Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Pranata Sosial, Proses, Bentuk, Fungsi, dan Contohnya

Pengertian Pranata Sosial
Pranata Sosial

A. Pengertian Pranata Sosial
Pranata sosial adalah norma atau aturan mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus. Pranata sosial memberikan regulasi dalam hidup bersama-sama dalam bentuk kewajiban, anjuran, maupun larangan. Tujuan dibentuknya pranata sosial ini adalah untuk membentuk keteraturan dalam masyarakat.

Norma dalam pranata berbentuk tertulis (undang-undang dasar, undang-undang yang berlaku, sanksi sesuai hukum resmi yang berlaku) dan tidak tertulis (hukum adat, kebiasaan yang berlaku, sanksinya ialah sanksi sosial atau pun sanksi moral. Pranata bersifat mengikat dan relatif lama serta memiliki ciri-ciri tertentu yaitu simbol, nilai, aturan main, tujuan, kelengkapan, dan umur.

Pranata sosial berawal dari serangkaian norma-norma sosial yang selalu dipelajari dan dikembangkan melalui tahapan sosialisasi, sehingga secara terencana ataupun tidak akan menyusun sistematisasi dalam aturan yang diwajibkan untuk dijalankan semua pihak. Berikut beberapa pengertian pranata sosial menurut para ahli di antaranya,
1. Soerjono Soekanto, pranata sosial adalah fungsionalisasi dari lembaga masyarakat yang ditunjuk sebagai pedoman untuk menjalankan peraturan-peraturan yang telah disepakati secara bersama-sama. Arti ini sejalan dengan fungsi lembaga sosial, yaitu menjaga keseimbangan sosial masyarakat.
2. Koentjaraningrat, pranata sosial adalah sistematisasi dari serangkaian tata kelakuan yang dikaitkan dengan hubungan sosial dengan bersentral dari aktivitas tindakan masyarakat di dalam keseharian. Aktivitas ini hadir dari adanya peran nilai dan norma sosial dalam sosialisasi.

B. Proses Pembentukan
Proses terbentuknya pranata sosial dalam masyarakat ini memakan waktu yang relatif lama, berikut proses terbentuknya pranata sosial di antaranya,
1. Tidak Terencana, terbentuknya pranata sosial bisa dijalankan dalam masyarakat dengan langkah-langkah yang tidak tersusun, biasanya pembentukan pada pranata sosial ini terjadi karena adanya pengaruh budaya dan faktor kebiasaan (adat) yang dilakukan masyarakat.
2. Terencana, prosesi timbulnya pranata sosial yang terencana lebih bersifat formal dalam pengembangan yang dilakukan. Langkah ini mudah diterima masyarakat, lantaran dianggap sebagai bagian daripada kewajiban lembaga sosial dalam mengatur pola hubungan bersama.

C. Bentuk Pranata Sosial
1. Pranata Keluarga, keluarga memiliki peran signifikan dalam memberikan perlindungan dan penanaman nilai sosial setiap orang. Hal yang diberikan kepada keluarga kepada setiap individu untuk upaya menjalankan fungsi-fungsi keluarga di masyarakat.
2. Pranata Agama, adalah serangkaian aturan yang diberikan kepada masyarakat dengan berhubungan pada sisi ketuhanan. Pranata ini tidak dapat diukur keberadaannya akan tetapi secara langsung akan dirasakan hasilnya oleh masyarakat.
3. Pranata Politik, adalah institusi sosial dalam masyarakat yang memberikan peranan dan sosialisasi untuk mengenal aturan di dalam dunia perpolitikan. Pranata ini berhubungan erat dengan sistem kekuasaan yang ada di dalam masyarakat.
4. Pranata Pendidikan, berhubungan dengan sistem pendidikan yang dilakukan masyarakat untuk memberikan jaminan akan pengetahuan yang dimilikinya. Dalam menjalankan pranata pendidikan ini diperlukan jenjang khusus dengan disesuaikan pada ekonomi dan usia setiap individu.
5. Pranata Ekonomi, pemenuhan kebutuhan pokok tanpa menyisakan konflik dalam masyarakat merupakan salah satu manfaat hadirnya pranata ekonomi dalam masyarakat. Pranata ini memiliki peranan yang sangat penting, terkhusus memberikan regulasi pada tahapan lembaga ekonomi.

