Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Brand Image, Komponen, Aspek, Fungsi, Faktor, Indikator, Manfaat, Cara, dan Contohnya

Pengertian Brand Image, Komponen, Aspek, Fungsi, Faktor, Indikator, Manfaat, Cara, dan Contohnya


A. Pengertian Brand Image (Citra Merek)

Brand image (Citra Merek/manajemen merek) adalah persepsi atau pendapat konsumen pada merek suatu produk yang didapatkan dari pengalaman langsung maupun tidak langsung terhadap produk. Brand image juga dapat diartikan sebagai tanggapan konsumen terhadap merek berdasarkan baik buruk merek tersebut dalam ingatan konsumen.

Brand image merupakan upaya yang dilakukan pada suatu merek agar memiliki kesan yang positif dan mendalam di mata para konsumen dengan meningkatkan kualitas merek secara konsisten dalam jangka panjang. Konsumen biasanya akan lebih sering membeli produk bermerek terkenal sebab produk tersebut dirasa lebih nyaman, banyaknya asumsi baik terhadap merek tersebut, mudah ditemukan, dan kualitasnya tentu tak perlu diragukan lagi.

Lebih tegasnya, brand image adalah pandangan suatu merek ketika konsumen memilitkan sebuah produk. Misalnya, apabila memikirkan tentang air mineral, maka yang dipikirkan pertama kali adalah Aqua. Dengannya, penting bagi sebuah perusahaan membangun dan mempertahankan brand image produk mereka agar tetap berstatus positif dimata konsumen sehingga akan menjadi top of mind saat memikirkan suatu barang/jasa.

Brand Image (Citra Merek) Menurut Para Ahli
1. Kotler, brand image adalah keyakinan, ide atau kesan seseorang terhadap sebuah brand karena brand berpengaruh terhadap pilihan konsumen untuk menentukan produk mana yang akan mereka beli dan mereka gunakan.
2. Keller, brand Image adalah pandangan audiens saat ini tentang suatu merek sebagaimana tercermin oleh asosiasi merek yang ada dalam ingatan audiens.
3. Rangkuti, brand image adalah sekumpulan asosiasi brand yang terbentuk dan melekat di benak konsumen. Konsumen yang terbiasa menggunakan brand tertentu cenderung memiliki konsistensi terhadap brand image.
4. Supranto, brand Image adalah apa yang konsumen pikir atau rasakan ketika mereka mendengar atau melihat nama suatu merek atau pada intinya apa yang konsumen telah pelajari tentang merek.
5. Tjiptono, brand image adalah serangkaian asosiasi yang dipersepsikan oleh individu sepanjang waktu, sebagai hasil pengalaman langsung maupun tidak langsung atas sebuah merek.
6. Setiadi, brand Image adalah representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu.

B. Komponen Brand Image (Citra Merek)
Sebuah persepsi dibangun berdasarkan komponen tertentu. Terdapat tiga komponen brand image menurut Plummer dalam Aaker (1991:139) di antaranya,
1. Product Attributes (Atribut Produk), merupakan hal yang berhubungan dengan merek atau atribut produk sendiri seperti kemasan, harga, rasa, isi produk dan lain sebagainya. Terbagi menjadi 2 macam di antaranya,
a. Product Related Attributes berkaitan dengan berbagai komposisi fisik dari suatu produk yang ditawarkan sesuai kebutuhan konsumen.
b. Non Product Related Attributes berkaitan dengan aspek eksternal dari suatu produk untuk pembelian produk berdasarkan informasi kemasan, desain, harga, penggunaan produk dan sebagainya.
 
2. Benefit (Keuntungan), merupakan nilai personal yang dihubungkan oleh konsumen pada berbagai atribut produk. Terbagi menjadi 3 macam di antaranya,
a. Functional Benefits berhubungan dengan memenuhi macam-macam kebutuhan dasar seperti keamanan, pakaian, hunian, dan penyelesaian masalah atas produk atau jasa.
b. Experiential Benefits berkaitan dengan perasaan yang timbul pada saat menggunakan suatu produk berdasarkan pencarian variasi, stimulasi kognitif dan kepuasan sensori
c. Symbolic Benefits berkaitan dengan berbagai kebutuhan akan persetujuan sosial atau ekspresi personal sesuai dengan nilai prestise dan eksklusivitas dari merek produk.
 
