Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Lembaga Sosial, Perkembangan, Syarat, Ciri, Fungsi, Tipe, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Lembaga Sosial
Lembaga Sosial

A. Pengertian Lembaga Sosial
Lembaga sosial merupakan seperangkat norma dan aturan yang mengalami pelembagaan atau institusionalisasi. Singkatnya lembaga sosial adalah norma yang melembaga atau dengan kata lain, lembaga sosial adalah hasil institusionalisasi struktur sosial. Lembaga sosial mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antarmanusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup.

Lembaga sosial dalam bahasa Inggris adalah social institution, namun social institution juga diterjemahkan sebagai pranata sosial. Hal ini dikarenakan social institution merujuk pada perlakuan mengatur perilaku para anggota masyarakat. Ada pendapat lain mengemukakan bahwa pranata sosial merupakan sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.

Beberapa ahli memiliki kemiripan dalam mendefinisikan lembaga sosial dari fungsinya dalam kehidupan masyarakat sebagai usaha pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat. Dengannya kita dapat didefinisikan istilah lembaga sosial sebagai sistem tata kelakuan, tata cara, sistem hubungan sosial, atau cita-cita yang berperan mengatur. Mengatur tersebut tujuannya, yaitu dalam rangka memenuhi kebutuhan sosial masyarakat. Untuk lebih jelasnya berikut beberapa pengertian lembaga sosial menurut para ahli di antaranya,
1. Paul Horton dan Chester L.Hunt, lembaga sosial adalah sistem norma-norma sosial dan hubungan-hubungan yang menyatukan nilai-nilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat
2. Peter L. Berger, adalah suatu prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap sesuai dengan keinginan masyarakat
3. W. Hamilton, lembaga sosial adalah tata cara kehidupan kelompok masyarakat, yang apabila dilanggar akan dijatuhi berbagai derajat sanksi
4. Robert Morrison Maclver dan C. H. Page, lembaga sosial adalah prosedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat
5. Koentjaraningrat, lembaga sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas untuk memenuhi kompleksitas kebutuhan khusus dalam kehidupan manusia bermasyarakat
6. Soerjono Soekanto, Lembaga sosial adalah himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat
7. Mayor Polak, lembaga sosial adalah sistem peraturan dan adat istiadat yang mempertahankan nilai-nilai penting
8. Leopold Von Wiese dan Becker, social institution adalah jaringan proses antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi untuk memelihara hubungan itu serta pola-polanya sesuai dengan minat dan kepentingan individu dan kelompoknya
9. Landis, lembaga sosial merupakan struktur budaya formal yang dirancang untuk menemukan dan memenuhi kebutuhan sosial yang pokok
10. G. Sumner, lembaga sosial adalah perbuatan, cita-cita, sikap dan perlengkapan kebudayaan yang bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat

B. Perkembangan Lembaga Sosial
Terbentuknya lembaga sosial bermula dari kebutuhan masyarakat akan keteraturan kehidupan bersama. Sebagaimana diungkapkan oleh Soerjono Soekanto lembaga sosial tumbuh karena manusia dalam hidupnya memerlukan keteraturan. Untuk mendapatkan keteraturan hidup bersama dirumuskan norma-norma dalam masyarakat sebagai paduan bertingkah laku.

Mula-mula sejumlah norma tersebut terbentuk secara tidak disengaja. Namun, lama-kelamaan norma tersebut dibuat secara sadar. Sejumlah norma-norma ini kemudian disebut sebagai lembaga sosial. Namun, tidak semua norma-norma yang ada dalam masyarakat merupakan lembaga sosial karena untuk menjadi sebuah lembaga sosial sekumpulan norma mengalami proses yang panjang.

Menurut Robert M.Z. Lawang proses tersebut dinamakan pelembagaan atau institutionalized, yaitu proses bagaimana suatu perilaku menjadi berpola atau bagaimana suatu pola perilaku yang mapan itu terjadi. Dengan kata lain, pelembagaan adalah suatu proses berjalan dan terujinya sebuah kebiasaan dalam masyarakat menjadi institusi/ lembaga yang akhirnya harus menjadi paduan dalam kehidupan bersama.

