Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Diskon, Tujuan, Manfaat, Indikator, Faktor, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Pengertian Diskon, Tujuan, Manfaat, Indikator, Faktor, Jenis, dan Cara Menghitungnya


A. Pengertian Diskon

Diskon dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah potongan harga. Secara umum diskon adalah pengurangan harga yang diberikan kepada pembeli saat melakukan pembelian barang atau jasa. Dengan membeli barang saat ada diskon, tentunya pembeli bisa menjadi lebih hemat dalam pembelian.

Meski demikian, penjual tidak merasa merugi karena efek dari diskon ini diharapkan akan kembali di masa mendatang dalam bentuk lainnya seperti loyalitas pembeli atau branding produk yang lebih kuat. Selain itu, diskon juga biasanya diberikan sebagai promosi yang efektif untuk menarik pembeli pertama.

Dengan adanya diskon produk, pembeli mendapatkan kesempatan mencoba barang yang dijual dengan harga yang lebih murah. Jika dirasa bermanfaat, diharapkan pembeli bisa melakukan pemesanan kembali (repeat order).

Diskon Menurut Para Ahli
1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), diskon secara umum adalah pengurangan nilai kotor suatu transaksi; transaksi perbankan: metode pengurangan yang beban bunga pinjaman atau surat utangnya telah diperhitungkan di muka (discount).
2. Tjiptono, diskon adalah potongan harga yang diberikan oleh pihak penjual ke pihak pembeli sebagai bentuk penghargaan karena melakukan aktivitas tertentu dari pembeli yang menyenangkan untuk pihak penjual.
3. Suhardi Sigit, diskon adalah pengurangan harga yang sudah ditetapkan karena pihak pembeli mampu memenuhi beberapa persyaratan tertentu yang sebelumnya sudah ditetapkan.
4. Kotler, diskon adalah penyesuaian harga dasar dalam memberikan suatu penghargaan pada pelanggan atau suatu reaksi tertentu seperti melakukan pembayaran tagihan yang lebih awal, melakukan jumlah pembelian tertentu, dll.
5. Mariana (2009), diskon adalah pengurangan terhadap harga yang ditetapkan karena pembeli memenuhi syarat yang ditetapkan.
6. Mc Carthy, dkk (2009), diskon adalah pengurangan dari harga tercatat yang diajukan penjual kepada pembeli yang apakah tidak melakukan fungsi pemasaran tertentu atau melakukan fungsi pemasaran atau melakukan sendiri fungsi itu.

B. Tujuan Diskon
Tujuan utama penetapan harga khususnya dalam pemotongan harga atau diskon menurut Tjiptono (2008) di antaranya,
1. Tujuan berorientasi pada laba. Asumsi teori ekonomi klasik menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba paling tinggi dikenal dengan istilah maksimalisasi laba. Penentuan harga biasanya dapat dilakukan dengan harga murah atau mahal. Semakin besar daya beli konsumen semakin besar pula keinginan bagi penjual untuk menetapkan harga yang lebih tinggi.
2. Tujuan berorientasi pada volume. Selain tujuan berorientasi pada laba, ada pula perusahaan yang menetapkan harganya berdasarkan tujuan yang berorientasi pada volume tertentu atau yang biasa dikenal dengan istilah volume pricing objectives.
3. Tujuan berorientasi pada citra. Citra (image) suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga. Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau mempertahankan citra prestisius.
4. Tujuan stabilisasi harga. Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu perusahaan menurunkan harganya, maka para pesaingnya harus menurunkan pula harga mereka.
5. Tujuan-tujuan lainnya. Harga dapat pula ditetapkan dengan tujuan mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan ulang atau menghindari campur tangan pemerintah.

C. Manfaat Diskon
Manfaat yang diperoleh bagi penjual adalah penjualan dalam jumlah banyak akan mengurangi biaya produksi tiap unitnya. Sedangkan manfaat bagi pembeli adalah akan mengurangi biaya pesan dan pembayaran harga satuan lebih rendah dari biasanya, tetapi kerugian yang dapat timbul adalah membengkaknya biaya penyimpanan karena pemesanan yang lebih besar akan meningkatkan inventory. Menurut Isnaini (2008), manfaat pemberian diskon pada produk dan jasa di antaranya,
1. Mendorong pembeli untuk membeli dalam jumlah yang besar, sehingga volume penjualan diharapkan akan bisa naik. Pemberian potongan harga akan berdampak terhadap konsumen, terutama dalam pola pembelian konsumen yang akhirnya juga berdampak terhadap volume penjualan yang diperoleh perusahaan.
2. Pembelian dapat dipusatkan perhatiannya pada penjual tersebut, sehingga hal ini dapat menambah atau mempertahankan langganan penjual yang bersangkutan. Diadakan discount ini merupakan salah satu strategi penjual dalam menarik minat pembeli.

