Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Supply Chain Management, Komponen, Prinsip, Tujuan, Proses, dan Manfaatnya

Pengertian Supply Chain Management, Komponen, Prinsip, Tujuan, Proses, dan Manfaatnya


A. Pengertian Supply Chain Management (SCM)

Supply Chain Management (SCM) adalah kegiatan yang meliputi perencanaan, pengaturan, dan penjadwalan arus produk dari mulai pengadaan hingga didistribusikan kepada konsumen. Dengan supply chain management, rantai pasok dirancang dengan sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan dengan cara yang paling efektif dan efisien.

Supply Chain Management (SCM) Menurut Para Ahli
1. Heizer dan Rander, Supply Chain Management adalah, suatu aktivitas pengelolaan berbagai kegiatan demi mengubah bahan mentah hingga menjadi barang jadi dan dikirim oleh sistem distribusi kepada konsumen.
2. Chase, Aquilano, dan Jacob, Supply Chain Management merupakan sistem yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pendekatan total dalam mengatur semua arus informasi, material, dan jasa yang terlibat dari bahan mentah hingga sampai ke tangan konsumen.
3. James A dan Mona J. Fitzsimmons, Supply Chain Management adalah kegiatan yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mengatur seluruh pihak rantai pasok yang dimulai hingga distributor.  
4. Russell dan Taylor, SCM adalah proses mengelola arus informasi, produk dan pelayanan di seluruh jaringan baik itu pelanggan, perusahaan hingga pemasok.
5. Stevenson, SCM adalah suatu koordinasi strategis dari rantai pasokan dengan tujuan untuk mengintegrasikan manajemen penawaran dan permintaan.

B. Komponen Supply Chain Management (SCM)
Terdapat beberapa komponen dari SCM yang harus dipahami di antaranya,
1. Upstream Supply Chain
Upstream supply chain manajemen mengurus hubungan antara perusahaan dengan vendor atau pihak lain dalam hal transfer barang. Jadi barang-barang yang diproduksi oleh perusahaan tidak langsung sampai ke tangan konsumen tapi disalurkan ke perusahaan penyalur lainnya. Misalnya sebuah perusahaan yang memproduksi smartphone. Produk smartphone ini tidak serta-merta sampai ke tangan konsumen langsung, tapi pihak manufacturer akan mengirimkan produknya ke suplier.

2. Downstream Supply Chain
Downstream supply chain mangement adalah manajemen yang mengurusi transfer barang dari perusahaan langsung ke konsumen. Jadi kalau upstream supply chain harus lewat supplier dulu, kalau downstream langsung bisa dibeli oleh konsumen. Contoh management ini yaitu mebel atau gallery art. Jadi mereka membuat produk langsung sesuai keinginan konsumen.

3. Internal Supply Chain
Internal supply chain management berkaitan dengan aktivitas pemasukan barang. Dalam hal ini yang kerap diperhatikan yaitu manajemen produksi, pabrikasi, dan juga kontrol ketersediaan bahan baku.

C. Prinsip Supply Chain Management (SCM)
Prinsip-prinsip Supply Chain Management adalah sinkronisasi dan koordinasi kegiatan-kegiatan dengan aliran barang atau jasa, baik dalam suatu organisasi, maupun antar organisasi. Demikian, prinsip-prinsip SCM ini terbagi atas:
1. Menyesuaikan jaringan logistik untuk melayani konsumen yang berbeda.
2. Mensegmentasi konsumen berdasar kebutuhannya.
3. Mendengarkan dan mengamati sinyal pasar dan jadikan sinyal tersebut sebagai dasar dalam perencanaan kebutuhan sehingga hasil ramalan konsistensi dan alokasi sumber dana optimal.
4. Mengelola sumber-sumber supply secara strategis untuk mengurangi ongkos kepemilikan dari material maupun jasa.
5. Mendiferensiasikan barang atau jasa pada titik yang lebih dekat dengan konsumen dan mempercepat konversi sepanjang rantai pasok.
6. Mengembangkan sebuah strategi teknologi untuk keseluruhan supply chain yang mendukung pengambilan keputusan hierarki serta memberikan gambaran yang jelas dari aliran produk, jasa, maupun informasi.
7. Mengadopsi pengukuran kinerja untuk sebuah supply chain secara keseluruhan dengan maksud untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen akhir.