C. Syarat Lembaga Sosial
Menurut Koentjaraningrat aktivitas manusia atau aktivitas kemasyarakatan untuk menjadi lembaga sosial harus memenuhi syarat-syarat tertentu di antaranya,
1. Suatu tata kelakuan yang baku, yang bisa berupa norma-norma dan adat istiadat yang hidup dalam ingatan maupun tertulis
2. Kelompok-kelompok manusia yang menjalankan aktivitas bersama dan saling berhubungan menurut sistem norma-norma tersebut
3. Suatu pusat aktivitas yang bertujuan memenuhi kompleks- kompleks kebutuhan tertentu, yang disadari dan dipahami oleh kelompok-kelompok yang bersangkutan
4. Mempunyai perlengkapan dan peralatan
5. Sistem aktivitas itu dibiasakan atau disadarkan kepada kelompok- kelompok yang bersangkutan dalam suatu masyarakat untuk kurun waktu yang lama

D. Ciri Lembaga Sosial
Menurut J.P Gillin ciri-ciri umum lembaga Sosial di antaranya,
1. Lembaga sosial adalah organisasi pola-pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas masyarakat dan hasil-hasilnya. Ia terdiri atas kebiasaan-kebiasaan, tata kelakuan, dan unsur-unsur kebudayaan lain yang tergabung dalam suatu unit yang fungsional
2. Lembaga sosial juga dicirikan oleh suatu tingkat kekekalan tertentu. Oleh karena lembaga sosial merupakan himpunan norma-norma yang berkisar pada kebutuhan pokok, maka sudah sewajarnya apabila terus dipelihara dan dibakukan
3. Lembaga sosial memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu. Lembaga pendidikan sudah pasti memiliki beberapa tujuan, demikian juga lembaga perkawinan, perbankan, agama, dan lain- lain
4. Terdapat alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga sosial. Misalnya, rumah untuk lembaga keluarga serta masjid, gereja, pura, dan wihara untuk lembaga agama
5. Lembaga sosial biasanya juga ditandai oleh lambang-lambang atau simbol-simbol tertentu. Lambang-lambang tersebut secara simbolis menggambar tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan. Misalnya, cincin kawin untuk lembaga perkawinan, bendera dan lagu kebangsaan untuk negara, serta seragam sekolah dan badge (lencana) untuk sekolah
6. Lembaga sosial memiliki tradisi tertulis dan tidak tertulis yang merumuskan tujuan, tata tertib, dan lain-lain. Sebagai contoh, izin kawin dan hukum perkawinan untuk lembaga perkawinan

John Conen mengemukakan karakteristik dari lembaga sosial di antaranya,
1. Setiap lembaga sosial bertujuan memenuhi kebutuhan khusus masyarakat
2. Setiap lembaga sosial mempunyai nilai pokok yang bersumber dari anggotanya
3. Dalam lembaga sosial ada pola-pola perilaku permanen menjadi bagian tradisi kebudayaan yang ada dan ini disadari anggotanya
4. Ada saling ketergantungan antarlembaga sosial di masyarakat, perubahan lembaga sosial satu berakibat pada perubahan lembaga sosial yang lain
5. Meskipun antarlembaga sosial saling bergantung, masing-masing lembaga sosial disusun dan diorganisasi secara sempurna di sekitar rangkaian pola, norma, nilai, dan perilaku yang diharapkan
6. Ide-ide lembaga sosial pada umumnya diterima oleh mayoritas anggota masyarakat, terlepas dari turut tidaknya mereka berpartisipasi
7. Suatu lembaga sosial mempunyai bentuk tata krama perilaku
8. Setiap lembaga sosial mempunyai simbol-simbol kebudayaan tertentu
9. Suatu lembaga sosial mempunyai ideologi sebagai dasar atau orientasi kelompoknya

E. Fungsi Lembaga Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, lembaga sosial memiliki fungsi di antaranya,
1. Memberikan pedoman pada anggota-anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bersikap atau bertingkah laku dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul atau berkembang di lingkungan masyarakat, termasuk yang menyangkut hubungan pemenuhan kebutuhan
2. Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan
3. Memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial, yaitu sistem pengawasan masyarakat terhadap anggota-anggotanya

