Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Rasio Aktivitas, Fungsi, Jenis, dan Manfaatnya

Pengertian Rasio Aktivitas, Fungsi, Jenis, dan Manfaatnya


A. Pengertian Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai efisiensi atau efektivitas perusahaan dalam pemanfaatan semua sumber daya atau aset (aktiva) yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Rasio aktivitas merupakan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada semua aktiva yang dimiliki sehingga fungsi akuntansi keuangan bisa berjalan dengan baik.

Rasio-rasio aktivitas menganggap bahwa sebaiknya terdapat keseimbangan yang layak antara penjualan dan beragam unsur aktiva misalnya persediaan, aktiva tetap dan aktiva lainnya. Aktiva yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada aktiva tersebut. Dana kelebihan tersebut akan lebih baik bila ditanamkan pada aktiva lain yang lebih produktif.

B. Fungsi Rasio Aktivitas
Suatu perusahaan yang ingin berkembang dan bahkan maju wajib memiliki analisis rasio aktivitas. Berikut fungsi dari rasio aktivitas di antaranya,
1. Analisis rasio aktivitas dibuat untuk mengetahui waktu yang diperlukan suatu perusahaan dalam satu periode akuntansi. Selain itu, juga mengukur efektivitas kerja perusahaan dalam  menagih piutang.
2. Fungsi analisis rasio aktivitas juga untuk mengukur perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk penagihan piutang dalam satu periode akuntansi.   
3. Suatu perusahaan pastilah memiliki stok barang. Nah, analisis rasio aktivitas berfungsi untuk memantau stok barang yang ada di perusahaan. Setelah itu membandingkan dengan target perusahaan yang sudah dibuat sebelumnya. Besaran perputaran modal perusahaan juga bisa dilihat dari analisis rasio aktivitas. Pemilik perusahaan juga bisa membandingkannya dengan hasil yang didapat dalam setiap modal diputar.   
4. Adanya analisis rasio aktivitas, perusahaan juga bisa mengetahui perputaran modal yang ada pada setiap periode keuangan.  Sehingga modal yang ada lebih efektif dan efisien digunakan. Jika ada modal yang kurang efektif tentu bisa dimaksimalkan lagi.
5. Analisis rasio aktivitas juga bisa untuk membandingkan penggunaan aktiva perusahaan dan penjualan dalam satu periode akuntansi.

C. Jenis Rasio Aktivitas
1. Rasio Perputaran Total Aset (Total Asset Turnover)
Rasio ini  mengukur aktivitas aset dan kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan melalui asetnya. Rumus untuk menghitungnya yaitu penjualan bersih harus dibagi dengan total aset rata-rata,
Total Asset Turnover = Penjualan Bersih ÷ Total Aset Rata-rata

Pada intinya, semakin tinggi rasio ini, semakin baik bagi perusahaan karena ini berarti dapat menghasilkan lebih banyak penjualan dengan beberapa tingkat aset tertentu. Rasio perputaran persediaan dapat dibandingkan dengan perusahaan berukuran serupa lainnya dalam industri yang sama. Jika Anda menggunakannya untuk industri dan ukuran yang berbeda, hal itu tidak akan berguna.

2. Rasio Perputaran Aset Lancar (Current asset turnover)
Mirip dengan rasio perputaran persediaan, perbedaannya adalah rasio perputaran aset lancar mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan dari aset lancarnya, seperti kas, inventaris, piutang, dan lain-lain.
Perputaran Aset Lancar = Penjualan Bersih ÷ Aset Lancar Rata-rata

Nilai yang lebih besar untuk rasio ini lebih disukai karena ini berarti kemampuan menghasilkan lebih banyak penjualan dari sejumlah aset lancar tertentu.

3. Rasio Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover )
Rasio perputaran modal kerja yang juga dihitung saat melakukan analisis likuiditas dan memiliki rumus,
Penjualan menjadi Modal Kerja = Penjualan ÷ Modal Kerja Rata-rata

Rasio ini mengukur jumlah uang tunai yang dibutuhkan untuk menghasilkan tingkat penjualan tertentu. Mengingat hal ini, modal kerja yang tinggi kemungkinan besar mengindikasikan penggunaan modal kerja yang menguntungkan.

