Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Brainstorming, Prinsip, Jenis, Cara, dan Manfaatnya

Pengertian Brainstorming, Prinsip, Jenis, Cara, dan Manfaatnya


A. Pengertian Brainstorming

Brainstorming (Curah pendapat) adalah suatu teknik kreativitas yang mengupayakan pencarian penyelesaian dari suatu masalah tertentu dengan mengumpulkan gagasan secara spontan dari anggota kelompok. Brainstorming mengacu pada suatu metode yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah yang bersifat kreatif dan dapat mendorong setiap anggota kelompok untuk saling memberikan ide.

Brainstorming tidak hanya dapat menciptakan kesetaraan dan melibatkan semua anggota tim, tetapi juga memberikan inspirasi, memperluas wawasan, dan belajar dalam pengambilan keputusan. Kegiatan curah pendapat ini sebenarnya bisa terjadi kapan saja. Mulai dari kelompok kecil dengan jumlah anggota yang cenderung sedikit hingga kelompok besar dengan jumlah anggota yang banyak.

Brainstorming Menurut Para Ahli
1. Roestiyah (2012), brainstorming adalah suatu teknik atau cara mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas, dengan cara melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian peserta didik menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau dapat diartikan pula sebagai satu cara untuk mendapatkan ide dari sekelompok manusia dalam waktu singkat.
2. Sutikno (2007), brainstorming adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta. Berbeda dengan diskusi, di mana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi, atau tidak disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode brainstorming pendapat orang lain tidak untuk ditanggapi.
3. Minter dan Reid (2007), brainstorming adalah cara lain yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan ide-ide pada masa kini. Brainstorming adalah mengumpulkan sekelompok orang, dengan tujuan menghasilkan pikiran-pikiran yang baru dan segar.
4. Aqib (2013), brainstorming adalah suatu teknik atau cara mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Metode ini dilakukan dengan melontarkan suatu masalah ke siswa oleh guru, kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru.

B. Prinsip Brainstorming
Dalam brainstorming ini ada beberapa poin prinsip yang harus dipahami untuk mudah menerapkannya di antaranya,
1. Adanya pemikiran yang berbeda
Setiap orang tentu memiliki ide yang berbeda. Pemikiran yang berbeda ini memang bisa saja menimbulkan permasalahan terutama dalam hal curah pendapat. Bisa saja ide setiap orang ternyata saling bertentangan sehingga hal ini akan menimbulkan pertentangan. Namun bagaimanapun juga ide yang berbeda dari tiap orang dapat memberikan masukan tersendiri bagi perusahaan.

Dengan adanya pemikiran yang berbeda maka bisa saja kreativitas timbul. Adanya ide yang berbeda dan penuh akan kreativitas dari seseorang akan membantu dan mempermudah Anda dalam mengembangkan bisnis atau usaha yang dijalani.

2. Mengungkapkan masalah
Jika Anda bisa mengemukakan masalah yang dihadapi dalam bisnis Anda tentu orang lain akan membantu Anda dalam mencari solusi yang terbaik. Sebuah solusi bisa diciptakan dan juga dikembangkan jika setiap masalah diutarakan dan dijadikan sebagai pertanyaan terbuka untuk para anggota perusahaan.

Tentu para anggota perusahaan akan saling menjawab dan menghasilkan berbagai macam informasi sebagai solusi. Hal ini bisa saja berbeda jika Anda menjadikan masalah yang dihadapi sebagai pertanyaan tertutup. Biasanya pertanyaan tertutup justru menimbulkan adanya penolakan.

3. Menangguhkan penilaian
Sebuah respons yang mengandung penilaian bisa saja mematikan ide. Suatu respons yang mengandung penilaian tertentu bisa menghambat adanya pembentukan ide sehingga kreativitas bisa terhenti. Oleh karena itu sebaiknya suatu penilaian bisa dicegah atau mungkin ditunda. Jangan sampai sebuah penilaian dari seseorang bisa mematikan ide yang dikembangkan oleh orang lain. Sebab penilaian yang bersifat mematikan ide kreatif itu justru dapat menghambat perkembangan dan kemajuan bisnis yang sedang dijalani.

4. Setuju pada pemikiran yang baik
Jika Anda telah mendapatkan suatu ide dan pemikiran yang bersifat kreatif maka jangan ragu untuk mengatakan setuju atau melontarkan kata ya pada ide tersebut. Tunjukkan bahwa Anda memang setuju terhadap ide yang telah diberikan tanpa memberikan penilaian lebih lanjut. Jangan sampai persetujuan Anda terhadap suatu ide diakhiri dengan ragu-ragu. Ada banyak kata yang menunjukkan keraguan seperti kata tapi.