D. Indikator Pengukur Diskon
Menurut Sutisna (2002), diskon atau potongan harga adalah pengurangan harga produk dari harga normal dalam periode tertentu. Adapun aspek-aspek atau indikator yang berkaitan dengan potongan harga atau diskon di antaranya,
1. Besarnya potongan harga. Besarnya ukuran potongan harga yang diberikan pada saat produk di diskon.
2. Masa potongan harga. Jangka waktu yang diberikan pada saat terjadinya diskon.
3. Jenis produk yang mendapatkan potongan harga. Keanekaragaman pilihan pada produk yang di diskon.

Sedangkan menurut Damayanti (2010), indikator yang menjadi tolok ukur pemberian diskon di antaranya,
1. Harga referensi internal. Di mana terbentuk dari pengalaman konsumen akan harga suatu barang.
2. Persepsi konsumen mengenai kualitas. Pengetahuan konsumen mengenai kualitas suatu produk.
3. Persepsi nilai. Konsumen memberikan penilaian sendiri terhadap barang yang akan dibelinya.

E. Faktor Diskon
Terdapat beberapa faktor yang menjadi landasan pemberian diskon pada produk atau jasa di antaranya,
1. Produk melimpah
Strategi diskon diterapkan ketika jumlah produk yang ada cukup melimpah atau jauh melebihi jumlah permintaan yang ada. Untuk itu diperlukan langkah agar stok produk yang besar tidak macet atau justru malah menumpuk dan memenuhi gudang. Apalagi hukum ekonomi menyebutkan bahwa besarnya supply yang tidak dibarengi peningkatan demand akan mendorong terjadinya penurunan harga.

2. Rendahnya permintaan pasar
Kondisi ini bisa berupa rendahnya tingkat konsumsi masyarakat akibat rendahnya pendapatan ataupun terjadinya krisis ekonomi sehingga menyebabkan lesunya sektor riil. Seperti halnya dengan hukum ekonomi, rendahnya demand atau permintaan pasar terhadap suatu produk akan mendorong terjadinya penurunan harga. Pada kondisi semacam ini penurunan harga merupakan konsekuensi logis dari kondisi pasar yang ada.

Sehingga pengertian diskon sebagai langkah menurunkan harga merupakan keharusan yang dilakukan pengusaha agar tetap bertahan, bukan suatu strategi bisnis. Ketika diskon diberikan melalui trik promosi yang memikat sehingga berhasil mengondisikan pasar sekaligus merangsang masyarakat untuk membeli, itu baru bisa disebut strategi bisnis yang cukup jitu.

3. Persaingan harga
Suatu bisnis tentu tidak terlepas dari masalah persaingan. Berkumpulnya sejumlah usaha sejenis di suatu wilayah akan mendorong meningkatnya persaingan yang terjadi. Indikator yang paling mudah untuk memenangkan pertarungan adalah dengan menerapkan harga yang lebih rendah dibanding pesaing lain. Apabila ada satu usaha yang memulai dengan menurunkan harga produk, maka akan memancing pengusaha lainnya untuk berlaku sama, yaitu dengan menurunkan harga atau memberikan diskon yang lebih besar.

F. Jenis Diskon
1. Diskon Persentase
Jenis diskon pertama yang paling banyak menarik perhatian orang adalah diskon persentase. Persentase yang paling banyak digunakan untuk meningkatkan penjualan adalah diskon dari mulai 25% sampai 50%. Umumnya, perusahaan yang memberikan potongan harga ini sedang melakukan cuci gudang atau produknya tidak begitu laris di pasaran.

Untuk itu, diskon ini dilakukan agar bisa meningkatkan penjualan produk secara cepat. Dilansir dari laman Shopify, Anda bisa menggunakan jenis diskon ini untuk lebih dari satu produk, seperti beli produk A dan dapatkan produk B dengan diskon sebesar 50%.

