Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Samudra Arktik, Karakteristik, dan Profilnya

Pengertian Samudra Arktik, Karakteristik, dan Profilnya


A. Pengertian Samudra Arktik

Samudra Arktik, berlokasi di belahan utara bumi dan kebanyakan berada di wilayah Arktik Kutub Utara, adalah samudra terkecil dan terdangkal di antara lima samudra di dunia. Meskipun Organisasi Hidrografik Internasional (IHO) menganggapnya sebagai samudra, para ahli samudra menyebutnya Laut Mediterania Arktik atau Laut Arktik, mengklasifikasikannya sebagai satu dari Laut Mediterania yang tergabung dalam Samudra Atlantik.

Banyak bagian dari samudra Arktik yang tertutup oleh es, baik pada musim dingin atau sepanjang tahun. Suhu dan kadar garam di samudra Arktik bervariasi tergantung musim tergantung dari es yang menutupinya sedang mencair atau meleleh; kadar garamnya adalah yang terendah dari rata-rata lima samudra lainnya, dikarenakan rendahnya penguapan, juga dikarenakan terbatasnya keluarnya air dari samudra ke daerah sekitarnya dengan masukan air tawar ke samudra dalam jumlah yang besar. Jumlah es-es yang mencair pada musim panas mencapai 50%.

Samudra Arktik berbentuk bundar dan memiliki luas sekitar 14.056.000 kilometer persegi, hanya kurang sedikit dari 1.5 kali luas Amerika Serikat. Panjang garis pantainya adalah 45.389 kilometer. Hampir dikelilingi oleh daratan sepenuhnya, Samudra Arktik mencakup Tanjung Baffin, Laut Barents, Laut Beaufort, Laut Chukchi, Laut Siberia Timur, Laut Greenland, Tanjung Hudson, Teluk Hudson, Laut Kara, Laut Laptev, Laut Putih dan badan-badan air lainnya. Terhubung dengan Samudra Pasifik oleh Teluk Bering dan ke Samudra Atlantik melalui Laut Greenland dan Laut Labrador. Letak astronomisnya adalah  90°00′N 0°00′E .

Samudera Arktik mulai dikenal sejak orang kebangsaan Amerika bernama Robert Peary mendaratkan kaki di kutub utara pada 6 April 1909. Penduduk asli yang menempati wilayah sekitar samudera Arktik adalah suku Eskimo yang sudah menetap di kutub utara sejak 4000 tahun silam. Suku Eskimo merupakan pemakan daging mentah. Terdapat pematang Lomonosov di dasar samudera Arktik yang membagi dasar laut basin di Kutub Utara menjadi dua wilayah, yaitu basin Eurasia yang memiliki kedalaman sekitar 4.000–5.450 meter, dan basin Amerika (Hyperborean) yang memiliki kedalaman sekitar 4.000 meter.

Beberapa spesies laut di samudera Arktik terancam punah, karena kawasan ini mempunyai ekosistem yang rapuh dan lambat untuk pulih ketika ada kerusakan. Spesies laut yang terancam punah adalah walrus dan paus. Sementara spesies yang melimpah di perairan kutub utara adalah ubur-ubur surai singa. Samudra Arktik juga memiliki kehidupan tanaman bawah laut yang relatif sedikit, tetapi tidak untuk fitoplankton. Fitoplankton merupakan bagian penting dari laut dan sebagian besar berada di Kutub Utara. Fitoplankton berfotosintesis selama musim panas karena adanya sinar matahari yang keluar pada siang dan malam. Sebaliknya pada musim dingin, fitoplankton berjuang untuk mendapatkan cahaya yang cukup untuk fotosintesis dan bertahan hidup.

