Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Kelas Sosial dan Contohnya

Pengertian Kelas Sosial dan Contohnya

Kelas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki pengertian kelompok masyarakat berdasarkan pendidikan, penghasilan, kekuasaan, dan sebagainya, dan kelas sosial adalah golongan orang di kalangan masyarakat (petani, nelayan, pedagang, dan sebagainya). Kelas sosial atau golongan sosial merujuk kepada perbedaan hierarkis (atau stratifikasi) antara insan atau kelompok manusia dalam masyarakat atau budaya.

Dalam kerangka sosial artinya, kelas merupakan posisi sosial yang hierarkis, namun tidak ditentukan oleh kekuatan lain yang dimiliki oleh suatu individu atau kelompok. Posisi hierarki kelas sosial berbeda dengan kelas ekonomi. Di kelas sosial mana individu berada tergantung pada kondisi sosialnya, bukan pada kondisi ekonominya. Dengan kata lain, perilaku kelas tertentu di dasarkan pada penilaian kelas di bawah atau di atasnya.

Biasanya kebanyakan masyarakat memiliki golongan sosial, tetapi tidak semua masyarakat memiliki jenis-jenis kategori golongan sosial yang sama. Berdasarkan karakteristik stratifikasi sosial, dapat kita temukan beberapa pembagian kelas atau golongan dalam masyarakat. Beberapa masyarakat tradisional pemburu-pengumpul, tidak memiliki golongan sosial dan sering kali tidak memiliki pemimpin tetap pula. Oleh karena itu masyarakat seperti ini menghindari stratifikasi sosial. Dalam masyarakat seperti ini, semua orang biasanya mengerjakan aktivitas yang sama dan tidak ada pembagian dalam pekerjaan.

Kelas sosial cenderung sulit diubah. Berbeda dengan kelas ekonomi yang cenderung mudah diubah. Individu yang berada di kelas ekonomi elit, punya banyak uang, lalu bangkrut langsung turun kelas. Kelas sosial tidak mudah berubah karena terbentuk dari proses sosial yang lama. Kelas sosial dibentuk oleh aspek sosio-kultural yang disosialisasikan pada individu. Proses sosialisasi bisa berlangsung dalam keluarga, institusi pendidikan, organisasi dan institusi sosial lainnya. Proses sosialisasi ini membentuk karakteristik individu yang termanifestasi dalam perilaku, pengetahuan dan gaya hidupnya.

Contoh Kelas Sosial
Perilaku bergelantungan di KRL
Orang udik yang datang ke kota, menikmati transportasi publik KRL yang baru saja launching merasa terkesima lalu bergelantungan di dalam gerbong sekadar main-main. Sebagian duduk lesehan sambil makan pecel meskipun di atasnya ditempeli stiker dilarang duduk lantai.

Kita bisa membaca perilaku tersebut dilakukan oleh orang dari kelas sosial mana. Konsep kelas sosial menjelaskan perilaku individu atau kelompok sebagai cermin posisi sosialnya dalam hierarki sosial. Tidak sebatas itu, perilaku tersebut bisa menunjukkan bagaimana proses sosialisasi yang diterima oleh individu tersebut selama ini.

Pengetahuan tentang seni
Tidak semua orang bisa menikmati pameran seni. Ketika kamu tidak tahu banyak tentang seni, lalu masuk ke museum termahal, kamu tidak akan tahu untuk apa mengunjungi museum tersebut. Hal ini karena kamu tidak punya pengetahuan yang memandu bagaimana menikmati karya seni.

Pengetahuan merupakan salah satu komponen pembentuk kelas sosial. Ketika pembicara seminar mengisi jeda dengan candaan yang selalu seksis, kita bisa mengidentifikasi dari kelas mana ia berasal. Bisa saja berasal dari kelas elit, namun pengetahuan akan jokes yang dikuasai tidak bisa menutupi bahwa dirinya berasal dari kelas sosial di mana candaan seksis adalah suatu hiburan yang normal.

Cukur rambut di bawah pohon
Gaya hidup merupakan salah satu penanda kelas sosial seseorang. Orang yang cukur rambutnya di bawah pohon bisa menunjukkan siapa dirinya, bahkan berapa pendapatannya. Berbeda dengan orang yang tidak pernah potong rambut kecuali di barber shop. Barber shopnya-pun harus di shopping mall.

Sering kali kita mendengar seseorang mempertahankan justifikasi gaya hidupnya dengan ungkapan selera. Karena seleranya senam zumba, maka senam zumba. Perlu diingat bahwa selera tidak pernah netral. Selera selalu menunjukkan kelas sosial seseorang. Oleh karena itu, gaya hidupmu menunjukkan dari kelas sosial mana kamu berasal dan di kelasa sosial mana kamu menuju.


Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga  
1. Pranata dan lembaga sosial
2. Pranata sosial
3. Kekerabatan
4. Bentuk-bentuk keluarga
5. Wewenang
6. Unsur-unsur, saluran, dan dimensi kekuasaan
7. Tipe-tipe lembaga sosial
8. Tipe-tipe kekuasaan
9. Legitimasi
10. Kekuasaan, wewenang, dan kepemimpinan
11. Kekuasaan (power)
12. Hakikat kekuasaan dan sumbernya
13. Birokrasi
14. Perkawinan
15. Lembaga kemasyarakatan (lembaga sosial)
16. Konsep lembaga sosial (social institutions)
17. Kekerabatan (kinship)
 