2. Diskon Pengurangan Harga
Jenis diskon berikutnya adalah diskon pengurangan harga, dalam hal ini pihak perusahaan akan menggunakan batas minimal harga lalu selanjutnya akan langsung melakukan pengurangan. Seperti, beli barang senilai 500 ribu dan raih potongan harga senilai 50 ribu.

Dengan cara ini, maka pelanggan akan merasa harus mencapai jumlah minimal tertentu agar bisa memperoleh diskon, meskipun diskon tersebut tidak terlalu besar jumlahnya. Masih dikutip dari laman Shopify, jika harga barang cukup tinggi, maka disarankan untuk menggunakan potongan harga atau diskon jenis ini.

Atau bisa juga dengan menggunakan cara “beli produk senilai 500 ribu dan dapatkanlah voucher belanja sampai 50 ribu. Jadi, diskon tidak melulu tentang potongan harga, karena bisa saja berupa voucher ataupun kredit yang bisa dimanfaatkan untuk selanjutnya.

Strategi diskon yang satu ini dinilai sangat efektif karena secara tidak langsung akan meningkatkan loyalitas konsumen dan memastikannya untuk melakukan pembelian ulang.

3. Gratis Ongkos Kirim
Diskon selanjutnya yang sangat dicintai oleh para penikmat belanja online adalah gratis ongkos kirim. Kita tahu bahwa seringkali ada beberapa barang yang kita inginkan sudah sesuai dengan selera, namun mengurungkan niat membeli karena mahalnya ongkos kirim.

Hal tersebut tidak hanya terbatas pada barang, tapi juga bisa diterapkan dalam pembelian makanan atau minuman. Umumnya, gratis ongkos kirim ini akan diberlakukan pada periode tertentu atau saat pihak pembeli menggunakan suatu kode voucher tertentu.

Selanjutnya, pengiriman yang memanfaatkan promo ini biasanya mempunyai durasi yang lebih lama daripada membayar dengan harga biasanya.

4. Gratis Hadiah
Dilansir dari laman AccountingTools, jenis diskon ini biasanya dilakukan dalam proses cuci gudang atau untung yang diperoleh sudah mencukupi.

5. Diskon untuk Produk Khusus
Jenis diskon ini biasanya akan ditentukan sendiri oleh penjual dan berlangsung pada kurun waktu tertentu. Selain itu, jenis diskon ini juga bisa diterapkan untuk orang-orang terpilih saja.

G. Cara Menghitung Diskon
1. Menghitung Diskon A% + B%
Jenis potongan seperti ini sangat mudah ditemui di department store ataupun toko pakaian pada pusat perbelanjaan. Diskon seperti ini mungkin akan terlihat besar, namun sebenarnya tidak. Jika kita ambil contoh ada suatu baju yang dibandrol dengan harga Rp 500.000 dan diberi diskon 30%+20%, maka harga barang tersebut harus dikurangi 30% terlebih dahulu, lalu dikurangi lagi 20%.

Jadi, 30% x Rp 500.000 adalah Rp 150.000. Lalu 20% x Rp 150.000 adalah Rp 30.000.  jadi, total keseluruhan diskon adalah Rp150.000 + Rp30.000 = Rp180.000

2. Menghitung Diskon A% Off
Jika anda menemukan suatu barang yang dibandrol dengan harga Rp500.000  dan di diskon 20% off, maka Anda bisa langsung menghitungnya dengan cara 20 x Rp500.000 = Rp10.000.000 : 100 = Rp100.000. sehingga harga yang harus Anda bayar adalah Rp400.000.

3. Menghitung Diskon B% untuk Pembelian Selanjutnya
Untuk perhitungan jenis ini, maka mari kita ambil contoh pembelian tiket nonton bioskop dengan diskon 50% pada pembelian kedua. Untuk perhitungannya, Anda akan dikenakan harga normal terlebih dahulu, contohnya Rp60.000, nah pada pembelian tiket kedua, nantinya Anda akan mendapatkan harga setengahnya.

4. Menghitung Promo Buy A Get A/B Free
Jenis diskon ini akan membuat siapapun tergiur. Mari kita ambil contoh promo buy 1 get 1, jadi dengan harga misalnya Rp500.000, maka Anda sudah bisa memperoleh 1 baju cantik, dean 1 bonus baju yang sama atau jenis lainnya, tergantung syarat dan ketentuan yang diberlakukan.