B. Karakteristik Samudra Arktik
1. Samudera ini seluruhnya berada di lingkaran kutub utara. Berbeda dengan samudera lain, seperti samudera Hindia, Atlantik, dan Pasifik yang berada pada lintang rendah sampai tinggi, dengan suhu air laut yang bervariasi antara kawasan satu dengan yang lain, samudera Arktik ini berada pada satu kawasan dengan lintang tinggi dan berada satu kawasan, yaitu di lingkaran kutub utara.
2. Samudera yang memiliki luas tersempit di dunia. Luasan samudera Artik ini adalah 14.100.000 km² kurang lebih sepersepuluh dari luasan Samudera Pasifik (samudera terluas di dunia) yang memiliki luas 165.700.000 km².
3. Samudera dengan suhu paling dingin. Seluruh wilayahnya yang berada di kutub utara menyebabkan samudera ini memiliki suhu paling dingin di antara samudera yang lainnya. Kawasan perairannya yang terbekukan, menyebabkan kawasan Samudera Arktik ini tidak tampak sebagai suatu samudera.
4. Samudera yang dihuni oleh satu suku. Umumnya samudera adalah suatu perairan yang luas dan tidak ada kehidupan manusia di atasnya kecuali di pulau-pulau kecil di sekitar samudera tersebut. Berbeda  dengan samudera Arktik, samudera ini memiliki suatu lapisan es tebal yang menutupi hampir seluruh wilayahnya, hingga tampak seperti sebuah daratan luas yang tertutup es abadi. Kawsan samudera artik ini di huni oleh suku bangsa Eskimo, yang konon telah hidup di samudera Arktik sekitar 4000 tahun yang lalu, suku bangsa ini hidup dengan cara berburu ikan dan binatang kutub dan memakannya secara mentah. Suku bangsa ini memiliki rumah adat yang disebut dengan Rumah Iglo.
5. Samudera dengan jenis ikan yang paling sedikit. Mengingat suhu yang sangat beku menyebabkan tidak memenuhi syarat hidup makhluk hidup pada umumnya, hanya jenis hewan dan ikan kawan kutub dan tidak banyak spesiesnya.

C. Profil Samudra Arktik
1. Letak Samudera Arktik
Samudera Arktik terletak di belahan bumi bagian utara dan secara keseluruhan mengelilingi kutub utara. Letak samudera Arktik berada di benua Asia, benua Eropa dan benua Amerika utara bagian utara. Letak astronomis samudera Arktik berada pada 90°00’ garis lintang utara dan 0°00’ garis bujur timur. Samudera Arktik terhubung langsung dengan samudera Pasifik melalui selat Bering, dan terhubung dengan samudera Atlantik melalui laut Greenland dan laut Labrador.

Wilayah samudera Arktik hampir dikelilingi oleh daratan dan berbatasan dengan beberapa wilayah yaitu Asia Utara, Amerika Utara, Greenland, serta Jazirah Skandinavia atau Eropa Utara. Beberapa laut yang berada diwilayah samudera Arktik mencakup teluk Baffin, laut Barents, laut Beaufort, laut Chukchi, laut Siberia Timur, laut Greenland, teluk Hudson, selat Hudson, laut Kara, laut Laptev, dan laut Putih. Terdapat beberapa negara yang memiliki garis pantai yang berbatasan langsung dengan samudera Arktik di antaranya,
Amerika
a. Amerika Serikat
b. Kanada

Eropa
a. Denmark (Greenland)
b. Islandia
c. Norwegia
d. Rusia

Selain itu, terdapat pelabuhan-pelabuhan penting yang berada di wilayah samudera Arktik di antaranya,
a. Churchill, Manitoba di Kanada
b. Inuvik di Kanada
c. Prudhoe Bay, Alaska di Amerika Serikat
d. Barrow, Alaska di Amerika Serikat
e. Pevek di Rusia
f. Tiksi di Rusia
g. Dikson di Rusia
h. Dudinka di Rusia
i. Murmansk di Rusia
j. Arkhangelsk di Rusia
k. Kirkenes di Norwegia
l. Vardø di Norwegia
m. Longyearbyen, Spitsbergen di Norwegia

2. Gejala Alam di Samudra Arktik
a. Rekor Pencairan Es di Samudra Arktik
Sejak lebih dari 30 tahun peneliti AS mengukur volume es di sekitar Kutub Utara. Kini hanya tersisa 4,1 juta Km persegi paparan es di Samudra Arktik. Es yang menyelimuti Kutub Utara menurun drastis mencapai rekor paling rendah. Hanya ada paparan es seluas 4,10 juta kilometer persegi. Ini merupakan tingkat terendah sejak dimulainya pengukuran dengan satelit tahun 1979. Demikian disampaikan pusat data pengukuran salju dan es Amerika Serikat (NSIDC) di Boulder, negara bagian Colorado.

