Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Employee Turnover Rate, Penyebab, Dampak, Cara Menghitung, dan Menurunkannya

Pengertian Employee Turnover Rate, Penyebab, Dampak, Cara Menghitung, dan Menurunkannya


A. Pengertian Employee Turnover Rate

Employee turnover rate adalah persentase karyawan yang keluar dari sebuah perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi turnover rate. Bisa saja perusahaan sedang mengalami kesulitan finansial, lalu terpaksa menjalankan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara berkala.

Tak hanya itu, mereka yang keluar karena dipecat atau mungkin keinginan sendiri juga masuk ke dalam persentase tersebut. Orang-orang yang tidak termasuk adalah mereka yang sedang dikenakan furlough (dirumahkan untuk sementara), sedang izin, atau pindah jabatan dan divisi.

Meskipun banyak alasannya, secara umum, semakin tinggi employee turnover rate, pertanda ada yang kurang baik dengan perusahaan tersebut.

B. Penyebab Employee Turnover Rate
Umumnya penyebab employee turnover tinggi dikarenakan tindakan HRD dan perusahaan yang kurang sesuai dalam pengelolaan karyawan. Berikut beberapa penyebab employee turnover tinggi di antaranya,  
1. Pemimpin yang Buruk
Karyawan bisa tidak nyaman bekerja di perusahaan jika memiliki atasan yang buruk. Salah satu ciri atasan yang buruk adalah tidak mau mendengar pendapat bawahan. Jika pendapat saja sudah tak didengar, maka karyawan merasa tidak dihargai keberadaannya. Jadi, manajer dan atasan harus berlaku adil dan baik kepada seluruh karyawan.
 
2. Konflik Antar Karyawan
Selain atasan yang buruk, alasan lain mengapa karyawan banyak yang mengajukan resign adalah konflik antar karyawan. Umumnya konflik bisa terjadi karena miskomunikasi, perbedaan pendapat, gaya kerja yang tidak sesuai, dan lainnya. HRD harus mendeteksi dengan cepat segala pertikaian yang ada dan menyelesaikannya agar tidak meluas.
 
3. Pengelolaan Karyawan yang Kurang Maksimal
Bagaimana bisa pengelolaan karyawan yang kurang baik membuat karyawan tidak nyaman? Jawabannya sederhana, pengelolaan yang kurang maksimal membuat karyawan tidak mendapatkan haknya dengan tepat. Contohnya, proses reimbursement manual berjalan lama dan karyawan harus menunggu untuk mendapatkan pencairan dana.
 
4. Kurangnya Peluang dan Jenjang Karier
Minimnya jenjang karier adalah faktor lain mengapa banyak karyawan mengundurkan diri. Jika karyawan merasa terjebak dalam pekerjaan, mereka akan mencari posisi yang lebih baik.

Karyawan juga lebih memilih perusahaan dengan program pelatihan karier yang memungkinkan mereka menambah keterampilan baru dan membangun resume mereka. Kesempatan pelatihan juga dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menangani tugas pekerjaan mereka saat ini.

C. Dampak Employee Turnover Rate
Semakin tinggi turnover rate akan berdampak cukup buruk bagi perusahaan di antaranya,
1. Membutuhkan biaya tinggi yang tidak diperlukan
Perusahaan dengan turnover rate tinggi biasanya terpaksa mengeluarkan biaya-biaya yang sebenarnya tidak diperlukan. Pasalnya, semakin banyak orang yang keluar, semakin banyak pula orang baru yang harus direkrut oleh perusahaan. Hal tersebut berarti mengalokasikan biaya lagi untuk wawancara, mengecek referensi kerja yang diberikan, dan kebutuhan lainnya.

2. Menurunkan produktivitas
Tak hanya meningkatkan biaya, dampak buruk lainnya memiliki turnover rate yang tinggi adalah menurunkan produktivitas tim HR dan banyak karyawan di kantor. Pertama, banyaknya orang yang keluar baik itu secara sukarela atau terpaksa pasti akan menambah pikiran mereka yang masih bekerja di sana.

