Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Manajemen Laba, Motivasi, Fungsi, Pola, Teknik, dan Manfaatnya

Pengertian Manajemen Laba, Motivasi, Fungsi, Pola, Teknik, dan Manfaatnya


A. Pengertian Manajemen Laba (Earning Management)

Manajemen laba (earning management) adalah tindakan yang dilakukan manajemen untuk menaikkan atau menurunkan laba yang akan dilaporkan ke dalam laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut nantinya akan diperlihatkan kepada para stakeholder atau pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu pada perusahaan. Proses menaikkan atau menurunkan laba tidak dilakukan sembarangan namun dilakukan sesuai prinsip akuntansi.

Biasanya, manajemen laba berurusan dengan laporan laba rugi (biasa disebut laporan P&L). Manajemen laba dan rugi sangat penting untuk membantu bisnis tetap bertahan, memproyeksikan dan menyusun strategi untuk masa depannya dan meningkatkan kinerjanya. Dengan membandingkan ramalan laba dan rugi dengan kinerja aktual perusahaan lain, bisnis dapat mengidentifikasi bidang-bidang yang perlu mereka fokuskan atau tingkatkan.

B. Motivasi Manajemen Laba (Earning Management)
Secara umum terdapat beberapa hal yang memotivasi individu atau badan usaha melakukan tindakan creative accounting atau manajemen laba di antaranya,
1. Motivasi Bonus
Dalam sebuah perjanjian bisnis, pemegang saham akan memberikan sejumlah insentif dan bonus sebagai feedback atau evaluasi atas kinerja manajer dalam menjalankan operasional perusahaan. Insentif ini diberikan dalam jumlah relatif tetap dan rutin. Sementara, bonus yang relatif lebih besar nilainya hanya akan diberikan ketika kinerja manajer berada di area pencapaian bonus yang telah ditetapkan oleh pemegang saham.

Kinerja manajer salah satunya diukur dari pencapaian laba usaha. Pengukuran kinerja berdasarkan laba dan skema bonus tersebut memotivasi para manajer untuk memberikan performa terbaiknya sehingga tidak menutup peluang mereka melakukan tindakan manajemen laba agar dapat menampilkan kinerja yang baik demi mendapatkan bonus yang maksimal.

2. Motivasi Utang
Selain melakukan kontrak bisnis dengan pemegang saham untuk kepentingan ekspansi perusahaan, manajer seringkali melakukan beberapa kontrak bisnis dengan pihak ketiga, dalam hal ini adalah kreditor. Agar kreditor mau menginvestasikan dananya di perusahaan, tentunya manajer harus menunjukkan performa yang baik dari perusahaannya. Untuk memperoleh hasil maksimal, yaitu pinjaman dalam jumlah besar, perilaku kreatif dari manajer untuk menampilkan performa yang baik dari laporan keuangannya pun seringkali muncul.

3. Motivasi Pajak
Tindakan manajemen laba tidak hanya terjadi pada perusahaan go public dan selalu untuk kepentingan harga saham, tetapi juga untuk kepentingan perpajakan. Kepentingan ini didominasi oleh perusahaan yang belum go public. Perusahaan yang belum go public cenderung melaporkan dan menginginkan untuk menyajikan laporan laba fiskal yang lebih rendah dari nilai yang sebenarnya. Kecenderungan ini memotivasi manajer untuk bertindak kreatif melakukan tindakan manajemen laba agar seolah-olah laba fiskal yang dilaporkan memang lebih rendah tanpa melanggar aturan dan kebijakan akuntansi perpajakan.

4. Motivasi Initial Public Offering (IPO)
Motivasi ini banyak digunakan oleh perusahaan yang akan go public ataupun sudah go public. Perusahaan yang akan go public akan melakukan penawaran saham perdananya ke publik atau lebih dikenal dengan istilah Initial Public Offering (IPO) untuk memperoleh tambahan modal usaha dari calon investor. Begitupun dengan perusahaan yang sudah go public untuk kelanjutan dan ekspansi usahanya.

5. Motivasi Pergantian Direksi
Praktik manajemen laba biasanya terjadi pada sekitar periode pergantian direksi atau chief executive officer (CEO). Menjelang berakhirnya masa jabatan, direksi cenderung bertindak kreatif dengan memaksimalkan laba agar performa kerjanya tetap terlihat baik pada tahun terakhir ia menjabat. Motivasi utama yang mendorong hal tersebut adalah untuk memperoleh bonus yang maksimal pada akhir masa jabatannya.

