Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Intervensi, Jenis, Bentuk, dan Contohnya

Pengertian Intervensi, Jenis, Bentuk, dan Contohnya


A. Pengertian Intervensi

Intervensi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah campur tangan dalam perselisihan antara dua pihak (orang, golongan, negara, dan sebagainya). Istilah Intervensi sering digunakan oleh sebuah pihak yang ingin turun tangan atau ikut campur ke pihak lain yang sedang memiliki permasalahan. Intervensi bisa bertujuan membantu pihak yang sedang terkena masalah dan bisa juga guna meraih keuntungan terhadap pihak yang sedang terkena masalah.

Istilah intervensi sering digunakan dalam berbagai bidang, seperti kesehatan, politik, pemerintahan, psikologi, pendidikan, keperawatan, dan lainnya. Intervensi memiliki makna negatif maupun positif. Dalam dunia politik intervensi bisa diartikan sebagai campur tangan suatu negara terhadap urusan negara lainnya yang jelas bukan urusannya. Fungsi dari intervensi yaitu salah satu cara untuk merampungkan sengketa internasional.

Menurut hukum internasional, intervensi dimaknai sebagai suatu bentuk campur tangan negara asing pada urusan satu negara. Lebih lengkapnya intervensi diartikan sebagai suatu campur tangan negara asing yang mempunyai sifat menekan dengan alat kekerasan (force) atau dengan ancaman melakukan kekerasan, ketika keinginannya tidak terpenuhi. Negara yang biasa melakukan intervensi antara lain Amerika Serikat, Prancis, dan Belanda.

Intervensi Menurut Para Ahli
1. Parry dan Grant, intervensi adalah tindakan turut campurnya sebuah negara secara diktator terhadap negara lain yang tujuannya adalah untuk menjaga atau pun mengubah kondisi aktual tertentu.
2. Oppenheiman Lauterpacht, intervensi adalah campur tangan sebuah negara secara diktator terhadap urusan dalam negeri negara lain dengan tujuan utama untuk memelihara atau pun untuk mengubah kondisi, situasi, atau pun barang yang ada di negara tersebut.
3. Gordon, intervensi adalah campur tangan dokter/ perawat yang dilakukan untuk membantu kesembuhan pasien seperti sediakala.
4. Dr. Wirjono Prodojodikoro, intervensi adalah suatu campur tangan negara asing yang sifatnya menekan dengan alat kekerasan atau dengan ancaman melakukan kekerasan, apabila keinginannya tidak terpenuhi.
5. J.G. Starke, intervensi adalah mengacu kepada propaganda atau kegiatan lainnya yang dilakukan oleh suatu negara dengan tujuan untuk mendorong terjadinya revolusi atau perang saudara di negara lain.
6. Black’s Law Dictionary, intervensi adalah one nation’s interference by force, or threat of force, in another nation’s internal affair or in question arising between other nation.
7. James Rosenau, intervensi bisa dibedakan dari instrumen politik luar negeri lain, dengan cara dua faktor di antaranya,
a. Bahwa intervensi membedakan diri dengan tajam dalam hal cara menyelenggarakan hubungan antar negara yang konvensional
b. Bahwa intervensi secara sadar dilakukan untuk mengakibatkan perubahan politik yang mendasar di negara yang dijadikan sasaran intervensi.

B. Jenis Intervensi
1. Berdasarkan Jangkauannya
a. Intervensi Internal, tindakan campur tangan yang biasa dilakukan oleh suatu negara untuk memberi bantuan terhadap kelompok tertentu dalam pemberontak terhadap pemerintahan.
b. Intervensi Eksternal, tindakan campur tangan yang dilakukan oleh suatu negara terhadap dua negara yang sedang berperang yang bertujuan untuk mendamaikan kedua belah pihak.
c. Intervensi Reprisal, tindakan campur tangan suatu negara yang bertujuan untuk membalas kerugian yang dialami oleh negara lain dengan menimbulkan kerugian kembali.