Dengan kata lain, penjualan harus mencukupi terkait dengan modal kerja yang tersedia. Namun, perbandingan dengan perusahaan sejenis atau rata-rata industri harus dibuat sebelum menarik kesimpulan.

4. Rasio Perputaran Piutang (Accounts Receivable Turnover)
Untuk mengukur berapa kali piutang dapat diubah oleh perusahaan menjadi uang tunai, kita harus menghitung rasio perputaran piutang. Rasio yang menunjukkan likuiditas piutang dapat dihitung,
Perputaran Piutang Usaha = Penjualan Bersih ÷ Rata-rata Piutang Bersih

Hasil perhitungan dapat disajikan dalam waktu per tahun atau dalam hari. Jika diukur dalam hitungan kali per tahun, tren penurunan rasio ini akan berdampak negatif bagi suatu perusahaan, artinya kemampuan mengubah piutang menjadi kas menjadi lebih rendah.

Namun, jika diukur dalam hitungan hari, tren penurunan rasio ini direkomendasikan, karena ini berarti lebih sedikit hari yang dibutuhkan untuk mengubah piutang menjadi uang tunai. Rumus penghitungan piutang dalam hitungan hari sedikit berbeda:
Perputaran Piutang Usaha (Hari) = Rata-Rata Piutang Kotor ÷ (Penjualan Bersih ÷ 360)

Sering disebut sebagai periode penagihan rata-rata, perputaran piutang dalam beberapa hari juga dapat dihitung sebagai berikut:
Periode Penagihan Rata-rata (Perputaran Piutang dalam Hari) = 360 ÷ Perputaran Piutang

Pada dasarnya, indikator ini mengukur jumlah hari antara tanggal penjualan kredit dilakukan dan hari dan ketika uang telah diterima dari pembeli.

5. Rasio Perputaran Hutang (Accounts payable turnover)
Ini adalah rasio lain yang dapat digunakan untuk melakukan analisis aktivitas suatu perusahaan. Berbeda dengan perputaran piutang, rasio ini mengukur berapa kali per tahun perusahaan membayar hutangnya kepada pemasok (kreditor).
Rasio perputaran hutang = Harga pokok penjualan ÷ Hutang usaha

Rasio perputaran hutang yang lebih tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutangnya kepada kreditor secara sehat dan teratur. Rumus alternatif untuk rasio ini,
Perputaran Hutang = Pembelian ÷ Rata-Rata Hutang

6. Rasio Hutang Beredar (Days Payable Outstanding)
Untuk mengukur jumlah hari yang rata-rata dibutuhkan oleh perusahaan untuk membayar hutang kepada krediturnya, Anda memerlukan rasio hutang beredar dan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus,
Hari Hutang Hutang = Hutang Usaha ÷ Rata-rata biaya penjualan harian

Secara umum, rendahnya nilai rasio ini berarti penggunaan modal kerja yang efisien. Namun, rasio hutang hari yang lebih besar tidak selalu menunjukkan posisi perusahaan yang buruk, karena menunda pembayaran kepada pemasok hingga tanggal terakhir dapat dilakukan oleh perusahaan secara teratur untuk mempersingkat siklus konversi kas.

Oleh karena itu, analisis harus mencakup peninjauan rasio likuiditas juga, karena rasio hutang hari yang tinggi dan, pada saat yang sama, posisi likuiditas yang buruk suatu perusahaan akan menunjukkan bahwa ia memiliki masalah dalam membayar hutangnya kepada kreditor.