D. Fungsi Pranata Sosial
1. Fungsi Manifest, artinya secara nyata keberadaannya sangat dibutuhkan oleh setiap orang dalam proses pengenalan kepada lingkungan sosialnya. Fungsi ini erat kaitannya dengan dasar-dasar kehidupan sebelum bertindak untuk melakukan kegiatannya. Contohnya dengan hadirnya pendidikan masyarakat akan memperoleh pengetahuan dasar mengenai berbagai pengenalan kepada sistem pendidikan, kurikulum, dan skill dalam menunjang kehidupannya.
2. Fungsi Laten, adalah tidak nyata hadirnya dalam masyarakat, kondisi ini menyebabkan pandangan bahkan tidak dibutuhkan oleh masyarakat lantaran pengaruh yang ditimbulkan akan seperti dua sisi mata uang, yaitu merugikan dan menguntungkan. Misalnya masyarakat membutuhkan untuk memperoleh barang-barang pokok dalam menunjang kehidupan, akan tetapi disisi lainnya juga dianggap menimbulkan kesenjangan sosial, berbagai jenis pengangguran, dan lain sebagainya.

E. Contoh Pranata Sosial
1. Keluarga, keluarga menjadi salah satu ciri khas pranata sosial yang selalu memberikan bimbingan dan aturan. Tindakan ini misalnya saja pola tata kelakuan anggota keluarga yang memiliki kesepakatan tertentu dan berbeda satu sama lainnya.
2. Pendidikan, contoh pranata sosial dalam pendidikan dapat dilihat dari berbagai peristiwa-peristiwa tentang adanya larangan untuk ribut di kelas saat mata pelajaran, membolos, dan lain sebagainya. Tujuan tindakan tersebut di larang lantaran dapat menghilangkan fungsi pendidikan di dalam memberikan pengetahuan dan wawasan.
3. Lingkungan Masyarakat, contoh pranata sosial dalam lingkungan masyarakat dapat dilihat dari serangkai adat-adat yang disepakati bersama. 


Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga 
1. Pranata dan lembaga sosial
2. Pranata sosial
3. Kekerabatan
4. Bentuk-bentuk keluarga
5. Wewenang
6. Unsur-unsur, saluran, dan dimensi kekuasaan
7. Tipe-tipe lembaga sosial
8. Tipe-tipe kekuasaan
9. Legitimasi
10. Kekuasaan, wewenang, dan kepemimpinan
11. Kekuasaan (power)
12. Hakikat kekuasaan dan sumbernya
13. Birokrasi
14. Perkawinan
15. Lembaga kemasyarakatan (lembaga sosial)
16. Konsep lembaga sosial (social institutions)
17. Kekerabatan (kinship)
 
