan pasar yang sesuai dengan produk ataupun jasa layanan mereka. Setelahnya, para analis dari tim business intelligence akan melakukan perhitungan terkait estimasi pendapatan yang bisa diperoleh perusahaan di dalam pasar tersebut.

Walaupun terdengar kurang realistis dan hanya berdasarkan intuisi, pihak perusahaan bisa meminimalisir risiko dengan mencermati berbagai kelebihan dan juga kekurangan pasar yang menjadi target utama mereka. Berbagai data yang diperlukan untuk melakukan metode ini di antaranya,
a. Seluruh nilai permintaan pasar untuk produk atau jasa atau yang biasa disebut dengan total available market
b. Segmen pasar yang menjadi target yang berada dalam jangkauan geografis perusahaan.
c. Segmen pasar yang bisa dilayani oleh perusahaan.

2. Bottom-Up Analysis
Metode market size selanjutnya yang bisa digunakan untuk bisa menetapkan market size adalah bottom-up analysis. Metode ini akan memerlukan waktu yang sangat lama. Karena perusahaan harus melakukan riset pasar secara mendalam dan tidak mengandalkan berbagai prediksi dan juga tren yang terjadi di pasar.

Tapi, hasil yang diperoleh akan lebih realistis dengan adanya penelitian terhadap potensi profit dan juga kerugian bisnis yang lebih akurat. Beberapa data yang diperlukan untuk menggunakan metode ini di antaranya,
• MS = market share dari konsumen potensial
• N = total konsumen potensial
• P = rata-rata harga jual
• Q = rata-rata konsumsi produk/pembelian produk dalam setahun

Maka, rumus dalam menghitung market size adalah N x MS x P x Q

D. Cara Menghitung Market Size
Terdapat beberapa cara spesifik yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk menghitung market size di antaranya,
1. Carilah data yang terkait dengan jumlah total pelanggan potensial. Setelahnya, Anda harus bisa membuat perkiraan terkait tingkatan penetrasinya. Karena walaupun banyak orang yang memerlukan atau menginginkan produk Anda, belum tentu semuanya memiliki daya beli yang sama.
2. Pelanggan potensial yang digunakan sebelumnya harus spesifik. Contohnya untuk usia 20 sampai dengan usia 50 tahun. Dari jumlah total pelanggan total, contohnya 100 orang, maka diketahui hanya 80 orang saja yang mampu membelinya, dan 20 orang sisanya mempunyai daya beli yang rendah dan kemungkinan tidak akan membelinya.
3. Jika masa pakai barang ataupun produk tersebut adalah dua bulan, maka setiap orang akan berasumsi bahwa pembelian produk bisa dilakukan setiap dua bulan sekali. Sehingga berdasarkan data tersebut, kita bisa mengetahui bahwa volume penjualan yang bisa terjadi dalam satu tahun adalah 600 unit.
4. Terakhir, Anda harus bisa mengasumsikan bahwa setiap perusahaan menerapkan harga jual sebesar 50 rupiah per unitnya, sehingga bisa kita ketahui bahwa nilai pasar pada produk tersebut adalah 30 ribu rupiah.

Ketika melakukan perhitungan pasar, umumnya banyak perusahaan yang mengkategorikan penjelasan pasar sebagai berikut di antaranya,
1. Potential Market. Pasar potensial adalah pasar yang di dalamnya terdiri dari sekelompok orang ingin memperoleh suatu produk. Sebagian dari kelompok ini memiliki kemampuan untuk membayar, sementara yang lainnya tidak memiliki kemampuan untuk membayar.
2. Available Market. Dalam hal ini, seseorang mempunyai keinginan untuk membeli dan juga menggunakan suatu produk dan dia juga mempunyai uang yang cukup untuk membeli produk Anda. Itu artinya, konsumen ini mempunyai tingkat permintaan yang sangat efektif.
3. Qualified Available Market. Pasar ini terdiri dari beberapa orang yang memiliki tingkat permintaan yang efektif dan peraturan hukum pun memberikan izin untuk membeli dan menggunakan produk dari perusahaan tersebut.
4. Target Market. Pasar sasaran adalah pasar yang tersedia yang memang sudah memenuhi syarat pelayanan dari perusahaan.
5. Penetrated Market. Terakhir, pasar terpenetrasi adalah pasar yang terdiri dari sekelompok individu yang sudah membeli dan atau menggunakan suatu jenis produk.

