Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Pembiayaan Ekuitas, Sumber, Tujuan, Proses, Keuntungan, Kekurangan, dan Contohnya

Pengertian Pembiayaan Ekuitas, Sumber, Tujuan, Proses, Keuntungan, Kekurangan, dan Contohnya


A. Pengertian Pembiayaan Ekuitas (Equity Financing)

Pembiayaan ekuitas (equity financing) adalah penempatan dana dari investor di mana mereka menjadi bagian dari pemilik bisnis (dana yang masuk dikonversi menjadi saham). Pembiayaan ekuitas (equity financing) juga diartikan sebagai penanaman modal lewat penjualan saham di perusahaan. Pembiayaan ini memiliki kaitan yang erat dengan penjualan atau kepentingan dalam suatu bisnis agar memperoleh dana usaha.  

Pembiayaan ekuitas merupakan salah satu contoh external financing. Ini disebabkan karena pembiayaan ini melibatkan pihak lain dari luar perusahaan. Pembiayaan ini dilakukan karena perusahaan tersebut tidak memperoleh profit walaupun termasuk sebagai perusahaan yang berhasil. Sehingga mau tidak mau, uang yang masuk harus dialokasikan atau diputar dengan baik dan benar agar tidak rugi.

B. Sumber Pembiayaan Ekuitas (Equity Financing)
Pada dasarnya, tujuan dari dilakukannya pembiayaan ekuitas (equity financing) adalah untuk menghimpun dana bagi perusahaan seperti untuk startup. Sehingga, modal dari pembiayaan tersebut adalah dari investor besar dan tentunya dari modal ventura.

Investor yang menyuntikkan dana di perusahaan ini disebut sebagai investor malaikat. Artinya, investor tersebut merupakan investor baik perorangan atau grup yang memiliki kekayaan yang besar. Sehingga siap untuk memberikan dukungan dana dalam jumlah yang besar. Namun, investor jenis ini tidak masuk pada management suatu bisnis.

Berbeda dengan investor malaikat, pembiayaan ekuitas (equity financing) juga bisa dilakukan oleh modal ventura. Artinya adalah investor tersebut adalah pemodal profesional yang umumnya sudah terbentuk menjadi perusahaan modal ventura. Pemodal inilah yang nantinya akan menyiapkan dana yang cukup besar agar bisa membiayai perusahaan yang butuh pembiayaan.

Akan tetapi, untuk mendapatkan pembiayaan tersebut tidaklah mudah. Ini disebabkan karena pemodal ventura sangat selektif. Pemodal ini akan memberikan dananya untuk perusahaan yang memang dinilai potensial misalnya bisa mendatangkan keuntungan besar sebagai pengembaliannya. Ini karena tujuan akhir dari pemodal jenis ini adalah mengubah perusahaan menjadi public lewat IPO (mekanisme penawaran umum).

C. Tujuan Pembiayaan Ekuitas (Equity Financing)
1. Memperoleh dana usaha
Sebuah perusahaan yang menjual sahamnya pada umumnya memiliki tujuan untuk mendapatkan dana atau modal. Dana sudah tentu diperlukan bagi setiap bisnis atau usaha yang ingin dikembangkan supaya bisa mengalami kemajuan. Nantinya jika bisnis atau usaha yang dijalankan mengalami kemajuan dan perkembangan maka pencapaian tujuan perusahaan jadi lebih mudah dicapai. Maka tentunya tujuan yang telah ditetapkan dari pendirian usaha atau bisnis bisa segera terwujud.

2. Mendapatkan profit
Setiap usaha atau bisnis yang didirikan dan dikembangkan oleh pemiliknya sudah tentu dilakukan dengan tujuan untuk perolehan profit. Semakin besar profit yang didapatkan oleh sebuah perusahaan maka berarti semakin besar pula tingkat kesuksesan perusahaan. Melalui profit inilah nantinya perusahaan dapat berkembang sesuai dengan harapan pemiliknya.

