Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Definisi Operasional, Cakupan, Jenis, dan Caranya

Pengertian Definisi Operasional
Definisi Operasional
A. Pengertian Definisi Operasional
Agar variabel yang ada dalam penelitian dapat diukur dengan menggunakan instrumen atau alat ukur, maka variabel harus diberi batasan atau definisi yang operasional atau disebut juga definisi operasional variabel. Demikian, definisi operasional adalah definisi yang rumusannya didasarkan pada sifat-sifat atau hal-hal yang dapat diamati, menggunakan kata-kata yang operasional, sehingga variabel bisa diukur.

Definisi operasional dalam hal ini merupakan pernyataan yang menerangkan tentang definisi, cara ukur, alat ukur, hasil ukur, dan skala ukur dari variabel-variabel yang akan diteliti. Menurut Wahab, Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang diamati, sehingga memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena.

Pada umumnya terdapat berbagai alternatif dalam pengukuran variabel. Meskipun begitu tidak menjadikan setiap variabel harus ada definisi operasionalnya, jika terdapat variabel yang sudah jelas tanpa ada interpretasi maka tidak usah ada definisi operasional. Contohnya adalah tinggi badan atau berat badan, maka tidak perlu ada definisi operasional.

Kegunaan dari definisi operasional adalah untuk mempermudah peneliti dalam mengukur variabel atau penghimpunan data, sehingga variabel bisa menjadi konsisten dengan sumber data yang diperoleh.

B. Cakupan Definisi Operasional
Sebelum penyusunan definisi operasional ada beberapa cakupan yang harus dipahami di antaranya,
1. What, kegiatan apa yang dilakukan oleh peneliti agar variabel yang didefinisikan terjadi.
2. Who, siapa subjek yang dikenai sasaran. Yaitu ada penjelasan tentang subjek penelitian atau responden.
3. How, bagaimana variabel yang didefinisikan beroperasi yaitu penjelasan tentang cara menyimpulkan data, misalnya dilakukan dengan pengisian kuesioner, observasi, wawancara, dan lain-lain.
4. Pengelompokan hasil penilaian atau satuan hasil penilaian variabel yaitu penjelasan tentang skala data pengukuran variabel, misalnya menggunakan skala nominal, ordinal, interval, rasio.
5. Ciri yang tampak dari variabel yang didefinisikan yaitu penjelasan lebih lanjut tentang kategori berdasarkan skala pengukuran variabel yang digunakan. Bila menggunakan skala nominal atau ordinal, maka perlu didefinisikan masing-masing kategorinya. Misalnya penghasilan keluarga dikategorikan rendah, sedang, tinggi, maka perlu didefinisikan yang dimaksud rendah, sedang, tinggi tersebut. Bila menggunakan skala data interval atau rasio, maka cukup dijelaskan satuan ukuran yang digunakan, misalnya suhu menggunakan satuan derajat celcius, tinggi badan menggunakan satuan cm, dan lain-lain.

C. Jenis dan Contoh Definisi Operasional
1. Definisi Operasional A
Merupakan alur I yang bisa dibuat berlandaskan dengan operasi apa yang dilaksanakan, ini mengakibatkan adanya indikasi pada variabel yang akan didefinisikan akan bisa terjadi. Dengan memakai prosedur yang telah ditetapkan peneliti, maka indikasi atau gejala akan bisa terealisasikan atau terjadi. Misalnya, “Pertentangan” bisa didefinisikan sebagai adanya dua kubu yang berseberangan, yang setiap kubu memiliki visi dan misi yang sama, namun hanya terdapat satu kubu yang bisa meraihnya.

2. Definisi Operasional B
Merupakan alur II yang bisa dibuat dengan landasan sebuah objek yang didefinisikan bisa dioperasionalisasikan dengan baik. Maksudnya adalah apa yang dilaksanakan atau apa yang terkandung dalam sifat-sifatnya. Untuk lebih paham berikut contoh definisi operasional B. Misalnya, “Orang rajin” bisa didefinisikan dengan individu yang bisa konsisten dengan apa yang telah ditetapkan (tujuan) dan bisa melaksanakan segala tugas yang dibebankannya.

3. Definisi Operasional C
Merupakan alur III yang bisa dibuat berlandaskan dengan apa yang tampak pada objek atau indikasi apa yang akan terlihat pada objek. Maksudnya adalah apa yang menjadi inti dari sifat statisnya. Misalnya, “Orang rajin” bisa didefinisikan sebagai individu yang memiliki sikap disiplin yang baik, suka bekerja, selalu berusaha giat dan memiliki sikap yang patuh.

