Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Kata, Fungsi, Jenis, dan Penentuan Batas Kata

Pengertian Kata, Fungsi, Jenis, dan Penentuan Batas Kata

A. Pengertian Kata

Kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki beberapa pengertian di antaranya,
1. unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa;
2. ujar; bicara;
3. morfem atau kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas;

Dalam bahasa Indonesia kata adalah satuan bahasa terkecil yang mengisi salah satu fungsi sintaksis (subjek, predikat, objek, atau keterangan) dalam suatu kalimat. secara etimologi "kata" dalam bahasa Melayu dan Indonesia diambil dari bahasa Ngapak kathā. Dalam bahasa Sanskerta, kathā sebenarnya bermakna "konversasi", "bahasa", "cerita" atau "dongeng". Dalam bahasa Melayu dan Indonesia terjadi penyempitan arti semantis menjadi "kata". Kumpulan beberapa kata dapat membentuk sebuah klausa, frase, dan kalimat.

B. Fungsi Kata
Kata mempunyai fungsi menjadi penyusun kalimat. Masing-masing kata mempunyai arti yang berbeda, arti kata dapat berubah sesuai dengan pemakaiannya pada kalimat. Membuat kalimat yang efektif dibutuhkan beberapa jenis kata sebagai penyusunnya. Sebagai unit tata bahasa terkecil yang membentuk sebuah kalimat, kata tersebut mempunyai beberapa fungsi di antaranya,
1. Fungsi Subjek, merupakan sebuah bagian dari kalimat yang dapat menunjukkan apa yang dikatakan. Namun, ini tidak selalu sama dengan aktor atau aktor sebagai subjek, bahkan tidak dalam kalimat pasif.
2. Fungsi Objek, adalah sebuah bagian dari kalimat yang berperan sebagai penderita atau yang telah mengalami sesuatu. Posisi objek mempunyai sebuah fungsi sebagai deskripsi terhadap predikat.
3. Fungsi Predikat, adalah sebuah bagian dari sebuah kalimat yang telah mengatakan apa yang dikatakan subjek dan biasanya harus mengandung dalam sebuah unsur kata kerja. Kemudian objek atau keterangan dapat mengikuti. Fungsi kata-kata sebagai predikat memberikan informasi tentang apa yang dilakukan terhadap subjek.
4. Fungsi Pelengkap, fungsi yang satu ini agak sulit untuk dianalisis. Kadang-kadang dapat berfungsi sebagai deskripsi atau objek.
5. Fungsi Keterangan, adverbia adalah bagian dari kalimat yang memberikan informasi tentang elemen lain. Keberadaannya tidak terlalu penting, tetapi bisa memberikan penjelasan lebih lanjut untuk sebuah kalimat.