3. Brand Attitude (Sikap Merek), merupakan evaluasi secara menyeluruh dari suatu merek yang mengarah pada kepercayaan konsumen tentang merek produk yang lebih bagus atau buruk jika memiliki keuntungan atau atribut tertentu.

C. Aspek Brand Image (Citra Merek)
Terdapat beberapa aspek brand image menurut Indratama dan Artanti (2014) di antaranya,
1. Kekuatan (Strength). Hal ini merujuk pada keunggulan yang dimiliki brand terkait yang bersifat fisik dan tak ditemukan pada brand lain. Yang termasuk kekuatan brand di antaranya, penampilan fisik, fungsi, harga hingga tampilan pendukung.
2. Keunikan (Uniqueness). Keunikan mengarah pada kemampuan untuk membedakan brand dengan brand lain yang sejenis. Kesan unik dari suatu produk terlihat dari atribut produk yang berbeda dari produk sejenis lainnya. Yang termasuk keunikan seperti ragam layanan dan harga serta pembedaan (diferensiasi).
3. Kesukaan (Favourable). Kesukaan merujuk pada kemampuan brand untuk mudah diingat konsumen. Yang termasuk kesukaan brand di antaranya kemudahan pengucapan brand, kemampuan untuk diingat konsumen, juga persamaan kesan brand dengan image perusahaannya.

D. Fungsi Brand Image (Citra Merek)
Terdapat beberapa fungsi brand image di antaranya,
1. Membuat Perusahaan Memiliki Segmen Pasar Serta Kelasnya Tersendiri
Fungsi pertama dari kepemilikan Brand Image yang baik dan positif adalah perusahaan atau pebisnis bisa memiliki segmen pasar dan kelasnya tersendiri. Hal ini berkaitan dengan keunikan dan kedudukan perusahaan dimata konsumen. Memiliki dan membuat citra merek yang berkualitas akan membantu perusahaan menduduki kelasnya sendiri dan tidak bisa disejajarkan dengan pebisnis lain.

2. Bisa Menjadi Ciri Khas Pembeda dari Pebisnis Lain
Fungsi kedua dari memiliki citra merek seperti menggunakan logo, tagline atau visi misi untuk jelas akan menimbulkan ciri khas yang menarik. Ciri khas inilah yang kemudian bisa membawa perusahaan atau produk dipandang lebih baik dari kompetitor yang ada. Oleh sebab itu menjadi sangat penting sekali dalam membangun citra merek atau manajemen merek dengan keunikannya masing-masing.

3. Memungkinkan Menaikkan Harga Produk Sesuai Kualitas
Ingin menaikkan harga produk atau layanan di atas rata-rata? Itu tidak masalah! Apalagi kalau sudah memiliki citra merek yang baik. Inilah fungsi lainnya dari adanya penerapan citra merek pada kegiatan bisnis yang ada, dengan tetap memperhatikan peningkatan kredibilitas produk. Konsumen tentu menerima jika harga produk yang dibelinya lebih tinggi dari harga umumnya namun telah memiliki nama juga kualitas teruji.

4. Mendapatkan Konsumen-konsumen Baru
Fungsi keempat dari adanya peningkatan atau penurunan citra merek pada bisnis yang digeluti adalah bisa mendapatkan konsumen baru. Konsumen baru yang didapatkan sendiri akan menjadi lebih luas cakupannya dan tidak terbatas pada satu segmen pasar dan demografi. Penambahan konsumen dan daya beli secara signifikan bisa cepat didapatkan jika promosi dan upaya menyentuh konsumen dilakukan secara tepat.

5. Memberikan Daya Tarik Tersendiri Bagi Konsumen
Dibandingkan dengan pebisnis atau produk yang dipasarkan tanpa branding maka akan kalah dengan yang sudah citra merek yang baik. Jika bisnis Anda mampu memberikan daya tarik tersendiri bagi konsumen, maka konsumen akan memiliki loyalitas terhadap jasa atau produk yang dijual oleh Anda. Secara bersamaan, konsumen yang puas dengan produk dan layanan Anda, kemungkinan  akan merekomendasikan pengelaman baiknya ke orang-orang terdekat mereka sehingga bisnis Anda bisa lebih dikenal secara luas.