D. Cara Membuat Definisi Operasional
Terdapat dua opsi cara membuat definisi operasional di antaranya,
1. Opsi Cara Pertama
a. Identifikasi karakteristik, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pada Identifikasi karakteristik yang akan diukur atau jenis masalah yang menjadi perhatian.
b. Tentukan alat/instrumen pengukur, alat ukur yang bisa dan sering dipakai biasanya adalah alat ukur fisik seperti jam, timbangan, mikrometer dsb. Pada pengamatan visual atau fisik diperlukan penglihatan normal atau membutuhkan alat seperti kaca pembesar untuk memudahkan pengamatan.
c. Jelaskan metode pengujian, metode pengujian adalah prosedur paling baru untuk digunakan dalam aktivitas pengukuran. Misalnya ketika mengukur waktu, maka titik awal mulai dan titik akhir harus ditentukan. Ini juga berlaku pada pengukuran apa saja, tingkat presisi atau ketepatan harus ditentukan dan disebutkan. Contohnya adalah ketika waktu akan diukur dalam bentuk detik, menit atau jam.
d. Sebutkan kriteria keputusan, kriteria keputusan merepresentasikan kesimpulan yang berasal dari pengujian. Apakah terdapat masalah? Apakah data yang ada benar? Ketika pengamatan fisik atau visual dilakukan, definisi jelas mengenai bisa diterima dengan tidak diterima sangat penting. Usahakan dokumentasikan dengan foto, tulisan untuk mendukungnya.
e. Dokumentasikan definisi operasional, definisi operasional akan lebih baik jika di dokumentasi dan distandarisasi. Definisi harus diikutsertakan dalam materi dan lembar prosedur dan hasil langkah 1 hingga 4 harus dimasukkan dalam satu wadah/dokumen.
f. Uji definisi operasional, menguji definisi operasional sebelum mengaplikasikannya adalah hal yang sangat krusial dan penting. Definisi operasional harus membuat tugas yang akan dilakukan menjadi jelas dan mudah. Cara terbaik untuk menguji definisi operasional adalah dengan meminta seseorang yang berbeda untuk mengamatinya. Apakah hasilnya konsisten? Apakah hasilnya benar?

2. Opsi Cara Kedua
Berikut merupakan tahap-tahap dalam membuat definisi operasional yang bisa diandalkan (Variabel Terikat, Variabel Luar, dan Variabel Bebas)
a. Pastikan apa saja variabel yang diteliti. Di mana peneliti akan menentukan kegunaan dari setiap variabel dan klasifikasinya, bisa menjadi merupakan variabel luar, variabel terikat maupun variabel bebas.
b. Temukan arti konseptual yang akurat mengenai setiap variabel. Ini bisa dicari pada penelitian terdahulu, buku maupun kamus. Atau bisa memformulasikannya secara mandiri namun harus berlandaskan sumber-sumber terkait dan pengalaman yang ada di kepustakaan.
c. Kenali apa yang bisa dilaksanakan ketika peneliti sedang mengukur variabel. Perlu diketahui dalam melaksanakan pengukuran terdapat berbagai macam metode yang bisa dilakukan. Dapat dengan observasi, komparasi, bertanya dsb.
d. Tentukan metode yang paling baik untuk dilaksanakan ketika mendeskripsikan/menggambarkan variabel. Dalam penentuan metodenya harus jelas sumbernya dan detail. Contohnya adalah apakah metode menggunakan cara yang sudah ada misal wawancara atau menggunakan cara baru. Dalam pengukuran terdapat empat tingkat yakni nominal, ordinal, interval serta rasio, bisa dilihat di skala pengukuran.
e. Catatlah dalam rupa tabel, bisa juga menggunakan narasi. Sering kali penggunaan tabel dilakukan pada laporan skripsi, sementara narasi digunakan pada publikasi ilmiah.

Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 4. Rancangan Penelitian Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 5. Pengumpulan Data dalam Penelitian (KTSP)
3. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 6. Pengolahan Data (KTSP)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 7. Penulisan Laporan Penelitian (KTSP)
5. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.1 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
6. Materi Sosiologi Kelas X Bab 4.2 Rancangan Penelitian Sosial (Kurikulum Revisi 2016) 

7. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.1 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas X Bab 5.2 Pengumpulan Data dalam Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
 
9. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.1 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas X Bab 6.2 Pengolahan dan Analisis Data (Kurikulum Revisi 2016) 

11. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.1 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Sosiologi Kelas X Bab 7.2 Laporan Penelitian (Kurikulum Revisi 2016)
13. Materi Ujian Nasional Kompetensi Jenis Penelitian Sosial
14. Materi Ujian Nasional Kompetensi Langkah-Langkah Penelitian Sosial
15. Materi Ujian Nasional Kompetensi Metode Penelitian Sosial
16. Materi Ujian Nasional Kompetensi Manfaat Hasil Penelitian       
17. Materi Ringkas Jenis, Prosedur, Metode (Pendekatan), dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian
18. Materi Ringkas Penentuan Topik dan Manfaat Penelitian

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Pengertian Definisi Operasional, Cakupan, Jenis, dan Caranya"