Menurut Horton dan Hunt, fungsi lembaga sosial di antaranya,
1. Fungsi Manifes atau fungsi nyata yaitu fungsi lembaga yang disadari dan di akui oleh seluruh masyarakat
2. Fungsi Laten atau fungsi terselubung yaitu fungsi lembaga sosial yang tidak disadari atau bahkan tidak dikehendaki atau jika diikuti dianggap sebagai hasil sampingan dan biasanya tidak dapat diramalkan

F. Tipe-Tipe Lembaga Sosial
Menurut John Lewis Gillin dan John Philip Gillin, tipe-tipe lembaga sosial dapat diklasifikasikan sebagai berikut di antaranya
1. Berdasarkan sudut perkembangan
a. Cresive institution yaitu institusi yang tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contohnya lembaga perkawinan, hak milik dan agama
b. Enacted institution yaitu institusi yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contohnya lembaga utang piutang dan lembaga pendidikan

2. Berdasarkan sudut nilai yang diterima oleh masyarakat
a. Basic institution yaitu institusi sosial yang dianggap penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contohnya keluarga, sekolah, dan negara
b. Subsidiary institution yaitu institusi sosial yang berkaitan dengan hal-hal yang dianggap oleh masyarakat kurang penting dan berbeda di masing-masing masyarakat seperti rekreasi

3. Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat
a. Approved dan sanctioned institution yaitu institusi sosial yang diterima oleh masyarakat, misalnya sekolah atau perusahaan dagang
b. Unsanctioned institution yaitu institusi yang ditolak masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu memberantasnya. Contohnya sindikat kejahatan, pelacuran, dan perjudian

4. Berdasarkan sudut penyebarannya
a. General institution yaitu institusi yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat dunia. Contohnya institusi agama
b. Restricted institution yaitu institusi sosial yang hanya dikenal dan dianut oleh sebagian kecil masyarakat tertentu. Contohnya lembaga agama Islam, Kristen Protestan, Hindu, dan Budha

5. Berdasarkan sudut fungsinya
a. Operative institution yaitu institusi yang berfungsi menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan dari masyarakat yang bersangkutan. Contohnya institusi ekonomi
b. Regulative institution yaitu institusi yang bertujuan mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan dalam masyarakat. Contohnya institusi hukum dan politik seperti pengadilan dan kejaksaan

G. Jenis Lembaga Sosial
1. Lembaga Keluarga, keluarga adalah unit sosial yang paling kecil di dalam masyarakat dan merupakan lembaga sosial pertama yang menaungi seseorang ketika mereka lahir. Dalam keluarga terdiri dari beberapa anggota keluarga di mana masing-masing anggota keluarga saling tergantung satu dengan yang lain. Peranan keluarga dalam masyarakat adalah sangat penting karena kepribadian seseorang akan dibentuk mulai dari keluarga.
2. Lembaga Pendidikan, lembaga pendidikan merupakan sebuah lembaga yang berperan sebagai tempat berlangsungnya pendidikan atau pembelajaran yang ditempuh seseorang yang bertujuan untuk mengubah dan mengatur tingkah lakunya menjadi individu yang lebih baik.
3. Lembaga Ekonomi, merupakan lembaga yang menangani kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi untuk tujuan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Lembaga ekonomi menangani langsung kegiatan yang berkaitan dengan produksi, promosi, distribusi dan pelayanan terhadap barang atau jasa yang diperlukan masyarakat.
4. Lembaga Politik, lembaga politik diciptakan untuk menangani permasalahan administrasi, tata tertib dan aturan–aturan tertulis lainnya untuk mencapai keamanan dan ketenteraman di dalam kehidupan bermasyarakat.
5. Lembaga Agama, adalah lembaga dalam masyarakat di mana di dalamnya terdapat praktik kepercayaan suatu agama dan hal-hal yang dianggap suci. Lembaga ini dibuat bertujuan untuk mempersatukan umat beragama.
6. Lembaga Hukum, lembaga hukum fungsinya adalah sebagai alat pengatur hubungan masyarakat, mewujudkan keadilan sosial, baik lahir maupun batin, serta sebagai alat untuk menyelesaikan sengketa dalam kehidupan masyarakat berbagai kalangan.

