Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Organisasi Nonformal, Ciri, Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya

Pengertian Organisasi Nonformal, Ciri, Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya


A. Pengertian Organisasi Nonformal

Organisasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Sementara nonformal memiliki arti tidak resmi. Demikian organisasi nonformal adalah organisasi yang bersifat tidak resmi. Organisasi nonformal merupakan perkumpulan yang terbentuk secara spontan antara beberapa orang. Dalam organisasi nonformal hubungan di antara anggotanya bersifat personal. Nilai dan minat yang sama adalah unsur yang menyatukan para anggota dalam organisasi ini.

Munculnya organisasi non formal terdorong oleh kebutuhan sosial dari masing-masing individu yang tidak puas dengan apa yang mereka dapatkan di dalam organisasi resmi. Karena itulah, kedua jenis organisasi ini selalu hidup berdampingan. Organisasi ini ibarat semen yang menyatukan batu bata dalam bangunan rumah. Ia mengisi celah yang tidak dapat terpenuhi oleh organisasi yang formal sekaligus menyempurnakan organisasi itu. Keberadaan organisasi tidak resmi juga berdampak positif terhadap meningkatnya efektivitas dan kepuasan para anggota organisasi resmi.

Para anggota organisasi non formal memiliki pemikiran, perasaan, dan minat yang sama lalu menjadikannya sebagai tujuan bersama.  Namun mereka tidak di bebani tugas, tanggung jawab, dan konsekuensi yang berat maupun ketat.

B. Ciri Organisasi Nonformal
Organisasi non formal memiliki ciri istimewa yang membedakannya dengan organisasi formal di antaranya,
1. Struktur Tidak Terencana, Tidak Tetap, tidak ada struktur yang tetap dan tegas di dalam organisasi. Jika pun ada, struktur ini bersifat dinamis. Artinya dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kesepakatan anggota.
2. Dijiwai Kebutuhan Sosial, tujuan utama dari organisasi ini adalah memenuhi kebutuhan sosial dan personal para anggotanya. Mereka akan mendapatkan pertemanan, rasa cinta, dan dukungan moril di sini.
3. Arus Informasi dan Koordinasi Berjalan Bebas, setiap anggota dapat menyampaikan informasi kepada anggota lainnya secara bebas tanpa harus mengikuti birokrasi yang rumit. Antar bagian dapat bekerja sama tanpa harus menunggu arahan atau perintah dari atasan. Organisasi ini cocok bagi kelompok individu yang menyukai dinamika dan fleksibilitas.

C. Kelebihan dan Kekurangan Organisasi Nonformal
1. Kelebihan
Organisasi  nonformal juga memiliki kelebihan-kelebihan di antaranya,
a. Informasi dapat tersebar dengan mudah di antara para anggota
b. Para anggota dapat memenuhi kebutuhan sosial dan meningkatkan kesehatan psikologis
c. Setiap anggota dapat menyampaikan kritik dan saran dengan bebas

2. Kekurangan
Fleksibilitas organisasi non formal menimbulkan beberapa tantangan di antaranya,
a. Akibat arus informasi yang terlalu bebas, sering kali tersebar rumor atau gosip yang tidak pasti kebenarannya. Hal ini berpotensi besar menciptakan kebingungan dan merusakan kesatuan antar anggota.
b. Struktur yang tidak tetap berpotensi menyebabkan tumpang tindih peran. Ketika datang waktunya untuk bekerja sama menjalankan suatu program, tidak ada orang yang mengarahkan atau bahkan terlalu banyak orang yang menjadi bos.
c. Pada organisasi yang memegang nilai dan normanya secara ekstrem, para anggota akan sulit menolak perubahan tingginya tingkat konformitas. Artinya, anggota yang minoritas (baik memiliki gagasan yang berbeda, gender berbeda, dan lainnya), tidak akan berani bersikap vokal. Para anggota menerima tuntutan sosial untuk menerima ketetapan mayoritas.

D. Contoh Organisasi Non Formal
1. Organisasi non formal juga selalu muncul di dalam organisasi formal di antaranya grup arisan, tim futsal, atau tim senam di kantor.
2. Antardepartemen dalam suatu kantor juga biasanya memiliki perkumpulan khusus yang eksklusif dan bersifat personal.   
3. Paguyuban yang muncul di tengah masyarakat seperti remaja masjid, kelompok ibu-ibu pengajian, dan geng motor adalah contoh lain organisasi non formal.
4. Seiring perkembangan teknologi dan semakin banyaknya masyarakat yang terpapar internet, organisasi non formal pun semakin beragam. Kita dapat menemukan dengan mudah kelompok-kelompok pemain game online, persatuan perantau Jawa di tanah Kalimantan yang muncul di Facebook, dan paguyuban lain yang dilandasi kesamaan minat, latar belakang, serta nilai.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial             
13. Materi Ringkas Perubahan Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Organisasi Nonformal, Ciri, Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya"