Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Dilema Sosial, Konsekuensi, dan Menanggulanginya

Pengertian Dilema Sosial, Konsekuensi, dan Menanggulanginya


A. Pengertian Dilema Sosial

Dilema sosial adalah situasi di mana kepentingan diri bertentangan dengan kesejahteraan kelompok dalam waktu jangka panjang atau situasi di mana keinginan individu menghasilkan konsekuensi yang tidak diinginkan oleh kelompok. Dalam istilah teknis dilema sosial adalah situasi di mana pilihan jangka pendek yang paling menguntungkan bagi individu pada akhirnya akan menimbulkan hasil negatif bagi semua pihak yang terkait.

Demikian Weiten (1989) mengemukakan bahwa dilema sosial akan teratasi apabila orang menyangkal keuntungan segera (immediate benefit) untuk masing-masing dirinya yang justru hal tersebut pada gilirannya akan menghasilkan kebaikan bersama khususnya dalam jangka panjang (collective interest). Halnya Brewer dan Kramer (1986) dilema sosial eksis atau terjadi setiap kali hasil kumulatif dari pilihan individual yang masuk akal menjadi bencana kolektif. Dilema sosial membuat kepentingan diri jangka pendek individu bertentangan dengan kepentingan jangka panjang kelompok (yang mencakup individu).

Contoh yang paling dikenal adalah dilema terdakwa (prisnoers’ dilemma) (Sarwono, 2005). Dalam teori dilema terdakwa, diandaikan ada dua orang terdakwa yang sedang diperiksa oleh jaksa. Jaksa memberi tahu tentang konsekuensinya kalau mereka mengaku atau tidak mengaku. Kalau terdakwa A mengaku sedangkan terdakwa B tidak mengaku, A dapat dihukum 10 tahun penjara sedangkan B bebas. Akan tetapi, kalau A mengaku sementara B juga mengaku, keduanya hanya mendapat hukuman masing-masing satu tahun penjara.

Sebaliknya kalau A tidak mengaku dan B mengaku, B lah yang mendapat hukuman 10 tahun sedangkan A bebas. Sebaliknya, kalau kedua-duanya tidak mengaku, A dan B sama- sama mendapat hukuman 5 tahun penjara. Menghadapi kemungkinan-kemungkinan di atas, seharusnya kedua terdakwa sama-sama mengaku saja agar mereka sama-sama mendapat hukuman yang paling ringan. Akan tetapi, kalau terdakwa diperiksa dan tidak dapat saling berunding, kecenderungannya adalah bahwa mereka sama-sama tidak mau mengaku karena keduanya berpikir bahwa kalau hanya ia sendiri yang mengaku, ia akan mendapat hukuman paling berat sementara temannya akan bebas. Akibatnya, kedua terdakwa itu mendapat hukuman 5 tahun penjara (p. 131).

Komorita dan Parks (1994), mengurai ketidakpastian yang ada dalam dilema sosial. Banyak situasi di mana kerja sama seharusnya dapat berkembang, tetapi tidak demikian halnya yang melibatkan sebuah kondisi yang disebut dilema sosial adalah situasi di mana setiap orang yang terlibat dapat meningkatkan hasil individual mereka dengan bertindak menang sendiri atau egois, tetapi jika semua orang melakukan hal yang sama, hasil akhir yang didapat oleh semua orang akan berkurang

Sebagai hasilnya, orang-orang dalam situasi seperti ini harus berurusan dengan motif campuran (mixed motive), terdapat alasan untuk bekerja sama (menghindari hasil negatif untuk semua orang) tetapi juga alasan untuk berkompetisi melakukan yang terbaik bagi diri sendiri. Bagaimanapun juga jika hanya satu atau sedikit orang yang terlibat dalam perilaku ini, mereka akan diuntungkan sementara yang lain dirugikan.

B. Konsekuensi Dilema Sosial
Berdasarkan contoh yang terkait dilema narapidana di atas, bentuk sederhana dari dilema sosial, dua orang dapat memilih untuk bekerja sama atau untuk berkompetisi satu sama lain. Jika keduanya memilih untuk bekerja sama, masing-masing menerima hasil yang memuaskan.

Jika keduanya memilih untuk berkompetisi maka masing-masing menerima hasil yang negatif, jika yang satu memilih untuk berkompetisi sedangkan yang lain memilih untuk bekerja sama, yang pertama menerima hasil yang jauh lebih baik daripada yang kedua, hasil ini mengindikasikan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi pilihan yang dibuat orang dalam situasi yang mengandung motif campuran seperti ini.

Karena individu yang menghadapi dilema sosial terkadang bertindak mementingkan diri sendiri dan terkadang mementingkan kelompok. Tidak mengejutkan beberapa faktor yang diidentifikasi dalam diskusi kompetisi dan kerja sama juga relevan dengan dilema sosial:
1. Struktur imbalan dan situasi akan sangat berpengaruh
2. Tindakan mengingatkan orang terhadap norma kerja sama sosial

C. Menanggulangi Dilema Sosial
Faktor-faktor lain juga penting dalam memecahkan dilema sosial (Kerr dan Park, 2001). Orientasi nilai dan tujuan seseorang – apakah kooperatif, kompetitif atau individualis – dapat mempengaruhi cara orang tersebut menghadapi dilema sosial. Besarnya kelompok juga berpengaruh. Dalam kelompok besar, efek perilaku egosi satu orang akan tidak kelihatan.

Hubungan antar individu juga penting. Kita akan meninggalkan kepentingan diri kita, jika kita mengenal dan peduli pada orang dalam kelompok dan jika kita ingin terus berinteraksi dengan mereka dimasa depan. Komunikasi di antara individu juga dapat meningkatkan kerja sama.

Diskusi akan membuka kesempatan bagi individu untuk membuat komitmen terbuka untuk bekerja sama. Menciptakan kebersamaan kelompok dapat meningkatkan tendensi untuk menahan diri dan menggunakan sumber daya secara bijak, khususnya dalam kelompok kecil.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.1 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.2 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 2.3 Permasalahan Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 2. Permasalahan Sosial (Kurikulum 2013)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Permasalahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Dilema Sosial, Konsekuensi, dan Menanggulanginya"