6. Motivasi Politis
Motivasi ini biasanya terjadi pada perusahaan besar yang bidang usahanya banyak menyentuh masyarakat luas, seperti perusahaan-perusahaan strategis semisal perminyakan, gas, listrik, dan air. Demi menjaga tetap mendapatkan subsidi, perusahaan-perusahaan tersebut cenderung menjaga posisi keuangannya dalam keadaan tertentu sehingga prestasi atau kinerjanya tidak terlalu baik karena jika sudah baik, kemungkinan besar subsidi tidak lagi diberikan.

C. Fungsi Manajemen Laba (Earning Management)
Berikut beberapa fungsi manajemen laba di antaranya,
1. Memantau Laporan-laporan Laba Rugi secara Terus-menerus
Laporan laba rugi dihasilkan secara mingguan, bulanan, triwulanan, atau tahunan berdasarkan prosedur operasi standar perusahaan. Namun, akuntan dapat menghasilkan laporan sesuai kebutuhan dan diminta oleh manajemen. Manfaatkan ini dan terus perhatikan angkanya. Cari tren dan gunakan untuk memperkirakan dan memproyeksikan laba dan meminimalkan kerugian.

Menurut sebuah artikel di business.org, sebuah laporan laba rugi menceritakan pertumbuhan atau penurunan perusahaan untuk bertahan hidup secara finansial, serta hasil dari proses kompetitif perusahaan, selama periode tertentu (kuartal, bulan, atau tahun fiskal).

Data laba rugi perusahaan menunjukkan indikator seperti pendapatan, pengeluaran, dan laba bersih, atau rugi bersih jika pengeluaran melebihi pendapatan. Pendapatan berkisar dari pendapatan operasi dan pendapatan bunga hingga uang tunai yang dihasilkan dari investasi atau dalam usaha patungan dengan perusahaan lain.

Laporan itu sendiri dapat membantu Anda membuat keputusan bisnis yang terinformasi untuk membantu bisnis Anda memaksimalkan keuntungan.

2. Menggabungkan Pemantauan Laporan Laba Rugi dan Pengeluaran Kas
Cash is king, tidak peduli jenis atau ukuran bisnis. Manajemen laba yang efektif menunjukkan bagaimana perusahaan menghemat uang, menumbuhkan uang tunai yang ada, dan menghindari kehancuran finansial. Ini harus dikelola atau dikendalikan secara efisien. Pengeluaran harus dipantau.

Dikombinasikan dengan laporan laba rugi, manajemen laba ini membantu bisnis menghemat uang selama bulan-bulan yang masa sulit, dan memiliki daya beli pada bulan-bulan yang kuat untuk berinvestasi dalam produk bisnis baru, infrastruktur, teknologi, tenaga kerja atau aspek apa pun yang diperlukan untuk pertumbuhan bisnis.

Mengembangkan strategi bisnis yang menggabungkan keduanya akan menghasilkan pengelolaan pendapatan bisnis yang efektif dan membantu perusahaan “merasakan” keuntungan ketika mereka masuk.

3. Tim Outsource untuk Manajemen Laba
Mungkin sulit untuk menghasilkan laporan laba rugi terutama ketika ada terlalu banyak birokrasi dalam organisasi. Sulit untuk melakukan proyeksi jika Anda terlalu terlibat dalam perusahaan. Anda cenderung lebih suka menempel pada insting saat melakukan analisis.

Bermitra dengan mitra solusi keuangan dan akuntansi untuk membangun tim pembukuan dan akuntan publik bersertifikat untuk menghasilkan laporan secara ketat dari sudut pandang akuntansi dapat memberikan perspektif yang berbeda kepada manajer.

Tim juga dapat membantu mengembangkan formula strategi bisnis untuk membantu pemilik bisnis memahami cara meningkatkan atau menghasilkan lebih banyak keuntungan.

D. Pola Manajemen Laba (Earning Management)
Pola pada umumnya dapat diartikan sebagai sebuah bentuk atau juga model namun memiliki karakteristik keteraturan. Adapun penggunaan pola ini bertujuan untuk mendapatkan hasil dari sesuatu yang telah dibuat. Sama halnya dengan pola manajemen laba yang digunakan dengan cara teratur. Berikut merupakan paparan mengenai pola dari manajemen di antaranya,
1. Taking A Bath
Pola yang pertama adalah pola taking a bath yang dapat diartikan sebagai pola yang digunakan untuk menghapus beberapa aktiva. Bukan hanya itu, perkiraan biaya yang akan datang juga harus dibebankan oleh pihak perusahaan. Dalam pola ini, manajemen juga harus melakukan sesuatu yang disebut sebagai clear the desk. Dengan tujuan laba yang dilaporkan akan meningkat dalam periode berikutnya.

2. Minimal Pendapatan
Pola minimal pendapatan akan dilakukan pada saat terjadinya profit yang didapat oleh perusahaan. Di mana profit yang diraih oleh perusahaan tersebut sangat tinggi. Dengan tujuan agar nantinya tidak mendapat perhatian yang bersifat politik. Adapun tindakan yang bisa dilakukan dalam pola ini berupa penghapusan pada barang modal dan juga aktiva perusahaan.