18. Pengertian Lembaga Sosial, Perkembangan, Syarat, Ciri, Fungsi, Tipe, Jenis, dan Contohnya
19. Pengertian Pranata Sosial, Proses, Bentuk, Fungsi, dan Contohnya
20. Pengertian Masyarakat, Syarat, Unsur, Ciri, dan Bentuknya
21. Pengertian Kekuasaan, Sudut Pandang, Sifat, Sumber, dan Tipe
22. Pengertian Tradisi, Fungsi, Tujuan, Perubahan Tradisi, dan Contohnya
23. Pengertian Tata Kelakuan (Mores), Fungsi, dan Contohnya
24. Pengertian Poligami, Jenis, dan Poligami dalam Perspektif Agama-agama
25. Pengertian Pemerintah, Pemerintahan, Fungsi, Tujuan, dan Bentuk Pemerintahan
26. Pengertian Endogami dan Jenisnya
27. Pengertian Eksogami, Asal-Usul, dan Jenisnya
28. Pengertian Cross Cousin dan Pararell Cousin, serta Terminologi Kekerabatan
29. Pengertian Mahar (Maskwin), Sejarah, dan Mahar dalam Ajaran Agama
30. Pengertian Afeksi, Ciri, Fungsi, Jenis, dan Contohnya
31. Pengertian Sosialisasi, Fungsi, Tujuan, Tipe, Jenis, Pola, Proses, dan Medianya
32. Pengertian Ekonomi, Cakupan, Sejarah, Tindakan, Motif, dan Kegiatan
33. Pengertian Pengendalian Sosial, Ciri, Fungsi, Sifat, Cara, Pelaku, Bentuk, dan Lembaganya
34. Pengertian Reproduksi dan Jenisnya
35. Pengertian Sistem Kekerabatan Bilateral
36. Pengertian Sistem Kekerabatan Unilateral dan Bentuknya
37. Pengertian Familisme
38. Pengertian Pendidikan, Filosofi, Fungsi, Tujuan, dan Jenisnya
39. Pengertian Kebudayaan, Unsur, Komponen, Sifat, dan Wujudnya
40. Pengertian Bakat, Faktor, dan Jenisnya
41. Pengertian Pemberontakan, dan Contohnya
42. Pengertian Kepribadian, Aspek, Sifat, Struktur, Ciri, dan Faktor Pembentuknya 
43. Pengertian Inovasi, Prinsip, Ciri, Tujuan, Jenis, Faktor, dan Cara mengembangkannya  
44. Pengertian Negara Kesatuan, Konsep, Ciri, Macam, Kelebihan, dan Contohnya
45. Pengertian Negara Federasi dan Cirinya
46. Pengertian Pemerintahan Republik
47. Pengertian Pemerintahan Monarki, Ciri, Jenis, dan Gelarnya
48. Pengertian Pemerintahan Kekaisaran dan Sejarahnya
49. Pengertian Sentralisasi, Kelebihan dan Kekurangan, Dampak Positif dan Negatif, serta Contohnya
50. Pengertian Desentralisasi, Ciri, Tujuan, Kegiatan, Kelebihan dan Kekurangan, Dampak, dan Contohnya
51. Pengertian Dekonsentrasi, Tujuan, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan, serta Contohnya
52. Pengertian Kewenangan dan Sumbernya
53. Pengertian Konsensus
54. Pengertian Loyalitas, Karakteristik, dan Faktornya
55. Pengertian Konstitusi, Unsur, Sifat, Fungsi, Tujuan, dan Jenisnya
56. Pengertian Traktat, Sejarah, dan Jenisnya
57. Pengertian Hukum, Unsur, Sumber, Tujuan, Macam, Bidang, dan Sistem Hukum
58. Pengertian Nasionalisme, Unsur, Ciri, Tujuan, Bentuk, dan Contohnya
59. Pengertian Demokrasi, Sejarah, Asas, Prinsip, Ciri, Jenis, dan Negara Demokratis
60. Pengertian Negara, Unsur, Sifat, Fungsi, Tujuan, dan Bentuknya
61. Pengertian Pasar, Ciri, Fungsi, dan Klasifikasinya
62. Pengertian Diktator, Kediktatoran, dan Diktatorisme
63. Pengertian Rakyat, Kewajiban, dan Haknya
64. Pengertian Upah, Faktor, Syarat, Tujuan, dan Sistem Pengupahan
65. Pengertian Barter, Sejarah, Syarat, Jenis, Kekurangan dan Kelebihan, serta Contohnya
66. Pengertian Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Prosedur, Alasan, Pelarangan, Jenis, dan Ketentuan Pesangon, Penghargaan, dan Pengganti Hak
67. Pengertian Agraris, Hasil Pertanian, Keuntungan, Masalah, dan Contohnya
68. Pengertian Identitas, Sejarah, Komponen, dan Jenisnya
69. Pengertian Perdagangan
70. Pengertian Produksi, Fungsi, Tujuan, Faktor, Proses, dan Jenisnya
71. Pengertian Produsen, Fungsi, Peran, dan Bentuknya
72. Pengertian Konsumen, Perilaku, Jenis, serta Hak dan Kewajibannya
73. Pengertian Konsumsi, Ciri, Tujuan, dan Faktornya
74. Pengertian Hak Paten, Ruang Lingkup, Syarat, Dasar Hukum, Jenis, Jangka Waktu, dan Istilah Terkait
75. Pengertian Hak Cipta, Sejarah, Fungsi, Sifat, Ciri, Dasar Hukum, Cakupan, dan Jangka Waktunya

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 3. Interaksi Sosial dalam Dinamika Kehidupan Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 2. Hubungan Sosial (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.1 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.2 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Interaksi Sosial
6. Materi Ringkas Interaksi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Untuk ilalang yang senang merentang garis-garis fantastik di langit

Post a Comment for "Pengertian Kelas Sosial dan Contohnya"