2. Berdasarkan Dampaknya
a. Dampak Positif, dampak positif dari intervensi adalah keadilan yang ditegakkan. Dengan ikut campurnya negara asing untuk menegakkan keadilan. PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) adalah salah satu organisasi dunia yang sering melakukan intervensi yang memiliki dampak positif di suatu negara.
b. Dampak Negatif, campur tangan dari suatu negara yang memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan di negara lain. Intervensi negatif ini biasanya dimanfaatkan oleh negara maju untuk terhadap negara-negara yang masih berkembang. Intervensi ini justru dapat memicu keributan dengan negara yang diintervensi.

C.Bentuk Intervensi
Menurut Kalevi. J. Holstri terdapat enam bentuk intervensi di antaranya,
1. Intervensi Diplomatik, intervensi ini sering kali terjadi jika seorang diplomat memberikan komentar kepada atau memihak dalam suatu krisis atau persoalan politik yang sedang melanda negara tempatnya bertugas.
2. Intervensi Klasik, bentuk intervensi ini bisa dalam bentuk kegiatan gelap atau misi rahasia. Contohnya intervensi ini dapat melalui penyuapan atau penyogokan dengan pejabat negara sebagai sasarannya.
3. Pameran Kekuatan Militer, yang relatif murah dan mengandung risiko rendah, tetapi justru lebih efektif dibanding pengiriman ekspedisi militer yang sesungguhnya.
4. Subversi atau Gerilya Bawah Tanah, subversi merupakan gerakan politik dan militer yang diorganisasikan, ditunjang dan diarahkan oleh suatu negara asing yang mempunyai tujuan sendiri dengan amat menggunakan situasi dan elemen setempat di negara sasaran.
5. Gerilya, gerilya adalah perpaduan antara subversi dengan sistem perang konvensional. Gerilya tidak selalu merupakan hasil intervensi kekuatan asing tetapi cukup banyak kegiatan gerilya yang merupakan manifestasi dari intervensi.
6. Intervensi Militer, intervensi militer ini diwujudkan dalam bentuk pengiriman ekspedisi militer untuk menunjang suatu pemerintahan yang sedang berkuasa atau membantu suatu kelompok pemberontak.

Menurut J.G. Starke terdapat tiga macam bentuk intervensi yang tidak mengandung karakter diplomatik di antaranya,
1. Intervensi Intern (Internal Intervantion), bentuk intervensi ini bisa diulas melalui contoh Negara A yang mencampuri persengketaan antara pihak-pihak bertikai di Negara B, dengan cara mendukung salah satu pihak baik dari pihak pemerintah, yang sah dan juga pihak pemberontak.
2. Intervensi Ekstern (Eksternal Intervention), bentuk intervensi ini dijalankan dengan ikut campur tangan dalam hubungan yang pada umumnya hubungan permusuhan. contoh intervensi ketika Italia melibatkan diri pada perang dunia kedua yang berpihak kepada Jerman dan melawan Inggris.

D. Contoh Intervensi
1. Mengirimkan prajurit suatu negara ke negara-negara yang bertikai yang jelas bukan urusannya.
2. Melakukan embargo pada suatu negara yang dimusuhi oleh lembaga negara lainnya.
3. Melakukan peperangan dengan cara blokade ke negara lainnya, padahal tidak ada sangkutpautnya sama sekali.
4. Intervensi kolektif sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
5. Intervensi guna melindungi hak dan juga kepentingan serta keselamatan jiwa dari warga negara di luar yang menjadi dasar dari pemerintah Amerika Serikat yang membenarkan adanya tindakan dalam bentuk dikirimnya tentara multinasional di Pulau Grenada pada bulan Oktober tahun 1983 lalu.
 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.1 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.2 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.3 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 4. Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaiannya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 2. Konflik dan Integrasi Sosial (KTSP)
6. Materi Ujian Nasional Kompetensi Konflik Sosial dan Integrasi Sosial     
7. Materi Ringkas Konflik Sosial dan Integrasi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Intervensi, Jenis, Bentuk, dan Contohnya"