3. Income Maximization atau Maksimalisasi Pendapatan
Berbeda halnya dengan penghasilan maksimal di mana pola ini menggunakan teknik tertentu. Untuk teknik yang digunakan tersebut yaitu cara memaksimalkan laba yang bertujuan dalam memperoleh bonus. Di mana bonus yang diperoleh tersebut memiliki tingkat yang lebih besar lagi. Untuk tindakan yang dilakukan pada pola ini bertujuan agar dapat menghindari pelanggaran kontrak utang.

4. Income Smoothing atau Perataan Laba
Selanjutnya adalah pola income smoothing atau pola perataan laba. Di mana pola perataan laba ini juga menggunakan teknik tertentu dalam membuat laporan. Adapun cara melaporkan dengan menggunakan trend dalam suatu pertumbuhan laba yang bersifat stabil. Hal tersebut dapat dibandingkan dengan perubahan laba yang akan meningkat atau akan menurun drastis.

5. Timing Revenue dan Expenses Recognition
Pola yang terakhir adalah pola yang menggunakan teknik tertentu. Untuk teknik yang akan dilakukan tersebut dapat dengan cara dalam membuat suatu kebijakan. Adapun kebijakan ini tentunya akan berkaitan dengan waktu yang dilakukan pada saat transaksi berlangsung. Hal ini dapat diberikan contoh seperti pengakuan premature berdasarkan pendapatan.

E. Teknik Manajemen Laba (Earning Management)
Manajemen laba dapat dilakukan dengan tiga teknik di antaranya,
1. Perubahan Metode Akuntansi
Manajemen mengubah metode akuntansi yang berbeda dengan metode sebelumnya sehingga dapat menaikkan atau menurunkan angka laba. Metode akuntansi memberikan peluang bagi manajemen untuk mencatat suatu fakta tertentu dengan cara yang berbeda, misalnya mengubah metode depresiasi aktiva tetap dari metode jumlah angka tahun (sum of the year digit) ke metode depresiasi garis lurus (straight line) dan Mengubah periode depresiasi.

2. Memainkan Kebijakan Perkiraan Akuntansi
Manajemen memengaruhi laporan keuangan dengan cara memainkan kebijakan perkiraan akuntansi. Hal tersebut memberikan peluang bagi manajemen untuk melibatkan subyektivitas dalam menyusun estimasi, misalnya:
a. Kebijakan mengenai perkiraan jumlah piutang tidak tertagih.
b. Kebijakan mengenai perkiraan biaya garansi.
c. Kebijakan mengenai perkiraan terhadap proses pengadilan yang belum terputuskan.

3. Menggeser Periode Biaya atau Pendapatan
Manajemen menggeser periode biaya atau pendapatan atau sering disebut manipulasi keputusan operasional, misalnya:
a. Mempercepat atau menunda pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan sampai periode akuntansi berikutnya.
b. Mempercepat atau menunda pengeluaran promosi sampai periode berikutnya.
c. Kerjasama dengan vendor untuk mempercepat atau menunda pengiriman tagihan sampai periode akuntansi berikutnya.
d. Menjual investasi sekuritas untuk memanipulasi tingkat laba.
e. Mengatur saat penjualan aktiva tetap yang sudah tidak terpakai.

F. Manfaat Manajemen Laba (Earning Management)
Suatu metode yang diterapkan pasti memiliki manfaat yang besar. Berikut ini adalah manfaat dari manajemen laba di antaranya,
1. Meningkatkan Kepercayaan Pemegang Saham
Salah satu manfaat yang dapat dirasakan oleh perusahaan adalah kepercayaan dari pemegang saham meningkat. Tingkat perolehan laba merupakan suatu hal yang berhubungan dengan prestasi atau pencapaian yang diperoleh oleh suatu perusahaan. Oleh sebab itu, jika keuntungan atau laba sering dikaitkan dengan bonus yang akan diberikan kepada manajer. Semakin besar laba perusahaan maka semakin besar pula bonus yang diperoleh.
 
2. Memperbaiki Hubungan dengan Kreditor
Perusahaan yang terancam bangkrut tidak dapat memenuhi kewajibannya membayar hutang sesuai dengan tempo yang ditetapkan. Oleh sebab itu beberapa manager akan menaikkan laba supaya mendapatkan posisi aman dan bisa melakukan penjadwalan ulang pembayaran hutang. Perusahaan harus teliti dalam mengelola laba. Karena laba dapat mempengaruhi masa depan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi kompetitor.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Manajemen Laba, Motivasi, Fungsi, Pola, Teknik, dan Manfaatnya"