Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Kampanye, Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Medianya

Pengertian Kampanye, Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Medianya


A. Pengertian Kampanye

Kampanye dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah gerakan (tindakan) serentak (untuk melawan, mengadakan aksi, dan sebagainya); kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi politik atau calon yang bersaing memperebutkan kedudukan dalam parlemen dan sebagainya untuk mendapat dukungan massa pemilih dalam suatu pemungutan suara. Secara etimologis, kata kampanye berasal dari bahasa Latin, yaitu “campaign” yang artinya lapangan.

Menurut asal katanya, arti kampanye adalah serangkaian tindakan lengkap dan terencana yang diformulasikan untuk mencapai tujuan tertentu, baik dalam hubungan masyarakat, pemasaran, perolehan pendapatan, peningkatan kualitas, standar keselamatan, dan lain sebagainya (biasanya dalam batasan geografis dan temporal). Istilah kampanye sering digunakan dalam berbagai kegiatan, mulai dari bidang kemiliteran, pemasaran bisnis, kegiatan sosial, kegiatan politik, dan berbagai kegiatan lainnya.

Jadi secara umum, pengertian kampanye adalah serangkaian usaha dan tindakan komunikasi yang terencana untuk mendapatkan dukungan dari sejumlah besar khalayak yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang secara terorganisir dalam suatu proses pengambilan keputusan dan dilakukan secara berkelanjutan dalam kurun waktu tertentu. Berdasarkan definisinya semua kegiatan kampanye memiliki beberapa unsur penting di antaranya,
1. Kegiatan kampanye bertujuan untuk menciptakan dampak atau efek tertentu.
2. Sasaran kampanye adalah khalayak dalam jumlah yang besar.
3. Kegiatan kampanye umumnya fokus dalam waktu tertentu.
4. Kampanye dilakukan melalui serangkaian tindakan komunikasi yang terorganisir.

Kampanye Menurut Para Ahli
1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Kampanye Pemilu adalah kegiatan peserta pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh Peserta Pemilu untuk meyakinkan Pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau citra diri Peserta Pemilu.
2. Menurut UU pasal 1 ayat 26 No. 10 tahun 2008, kampanye adalah kegiatan yang dilakukan oleh peserta pemilu untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi dan program yang ditawarkan oleh calon peserta Pemilu.
3. Rogers E. M. dan Storey J. D., kampanye adalah rangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu.
4. Michael Pfau dan Roxanne Parrott, kampanye adalah suatu proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan mempengaruhi khalayak sasaran yang telah ditetapkan.
5. Rajasundaram, kampanye adalah pemanfaatan metode komunikasi kepada khalayak umum agar terkoordinasi dalam waktu tertentu. Kampanye harus ditujukan untuk mengarahkan kepada masyarakat mengenai permasalahan dan pemecahan masalah.
6. Riswandha Imawan, kampanye adalah upaya persuasif yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain agar sepaham terhadap ide atau gagasan yang ditawarkan.
7. F. Rachmadi, kampanye adalah kegiatan yang terorganisir secara sistematis untuk mendorong masyarakat melakukan sesuatu yang diinginkan dengan memanfaatkan media tertentu agar tepat sasaran dan disertai dengan evaluasi.
8. Antar Venus, kampanye adalah upaya yang ditujukan untuk menciptakan perubahan dan dampak tertentu dalam kehidupan bermasyarakat yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu.
9. Philip Kotler dan Ned Roberto, kampanye adalah upaya yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang untuk menamankan ide, sikap, perilaku yang diinginkan oleh pelaku kampanye.
10. Hafied Cangara, kampanye adalah aktivitas komunikasi yang dilakukan untuk mempengaruhi masyarakat agar memiliki wawasan terhadap perilaku yang menjadi keinginan pemberi informasi.

B. Tujuan Kampanye
Kegiatan komunikasi di dalam kampanye harus dilakukan secara tersusun dan terlembaga. Lembaga tersebut bisa dari pemerintah, pihak swasta atau dari lembaga swadaya masyarakat. Jika  pada praktiknya kampanye memiliki tujuan yang beragam tergantung tujuan lembaga itu sendiri. Namun secara umum tujuan kampanye ialah untuk menggugah isu tertentu dengan menyampaikan informasi produk atau gagasan/ide yang dikampanyekan sehingga masyarakat menyukai, simpati, peduli atau berpihak kepada yang melakukan kampanye. Beberapa contoh kampanye yang ada di masyarakat di antaranya,
1. Ajakan untuk menyumbang dana bagi korban bencana alam.
2. Anjuran pemerintah untuk melakukan imunisasi bagi anak.
3. Ajakan sekelompok orang pada masyarakat untuk memilih calon gubernur tertentu.
4. Anjuran seorang atlet untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan makanan suplemen tertentu.
5. Dan lain-lain.