D. Tujuan Supply Chain Management (SCM)
Tujuan utama dari Supply Chain Management adalah mengkoordinasi penawaran (supply) dan permintaan (demand) secara efisien dan efektif dalam menghadapi masalah-masalah yang ada. Beberapa masalah yang mungkin muncul dalam rantai pasokan adalah biasanya berhubungan dengan hal-hal berikut di antaranya,
1. Manajemen pengadaan barang, pemasok, dan risiko
2. Pengelolaan hubungan dengan pelanggan
3. Penentuan tingkat outsourcing

Sedangkan tujuan strategis dari Supply Chain Management yaitu untuk menjadi pihak yang mendominasi pasarnya atau paling tidak, tetap dapat menjalankan bisnisnya. Agar dapat memenangkan persaingan pasar, rantai pasok dari sebuah perusahaan harus dapat menghasilkan produk dengan kriteria sebagai berikut di antaranya,
1. Murah
2. Berkualitas
3. Tepat waktu
4. Bervariasi

E. Proses Supply Chain Management (SCM)
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Supply Chain Management adalah semua kegiatan yang meliputi segala proses dari saat barang masih berbentuk bahan mentah hingga diproses menjadi produk yang siap untuk digunakan di antaranya,
1. Pelanggan
Pelanggan adalah tahapan pertama di mana pesanan untuk produk yang ditawarkan oleh perusahaan dilakukan. Dalam tahapan ini, perusahaan akan mendapatkan informasi dari pelanggan seperti jumlah produk yang dibutuhkan oleh pelanggan dan tanggal produk akan dikirimkan.

2. Perencanaan
Setelah perusahaan menerima pesanan dari pelanggan, selanjutnya perusahaan akan merencanakan proses produksi untuk membuat barang yang pelanggan inginkan. Dalam tahapan ini, perusahaan akan melihat, memperhitungkan, serta mengambil keputusan terhadap pemasok untuk memenuhi kebutuhan material yang diperlukan oleh perusahaan.

3. Pengadaan
Sesudah menentukan rencana dan jumlah barang yang tepat, tahap berikutnya yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah pengadaan barang. Pengadaan merupakan prosedur yang dilaksanakan oleh perusahaan untuk mendapatkan barang yang memiliki harga paling rendah namun dengan kualitas tertinggi yang sesuai dengan standar perusahaan.

4. Persediaan
Material yang telah dipesan selanjutnya disimpan di dalam gudang untuk kebutuhan produksi yang akan dilakukan di tahap selanjutnya. Bahan baku yang disimpan ini wajib dipertahankan kualitasnya sehingga barang yang dibuat dengan bahan baku ini juga memiliki kualitas yang sama.

5. Produksi
Proses produksi merupakan tahapan yang krusial untuk kesuksesan perusahaan. Hal ini karena semua bahan baku mentah akan diolah menjadi produk jadi siap jual di mana kualitas produk sangat berkaitan dengan hasil dari tahapan ini. Dapat dikatakan bahwa semakin baik kualitas proses produksi, kualitas dari produk jadi akan semakin baik juga dan kemungkinan konsumen puas akan meningkat. Setelah berhasil diproduksi, produk jadi akan disimpan di gudang sebelum didistribusikan kepada konsumen.

6. Transportasi
Pada umumnya, tahap ini merupakan bagian terakhir dari Supply Chain Management. Produk jadi yang sebelumnya disimpan di dalam gudang akan didistribusikan kepada customer sesuai tanggal pengiriman yang disebutkan di awal.

