Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Penelitian Dasar (Basic Research), Ciri, dan Jenisnya

Pengertian Penelitian Dasar atau Basic Research
Penelitian Dasar atau Basic Research
A. Pengertian Penelitian Dasar (Basic Research)
Penelitian dasar (basic research), disebut juga penelitian murni atau penelitian fundamental adalah jenis penelitian ilmiah dengan tujuan meningkatkan teori ilmiah untuk lebih memahami dan memprediksi fenomena alam atau lainnya. Penelitian dasar diperuntukkan bagi pengembangan suatu ilmu pengetahuan serta diarahkan pada pengembangan teori-teori yang ada atau menemukan teori baru.

Penelitian dasar tidak secara langsung menyelesaikan masalah praktis melainkan dijadikan sebagai dasar dalam menyelesaikan masalah-masalah praktis. Dengan kata lain, hasil penelitian dasar dapat mempengaruhi kehidupan praktis. Penelitian dasar memajukan pengetahuan dasar tentang dunia. Ini berfokus pada menciptakan dan menyangkal atau mendukung teori yang menjelaskan fenomena yang diamati.

Riset dasar menghasilkan gagasan, prinsip, dan teori baru, yang mungkin tidak langsung dimanfaatkan tetapi tetap menjadi dasar kemajuan dan perkembangan di berbagai bidang. Komputer saat ini, misalnya, tidak dapat ada tanpa penelitian dalam matematika murni yang dilakukan lebih dari seabad yang lalu, yang belum ada penerapan praktisnya pada saat itu. Riset dasar jarang membantu praktisi secara langsung dengan masalah sehari-hari mereka; namun demikian, hal ini merangsang cara berpikir baru yang berpotensi untuk merevolusi dan secara dramatis meningkatkan cara praktisi menghadapi masalah di masa depan.  

Pengertian Penelitian Dasar (Basic Research) Menurut Para Ahli
1. Jujun S. Sumantri (1985), penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui.
2. Sukmadinata (2009), penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pure research) atau penelitian pokok (fundamental research) diarahkan pada pengujian teori, hanya dengan sedikit atau bahkan tanpa menghubungkan hasilnya untuk kepentingan praktik.
3. Wibisono (2002) menyatakan bahwa penelitian dasar dilakukan untuk memperluas batas-batas ilmu pengetahuan. Penelitian dasar ini tidak ditujukan secara langsung untuk mendapatkan pemecahan bagi suatu permasalahan khusus. Penelitian dasar dilakukan untuk memverifikasi teori yang sudah ada atau untuk mengetahui lebih jauh tentang sebuah konsep.

B. Ciri Penelitian Dasar (Basic Research)
Penelitian dasar memiliki beberapa ciri atau karakteristik di antaranya,
1. Meningkatkan pemahaman prinsip-prinsip dasar
2. Membangun pengetahuan baru
3. Seringkali murni teoretis
4. Biasanya sumber ide-ide ilmiah baru atau perspektif baru tentang dunia
5. Meletakkan dasar sains
6. Bisa menggunakan pendekatan eksploratif, deskriptif, atau eksplanatif. Tetapi yang paling umum dilakukan adalah penelitian eksplanatif.
7. Terutama bersifat akademis atau dilakukan oleh universitas
8. Membantah atau mendukung teori yang menjelaskan bagaimana dunia beroperasi
9. Meningkatkan basis pengetahuan ilmiah manusia atau pemahaman tentang fenomena
10. Tidak berusaha memecahkan masalah
11. Hasil tidak memiliki potensi atau nilai ekonomi secara langsung
12. Menghasilkan ide-ide baru, prinsip-prinsip dan teori-teori atau hanya memperluas pengetahuan manusia
13. Tidak ada penggunaan praktis langsung
14. Memperluas pengetahuan tentang berbagai hal
15. Tidak dimaksudkan untuk membuat atau menciptakan sesuatu

C. Jenis Penelitian Dasar (Basic Research)
Sebagaimana yang telah disampaikan dalam definisi di atas oleh Legal Information Institute, bahwa penelitian dasar dapat mencakup semua studi ilmiah dan eksperimen.
1. Studi Ilmiah, atau penelitian ilmiah ialah rangkaian pengamatan yang sambung menyambung, berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena. Penelitian ilmiah seringkali diasosiasikan dengan metode penelitian ilmiah sebagai tata cara sistematis yang digunakan dalam melakukan penelitian.
2. Eksperimen, adalah prosedur yang dilakukan untuk mendukung, membantah, atau memvalidasi hipotesis. Eksperimen memberikan wawasan tentang sebab-akibat dengan menunjukkan hasil apa yang terjadi ketika faktor tertentu dimanipulasi. 

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga 

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Rancangan Penelitian Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 5. Pengumpulan Data dalam Penelitian (KTSP)
3. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 6. Pengolahan Data (KTSP)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 7. Penulisan Laporan Penelitian (KTSP)
5. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.1 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.2 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016) 

7. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.1 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.2 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
 
9. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.1 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.2 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016) 

11. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.1 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.2 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
13. Materi Ujian Nasional Kompetensi Jenis Penelitian Sosial
14. Materi Ujian Nasional Kompetensi Langkah-Langkah Penelitian Sosial
15. Materi Ujian Nasional Kompetensi Metode Penelitian Sosial
16. Materi Ujian Nasional Kompetensi Manfaat Hasil Penelitian       
17. Materi Ringkas Jenis, Prosedur, Metode (Pendekatan), dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian
18. Materi Ringkas Penentuan Topik dan Manfaat Penelitian

Dani Ramdani
Dani Ramdani | Pemilik Situs Sosiologi79.com dan Sosial79.com | Alumni Sosiologi Universitas Lampung | Staf Pengajar Sosiologi di SMAN 1 Cibeber Kab. Lebak Banten

Post a Comment for "Pengertian Penelitian Dasar (Basic Research), Ciri, dan Jenisnya"