Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Aliansi, Jenis, Prinsip, Proses, dan Contohnya

Pengertian Aliansi, Jenis, Prinsip, Proses, dan Contohnya


A. Pengertian Aliansi

Aliansi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ikatan antara dua negara atau lebih dengan tujuan politik. Secara umum, aliansi adalah hubungan orang, kelompok atau negara yang bergabung bersama untuk saling menguntungkan atau mencapai tujuan bersama, entah memakai perjanjian ataupun tidak. Para anggota aliansi disebut sekutu.
 
Istilah aliansi ini memiliki banyak arti di antaranya,
1. Persekutuan antara individu, kelompok atau organisasi yang mempunyai sumber daya dan terlibat aktif dalam menjalankan tugas dan fungsi tertentu.
2. Sebuah nota kesepakatan baik secara formal ataupun informal yang bertujuan untuk melindungi diri dari suatu ancaman yang datang dari pihak eksternal ataupun dari pihak internal.
3. Gabungan antara dua atau lebih kelompok dengan tujuan agar masing-masing dapat mencapai tujuannya dengan lebih baik  karena adanya kerja sama yang saling menguntungkan.

Aliansi dalam lingkup bisnis diartikan sebagai persekutuan yang dilakukan oleh perseorangan, kelompok atau organisasi, yang mempunyai sumber daya (sarana, prasarana, dana, keahlian, akses, pengaruh, informasi) dan bersedia untuk terlibat aktif atau berperan dalam menjalankan fungsi dan tugas tertentu.

Sementara dalam hubungan internasional, aliansi diartikan sebagai kerja sama antara dua atau lebih negara atau organisasi/kelompok tertentu dalam ruang lingkup internasional, baik dalam bidang politik, ekonomi, dan lain-lain dalam rentang waktu tertentu sebagaimana yang telah disepakati.

Aliansi Menurut Para Ahli
1. Hutt, aliansi sebagai strategi utama yang banyak digunakan oleh berbagai kelompok atau organisasi. Kerja sama aliansi berguna bagi kelompok atau organisasi dalam memperoleh kompetensi baru, melindungi keunggulan sumber daya yang dimiliki, serta memperkecil risiko.
2. Rich, aliansi adalah hubungan kooperatif antara dua atau lebih organisasi independen, untuk mencapai tujuan keuntungan bisnis bersama selama aliansi secara ekonomis memungkinkan.
3. Joseph Nye, aliansi adalah pengaturan formal atau informal antara negara-negara berdaulat, biasanya untuk memastikan keamanan secara timbal balik.
4. Elmuti dan Kathawala, aliansi adalah kerja sama antara dua atau lebih perusahaan atau unit bisnis yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang signifikan secara strategis yang saling menguntungkan.
5. Griffiths dan Terry, aliansi adalah suatu kesepakatan antara dua atau lebih negara untuk bekerja sama dalam masalah keamanan secara timbal balik. Maksudnya adalah aliansi merupakan kesepakatan, baik formal atau non formal, dalam konteks keamanan dan pertahanan agar dapat mempertahankan diri dari ancaman negara lain.
6. Jack C. Plano dan Roy Olton, aliansi adalah perjanjian untuk saling mendukung secara militer jika salah satu negara penandatanganan perjanjian diserang oleh negara lain. Aliansi ditujukan untuk memajukan kepentingan bersama di antara negara anggota.

B. Jenis Aliansi
Bentuk aliansi dapat dibedakan berdasarkan visi dan fungsi dari anggotanya di antaranya,
1. Aliansi Strategis, adalah penggabungan dua kelompok dan yang bersatu menjadi sekutu dekat atau lingkaran inti. Kelompok yang berada dalam aliansi strategis berperan sebagai pendiri, penggagas, penggerak utama, dan menentukan serta mengendalikan arah kebijakan aliansi yang dibentuk.
2. Aliansi Taktis, adalah penggabungan dua kelompok yang bersatu menjadi sekutu jauh atau lingkar luar. Aliansi taktis biasanya tidak terlibat langsung dan berperan memberikan dukungan terhadap lingkaran inti.

