Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Interaksi Antar Ruang, Syarat, Bentuk, dan Contohnya

Pengertian Interaksi Antar Ruang, Syarat, Bentuk, dan Contohnya

A. Pengertian Interaksi Antar Ruang

Menurut UU Nomor 26 Tahun 2007 mengenai tata ruang, ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya. Demikian Ruang merupakan wadah atau spasial, karena merupakan wadah, ruang tentu saja bisa diisi berbagai macam hal sesuai peruntukkannya.

Interaksi antar ruang adalah berbagai aktivitas timbal balik yang dilakukan beberapa ruang untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain. Menurut Bintarto (1987) interaksi adalah suatu proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap tingkah laku, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung. Interaksi melalui kontak langsung terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan. Interaksi tidak langsung terjadi melalui berbagai cara misalnya dengan membaca berita di internet, menonton tayangan di televisi, dan lain-lain.

Interaksi antar ruang dapat berupa pergerakan orang, barang, informasi dari daerah asal menuju daerah tujuan. Hal terjadi karena setiap ruang di permukaan bumi memiliki ciri khas tertentu yang berbeda antara suatu wilayah dan wilayah lainnya. Tidak ada satu lokasi pun yang karakteristiknya sama persis antara satu dan lainnya. Hal ini kemudian menciptakan keterkaitan antarruang di permukaan bumi. Perbedaan karakteristik ruang tersebut menyebabkan adanya interaksi antar satu ruang dengan lainnya, karena setiap ruang membutuhkan ruang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

B. Syarat Interaksi Antar Ruang
Terdapat beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan agar suatu interaksi dapat terjadi di antaranya,
1. Saling Melengkapi (complementarity atau Regional Complementary)
Kondisi saling melengkapi terjadi apabila terdapat wilayah-wilayah yang berbeda komoditas yang dihasilkannya. Misalnya, wilayah A merupakan penghasil sayuran, sedangkan wilayah B merupakan penghasil ikan.
Saling Melengkapi (complementarity atau Regional Complementary)
Wilayah A membutuhkan ikan, sedangkan wilayah B membutuhkan sayuran. Jika masing-masing memiliki kelebihan atau disebut juga surplus, maka wilayah A dapat melakukan interaksi dengan wilayah B melalui aktivitas perdagangan atau jual beli. Karena tidak ada salahnya, sayuran jika berlebih berpotensi menjadi busuk, begitu juga dengan ikan. Lebih baik jual saja ke wilayah lain yang membutuhkan. Kedua wilayah menjadi saling melengkapi, yang biasa disebut dengan istilah komplementer.

2. Kesempatan Antara (Intervening Opportunity)
Kesempatan antara adalah suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut. Wilayah yang berada di kesempatan antara memiliki kelebihan tersebut karena memiliki jarak yang lebih dekat di antara kedua wilayah yang mengapitnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.

Kesempatan Antara (Intervening Opportunity)

Contohnya, Wilayah A biasanya membeli ikan ke wilayah B, namun kemudian diketahui ada wilayah C yang juga penghasil ikan. Karena Wilayah C jaraknya lebih dekat dan ongkos transportasinya lebih murah, para pembeli ikan dari wilayah A akan beralih membeli ikan ke wilayah C. Akibatnya, interaksi antara wilayah A dengan B melemah.

3. Kemudahan Transfer (Transfer Ability)
Pengangkutan barang untuk memindahkan suatu komoditas ke daerah lain tentunya memerlukan biaya. Biaya untuk terjadinya interaksi tersebut harus lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Jika biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi. Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur, yakni sarana dan prasarana yang menghubungkan daerah asal dan tujuan. Jalan yang rusak dan tidak adanya kendaraan pengangkut dapat mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi. Karena kemungkinan besar biaya untuk mengangkut barang juga akan lebih mahal.

Sebagai contoh, seseorang akan menjual sayuran dari wilayah A ke wilayah B, namun jalan menuju wilayah B mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui. Akibatnya, orang tersebut tidak jadi menjual sayuran ke wilayah B. Contoh lainnya terdapat angkutan yang dapat ditempuh, namun hanya melalui pesawat kecil dan terbatas seperti di beberapa kawasan Papua. Hal tersebut akan membuat wilayah lain ragu untuk mengirimkan barangnya. Karena harus menjual barang dengan harga mahal yang diakibatkan oleh biaya pengangkutan yang mahal pula.

C. Bentuk Interaksi Antarruang
Terdapat beberapa bentuk dari interaksi antar ruang di antaranya,
1. Mobilitas Penduduk, adalah suatu Interaksi dalam bentuk pergerakan atau juga perpindahan manusia, contohnya ialah seperti emigrasi, imigrasi, transmigrasi, urbanisasi, perjalanan penduduk antar wilayah untuk/melakukan pekerjaan atau wisata.
2. Komunikasi, merupakan suatu interaksi dengan melalui perpindahan ide atau gagasan serta informasi, contohnya ialah seperti pengiriman informasi baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung misalnya membaca berita, melihat tayangan televisi, internet serta lain sebagainya.
3. Transportasi, adalah suatu interaksi dengan melalui perpindahan barang atau juga  energi, contohnya pengangkutan barang, perdagangan dan lain sebagainya.

D. Contoh Interaksi Antar Ruang
Contoh interaksi antarruang misalnya, wilayah pegunungan umumnya merupakan penghasil sayuran, sedangkan daerah pesisir menghasilkan ikan laut. Penduduk daerah pantai membutuhkan sayuran dari daerah pegunungan dan sebaliknya penduduk dari daerah pegunungan membutuhkan ikan dari penduduk daerah pantai. Kedua wilayah kemudian saling berinteraksi melalui aktivitas perdagangan.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 2. Modernisasi dan Globalisasi (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2. Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum 2013)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.1 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.2 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.3 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 2.4 Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Ujian Nasional Kompetensi Globalisasi dan Dampaknya       
11. Materi Ringkas Globalisasi dan Dampaknya

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Interaksi Antar Ruang, Syarat, Bentuk, dan Contohnya"