Karena masa musim panas di kawasan itu masih berlangsung tiga minggu, volume es itu masih dapat mencair. “Dalam konteks apa yang terjadi beberapa tahun terakhir dan sejak dimulainya pengukuran dengan satelit, data ini menunjukkan, bahwa permukaan es mengalami perubahan secara fundamental,“ kata ilmuwan NSIDC Walt Meier dalam sebuah pernyataan. “Arktik dulu didominasi lapisan-lapisan es atau es yang bertahan selama bertahun-tahun. Kini semakin menjadi lapisan es yang sifatnya musiman, dan sebagian besar menghilang pada musim panas.“

b. Perubahan Lapisan Es
Kejadian-kejadian cuaca istimewa yang dapat menjadi alasan pencairan es besar-besaran, tahun ini tidak terjadi, kata direktur NSIDC Mark Serreze. “Selain badai agak besar pada bulan Agustus, sebetulnya cuaca tahun ini tidak istimewa. Tapi lapisan es sudah begitu tipis dan lemah, sehingga tidak lagi terpengaruh oleh seberapa kuat angin yang bertiup.”

Rekor sebelumnya dicatat para peneliti pada September 2007. Kala itu luasnya paparan es tercatat 4,17 juta kilometer persegi. Sebagian es di Kutub Utara mencair setiap tahun pada bulan-bulan musim panas dan kembali membeku pada bulan-bulan musim dingin. Luas total paparan es mengalami perubahan dari tahun ke tahun, akibat kondisi cuaca yang berbeda-beda. Sejak dimulainya pengukuran dengan satelit tahun 1979, jumlah luas paparan es secara keseluruhan „merosot dramatis“. Demikian disampaikan Pusat Data Pengukuran Salju dan Es Amerika Serikat, NSIDC. Hal ini terutama karena pemanasan bumi dan perubahan iklim global.

c. Impresi Arktik
Hasil penelitian Insitut Max Planck untuk Meteorologi (MPI) di Hamburg mendukung pernyataan tersebut. Studi aktual membuktikan bahwa pencairan es di Samudra Arktik bukan fenomena kebetulan. Hal itu tidak dapat dijelaskan melalui perubahan alami, kata Dirk Notz, pimpinan tim penelitian es samudra MPI.  Perubahan volume es di Kutub Utara memiliki arti penting bagi seluruh planet. Disampaikan ketua ilmuwan NASA Waleed Abdalati.

Es adalah faktor penting dalam terbentuknya iklim dan kondisi cuaca, yang mendukung berkembangnya masyarakat modern.“ Studi lain yang dipublikasi majalah ilmiah “Geophysical Research Letters“ juga menarik kesimpulan sama. Ini studi mengenai kaitan antara melelehnya es di Samudra Arktik atau Kutub Utara dan fenomena cuaca yang ekstrem seperti kemarau, banjir serta gelombang panas dan dingin di sejumlah tempat di dunia.

3. Fauna di Samudra Arktik
Di kawasan samudra artik dapat dijumpai banyak pulau dan kepulauan, seperti pulau Greeland, Pulau Baffin, Pulau Victoria dan Banks, Kepulauan Parry, Kepulauan Queen Elizabeth, dan lain-lain. Spesies laut yang terancam punah di Samudra Arktik termasuk walrus dan paus . Kawasan ini memiliki rapuh ekosistem yang lambat untuk berubah dan lambat untuk pulih dari gangguan atau kerusakan. Ubur-ubur surai singa berlimpah di perairan Kutub Utara, dan pinggiran atas sekoci berpita adalah spesies satunya pinggiran atas sekoci yang hidup di laut.
Samudra Arktik memiliki kehidupan tanaman relatif sedikit kecuali untuk fitoplankton. Fitoplankton adalah bagian penting dari laut dan ada sejumlah besar dari mereka di Kutub Utara, di mana mereka makan nutrisi dari sungai dan arus lautan Atlantik dan Pasifik. Selama musim panas, matahari keluar siang dan malam, sehingga memungkinkan fitoplankton untuk berfotosintesis untuk jangka waktu yang lama dan bereproduksi dengan cepat. Namun, sebaliknya adalah benar di musim dingin di mana mereka berjuang untuk mendapatkan cahaya yang cukup untuk bertahan hidup.

