Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Anomie (Anomi) dan Jenisnya

Pengertian Anomie (Anomi) dan Jenisnya


A. Pengertian Anomie (Anomi)

Anomi (Anomie) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki beberapa pengertian di antaranya,
1. perilaku tanpa arah dan apatis;
2. keadaan masyarakat yang ditandai oleh pandangan sinis (negatif) terhadap sistem norma, hilangnya kewibawaan hukum, dan disorganisasi hubungan antara manusia;
3. gejala ketidakseimbangan psikologis yang dapat melahirkan perilaku menyimpang dalam berbagai manifestasi.

Anomie sebagai sebuah istilah yang diperkenalkan oleh Émile Durkheim untuk menggambarkan keadaan yang kacau, tanpa peraturan. Kata ini berasal dari bahasa Yunani a-: tanpa, dan nomos: hukum atau peraturan. Istilah ini secara umum dipahami sebagai ketiadaan norma dan dipercaya dipopulerkan oleh Durkheim dalam bukunya yang berpengaruh, Le Suicide (1897). Namun, Durkheim pertama kali memperkenalkan konsep anomie dalam karyanya pada tahun 1893, De la division du travail social.

Anomie adalah "kondisi di mana masyarakat tidak banyak memberikan petunjuk moral kepada individu". Hal ini berkembang dari konflik sistem kepercayaan dan menyebabkan rusaknya hubungan sosial antara seorang individu dan komunitas (baik sosialisasi primer maupun ekonomi). Untuk individu, ada kemungkinan berlanjut kepada kemampuan yang abnormal untuk menyatu dalam situasi normatif dunia sosial e.g., skenario personal tanpa aturan yang berakhir pada fragmentasi identitas sosial dan penolakan nilai.

Durkheim tidak pernah menggunakan istilah "ketiadaan norma"; ia mendeskripsikan anomie sebagai "kekacauan" dan "keinginan yang tak terpuaskan". Durkheim menggunakan istilah "penyakit dari yang tanpa batas" karena hasrat tanpa batas tidak akan pernah terpenuhi, melainkan hanya akan semakin intens. Menurut Durkheim, anomie muncul secara umum dari ketidakcocokan antara standar personal atau kelompok dan standar sosial yang lebih luas, atau ketiadaan etika sosial, yang membuat deregulasi moral dan ketiadaan aspirasi yang logis.

Anomie Menurut Para Ahli
1. Emil Durkheim (1897), anomie adalah suatu situasi yang berada tanpa adanya norma dan tanpa arah sehingga dalam kehidupan yang dijalani tidak tercipta keselarasan antara kenyataan yang diharapkan dan kenyataan sosial yang ada. Teori Emil Durkheim ini memberi penjelasan bahwa penyimpangan sosial yang terjadi apabila dalam suatu masyarakat terdapat sejumlah kebudayaan khusus (etnik, agama, kebangsaan, kedaerahan, dan kelas sosial) yang dapat mengurangi kemungkinan timbulnya kesepakatan nilai (value consensus).
2. Robert K. Merton, anomie adalah kondisi sosial yang disebabkan adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara yang dipakai untuk mencapai tujuan pada kehidupan manusia. Perilaku menyimpang jenis ini dilakukan secara terus-menerus, lantaran dengan menjalankannya seseorang dapat dengan mudah mencapai tujuan yang diinginkan, meskipun cara-cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut dengan suatu cara tidak wajar (menyimpang dalam pandangan masyarakat).

Demikian, anomie merupakan gambaran mengenai kehidupan yang ada di dalam masyarakat dengan banyak aturan, norma, dan juga nilai-nilai pengendalian sosial, akan tetapi antara aturan, norma, dan nilai-nilai dalam masyarakat yang bersangkutan tidaklah dipergunakan, dan malah menjalankan apa yang bertentangan dalam kehidupannya.

B. Jenis Anomie
1. Anomie sebagai kekacauan pada diri individu
Émile Durkheim, sosiolog perintis yang berasal dari Prancis abad ke-19, mengadopsi kata ini dari filsuf Prancis Jean-Marie Guyau dan menggunakannya dalam bukunya Le Suicide (1897) yang menguraikan sebab-sebab sosial (bukan individual) bunuh diri untuk menggambarkan keadaan atau kekacauan dalam diri individu, yang dicirikan oleh perubahan cepat standar atau nilai dalam masyarakat (sering disalahartikan sebagai ketiadaan norma), dan perasaan alienasi dan ketiadaan tujuan yang menyertainya.

Anomie sangat umum terjadi apabila masyarakat sekitarnya mengalami perubahan-perubahan yang besar dalam situasi ekonomi, entah semakin baik atau semakin buruk, dan lebih umum lagi ketika ada kesenjangan besar antara teori-teori dan nilai-nilai ideologis yang umumnya diakui dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini bertentangan dengan teori bunuh diri sebelumnya yang mempertahankan bahwa bunuh diri ditimbulkan oleh peristiwa negatif dalam kehidupan individu dan depresi yang mengikutinya.

Dalam pandangan Durkheim, agama-agama tradisional sering kali memberikan dasar bagi nilai-nilai bersama yang tidak dimiliki oleh individu yang mengalami anomie. Lebih jauh ia berpendapat bahwa pembagian kerja yang banyak terjadi dalam kehidupan ekonomi modern sejak Revolusi Industri menyebabkan individu mengejar tujuan-tujuan yang egois ketimbang kebaikan komunitas yang lebih luas.

Robert King Merton juga mengadopsi gagasan tentang anomie dalam karyanya. Ia mendefinisikannya sebagai kesenjangan antara tujuan-tujuan sosial bersama dan cara-cara yang sah untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Dengan kata lain, individu yang mengalami anomie akan berusaha mencapai tujuan-tujuan bersama suatu masyarakat tertentu tetapi tidak dapat mencapai tujuan-tujuan tersebut dengan sah karena berbagai keterbatasan struktural masyarakat. Akibatnya, individu itu akan memperlihatkan perilaku menyimpang untuk memuaskan dirinya sendiri.

2. Anomie sebagai kekacauan masyarakat
Kata ini (kadang-kadang juga dieja "anomy") telah digunakan untuk masyarakat atau kelompok manusia di dalam suatu masyarakat, yang mengalami kekacauan karena tidak adanya aturan-aturan yang diakui bersama yang eksplisit ataupun implisit mengenai perilaku yang baik, atau, lebih parah lagi, terhadap aturan-aturan yang berkuasa dalam meningkatkan isolasi atau bahkan saling memangsa dan bukan kerja sama.

Friedrich Hayek dikenal menggunakan kata anomie dengan makna ini. Anomie sebagai kekacauan sosial tidak boleh disalahartikan sebagai "anarki". Kata "anarki" menunjukkan tidak adanya penguasa, hierarki, dan komando, sementara "anomie" menunjukkan tidak adanya aturan, struktur, dan organisasi. Kamus Webster 1913, sebuah versi yang lebih tua, melaporkan penggunaan kata "anomie" dalam pengertian "ketidakpedulian atau pelanggaran terhadap hukum".

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.1 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
2. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.2 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
3. Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4.3 Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 4. Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaiannya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XI. Bab 2. Konflik dan Integrasi Sosial (KTSP)
6. Materi Ujian Nasional Kompetensi Konflik Sosial dan Integrasi Sosial     
7. Materi Ringkas Konflik Sosial dan Integrasi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Anomie (Anomi) dan Jenisnya"