3. Menjamin adanya investasi
Investasi pada dasarnya hadir dalam dua bentuk yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Beberapa perusahaan memang memanfaatkan saham sebagai suatu instrumen investasi. Jika keuntungan yang diperoleh perusahaan merupakan selisih dari harga beli dan harga jual maka bisa dibilang bahwa saham telah bertindak sebagai inestasi jangka pendek. Namun jika proses pembelian saham dilakukan oleh pihak luar secara sering atau memang saham dijadikan sebagai tabungan maka perusahaan yang menjual saham akan memperoleh tujuan saham sebagai sumber investasi jangka panjang.

4. Memecahkan kesulitan keuangan
Tentu saja setiap perusahaan pernah mengalami suatu kondisi yang bersifat tidak menguntungkan. Misalnya saja saat sebuah perusahaan tidak dapat membayar ataupun menganggur bunga atas pinjaman yang didapatkan dari bank. Maka untuk mengatasi hal ini dilakukan penjualan saham kondisi keuangan perusahaan bisa membaik dan pelunasan pinjaman bisa dilakukan secara lebih lancar.

5. Memperbaiki kondisi perusahaan
Bisa saja sebuah perusahaan saat mengalami kesulitan keuangan menjadi semakin terpuruk. Namun melalui penjualan saham nantinya perusahaan bisa diperbaiki atau dibenahi sehingga bisa berjalan dengan lebih baik lagi. Kondisi perusahaan yang membaik bukan hanya dalam hal finansial saja tetapi juga mencakup kualitas SDM yang turut berpengaruh secara langsung pada maju atau mundurnya perusahaan.

D. Proses Pembiayaan Ekuitas (Equity Financing)
1. Penjualan saham di IPO
Sistem penjualan saham dengan cara cepat ini sebenarnya sudah ada di akun broker Anda. Jadi penjualan saham bisa dilakukan kapan saja melalui media online dan telepon. Sedangkan penetapan harga bisa disesuaikan dengan jumlah saham yang akan dijual. nantinya uang penjualan saham akan dikurangi dengan komisi dan biaya kemudian akan ditempatkan pada akun broker Anda.

2. Penjualan saham di perusahaan
Untuk melakukan sistem penjualan saham di perusahaan tentunya ada beberapa ketentuan yang menyertainya. Misalnya saja penjualan saham dilakukan pada investor besar sehingga tidak perlu sampai go public. Atau bisa juga saham dijual ke karyawan perusahaan sehingga loyalitas karyawan kepada perusahaan juga bisa saja menjadi semakin besar.

3. Penjualan saham di media online
Menjual saham dengan menggunakan bantuan dari media online juga bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebab hal ini bisa dilakukan degan menggunakan biaya yang cenderung lebih rendah. Menjual saham di media online juga bisa menggunakan bantuan dari aplikasi yang bisa diunduh melalui perangkat Android ataupun iOS sehingga semua informasi yang perlu diketahui oleh para investor bisa tersampaikan.

4. Penjualan saham di pasar nego
Mendapatkan keuntungan dari penjualan saham juga bisa dilakukan melalui pasar nego. Biasanya hal ini dilakukan dengan melibatkan peran dan bantuan dari para broker. Memang melakukan penjualan saham perusahaan di pasar nego haruslah dilakukan dengan mengikuti berbagai ketentuan yang memang telah diberlakukan di pasar nego.

E. Keuntungan Pembiayaan Ekuitas (Equity Financing)
1. Anda dapat menggunakan uang tunai dan uang investor saat memulai bisnis untuk semua biaya di awal, alih-alih melakukan pembayaran pinjaman besar ke bank atau organisasi atau individu lain. Anda bisa terus berjalan tanpa beban utang.
2. Jika Anda telah menyiapkan prospektus untuk investor dan menjelaskan kepada mereka bahwa uang mereka berisiko, mereka akan memahami jika bisnis gagal, mereka tidak akan mendapatkan uang mereka kembali.
3. Bergantung pada siapa investor Anda, mereka mungkin menawarkan bantuan bisnis berharga yang mungkin tidak pernah Anda miliki sebelumnya. Hal ini menjadi penting, terutama pada bisnis yang baru saja dimulai. Anda mungkin ingin mempertimbangkan investor atau pendanaan modal ventura.