Jika Anda memang setuju dengan suatu ide maka sebaiknya Anda menerima ide tersebut dan meneruskan langkah selanjutnya untuk mengembangkan ide tersebut. Fokuslah pada ide yang telah diterima bersama sehingga ide tersebut bisa dijalankan dengan penuh kreativitas. Tentu saja hal ini akan sangat membantu bisnis Anda dalam menjalankan bisnis atau usaha Anda.

C. Jenis Brainstorming
1. Brainstorming Pribadi
Brainstorming cenderung menghasilkan lebih banyak ide. Faktanya, orang mendapatkan lebih banyak ide untuk bertukar pikiran ketika mereka berpikir secara mandiri. Eksperimen yang dilakukan oleh psikolog Solomon Asch pada tahun 1951-1956 menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan kerja tim, seseorang bekerja lebih baik ketika bekerja sendiri (dan dapat memecahkan masalah jika diperlukan)).

Intinya sama, jika Anda melakukan brainstorming secara pribadi, maka Anda tentunya tidak perlu khawatir dikritik oleh orang lain, karena dengan begitu Anda bisa mengemukakan ide dengan lebih leluasa. Tentu saja, jika Anda masih kesulitan berpikir dan masih belum berbagi pemikiran dengan orang lain, lalu apa gunanya memikirkan ide-ide jangka panjang? Singkatnya, “brainstorming pribadi” bisa memberi Anda banyak ide, tetapi akan sangat sulit untuk mengembangkannya karena Anda harus berpikir sendiri.

2. Brainstorming Kolektif
Brainstorming kolektif menjadi lebih efektif karena menggunakan semua pengalaman dan kreativitas anggota kelompok yang ada. Ketika satu anggota yang mengungkapkan gagasan mencapai batasnya, anggota lain dapat membantu mengembangkan gagasan itu. Ini adalah peta pikiran besar yang terdiri dari banyak kepala.

Tentu saja, sebagai lawan dari “curah pendapat individu”, “curah pendapat kelompok” dapat mengembangkan ide-ide yang lebih luas, bahkan jika hanya ada sedikit ide. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa brainstorming dapat secara efektif menggali ide-ide yang lebih dalam.

D. Cara Melakukan Brainstorming
Sebenarnya ada banyak cara brainstorming yang bisa Anda lakukan. Namun, ada 2 pendekatan yang umum dipakai, baik secara berkelompok maupun mandiri di antaranya,
1. Mengajukan pertanyaan
Salah satu metode brainstorming yang paling banyak dilakukan adalah dengan mengajukan pertanyaan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terkait hal yang ingin dibahas. Anda bisa mulai dengan pertanyaan-pertanyaan dasar di antaranya,
a. Apa penyebab masalah?
b. Kapan masalah terjadi?
c. Di mana masalah terjadi?
d. Siapa yang terlibat dalam masalah?
e. Mengapa masalah terjadi?
f. Bagaimana masalah terjadi?

Jika pertanyaan-pertanyaan dasar di atas sudah terjawab, jawaban tersebut bisa dikembangkan menjadi pertanyaan-pertanyaan lanjutan yang akan mengarahkan Anda pada ide dan solusi dari masalah yang ada.

2. Menulis bebas
Menulis adalah metode brainstorming yang bertujuan untuk mengalirkan ide-ide yang ada di otak ke dalam bentuk tulisan. Untuk melakukan metode brainstorming ini, Anda perlu menetapkan batas waktu atau ruang untuk menuliskan ide-ide Anda, misalnya 10 menit atau pada 3 lembar kertas.

Tuliskan semua ide yang terlintas dalam pikiran Anda terkait masalah yang ada. Anda tidak perlu mengkhawatirkan kualitas tulisannya, karena tujuan brainstorming adalah untuk menghasilkan ide. Setelah Anda selesai menulis, cobalah untuk membaca ide-ide yang sudah Anda tuangkan ke dalam tulisan. Setelah itu, pilihlah ide yang kira-kira berpotensi untuk menjadi solusi bagi masalah yang ada.

E. Manfaat Brainstorming
Ada beragam manfaat yang bisa Anda peroleh dari proses brainstorming di antaranya,
1. Memecahkan masalah
2. Memunculkan inovasi atau ide baru
3. Memperjelas atau mewujudkan ide-ide yang abstrak
4. Menyederhanakan ide yang terlalu besar dan sulit untuk dicapai
5. Mendorong kreativitas
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.1 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.2 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.3 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 2. Permasalahan Sosial (Kurikulum 2013)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Permasalahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Brainstorming, Prinsip, Jenis, Cara, dan Manfaatnya"