Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Mark Up Pricing, Cara, Kelebihan, dan Kekurangannya

Pengertian Mark Up Pricing, Cara, Kelebihan, dan Kekurangannya


A. Pengertian Mark Up Pricing

Mark up pricing adalah sebuah peningkatan harga yang ditambahkan pada biaya dari sebuah produk untuk menghasilkan harga jual yang baru. Markup dapat menyebabkan margin menjadi naik. Margin merupakan tingkat keuntungan awal yang diperoleh dari barang atau jasa yang akan ditawarkan dalam satuan persen.

Mark up merupakan salah satu metode penentuan harga yang dianggap paling simpel dan paling banyak diterapkan. Metode ini adalah penentuan harga yang ditetapkan dengan tujuan tersendiri, yakni untuk menutup biaya tidak langsung serta laba rugi perusahaan.

Mark up mengacu pada perbedaan antara harga jual barang atau jasa dan biayanya. Ini dinyatakan sebagai persentase di atas biaya. Dengan kata lain, itu adalah harga tambahan di atas total biaya barang atau jasa yang memberi penjual keuntungan.
Rumus Mark Up produk = Harga Jual = Harga Beli Produk + Mark Up.

Contoh :
Anda akan menjual sebuah jam tangan, modal atau harga beli yang Anda keluarkan adalah Rp. 2.000.000.
Untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan Anda harus melakukan Mark Up ketika ingin menjual jam tersebut.
Jadi, Harga jual = Rp. 2.000.000 + Rp. 500.000 (Mark Up) = Rp. 2.500.000.

B. Cara Sebelum Menerapkan Mark Up
Sama seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa sebelum menentukan harga dalam setiap bisnis harus mempertimbangkan beberapa faktor. Karena banyak yang menganggap mark up sebagai sebuah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk menambah keuntungan.
1. Perhatikan Target Penjualan dan Target Pengembangan
Dengan memperhatikan target penjualan yang merupakan salah satu hal penting dan menjadi sebuah acuan. Karena dapat mengetahui berapa lama barang tersebut berada di toko. Selain itu, target pengembangan juga perlu diperhatikan agar bisnis yang dijalani bisa berjalan dengan baik dan mendapat keuntungan.

2. Perhatikan Biaya Operasional
Berbagai jenis peritel memang membutuhkan biaya-biaya operasional. Di mana biaya-biaya operasional dapat dilihat pada biaya transportasi, komunikasi, dan juga pengemasan. Hal tersebut memang perlu untuk dipertimbangkan sebelum menentukan harga sebuah barang. Sehingga nantinya tidak mengalami kerugian.

3. Target Pengembangan
Pengembangan sangat diperlukan di dalam sebuah bisnis. Dengan syarat target pengembangan itu juga harus sudah menjadi perhitungan supaya keuntungan yang akan kita dapatkan juga akan berpengaruh kepada upaya pengembangan bisnis yang kita lakukan.

C. Kelebihan dan Kekurangan Mark Up Pricing
1. Kelebihan
a. Mudah dan cepat. Saat menggunakan strategi cost plus pricing, Anda tak perlu kebingungan. Rumus dan langkah penggunaannya juga cepat. Hal ini sudah sempat Glints singgung di atas. Anda juga tak perlu melakukan analisis kompetitor. Sebab, perhitungan harga tidak melibatkan hal ini.
b. Ada alasan untuk kenaikan harga. Misalnya, harga bahan baku naik. Anda sampai harus menambah harga jual agar tetap bisa punya untung. Ketika ditanya pelanggan soal ini, Anda tentu bisa menjelaskan alasannya dengan mudah. Anda tidak sedang mencari laba lebih besar, tetapi memang dituntut oleh keadaan.

2. Kekurangan
a. Tidak memperhitungkan nilai produk
Meski harganya mahal, HP dari Apple tak pernah sepi peminat. Ini bisa terjadi karena mereka menawarkan nilai lebih. Produk iPhone punya nilai prestisius tersendiri. Terlebih lagi, gadget ini terkenal aman dan punya kamera berkualitas.

Nilai-nilai ini tentu tak bisa dijual jika menggunakan cost plus pricing. Sebab, Anda hanya memperhitungkan laba saja. Inilah alasan di balik kurang tepatnya cost plus pricing di industri SaaS. Sebab, dalam industri ini, barang yang dijual punya nilai lebih besar dari biaya produksinya. Di sisi lain, industri retail sering kali menggunakannya.

b. Tak ada jaminan balik modal
Misalnya pada contoh penjualan nasi goreng, Anda membuat 100 porsi nasi goreng dalam sehari. Jumlah ini tentu tak tetap. Ia hanyalah prediksi yang tak bisa dijamin siapa pun. Bagaimana kalau jumlah yang laku hanya 1-5 porsi dalam sehari? Jangankan laba, total cost saja tak bisa tercapai. Kalau sudah begini, Anda bisa merugi, bukannya mendapat untung. Ini adalah salah satu kekurangan dari mark up pricing.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Mark Up Pricing, Cara, Kelebihan, dan Kekurangannya"