E. Faktor Brand Image (Citra Merek)
Adapun faktor yang mempengaruhi brand image (citra merek) menurut Kertajaya (2006) di antaranya,
1. Komunikasi dari sumber lain yang belum tentu sama dengan yang dilakukan pemasar, komunikasi dapat berasal dari konsumen lain, pengecer dan kompetitor.
2. Pengalaman konsumen lewat sebuah eksperimen bisa mengubah persepsi yang sebelumnya dimiliki. Untuk itu, jumlah persepsi yang muncul akan membentuk citra keseluruhan dari merek (total image of brand).
3. Pengembangan produk, posisi brand pada produk cukup unik, brand membuat nilai sebuah produk akan naik. Selain itu, performa juga ikut serta dalam pembentukan brand image dan pastinya konsumen akan membandingkan performa produk dengan janji brand.

Sedangkan, faktor yang dapat membentuk atau mempengaruhi brand image (citra merek) menurut Sciffman dan Kanuk (2010) di antaranya,
1. Kualitas dan mutu.
2. Bisa diandalkan atau bisa dipercaya konsumen.
3. Manfaat dan kegunaannya bagi konsumen.
4. Pelayanan.
5. Risiko.
6. Harga.
7. Citra yang dimiliki brand/merek.

F. Indikator Brand Image (Citra Merek)
Untuk menentukan seberapa besar persepsi audiens terhadap produk ketika memikirkan produk tersebut, ada yang disebut indikator brand image. Terdapat tiga indikator yang membentuk brand image menurut Biel (2004) dalam Sulistyari (2012:4) di antaranya,
1. Citra Korporat. Merupakan citra yang terbentuk dalam perusahaan atau sekumpulan asosiasi untuk membangun image dan peranan besar dalam memberikan pengaruh terhadap keputusan audiens atau konsumen sebelum membeli produk. Jika perusahaan memiliki citra baik di mata khalayak, maka produknya cenderung lebih disukai dan mudah diterima.
2. Citra Produk. Merupakan citra yang terbentuk dalam suatu produk, yang meliputi atribut produk, manfaat dan penggunaan bagi konsumen dan jaminan garansi. Jika tanpa adanya citra produk yang kuat dan bernilai positif yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau keinginan konsumen, akan sangat sulit bagi perusahaan untuk bisa menarik konsumen baru dan mempertahankan pasar yang sudah ada.
3. Citra Pemakai. Merupakan citra yang terbentuk dalam pengguna yang menggunakan produk atau jasa berdasarkan kepribadian, status sosial, gaya hidup dan lain sebagainya. Jika konsumen memiliki kepribadian dan gaya hidup yang mewah dan modern, maka dia cenderung membeli berbagai produk dengan desain modern dan elegan.

G. Manfaat Brand Image (Citra Merek)
Citra merek yang kuat bisa memenangkan persaingan bisnis, berikut manfaat brand image di antaranya,
1. Memberikan daya tarik lebih pada konsumen terhadap merek.
2. Menciptakan dan membangun loyalitas konsumen terhadap merek.
3. Memberikan diferensiasi produk atau pembeda brand produk dengan brand sejenis.
4. Memperluas lini bisnis.

H. Cara Membangun Brand Image (Citra Merek)
Berikut ini cara membangun brand image atau citra merek yang kuat di antaranya,
1. Fokuslah membangun identitas merek bukan hanya merek saja agar konsumen mengenal dan mengingat produk juga perusahaan dengan membuat diferensiasi.
2. Konsisten dengan image yang dibangun dan menyampaikan keunggulan yang dimiliki merek ke pasar sehingga akan terbentuk persepsi merek lalu membandingkan persepsi tersebut.
3. Pilihlah media yang tepat untuk melayani konsumen agar tujuan tercapai. Sehingga perlu menyesuaikan media dengan tujuan pemasaran produk.
4. Sesuaikan metode pemasaran digital dan media yang dipakai.