E. Menerapkan Perhitungan Market Size
Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat menerapkan market size di antaranya,
1. Banyak Bertanya. Market size bisa diukur dan juga ditentukan dengan cara banyak bertanya pada beberapa pihak yang memang lebih mengerti terkait bisnis ataupun usaha. Seperti pihak pemasok, penyalur, dan pihak lainnya. Untuk itu, Anda harus banyak bertanya pada mereka.
2. Percaya Diri. Akan ada banyak sekali hal yang tidak bisa diprediksi dalam berbisnis. Untuk itu, Anda harus bisa menampilkan hasil gambar Anda dengan mengenai market size secara penuh percaya diri. Anda bisa menyatakan semua hasil perkiraan Anda secara lengkap dengan cara menghitung yang sudah Anda lakukan sampai diperoleh suatu gambaran yang jelas terkait bisnis Anda.
3. Menyimpan Data. Tanpa Anda sadari, nantinya akan ada banyak sekali data yang bisa Anda dapatkan demi memperoleh market size. Untuk itu, simpanlah seluruh data tersebut dengan rapi sampai seluruh data tersebut bisa dijadikan dokumentasi yang baik. Bila memang seluruh data tersebut sudah disimpan dan didokumentasikan atau diarsipkan, maka suatu hari nanti Anda bisa melihatnya lagi untuk mempelajari setiap kondisinya.

F. Manfaat Market Size
Pentingnya market size atau ukuran pasar di antaranya,
1. Berkaitan dengan Pemasukan dan Skala Ekonomi
Ukuran pasar akan berkaitan dengan pemasukan dan skala ekonomi perusahaan. Dengan ukuran pasar yang besar, potensi penjualan akan bertambah. Keuntungan akan berlipat. Dengan demikian, market size turut memengaruhi penurunan biaya rata-rata dan dapat menambah profit.

2. Menghitung Pangsa Pasar
Cara menghitung pangsa pasar yaitu dengan menyandingkan total market size dengan penjualan perusahaan. Misalnya demand pelanggan untuk suatu jenis produk adalah 1.000 unit. Sebanyak 500 di antaranya merupakan hasil produksi perusahaan A. Dapat dikatakan perusahaan A menguasai pangsa pasar sebesar 50 persen.

Kegunaan pangsa pasar adalah untuk mengetahui kekuatan dominasi suatu perusahaan. Dengan begitu, dapat diketahui efektif tidaknya strategi bisnis perusahaan. Selain itu, dapat diketahui preferensi konsumen mengenai produk perusahaan apabila dibandingkan dengan produk serupa dari perusahaan lain.

Apabila pangsa pasar luas, maka perusahaan lebih mungkin dapat memengaruhi pasar. Skala ekonomi yang lebih tinggi bisa didapatkan perusahaan. Perusahaan dengan pangsa pasar yang lebih luas dapat disebut pemimpin pasar. Pasalnya perusahaan tersebut dapat menurunkan biaya rata-rata, memproduksi lebih banyak output, menjual lebih banyak, dan mendapatkan pemasukan lebih banyak.

3. Mengukur Tingkat Pengembalian
Ketika perusahaan memasuki pasar yang baru, akan dilihat seberapa besar market size-nya. Tujuannya yaitu agar perusahaan mendapat informasi pengembalian investasi. Market size juga berpengaruh kepada pemasukan potensial dan profit. Perusahaan kemungkinan akan memutuskan mundur dari pasar jika ternyata biaya untuk masuk lebih besar dibandingkan tingkat pendapatan potensialnya.

Perusahaan dapat memutuskan untuk masuk atau mundur dari pasar dengan memperhitungkan pertumbuhan serta ukuran potensial pasar. Faktor yang dapat memengaruhi yaitu perubahan pada selera pelanggan, kebutuhan pelanggan, penambahan kemampuan beli, serta produksi.

Pasar yang menarik untuk dimasuki adalah pasar yang masih bertumbuh dan memiliki ukuran potensial yang besar. Perusahaan juga harus bisa memperoleh pendapatan tanpa merebut konsumen milik kompetitor.

4. Berpengaruh ke Kompetisi
Kompetisi ini biasanya terjadi pada pasar massal. Sebabnya pasar massal lebih potensial dalam memberikan keuntungan dan skala ekonomi. Oleh karena itu, banyak yang berminat masuk ke pasar massal. Di lain sisi, persaingan di ceruk pasar lebih kecil karena sedikit perusahaan yang mau masuk. Dengan demikian penjualan lebih sedikit dan skala ekonomi lebih kecil.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Market Size, Jenis, Metode, Cara, Penerapan, dan Manfaatnya"