H. Contoh Lembaga Sosial
1. Lembaga Agama
a. MUI, Majelis Ulama Indonesia
b. PGI, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
c. KWI, Konferensi Wali Gereja Indonesia
d. WALUBI, Perwakilan Umat Buddha
e. PHDI, Parisada Hindu Dharma Indonesia

2. Lembaga Pendidikan
a. SD, Sekolah Dasar
b. SMP, Sekolah Menengah Pertama
c. SMA, Sekolah Menengah Atas
d. Lembaga Kursus dan Pelatihan
e. Sanggar
f. Majelis Taklim

3. Lembaga Ekonomi
a. Bank, baik Bank Sentral, Bank Umum, dan Bank Perkreditan
b. Koperasi Simpan Pinjam
c. Perum Pegadaian
d. Perusahaan Leasing
e. Pasar Modal
f. Perusahaan Modal Ventura
g. Perusahaan Asuransi
h. Perusahaan Dana Pensiun

4. Lembaga Politik
a. Presiden dan Wakil Presiden
b. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
c. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
d. Mahkamah Agung (MA)
e. Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)
f. Partai Politik

5. Lembaga Hukum
a. Kejaksaan
b. Kehakiman
c. Advokat
d. Kepolisian
e. Lapas (Lembaga Permasyarakatan)


Dari berbagai sumber

Download

Ket. Klik warna biru untuk link

Lihat Juga 
1. Pranata dan lembaga sosial
2. Pranata sosial
3. Kekerabatan
4. Bentuk-bentuk keluarga
5. Wewenang
6. Unsur-unsur, saluran, dan dimensi kekuasaan
7. Tipe-tipe lembaga sosial
8. Tipe-tipe kekuasaan
9. Legitimasi
10. Kekuasaan, wewenang, dan kepemimpinan
11. Kekuasaan (power)
12. Hakikat kekuasaan dan sumbernya
13. Birokrasi
14. Perkawinan
15. Lembaga kemasyarakatan (lembaga sosial)
16. Konsep lembaga sosial (social institutions)
17. Kekerabatan (kinship)
 
