Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Sense Of Belonging dan Cara Membangunnya

Pengertian Sense Of Belonging dan Cara Membangunnya


A. Pengertian Sense Of Belonging

Sense of belonging (merasa memiliki) adalah rasa ikut serta berkontribusi dan bertanggung jawab untuk kepentingan operasional  visi misi perusahaan atau organisasi. Sense of belonging pada diri karyawan atau anggota organisasi sangat berpengaruh terhadap kinerjanya.

Karyawan dengan rasa kepemilikan yang kuat lebih termotivasi dan produktif dibandingkan dengan karyawan yang merasa tidak terlibat secara emosional dengan perusahaan. Sense of belonging dalam diri manusia terlihat dari perasaan aman, nyaman, dikenali dan diterima dalam satu kelompok. Sense of belonging ini juga berperan besar terhadap kesehatan mental dan secara tidak langsung kesehatan fisik.

B. Cara Membangun Sense Of Belonging
Dibutuhkan sense of belonging terhadap perusahaan yang kuat dari karyawan sehingga tercipta rasa bertanggung jawab dan upaya yang tulus dalam setiap kinerja karyawan. Setiap orang perlu merasa diterima, dilibatkan, didengar, dan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka. Rasa memiliki yang tulus mendorong karyawan untuk benar-benar unggul dalam perannya dan terlibat dengan perusahaan.
1. Membangun Kepercayaan
Kepercayaan sangat penting untuk keberhasilan hubungan dengan rekan kerja. Jika tidak mempercayai salah satu anggota tim, anggota tim akan membuang waktu  karena kurang komunikasi yang berjalan tidak efektif. Kepercayaan dapat terbentuk jauh lebih cepat dengan pendekatan atau perspektif yang berbeda kepada seluruh tim. Untuk mencapai kepercayaan afektif, kita harus meluangkan waktu untuk mengenal kolega baru kita, memahami latar belakang, minat, dan keterampilan mereka, serta menunjukkan rasa hormat, kehangatan, dan perhatian.

Kepercayaan di tempat kerja sering kali bermuara pada 2 kategori, yaitu kognitif dan afektif. Kepercayaan kognitif adalah tahap pertama dalam membangun hubungan yang kuat, dan berpusat pada meyakinkan sesama rekan bahwa perusahaan mampu bekerja dengan mereka untuk menyelesaikan tugas. Sementara kepercayaan afektif merupakan komponen dalam membangun hubungan yang lebih dalam dan tahan lama dengan orang lain yang membutuhkan saling pengertian lebih besar satu sama lain.

2. Diskusi Secara Terbuka
Hambatan antarpribadi yang ada di antara karyawan terjadi karena ketidaktahuan. Dengan kata lain, individu tersebut tidak memiliki pemahaman yang cukup mendalam tentang orang yang bekerja dengan mereka. Manajer dapat mengajak karyawan untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi soal peningkatan bisnis. Komunikasikanlah tujuan dan visi misi perusahaan secara terbuka. Diskusi yang rutin diadakan membuat karyawan merasa menjadi bagian perusahaan. Begitu karyawan saling memahami satu sama lain, konflik dapat diredam seminimal mungkin.

3. Tetapkan Tujuan Tim Bersama
Menetapkan tujuan bersama dalam kelompok dapat mendorong karyawan memberikan kontribusi yang nyata dan tulus karena merasa diterima dengan baik oleh perusahaan. Patut dicatat bahwa penetapan tujuan tim harus selaras dengan tujuan dan budaya  perusahaan secara keseluruhan. Hal lain yang perlu disoroti adalah memastikan karyawan tetap berkontribusi secara efektif untuk mencapai visi tersebut serta membantu karyawan memahami visi secara umum dan bagaimana cara karyawan menyesuaikan diri.

4. Lakukan Penilaian Rutin
Perbaikan menyeluruh dalam aspek bisnis apa pun tidak mungkin dilakukan tanpa penilaian kinerja dan menganalisis aspek apa yang dapat ditingkatkan.  Salah satu cara untuk mengukurnya adalah dengan melakukan penilaian kinerja karyawan secara rutin. Saat penilaian selesai dilakukan, baik HRD, manager, dan sesama rekan kerja dapat memberikan saran atau feedback yang membangun untuk karyawan memperbaiki kinerjanya.

5. Memupuk Ikatan Sosial
Walau konteks hubungan di perusahaan adalah hubungan profesional, tidak ada salahnya untuk membangun sebuah pertemanan yang akrab dan sehat di lingkungan kantor. Menurut laporan oleh Wildgoose, memiliki teman akrab di kantor dapat meningkatkan kinerja. Ketika orang merasa dekat dengan orang yang bekerja dengan mereka, mereka merasa lebih memiliki hubungan dengan bisnis secara keseluruhan.

Perusahaan dapat menggunakan pengetahuan ini dengan berbagai cara. Memupuk ikatan sosial antar karyawan dapat dilakukan dengan penyelenggaraan permainan interaktif, family gathering antar karyawan, atau sekedar makan-makan bersama.

6. Berikan Apresiasi
Apresiasi di luar gaji untuk karyawan berprestasi akan sangat dihargai. Bagaimanapun juga, kontribusi karyawan memainkan peran penting bagi keberhasilan perusahaan. Apresiasi dapat berupa pemberian bonus atau hanya sebuah ucapan sederhana yang dapat menggugah karyawan. Bagi karyawan yang sudah berprestasi, hal ini akan membuat mereka merasa diakui keberasalannya dan semakin giat bekerja. Sementara bagi karyawan yang kinerjanya belum maksimal, prestasi dari rekan kerjanya membuat karyawan tersebut termotivasi untuk bekerja lebih giat.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 3. Interaksi Sosial dalam Dinamika Kehidupan Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 2. Hubungan Sosial (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.1 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.2 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Interaksi Sosial
6. Materi Ringkas Interaksi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Sense Of Belonging dan Cara Membangunnya"