7. Rasio Perputaran Persediaan (Inventory turnover)
Rasio ini menunjukkan berapa hari yang biasanya dibutuhkan perusahaan untuk mengubah persediaan menjadi penjualan. Rumus perhitungannya,
Perputaran persediaan = Harga Pokok Penjualan ÷ Persediaan Rata-rata

Rasio perputaran persediaan yang lebih rendah akan menunjukkan bahwa lebih sedikit waktu yang dibutuhkan bagi perusahaan untuk mengubah persediaan menjadi penjualan. Tren penurunan perputaran persediaan perusahaan umumnya menunjukkan peningkatan modal kerja.

Rumus penghitungan rasio ini dalam hitungan hari,
Perputaran Persediaan dalam Hari = Persediaan Rata-Rata ÷ Harga Pokok Penjualan ÷ 365

Rumus ini menghitung jumlah hari tertentu yang diperlukan agar persediaan perusahaan diubah menjadi uang tunai. Ada juga rumus alternatif,
Perputaran Inventaris dalam Hari = 360 ÷ Perputaran inventaris (Inventaris Hari Beredar)

8. Rasio Perputaran Kas (Cash Turnover)
Efisiensi penggunaan kas perusahaan ditunjukkan oleh rasio perputaran kas. Ini mengukur berapa kali kas perusahaan telah dibelanjakan selama beberapa periode. Rumus untuk menghitung rasio ini,
Perputaran Kas = Penjualan ÷ Kas Rata-Rata dan Setara Kas

Biasanya nilai rasio yang tinggi ini dianggap lebih baik, karena hal ini berarti perusahaan menggunakan kasnya secara efektif dan lebih sering melakukan penyerahan.

Namun, dalam beberapa kasus, nilai tinggi rasio rasio ini dapat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki dana yang tidak mencukupi dan mungkin segera membutuhkan pembiayaan jangka pendek. Formula alternatif untuk rasio ini juga memasukkan sekuritas yang dapat dipasarkan ke dalam perhitungan,
Perputaran Kas = Penjualan ÷ Kas Rata-Rata dan Setara Kas dan Saham yang Dapat Dipasarkan

9. Rasio Siklus Operasi (Operating Cycle)
Siklus operasi adalah jumlah hari yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengubah persediaannya menjadi uang tunai. Dengan kata lain, ini adalah periode antara tanggal perolehan barang dan tanggal realisasi kas dari penjualan.

Biasanya, siklus operasi bisnis berlangsung kurang dari satu tahun, namun ada pengecualian. Rumus perhitungan siklus operasi,
Siklus Operasi = Perputaran Piutang dalam Hari + Perputaran Persediaan dalam Hari

10. Rasio Siklus Konversi Kas (Cash Conversion Cycle)
Pengukuran lain dari efisiensi penggunaan modal kerja perusahaan adalah siklus konversi kas. Ini didefinisikan sebagai jumlah hari yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menghasilkan pendapatan dari asetnya.
Ini juga sering disebut sebagai rasio net operating cycle dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus,
Siklus Konversi Kas = Periode Konversi Persediaan + Periode Konversi Piutang – Periode Konversi Hutang

Dibagi menjadi tiga tahap, perhitungan siklus konversi kas meliputi di antaranya,
a. Mengukur waktu yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk mendapatkan bahan, memproduksi dan menjual produk jadi;
b. Mengukur waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengumpulkan kas untuk barang yang dijual (piutang);
c. Mengukur waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk membayar hutang kepada pemasoknya.

D. Manfaat Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas memiliki beberapa manfaat bagi bisnis di antaranya,
1. Membantu membandingkan pengembangan bisnis di lini operasi yang sama.
2. Identifikasi masalah dapat dilakukan dengan menggunakan rasio yang benar, dan membuat Anda dapat melakukan koreksi yang diperlukan dalam menjalankan bisnis dapat dilakukan.
3. Menyederhanakan analisis dengan menyediakan data keuangan dalam format sederhana, yang pada akhirnya membantu dalam pengambilan keputusan.
4. Investor dapat mengandalkan informasi yang diberikan oleh Rasio Aktivitas karena didasarkan pada angka dan data yang akurat.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Rasio Aktivitas, Fungsi, Jenis, dan Manfaatnya"