C. Fungsi Kampanye
Secara umum, kampanye berfungsi sebagai informasi agar masyarakat lebih tanggap terhadap suatu pesan yang disampaikan dalam kampanye. Adapun menurut Drs, Antar Venus, MA, dalam kegiatan kampanye memiliki fungsi di antaranya,
1. Sebagai sarana informasi yang dapat mengubah pola pikir masyarakat.
2. Sebagai upaya pelaksana kampanye untuk mencapai tujuan dengan menggugah kesadaran dan pendapat masyarakat terhadap isu tertentu.
3. Pengembangan usaha dengan membujuk khalayak untuk membeli produk yang dipasarkan.
4. Untuk membangun citra positif peserta kampanye.

D. Jenis Kampanye
Pada umumnya kegiatan kampanye dilakukan dengan slogan, pembicaraan, media cetak, simbol-simbol, siaran rekaman berbentuk suara dan gambar. Pelaksanaan kampanye juga dilakukan melalui media internet dalam rangka pencitraan yang nantinya berkembang menjadi upaya persamaan sebuah gagasan atau isu suatu kelompok kepada masyarakat dengan harapan mendapatkan tanggapan.
1. Jenis Kampanye Berdasarkan Orientasinya
a. Product Oriented Campaigns, merupakan kampanye yang berorientasi pada produk, baik itu barang maupun jasa. Jenis kampanye ini umumnya dilakukan dalam lingkungan bisnis komersil. Kampanye ini bertujuan untuk membangun citra positif terhadap produk yang diperkenalkan ke masyarakat.
b. Candidate Oriented Campaigns, merupakan kampanye yang berorientasi pada kandidat. Kampanye ini biasanya memiliki latar belakang hasrat untuk kepentingan politik. Misalnya kampanye PEMILU, kampanye PILKADA.
c. Ideologically or Cause Oriented Campaigns, kampanye ini berorientasi pada tujuan-tujuan khusus yang sifatnya sosial. Seperti yang pernah dijelaskan oleh Kotler, kampanye perubahan sosial bertujuan untuk menangani berbagai masalah sosial dengan perubahan pandangan, sikap, dan perilaku masyarakat. Contohnya: kampanye imunisasi, kampanye ASI, kampanye Donor Darah, kampanye Keluarga Berencana (KB).

2. Jenis Kampanye Berdasarkan Isinya
a. Kampanye Positif. Kampanye yang berisi pengenalan tentang produk atau seseorang yang dikampanyekan. Pada umumnya informasi yang disampaikan tentang hal-hal baik saja.
b. Kampanye Negatif. Kampanye negatif biasanya dilakukan oleh kompetitor di mana isi kampanyenya menyampaikan tentang kekurangan produk atau seseorang. Pada umumnya kampanye negatif ini berdasarkan data dan fakta yang sudah terjadi sebelumnya.
c. Kampanye Hitam. Kampanye hitam adalah kampanye yang bertujuan untuk membunuh karakter seseorang atau produk yang menjadi kompetitor. Namun, informasi yang disampaikan dalam kampanye hitam adalah fitnah, kebohongan, atau tuduhan tanpa bukti.

E. Media Kampanye
Demikian bentuk dan jenis kampanye ini membutuhkan media kampanye sebagai corong untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat di antaranya,
1. Media Elektronik “televisi, radio”.
2. Media Cetak “koran, tabloid, majalah”.
3. Media Komunikasi Kelompok “pameran, seminar, diskusi panel”.
4. Media Luar-Ruangan “poster, banner, billboard, papan nama”.
5. Media Digital “Website, sosial media, email, aplikasi chatting dan lain-lain”.

Adapun secara umum media massa memiliki berbagai fungsi bagi khalayaknya menurut Mc Quail di antaranya,
1. Sebagai pemberi informasi;
2. Pemberian komentar atau interpretasi yang membantu pemahaman makna informasi;
3. Pembentukan kesepakatan;
4. Korelasi bagian-bagian masyarakat dalam pemberian respons terhadap lingkungan;
5. Transmisi warisan budaya;
6. Ekspresi nilai-nilai dan simbol budaya yang diperlukan untuk melestarikan identitas dan kesinambungan masyarakat (dalam yuniati, 2002: 85).
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Kampanye, Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Medianya"