C. Jenis Kata
Menurut tata bahasa baku bahasa Indonesia, kata dibagi menjadi tujuh jenis di antaranya,
1. Kata Kerja (Verba), merupakan jenis kata yang memiliki fungsi menerangkan sebuah tindakan, pengalaman, keberadaan atau bentuk aktivitas dinamis lainnya. Pada kalimat, kata kerja mempunyai posisi sebagai predikat.
2. Kata Benda (Nomina), merupakan kata yang mengarah pada segala hal yang dapat dibendakan. Kata benda biasa dipakai untuk menyebutkan makhluk hidup, benda mati ataupun tempat.
3. Kata Sifat (Adjektiva), merupakan kata yang dipakai untuk menerangkan sifat atau kondisi suatu hal, seperti makhluk hidup, benda mata, tempat, waktu ataupun yang lainnya.Dalam pemakaiannya di kalimat, kata sifat biasa digunakan untuk menerangkan keadaan subjek (S) atau Objek (O) kalimat tersebut.
4. Kata Keterangan (Adverbia), merupakan kata yang menunjukkan keterangan (penjelasan) mengenai kata lain (kata bilangan, kata kerja, dan kata sifat) dalam suatu kalimat. Tetapi kata keterangan tidak dapat menerangkan kata benda atau kata ganti benda.
5. Kata Ganti (Pronomina), merupakan jenis kata yang dipakai untuk menggantikan posisi kata benda atau orang dalam kalimat. Kata ganti (pronomina) berfungsi untuk memperhalus kalimat yang dilafalkan atau ditulis.
6. Kata Bilangan (Numeralia), merupakan jenis kata yang mempunyai fungsi untuk menyatakan jumlah benda atau urutannya dalam suatu deretan, ada dua jenis kata bilangan, yakni kata bilangan tentu (takrif) dan kata bilangan tak tentu.
7. Kata Tugas, merupakan salah satu jenis kata dalam bahasa Indonesia yang hanya mempunyai arti gramatikal atau dapat berubah sesuai konteksnya dan tidak mempunyai arti leksikal atau arti tetap, ada beberapa kelompok kata tugas di antaranya kata depan (preposisi) dan kata penghubung (konjungsi).
8. Kata Sandang (artikula), merupakan kata yang tidak mempunyai arti yang dipakai untuk menjelaskan kata benda (nomina) atau kata tertentu. Kata sandang dapat dipakai untuk mendampingi kata benda dasar ataupun kata benda turunan atau kata tertentu lainnya.
9. Kata Seru (Injeksi), merupakan jenis kata pada bahasa Indonesia yang dipakai untuk mengungkapkan isi perasaan penulis atau pembicara. Kata seru dipakai untuk sebagai penegas perasaan tersebut.
10. Partikel Penegas, merupakan jenis kata yang tidak mempunyai makna apabila berdiri sendiri dan fungsinya untuk menampilkan unsur yang diiringi, ada empat partikel penegas antara lain: -kah, -lah, -tas, dan -pun.

D. Penentuan Batas Kata
Dalam Ilmu linguistik ada minimal lima cara dalam menentukan batas-batas kata di antaranya,
1. Pada jeda, seorang pembicara disuruh untuk mengulang kalimat yang diberikan secara pelan, diperbolehkan untuk beristirahat dan mengambil jeda. Sang pembicara maka akan cenderung memasukkan jeda pada batas-batas kata. Namun metode ini tidaklah sempurna: sang pembicara bisa dengan mudah memilah-milah kata-kata yang terdiri dari banyak suku kata.
2. Keutuhan, seorang pengguna disuruh untuk mengucapkan sebuah kalimat secara keras dan lalu disuruh untuk mengucapkannya lagi dan ditambah beberapa kata.
3. Bentuk bebas minimal, konsep ini pertama kali diusulkan oleh Leonard Bloomfield. Kata-kata adalah leksem, jadi satuan terkecil yang bisa berdiri sendiri.
4. Batas fonetis, beberapa bahasa mempunyai aturan pelafalan khusus yang membuatnya mudah ditinjau di mana batas kata sejatinya. Misalnya, di bahasa yang secara teratur menjatuhkan tekanan pada suku-kata terakhir, maka batas kata mungkin jatuh setelah masing-masing suku-kata yang diberi tekanan.
5. Satuan semantis, seperti pada banyak bentuk bebas yang minimal yang disebut di atas ini, metode ini memilah-milah kalimat ke dalam kesatuan-kesatuan semantiknya yang paling kecil. Tetapi, bahasa sering memuat kata yang mempunyai nilai semantik kecil (dan sering memainkan peran yang lebih gramatikal), atau kesatuan-kesatuan semantik yang adalah kata majemuk.

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Rancangan Penelitian Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 5. Pengumpulan Data dalam Penelitian (KTSP)
3. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 6. Pengolahan Data (KTSP)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 7. Penulisan Laporan Penelitian (KTSP)
5. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.1 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.2 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016) 

7. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.1 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.2 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
 
9. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.1 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.2 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016) 

11. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.1 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.2 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
13. Materi Ujian Nasional Kompetensi Jenis Penelitian Sosial
14. Materi Ujian Nasional Kompetensi Langkah-Langkah Penelitian Sosial
15. Materi Ujian Nasional Kompetensi Metode Penelitian Sosial
16. Materi Ujian Nasional Kompetensi Manfaat Hasil Penelitian       
17. Materi Ringkas Jenis, Prosedur, Metode (Pendekatan), dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian
18. Materi Ringkas Penentuan Topik dan Manfaat Penelitian

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Kata, Fungsi, Jenis, dan Penentuan Batas Kata"