Terlepas dari ganasnya iklim di Arktik, sudah ribuan tahun manusia, seperti suku Lapps dari Eropa, suku nenet dari Rusia, dan suku Inuit dari Amerika Utara bermukim di daerah ini. Mereka beternak, berburu, dan menangkap ikan. Sebetulnya ikan kod, plaice, dan hadok berlimpah di perairan laut Arktik yang tidak beku. Bagian besar dari kita tidak akan pernah mengunjungi Lingkaran Arktik – dan penduduk dari wilayah utara yang sangat senang dengan itu. Kita tidak berbicara tentang orang Eskimo tetapi kita sedang berbicara tentang hewan yang hidup di Arktik. Meskipun suhu bawah nol dan hutan boreal kasar mungkin tampak suram dan tak kenal ampun, banyak spesies berkembang di tundra yang dingin di Lingkaran Arktik.

Hewan yang berasal dari kawasan Arktik di antaranya,
a. Wolverine
Makhluk ini adalah anggota dari keluarga musang, lebih mirip dengan berang-berang sungai. Tidak seperti superhero film yang menyandang nama yang sama, wolverine tidak memiliki cakar logam ditarik. Memang, bagaimanapun, hewan ini memiliki cakar semitretractable, tetapi ini paling sering digunakan untuk menggali dan mendaki. menurut Layanan US Fish dan Wildlife.

b. Lynx Kanada
Lynx adalah kucing yang kurang dikenal namun tidak jauh beda dengan kucing yang biasa kita temui, biasanya dalam ukuran kecil. Lynx Kanada memiliki kaki panjang dan cakar yang luas untuk membuat jalan agar lebih mudah melalui salju yang tebal. Makanan utama mereka adalah kelinci snowshoe, sepupu dari kelinci Arktik. Lynx Kanada menjadi punah di Colorado pada 1970-an, meskipun makhluk ini berhasil diperkenalkan kembali di daerah tersebut. Saat ini, US Fish and Wildlife Service mereka telah terdaftar sebagai binatang yang “terancam” di 48 negara.

c. Angsa Tundra
Angsa Tundra bermigrasi ke Alaska setiap musim semi untuk membangun sarang dan bertelur. Pada musim gugur, spesies ini bermigrasi ke Timur Laut Amerika Serikat, di sepanjang pantai Atlantik dari North Carolina kemudian ke Maryland.

d. Kelinci Arktik
Kelinci Arktik ini dapat ditemukan di daerah Kutub Utara Alaska, Kanada dan Greenland. Pada bulan-bulan musim dingin, bulu tebal kelinci Arktik berubah menjadi putih, yang memungkinkan untuk berbaur dengan salju, tapi di musim panas, bulu tebalnya cokelat keabu-abuan. Kelinci Arktik tidak dianggap sebagai spesies terancam atau hampir punah, tapi bagaimana pun hewan ini hanya dapat ditemukan di kawasan arktik saja.

e. Rubah Merah (Red fox)
Rubah Merah (Red fox) adalah mamalia pada ordo karnivora. Di Britania Raya dan Irlandia, tempat tidak ada lagi canid liar asli, rubah merah disebut “rubah”. Rubah ini habitatnya terletak di Kanada, Alaska, Amerika Serikat, Eropa, Afrika Utara dan Asia, termasuk Jepang. Rubah merah diperkenalkan di Australia pada abad ke-19.Seperti namanya, bulu rubah ini berwarna merah kecokelatan.

f. Paus Beluga (Paus Putih)
Paus Beluga atau Paus Putih (Delphinapterus leucas) adalah jenis cetacean yang terdapat di wilayah perairan laut kutub utara dan sekitarnya. Beluga adalah salah satu dari 2 jenis paus keluarga Monodontidae, bersama dengan Narwhal. Mamalia laut ini dikenal secara umum sebagai Beluga atau kenari laut karena ciri khas dari lengkingan suaranya yang tinggi. Panjang Beluga dapat mencapai 5 meter dengan warna tubuh yang putih, sementara kepalanya berbentuk melon.