Stres dan takut sewaktu-waktu dipecat, para karyawan jadi tidak bisa terlalu fokus menyelesaikan tugasnya.  Untuk pihak HR, waktu dan tenaga yang tadinya bisa digunakan untuk hal lain, jadi harus difokuskan ke para karyawan baru. Mereka harus memperkenalkan lagi lingkungan kantor, budaya perusahaan, mengajarkan cara beradaptasi di posisi baru mereka, dan masih banyak lagi.

3. Menurunkan brand image
Perusahaan dengan employee turnover rate yang tinggi biasanya memiliki brand image yang kurang baik. Contohnya adalah di mayoritas negara, bekerja dalam industri makanan cepat saji tidak terlalu dianggap tinggi karena turnover rate-nya yang cukup tinggi. Alhasil, orang-orang yang sebenarnya memiliki kualifikasi dan ingin bekerja di sana harus berpikir dua kali sebelum melamar.

D. Cara Menghitung Employee Turnover Rate
1. Cari Jumlah Karyawan Yang Meninggalkan Kantor Dalam Waktu Tertentu (Bulan, Quarter)
2. Cari Pembagi, Yaitu Jumlah Rata-Rata Karyawan Di Kantor (Dihitung Dari Awal Sampai Akhir Jangka Waktu Yang Ditentukan)
3. Bagi Jumlah Orang Yang Pergi Dengan Rata-Rata Karyawan Tersebut
4. Kalikan 100
5. Hasilnya Adalah Dalam Persen (%)

E. Cara Menurunkan Employee Turnover Rate
1. Cari karyawan yang tepat
Yang dimaksud di sini bukan hanya mencari karyawan dengan skill yang memadai. Anda juga perlu mencari tahu, apakah pegawai tersebut cocok dengan budaya perusahaan Anda, mampukah ia bekerja di dalam tim atau persyaratan non-skill lainnya yang patut diperhatikan. Kemampuan seseorang bisa dibentuk dan dilatih, namun tidak demikian halnya dengan watak seseorang.

2. Gaji dan fasilitas yang kompetitif
Meski gaji tetap menjadi daya tarik utama setiap karyawan, fasilitas yang diberikan kepada karyawan adalah hal yang tak boleh dikesampingkan. Tunjangan asuransi, jaminan hari tua, hingga fasilitas-fasilitas yang unik seperti boleh bekerja dari rumah, jam kerja yang fleksibel bisa ditawarkan untuk membuat karyawan Anda tetap betah di perusahaan Anda.

3. Pelatihan yang efektif
Sering menemukan pegawai Anda bingung harus melakukan apa saat bekerja? Bisa jadi karena Anda belum memberikan pelatihan yang tepat untuk mereka. Itulah pentingnya menjalankan pelatihan yang efektif, sehingga karyawan Anda tak akan lagi mengalami kejadian serupa.

4. Jam kerja yang seimbang
Berikan kesempatan pada karyawan untuk menikmati hasil kerja keras mereka. Jangan bebankan mereka jam kerja yang terlalu panjang, atau menghalang-halangi mereka yang ingin mengambil cuti. Jika terpaksa, berikan upah lembur pada karyawan yang bekerja di luar jam kerja, atau di akhir pekan dan hari libur.

5. Jangan pertahankan karyawan yang toxic
Tak ada gunanya Anda memberikan gaji yang tinggi, fasilitas berlimpah, sementara salah satu karyawan anda “meracuni” yang lainnya untuk resign dari perusahaan Anda. Hal ini tak boleh dibiarkan. Lebih baik Anda kehilangan satu karyawan dengan perilaku seperti itu, meski kinerjanya termasuk baik, daripada kehilangan sepuluh pegawai lainnya.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Employee Turnover Rate, Penyebab, Dampak, Cara Menghitung, dan Menurunkannya"