Dalam hal ini aliansi strategis (lingkar inti) punya peranan utama karena berfungsi sebagai penggerak utama jaringan aliansi. Namun, sebuah kegiatan aliansi dapat dikatakan efektif jika melibatkan dan dijalankan bersama-bersama dengan aliansi taktis.

C. Prinsip Aliansi
Mereka yang berada dalam lingkaran utama suatu aliansi bisa saja berbeda pandangan, bahkan beda ideologi politik. Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang dalam mencapai tujuan aliansi tersebut. Hal ini terkait dengan beberapa prinsip aliansi di antaranya,
1. Temukan persamaan visi, bukan perbedaan kepentingan. Aliansi harus dimulai dengan berbaik sangka.
2. Utamakan untuk menggagas beberapa pencapaian kecil, dan percaya pada harapan Anda, bukan rasa takut.
3. Lakukan tugas dan kegiatan sesuai dengan rencana. Jika kita gagal merencanakan, maka kita berencana untuk gagal.
4. Utamakan isu yang telah disepakati dan bertumpu pada isu tersebut dalam melakukan gerakan.
5. Selalu terbuka dengan pandangan lain, bersedia bermufakat dan mengedepankan negosiasi yang saling menguntungkan.
6. Aliansi harus dinamis dan inovatif. Artinya, tidak mudah puas dan terus berusaha menggagas sesuatu untuk kemajuan aliansi.

D. Proses Aliansi
Ketika prinsip-prinsip aliansi telah terpenuhi maka penggabungan kelompok yang berbeda dapat melakukan kerja sama dalam mencapai tujuan. Proses pembentukan aliansi di antaranya,
1. Menentukan tujuan utama yang menjadi agenda aliansi
2. Mengidentifikasi stakeholders dan mencari berbagai pihak yang berpotensi menjadi pendukung dan penentang agenda aliansi. Melakukan analisis terhadap stakeholders di antaranya,
a. Siapa stakeholder inti?
b. Alasan stakeholder tertarik pada agenda
c. Di mana posisi mereka terhadap agenda(mendukung, netral, atau menentang)?
d. Bagaimana pengaruh mereka terhadap aliansi (tinggi, sedang, rendah)?
e. Apa sumber yang dimiliki stakeholder?
f. Di mana posisi stakeholder yang paling tepat?

3. Menentukan dan menyepakati visi bersama serta misi yang diperlukan untuk mencapai visi.
4. Melakukan mobilisasi terhadap sumber daya yang dibutuhkan oleh aliansi.
5. Menjalankan pekerjaan sesuai rencana secara sistematis dan konsisten.

E. Contoh Aliansi
1. Aliansi Antar Negara
Pakta Warsawa adalah salah satu contoh aliansi antar negara yang dibentuk oleh beberapa negara di Eropa Timur. Aliansi di bidang keamanan dan pertahanan negara ini berdiri pada tanggal 14 Mei 19 di Warsawa. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh tujuh negara, yaitu, Uni Soviet, Bulgaria, Rumania, Jerman Timur, Hungaria, Polandia, Cekoslowakia. Alasan dibentuknya aliansi Pakta Warsawa adalah karena ketakutan terhadap ancaman NATO.

2. Aliansi dalam Bisnis
Salah satu contoh aliansi dalam bisnis adalah bergabungnya Bajaj dengan Kawasaki dalam pemasaran motor Kawasaki Bajaj Pulsar 200 NS. Aliansi ini dilakukan atas dasar untuk keuntungan masing-masing perusahaan. Kawasaki dikenal sebagai brand sepeda motor sport ternama sehingga memudahkan pemasaran motor Kawasaki Bajaj Pulsar 200 NS. Hal ini membandu Bajaj dalam pemasaran produk mereka, dalam hal ini motor Kawasaki Bajaj Pulsar 200 NS.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 2. Modernisasi dan Globalisasi (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2. Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.4 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Ujian Nasional Kompetensi Globalisasi dan Dampaknya       
11. Materi Ringkas Globalisasi dan Dampaknya

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Aliansi, Jenis, Prinsip, Proses, dan Contohnya"