7. Pengembalian Produk
Apabila terdapat kerusakan pada barang saat diterima oleh konsumen, maka tahapan ini perlu dilakukan. Tidak hanya dalam keadaan rusak, apabila terjadi hambatan yang membuat proses distribusi barang terlampau lama atau bahkan terjadi kesalahan saat melakukan pengiriman, maka perusahaan butuh melewati proses ini. Agar kejadian ini dapat dihindari, perusahaan sebaiknya mempunyai inventory di dalam gudang agar dapat langsung dikirim kepada konsumen serta membuat proses pengembalian dana yang cepat.

F. Manfaat Supply Chain Management
Manfaat manajemen rantai pasokan dalam perusahaan secara umum dapat memberikan kepuasan pelanggan, meningkatkan pendapatan, menurunkan biaya, pemanfaatan aset yang semakin tinggi, peningkatan keuntungan dan perusahaan semakin besar.
1. Kepuasan konsumen, adalah target dari kegiatan produksi setiap barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Konsumen yang dimaksud dalam konteks ini adalah konsumen setia dalam jangka waktu yang panjang. Untuk menjadikan konsumen agar tetap setia maka terlebih dahulu konsumen harus puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan.
2. Meningkatkan pendapatan, artinya semakin banyak konsumen yang setia dan menjadi mitra perusahaan maka akan meningkatkan pendapatan perusahaan, sehingga produk-produk yang dihasilkan perusahaan tidak akan percuma karena diminati konsumen.
3. Menurunkan biaya, berarti pengintegrasian barang atau jasa dari perusahaan kepada konsumen akhir berarti pula mengurangi biaya-biaya pada jalur distribusi.
4. Pemanfaatan aset semakin tinggi, aset terutama faktor sumber daya manusia akan semakin terlatih dan terampil baik dari segi pengetahuan dan keterampilan. Tenaga manusia akan akan mampu memberdayakan penggunaan teknologi tinggi sebagaimana yang dituntut dalam pelaksanaan Supply Chain Management.
5. Peningkatan laba, semakin meningkatnya jumlah konsumen yang setia dan menjadi pengguna produk (barang atau jasa) pada gilirannya akan meningkatkan keuntungan perusahaan.
6. Perusahaan semakin besar, perusahaan semakin maju dan berkembang dengan mendapatkan keuntungan dari proses distribusi produknya yang lambat laun akan menjadi besar. Perusahaan pun tumbuh lebih kuat.

Sedangkan manfaat langsung Supply Chain Management bagi perusahaan di antaranya,
1. Supply chain management secara fisik dapat mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan mengantarkannya kepada konsumen akhir. Ini menekankan pada fungsi produksi dan operasi dalam sebuah perusahaan. Fungsi ini dilakukan penggunaan dari seluruh sumber daya yang dimiliki dalam sebuah proses transformasi yang terkendali, guna memberikan nilai pada barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan dan mendistribusikannya kepada konsumen yang dibidik.
2. Supply Chain Management (SCM) sebagai mediasi pasar. Artinya memastikan apa yang dipasok oleh rantai suplai mencerminkan aspirasi konsumen. Melalui supply chain management, pemasaran dapat mengidentifikasi barang atau jasa dengan karakteristik yang diminati konsumen. Fungsi ini harus mampu mengidentifikasi seluruh atribut produk yang diharapkan konsumen tersebut dan mengkomunikasikan kepada perancang produk (barang atau jasa). Apabila seleksi desain produk sudah dilakukan serta dilakukan pengujian maka produk dapat diproduksi.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 2. Modernisasi dan Globalisasi (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2. Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.4 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Ujian Nasional Kompetensi Globalisasi dan Dampaknya       
11. Materi Ringkas Globalisasi dan Dampaknya

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Supply Chain Management, Komponen, Prinsip, Tujuan, Proses, dan Manfaatnya"