18. Pengertian Lembaga Sosial, Perkembangan, Syarat, Ciri, Fungsi, Tipe, Jenis, dan Contohnya
19. Pengertian Masyarakat, Syarat, Unsur, Ciri, dan Bentuknya
20. Pengertian Kekuasaan, Sudut Pandang, Sifat, Sumber, dan Tipe
21. Pengertian Tradisi, Fungsi, Tujuan, Perubahan Tradisi, dan Contohnya
22. Pengertian Tata Kelakuan (Mores), Fungsi, dan Contohnya
23. Pengertian Poligami, Jenis, dan Poligami dalam Perspektif Agama-agama
24. Pengertian Pemerintah, Pemerintahan, Fungsi, Tujuan, dan Bentuk Pemerintahan
25. Pengertian Endogami dan Jenisnya
26. Pengertian Eksogami, Asal-Usul, dan Jenisnya
27. Pengertian Cross Cousin dan Pararell Cousin, dan Terminologi Kekerabatan
28. Pengertian Mahar (Maskwin), Sejarah, dan Mahar dalam Ajaran Agama
29. Pengertian Afeksi, Ciri, Fungsi, Jenis, dan Contohnya
30. Pengertian Sosialisasi, Fungsi, Tujuan, Tipe, Jenis, Pola, Proses, dan Medianya
31. Pengertian Ekonomi, Cakupan, Sejarah, Tindakan, Motif, dan Kegiatan
32. Pengertian Pengendalian Sosial, Ciri, Fungsi, Sifat, Cara, Pelaku, Bentuk, dan Lembaganya
33. Pengertian Reproduksi dan Jenisnya
34. Pengertian Sistem Kekerabatan Bilateral
35. Pengertian Sistem Kekerabatan Unilateral dan Bentuknya
36. Pengertian Familisme
37. Pengertian Pendidikan, Filosofi, Fungsi, Tujuan, dan Jenisnya
38. Pengertian Kebudayaan, Unsur, Komponen, Sifat, dan Wujudnya
39. Pengertian Bakat, Faktor, dan Jenisnya
40. Pengertian Pemberontakan, dan Contohnya
41. Pengertian Kelas Sosial dan Contohnya
42. Pengertian Kepribadian, Aspek, Sifat, Struktur, Ciri, dan Faktor Pembentuknya
43. Pengertian Inovasi, Prinsip, Ciri, Tujuan, Jenis, Faktor, dan Cara mengembangkannya
44. Pengertian Negara Kesatuan, Konsep, Ciri, Macam, Kelebihan, dan Contohnya
45. Pengertian Negara Federasi dan Cirinya
46. Pengertian Pemerintahan Republik
47. Pengertian Pemerintahan Monarki, Ciri, Jenis, dan Gelarnya
48. Pengertian Pemerintahan Kekaisaran dan Sejarahnya
49. Pengertian Sentralisasi, Kelebihan dan Kekurangan, Dampak Positif dan Negatif, serta Contohnya
50. Pengertian Desentralisasi, Ciri, Tujuan, Kegiatan, Kelebihan dan Kekurangan, Dampak, dan Contohnya
51. Pengertian Dekonsentrasi, Tujuan, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan, serta Contohnya
52. Pengertian Kewenangan dan Sumbernya
53. Pengertian Konsensus
54. Pengertian Loyalitas, Karakteristik, dan Faktornya
55. Pengertian Konstitusi, Unsur, Sifat, Fungsi, Tujuan, dan Jenisnya
56. Pengertian Traktat, Sejarah, dan Jenisnya
57. Pengertian Hukum, Unsur, Sumber, Tujuan, Macam, Bidang, dan Sistem Hukum
58. Pengertian Nasionalisme, Unsur, Ciri, Tujuan, Bentuk, dan Contohnya
59. Pengertian Demokrasi, Sejarah, Asas, Prinsip, Ciri, Jenis, dan Negara Demokratis
60. Pengertian Negara, Unsur, Sifat, Fungsi, Tujuan, dan Bentuknya
61. Pengertian Pasar, Ciri, Fungsi, dan Klasifikasinya
62. Pengertian Diktator, Kediktatoran, dan Diktatorisme
63. Pengertian Rakyat, Kewajiban, dan Haknya
64. Pengertian Upah, Faktor, Syarat, Tujuan, dan Sistem Pengupahan
65. Pengertian Barter, Sejarah, Syarat, Jenis, Kekurangan dan Kelebihan, serta Contohnya
66. Pengertian Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Prosedur, Alasan, Pelarangan, Jenis, dan Ketentuan Pesangon, Penghargaan, dan Pengganti Hak
67. Pengertian Agraris, Hasil Pertanian, Keuntungan, Masalah, dan Contohnya
68. Pengertian Identitas, Sejarah, Komponen, dan Jenisnya
69. Pengertian Perdagangan
70. Pengertian Produksi, Fungsi, Tujuan, Faktor, Proses, dan Jenisnya
71. Pengertian Produsen, Fungsi, Peran, dan Bentuknya
72. Pengertian Konsumen, Perilaku, Jenis, serta Hak dan Kewajibannya
73. Pengertian Konsumsi, Ciri, Tujuan, dan Faktornya
74. Pengertian Hak Paten, Ruang Lingkup, Syarat, Dasar Hukum, Jenis, Jangka Waktu, dan Istilah Terkait
75. Pengertian Hak Cipta, Sejarah, Fungsi, Sifat, Ciri, Dasar Hukum, Cakupan, dan Jangka Waktunya

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 3. Interaksi Sosial dalam Dinamika Kehidupan Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 2. Hubungan Sosial (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.1 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.2 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Interaksi Sosial
6. Materi Ringkas Interaksi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Pengertian Pranata Sosial, Proses, Bentuk, Fungsi, dan Contohnya"