18. Pengertian Pranata Sosial, Proses, Bentuk, Fungsi, dan contohnya
19. Pengertian Masyarakat, Syarat, Unsur, Ciri, dan Bentuknya
20. Pengertian Kekuasaan, Sudut Pandang, Sifat, Sumber, dan Tipe
21. Pengertian Tradisi, Fungsi, Tujuan, Perubahan Tradisi, dan Contohnya
22. Pengertian Tata Kelakuan (Mores), Fungsi, dan Contohnya
23. Pengertian Poligami, Jenis, dan Poligami dalam Perspektif Agama-agama
24. Pengertian Pemerintah, Pemerintahan, Fungsi, Tujuan, dan Bentuk Pemerintahan
25. Pengertian Endogami dan Jenisnya
26. Pengertian Eksogami, Asal-Usul, dan Jenisnya
27. Pengertian Cross Cousin dan Pararell Cousin, dan Terminologi Kekerabatan
28. Pengertian Mahar (Maskwin), Sejarah, dan Mahar dalam Ajaran Agama
29. Pengertian Afeksi, Ciri, Fungsi, Jenis, dan Contohnya
30. Pengertian Sosialisasi, Fungsi, Tujuan, Tipe, Jenis, Pola, Proses, dan Medianya
31. Pengertian Ekonomi, Cakupan, Sejarah, Tindakan, Motif, dan Kegiatan
32. Pengertian Pengendalian Sosial, Ciri, Fungsi, Sifat, Cara, Pelaku, Bentuk, dan Lembaganya
33. Pengertian Reproduksi dan Jenisnya
34. Pengertian Sistem Kekerabatan Bilateral
35. Pengertian Sistem Kekerabatan Unilateral dan Bentuknya
36. Pengertian Familisme
37. Pengertian Pendidikan, Filosofi, Fungsi, Tujuan, dan Jenisnya
38. Pengertian Kebudayaan, Unsur, Komponen, Sifat, dan Wujudnya
39. Pengertian Bakat, Faktor, dan Jenisnya
40. Pengertian Pemberontakan, dan Contohnya
41. Pengertian Kelas Sosial dan Contohnya
42. Pengertian Kepribadian, Aspek, Sifat, Struktur, Ciri, dan Faktor Pembentuknya
43. Pengertian Inovasi, Prinsip, Ciri, Tujuan, Jenis, Faktor, dan Cara mengembangkannya
44. Pengertian Negara Kesatuan, Konsep, Ciri, Macam, Kelebihan, dan Contohnya
45. Pengertian Negara Federasi dan Cirinya
46. Pengertian Pemerintahan Republik
47. Pengertian Pemerintahan Monarki, Ciri, Jenis, dan Gelarnya
48. Pengertian Pemerintahan Kekaisaran dan Sejarahnya
49. Pengertian Sentralisasi, Kelebihan dan Kekurangan, Dampak Positif dan Negatif, serta Contohnya
50. Pengertian Desentralisasi, Ciri, Tujuan, Kegiatan, Kelebihan dan Kekurangan, Dampak, dan Contohnya
51. Pengertian Dekonsentrasi, Tujuan, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan, serta Contohnya
52. Pengertian Kewenangan dan Sumbernya
53. Pengertian Konsensus
54. Pengertian Loyalitas, Karakteristik, dan Faktornya
55. Pengertian Konstitusi, Unsur, Sifat, Fungsi, Tujuan, dan Jenisnya
56. Pengertian Traktat, Sejarah, dan Jenisnya
57. Pengertian Hukum, Unsur, Sumber, Tujuan, Macam, Bidang, dan Sistem Hukum
58. Pengertian Nasionalisme, Unsur, Ciri, Tujuan, Bentuk, dan Contohnya
59. Pengertian Demokrasi, Sejarah, Asas, Prinsip, Ciri, Jenis, dan Negara Demokratis
60. Pengertian Negara, Unsur, Sifat, Fungsi, Tujuan, dan Bentuknya
61. Pengertian Pasar, Ciri, Fungsi, dan Klasifikasinya
62. Pengertian Diktator, Kediktatoran, dan Diktatorisme
63. Pengertian Rakyat, Kewajiban, dan Haknya
64. Pengertian Upah, Faktor, Syarat, Tujuan, dan Sistem Pengupahan
65. Pengertian Barter, Sejarah, Syarat, Jenis, Kekurangan dan Kelebihan, serta Contohnya
66. Pengertian Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Prosedur, Alasan, Pelarangan, Jenis, dan Ketentuan Pesangon, Penghargaan, dan Pengganti Hak
67. Pengertian Agraris, Hasil Pertanian, Keuntungan, Masalah, dan Contohnya
68. Pengertian Identitas, Sejarah, Komponen, dan Jenisnya
69. Pengertian Perdagangan
70. Pengertian Produksi, Fungsi, Tujuan, Faktor, Proses, dan Jenisnya
71. Pengertian Produsen, Fungsi, Peran, dan Bentuknya
72. Pengertian Konsumen, Perilaku, Jenis, serta Hak dan Kewajibannya
73. Pengertian Konsumsi, Ciri, Tujuan, dan Faktornya
74. Pengertian Hak Paten, Ruang Lingkup, Syarat, Dasar Hukum, Jenis, Jangka Waktu, dan Istilah Terkait
75. Pengertian Hak Cipta, Sejarah, Fungsi, Sifat, Ciri, Dasar Hukum, Cakupan, dan Jangka Waktunya

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 3. Interaksi Sosial dalam Dinamika Kehidupan Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 2. Hubungan Sosial (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.1 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.2 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Interaksi Sosial
6. Materi Ringkas Interaksi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Pengertian Lembaga Sosial, Perkembangan, Syarat, Ciri, Fungsi, Tipe, Jenis, dan Contohnya"