Sementara cara meningkatkan brand image di antaranya,
Berikut beberapa tips meningkatkan citra merek produksi atau layanan bisnis agar semakin berkembang di antaranya,
1. Membuat Desain Logo Menarik
Tips pertama cara meningkatkan citra merek atau dagang yang baik agar semakin berkembang adalah dengan membuat logo perusahaan atau logo dagang yang menarik, unik, kekinian dan sesuai selera pasar. Logo yang menarik dan pengemasan produk yang baik sangat optimal untuk menaikkan branding atau status produk di mata konsumen.

2. Melakukan Kampanye Iklan dan Promosi Berkelanjutan
Tips kedua untuk menaikkan citra merek pada sebuah layanan atau produk adalah dengan melakukan kampanye iklan atau promosi berkelanjutan. Hal ini adalah poin yang sangat krusial untuk mengenalkan merek Anda pada calon konsumen, jangan sampai bosan dalam membuat iklan dan promosi yang merambah berbagai kalangan secara konstan. Meski mungkin pada awal pergerakannya kurang mendapatkan atensi dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, namun harus tetap konsisten melakukannya untuk keberhasilan merek Anda.

3. Gunakan Laman Media Sosial Untuk Berinteraksi dengan Konsumen
Pada era teknologi dan sosial media semacam ini maka pelaku bisnis jangan sampai ketinggalan memanfaatkan kecanggihannya. Buatlah dan gunakan laman sosial media untuk berinteraksi dengan konsumen secara nyata. Misalnya dengan membuat Instagram atau website kemudian buat layanan admin guna menjawab pertanyaan atau keluhan konsumen. Usahakan secepat mungkin dan jangan biarkan konsumen menunggu

4. Tingkatkan Kualitas Produk dan Layanan
Tentu selain melakukan berbagai tips eksternal di atas, wajib juga para pebisnis memperhatikan hal-hal internal. Salah satunya yaitu senantiasa meningkatkan kualitas produk serta layanan, sehingga konsumen akan semakin percaya menggunakan produk yang ditawarkan. Jangan sampai hanya asyik melakukan promosi dan mengembangkan penjualan namun mengabaikan kualitas produk atau layanan.

5. Bekerja sama dengan Influencer
Menggunakan kekuatan influencer juga bisa menjadi salah satu tips yang paling segar dan inovatif untuk dilakukan pada era saat ini. Para influencer bagi Instagram, Youtube, Tik-tok atau laman media sosial lainnya biasanya memiliki fans dan pengikut atau followers cukup banyak yang jelas bisa menjadi calon konsumen Anda. Pebisnis bisa bekerjasama dengan  influencer untuk meng-endorse produk yang dijual, memberikan review dan mengajak melakukan pembelian pada produk yang dimaksud.

6. Konsisten Menaikkan Mutu dan Berkembang Menjadi Lebih Baik
Soal mengelola dan menaikkan kualitas produk atau layanan jangan hanya dilakukan sekali atau seperlunya saja. Pastikan untuk konsisten menaikkan mutu dan berkembang menjadi lebih baik setiap harinya lewat perencanaan yang matang.

I. Contoh Brand Image (Citra Merek)
1. Coca Cola, merupakan merek minuman bersoda yang terkenal dan mencitrakan produk mereka sebagai minuman yang membawa keceriaan bagi keluarga dan persahabatan. Hal tersebut bisa dapat ditemukan diberbagai iklan Coca Cola terutama ketika hari raya. Selain itu, Coca Cola juga sering mensponsori beragam acara olahraga sehingga produk ini memiliki kesan sporty.
2. Aqua, merupakan merek air mineral yang menjadi pelopor air mineral dalam kemasan di Indonesia. Meski banyak produk air mineral yang lain, orang akan menyebut Aqua padahal bisa menyebut mereknya.
3. McDonald’s, merupakan merek makanan cepat saji yang memiliki citra merek murah dan menyajikan makanan dengan cepat.
4. Nike, merupakan brand merek pakaian yang memiliki citra merek berbeda dengan merek pakaian lain. Bike dianggap sebagai merek yang hanya berurusan dengan pakaian olahraga.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 2. Modernisasi dan Globalisasi (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2. Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.4 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Ujian Nasional Kompetensi Globalisasi dan Dampaknya       
11. Materi Ringkas Globalisasi dan Dampaknya

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Brand Image, Komponen, Aspek, Fungsi, Faktor, Indikator, Manfaat, Cara, dan Contohnya"