F. Kekurangan Pembiayaan Ekuitas (Equity Financing)
1. Ingatlah bahwa investor benar-benar akan memiliki bisnis Anda; seberapa besar potongan itu tergantung pada berapa banyak uang yang mereka investasikan. Anda mungkin tidak ingin melepaskan kendali atas bisnis Anda, jadi Anda harus menyadari beberapa hal ini ketika Anda memutuskan untuk menggunakan investor.
2. Investor juga biasanya berharap mereka mengetahui dari mana keuntungan yang akan mereka peroleh. Tetapi jika Anda tidak mendapat untung selama tahun-tahun pertama bisnis, maka investor tidak berharap dibayar dan Anda tidak memiliki utang untuk membayar kembali uang yang telah mereka investasikan.
3. Karena investor memiliki sebagian dari bisnis Anda, Anda diharapkan untuk bertindak demi kepentingan terbaik mereka. Dalam beberapa kasus, jika Anda membuat sekuritas perusahaan untuk beberapa investor, dokumen-dokumen tersebut mungkin membuat Anda kewalahan. Anda juga perlu mengetahui persyaratan sebelum membuat keputusan tentang seberapa luas Anda ingin membuka bisnis untuk investasi.

G. Contoh Pembiayaan Ekuitas (Equity Financing)
1. Tabungan individu
Pembiayaan ekuitas bisa saja berasal dari tabungan pribadi atau individu. Misalnya saja seseorang memiliki tabungan dalam bentuk deposito yang terus bertambah jumlahnya. Maka tabungan ini bisa digunakan untuk membeli saham dari sebuah perusahaan. Atau bisa juga individu mendapatkan dana dari hasil penjualan aset berharga miliknya. Jika tabungan dalam jumlah besar bukan tidak mungkin tabungan ini digunakan untuk melakukan proses equity financing.

2. Tabungan investor
Yang dimaksud dengan investor dalam hal ini adalah pihak di luar perusahaan yang bersedia untuk menanamkan investasi di perusahaan terkait. Investor bisa berupa apa saja baik lembaga yang lebih besar dan bahkan juga lembaga non-formal. Kehadiran dana dari investor tentunya dapat membantu sebuah perusahaan untuk dapat mempertahankan kondisi finansial agar perusahaan bisa tetap dikembangkan.

3. Dana dari perusahaan perorangan
Seorang individu yang memiliki sebuah usaha juga bisa saja melakukan pembelian saham dari perusahaan lain. Terlebih lagi jika perusahaan milik perseorangan tersebut telah mengalami perkembangan yang signifikan sehingga kondisi ekonominya juga semakin berkembang. Dalam hal ini equity financing seolah menjadi sarana atau media bagi perusahaan perorangan tersebut untuk bisa memiliki saham dari perusahaan lain.

4. Dana dari perusahaan modal ventura
Selain dari perusahaan perseorangan rupanya pembelian saham sebuah perusahaan juga bisa dibeli oleh perusahaan dengan sistem modal ventura. Yang dimaksud degan modal ventura adalah pemberian pembiayaan pada perusahaan dengan cara melakukan penyertaan secara langsung ke dalam  perusahaan yang dibiayai. Tentunya keuntungan dari modal ventura ini bisa berupa deviden ataupun capital gain.

5. Dana dari perusahaan besar
Perusahaan yang paling memungkinkan untuk melakukan pembelian saham adalah perusahaan besar. Sebab perusahaan besar umumnya memiliki dana yang sangat besar. Dengan adanya modal yang besar tersebut maka saham dari perusahaan lain bisa dibeli. Tentunya hal ini akan menambah dana bagi perusahaan yang menerima pembiayaan dari penjualan saham.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Pembiayaan Ekuitas, Sumber, Tujuan, Proses, Keuntungan, Kekurangan, dan Contohnya"