Namun untuk kasus promo buy 2 get 3, maka Anda harus menjumlahkan harga normal pada 2 baju yang akan Anda beli sebagai harga yang harus Anda bayarkan. Perhitungannya adalah 2 x Rp500.000 = Rp1.000.000. Jika sudah begitu, maka Anda akan mendapatkan bonus tambahan baju atau produk jenis lainnya, tergantung syarat dan ketentuan yang diberlakukan.

Strategi lainnya yang saat ini diterapkan oleh perusahaan untuk mendapatkan banyak konsumen adalah buy 1 get 2, cara perhitungannya adalah dihitung dari harga tertinggi. Jika Anda menemukan promo ini, maka Anda bisa memilih 3 barang yang sesuai dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan, tapi saat membayar di kasir, Anda hanya harus membayar 1 barang dengan harga tertinggi.

Jadi, jika 1 kaos dengan merk A dibandrol dengan harga Rp110.000, 1 kemeja dengan yang sama dibandrol dengan harga Rp150.000, dan 1 celana dengan merk yang sama pula dibandrol dengan harga Rp250.000. maka Anda hanya harus membayar dengan harga paling mahal, yaitu Rp250.000

5. Menghitung Promo Cashback
Promo lain yang tidak kalah menarik dengan diskon adalah cashback. Promo potongan yang bisa diperoleh dalam bentuk pengembalian uang ini sangat bervariasi. Bisa dalam bentuk voucher, poin, pengembalian uang virtual, dll.

Contohnya ada promo makan go-pay dengan nilai cashback sebesar 20% dan maksimal Rp 10 ribu untuk pembelian pertama tanpa adanya minimal transaksi. Maka artinya, jika Anda makan pada toko yang bekerjasama dengan gopay senilai Rp100.000, maka Anda anda tidak akan memperoleh cashback sebanyak Rp20.000 karena nilai cashback 20%. Namun, cashback yang tetap akan Anda peroleh adalah tetap Rp10.000.

6. Jangan Salah Kaprah Diskon Up To A%
Saat ini, di etalase gerai atau toko tertentu, kita mungkin akan mudah melihat diskon bertuliskan up to berapa persen. Hal ini memang terkadang membuat banyak orang tergiur. Seperti contohnya ada diskon up to 90%, maka akan ada banyak orang yang tergiur dan langsung menyerbunya karena mengira diskonnya adalah 90%.

Namun, ketika masuk mereka akan kecewa karena diskon yang dipasang tidak semuanya 90%. Kenapa? Karena kata up to ini memiliki arti hingga, jadi diskonnya adalah hingga 90%. Walaupun memang barang yang dibandrol ada yang di diskon 90%, tapi tetap saja ada variasi diskon barang tertentu, mulai dari 10%, 20%, 50%, sampai 80%. Untuk itu, pikirkanlah baik-baik sebelum membelinya.

7. Menghitung Harga Spesial Promo Paket Makanan
Kebanyakan dari kita pasti pernah mencoba makan paketan, kenapa? Karena menu paketan tentunya lebih hemat. misal:
Menu paket = 1 ayam paha, 1 porsi nasi, 1 es teh seharga Rp30.000.
Ala Carte alias terpisah = 1 ayam paha Rp17.000 + 1 nasi Rp6.000 + 1 soft drink Rp 9000 = Rp32.000.
Promo paket keluarga 5 ayam + 3 nasi + 3 es teh seharga Rp98.000.

Dengan harga tersebut tentunya Anda bisa lebih hemat daripada membelinya terpisah, namun coba hitung jika Anda pergi makan dengan 5 teman atau anggota keluarga lainnya.
Paket keluarga Rp98.000 + nasi 2 Rp6.000 = Rp112.000
Paket perorangan 5 x Rp25.000 = Rp125.000
Anda berhemat  = Rp125.000 – Rp112.000 = Rp13.000.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 2. Modernisasi dan Globalisasi (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2. Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.4 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Ujian Nasional Kompetensi Globalisasi dan Dampaknya       
11. Materi Ringkas Globalisasi dan Dampaknya

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Diskon, Tujuan, Manfaat, Indikator, Faktor, Jenis, dan Cara Menghitungnya"