g. Beruang Kutub (Polar Bear)
Beruang Kutub (polar bear) atau beruang es atau dalam nama ilmiahnya Ursus maritimus adalah mamalia besar dalam aturan marga keluarga biologi Ursidae. Dia termasuk spesies circumpolar yang terdapat di sekitar benua paling utara bumi, yaitu benua Artik dan termasuk beruang paling karnivora di antara keluarga beruang lainnya. Beruang kutub kadang-kadang juga diklasifikasi sebagai mammalia laut.

h. Karibu (Caribou)
Karibu juga dikenal sebagai rusa, dapat ditemukan di bagian utara dan selatan Alaska, Kanada, Rusia dan Greenland. Ini adalah spesies rusa-satunya di mana kedua perempuan dan laki-laki memiliki tanduk. Karibu dilindungi di bawah Endangered Species Act.

i. Narwhal
Narwhal Disebut “unicorn laut” karena (kadang-kadang sampai 10 meter!) Panjang taring menonjol dari rahang, makhluk yang unik Kutub Utara dapat ditemukan berenang di perairan Greenland dan Kanada. Berburu dan pola pemuliaan narwhals masih merupakan misteri bagi para ilmuwan, meskipun kita tahu bahwa taring mereka tidak digunakan untuk berburu. Makanan mereka sebagian besar terdiri dari cumi-cumi.

j. Burung Hantu Salju (Snowy owl)
Burung hantu salju adalah salah satu burung yang satu-satunya hidup di Arktik sepanjang tahun dan tidak bermigrasi. Ketika burung hantu salju sepenuhnya tumbuh bulu mereka putih murni, tetapi ketika mereka masih bayi bulu-bulu mereka berwarna abu-abu. Burung hantu salju juga spesies burung hantu yang sama sebagai hewan peliharaan yang terkenal Harry Potter, Hedwig.

k. Rubah Arktik (Arctic fox)
Rubah Arktik dapat ditemukan dalam ekosistem Arktik yang paling di belahan bumi utara, bahkan di Islandia ia adalah satu-satunya mamalia darat asli. Mereka tiba di Islandia selama Zaman Es terakhir, di mana ia melakukan perjalanan di atas air beku ke pulau vulkanik. Spesies ini terancam punah rubah di Skandinavia di mana ia telah sangat dilindungi selama beberapa dekade.

l. Great Auk
Great Auk adalah pinguin terbang besar yang menjadi punah pada pertengahan abad ke-19. Ini adalah satu-satunya spesies modern di genus Pinguinus, sekelompok burung yang sebelumnya termasuk salah satu spesies lain dari Auk raksasa terbang dari wilayah Samudera Atlantik. Bila tidak berkembang biak, ia bisa menghabiskan waktu mereka mencari makan di perairan Atlantik Utara, mulai selatan sejauh New England dan utara Spanyol melalui Kanada, Greenland, Islandia, Norwegia, Irlandia, dan Inggris.

m. Atlantic Puffin
Atlantic Puffin adalah spesies burung laut dalam keluarga Auk. Ini adalah burung pelagis yang keahlian utamanya dengan menyelam untuk mencari ikan, tetapi juga makan makhluk laut lainnya, seperti cumi-cumi dan krustasea. Karakteristik yang paling jelas selama musim kimpoi adalah tagihan yang berwarna cerah. Juga dikenal sebagai Puffin umum, itu adalah spesies Puffin-satunya yang ditemukan di Samudra Atlantik. Penampilan aneh burung, dengan tagihan yang besar berwarna-warni dan mencolok bulu belang-belang, telah menimbulkan julukan seperti ‘”badut laut” dan “burung beo laut”.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 2. Modernisasi dan Globalisasi (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2. Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.4 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Ujian Nasional Kompetensi Globalisasi dan Dampaknya       
11. Materi Ringkas Globalisasi dan Dampaknya

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Samudra Arktik, Karakteristik, dan Profilnya"