Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Ruralisasi, Penyebab, Dampak, dan Contohnya

Pengertian Ruralisasi, Penyebab, Dampak, dan Contohnya


A. Pengertian Ruralisasi

Ruralisasi adalah proses perpindahan penduduk dari suatu daerah di perkotaan yang padat penduduknya ke daerah lain di pedesaan yang masih jarang penduduknya. Umumnya mereka yang melakukan ruralisasi dulunya pernah juga melakukan urbanisasi, tapi cukup banyak juga masyarakat kota yang melakukan ruralisasi.

Ruralisasi dilakukan ketika kepadatan masyarakat di perkotaan sudah sangat tinggi dan keseimbangan populasi sudah terganggu. Sebagian masyarakat kota tersebut akhirnya pindah ke daerah pedesaan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan berkualitas. Selain karena di daerah pedesaan masih tersedia ruang yang cukup banyak untuk tempat tinggal, daerah pedesaan juga dianggap lebih sehat ketimbang di perkotaan.

Ruralisasi Menurut Para Ahli
El Rais (2012), ruralisasi adalah serangkaian proses yang menyebabkan perpindahan penduduk di daerah perkotaan yang padat penduduknya ke pedesaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk masih rendah atau jarang penduduknya

B. Penyebab Ruralisasi
Faktor penyebab ruralisasi dibedakan dalam dua hal di antaranya,
1. Faktor Pendorong
Faktor pendorong terjadinya ruralisasi di antaranya,
1. Adanya keinginan yang mendalam untuk memulai hidup di daerah pedesaan atau pulang kampung di daerah asal dulunya.
2. Hiruk-pikuk kehidupan di kota menjadikan individu mengalami tingkat kejenuhan dan stress yang sudah diambang batas kewajaran, sehingga menyebabkan individu butuh ketenangan untuk menjalani hari-hari dalam hidupnya.
3. Memiliki keinginan atau bahkan orientasi hidup yang baru, untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih bermakna bagi kehidupannya.
4. Sudah tidak memiliki daya upaya atau kemampuan untuk turut serta dalam kontestasi dinamika kehidupan (persaingan hidup) di wilayah perkotaan.
5. Melambungnya harga pokok sandang, pangan, dan papan. Dalam hal ini harga papan yaitu tanah, harga tanah di daerah perkotaan sudah melebihi harga emas, intan, bahkan permata. Karena semakin mahalnya harga tanah, beberapa individu tidak memiliki kemampuan untuk memilikinya.
6. Memiliki keinginan untuk mengembangkan daerah asalnya (pedesaan) serta membangun dan memajukan agar mempunyai daya saing yang setara dengan daerah perkotaan.

2. Faktor Penarik
Beberapa faktor yang menjadikan individu tertarik untuk melakukan ruralisasi di antaranya,
1. Iklim lingkungan sosial dan suasana di daerah pedesaan lebih nyaman dan tenang.
2. Di pedesaan dengan intensitas komunikasi yang selalu tatap muka, menjadikan sesama warganya memiliki sikap tepo seliro serta menghargai satu sama lain. Karena tingginya sikap saling menghargai akhirnya memberikan efek sikap saling menjaga dan saling memberi. Di desa masih banyak orang dari sawah mampir ke tetangga untuk memberi sedikit hasil kebunnya. Hal ini menjadikan biaya hidup di daerah pedesaan relatif lebih kecil (murah) jika dibandingkan di daerah perkotaan.
3. Masyarakat di daerah pedesaan lebih hangat dan lebih sopan, lebih bersahabat, dan penuh dengan rasa kekeluargaan.
4. Harga tanah di daerah pedesaan masih terjangkau dan relatif lebih murah jika dibandingkan harga tanah di daerah perkotaan.
5. Adanya keterikatan akan kenangan masa lalu (masa kecil) dengan daerahnya.

C. Dampak Ruralisasi
1. Dampak Positif Ruralisasi
a. Masyarakat dapat menciptakan usaha sendiri, misalnya berjualan. Hal ini cenderung sulit dilakukan di perkotaan karena persaingan yang sangat ketat.
b. Udara pedesaan yang jauh lebih sehat ketimbang di perkotaan membantu tubuh tetap bugar.
c. Masyarakat yang melakukan ruralisasi pada umumnya dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat di desa, sehingga masyarakat desa mengalami modernisasi.
d. Penduduk kota yang melakukan ruralisasi dapat membeli lahan di pedesaan dengan harga yang lebih terjangkau.

2. Dampak Negatif Ruralisasi
a. Jumlah konsumen di perkotaan semakin berkurang karena kepadatan penduduk berkurang.
b. Cara berpakaian masyarakat kota yang pindah ke desa akan menyebabkan perubahan budaya kesopanan pada masyarakat pedesaan.
c. Harga kebutuhan pokok di pedesaan akan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di desa tersebut akibat ruralisasi.

D. Contoh Ruralisasi
Seperti yang disebutkan di atas, pengertian ruralisasi adalah perpindahan penduduk dari daerah perkotaan yang padat ke daerah pedesaan yang minim penduduk. Dengan begitu maka masyarakat perkotaan dapat memiliki lahan di pedesaan dan mengurangi kepadatan penduduk di kota.

Salah satu contoh ruralisasi adalah perpindahan penduduk di daerah Jakarta (Pasar Minggu, Blok M, dan lain-lain) ke daerah pedesaan di Jawa Timur, misalnya Desa Dolopo, Madiun. Di Dolopo masih terdapat banyak lahan kosong untuk ditempati dan dikelola oleh masyarakat kota yang melakukan ruralisasi.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3.1 Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3.2 Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi (Kurikulum 2013) 
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3.3 Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi (Kurikulum 2013) 
4. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3. Ketimpangan Sosial (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3.1 Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3.2 Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 3.3 Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi (Kurikulum Revisi 2016)  

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Ruralisasi, Penyebab, Dampak, dan Contohnya"